Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Nursing Science Update

HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP LANJUT USIA Setyoadi Setyoadi; Ahsan Ahsan; Alif Yanur Abidin
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.14 KB)

Abstract

Pertambahan jumlah Lanjut Usia (lansia) di Indonesia diperkirakan sebagai pertumbuhan lansia yang tercepat di dunia. Meningkatnya jumlah lansia tidak lepas dari proses penuaan beserta masalahnya. Salah satu solusi yang dilakukan perawat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia yaitu dengan melakukan promosi kesehatan untuk mengorganisasi dan memberikan asuhan keperawatan bagi lansia melalui kegiatan posyandu lansia dengan mengoptimalkan kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan peran kader dengan upaya peningkatan kualitas hidup lansia di Desa Landungsari. Desain penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan metode purposive sampling, berjumlah 15 orang kader dan 30 lansia. Pengumpulan data mengunakan kuisioner dari WHOQOL-BREF. Analisis data dengan uji statistik Spearman didapatkan nilai p = 0,05 (0,000 > 0,05) , yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan peran kader dengan tingkat kualitas hidup lansia. Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan peran kader dengan tingkat kualitas hidup lansia karena peran kader yang sudah baik berpengaruh terhadap tingkat kualitas hidup lansia dikarenakan kader selalu memberikan dukungan positif dan memberikan edukasi kepada lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Disarankan bagi kader untuk dilibatkan dalam penyuluhan kesehatan di Posyandu, bila kader masih belum berani menyampaikan materi penyuluhan maka perlu diberikan bimbingan dan motivasi serta dicarikan solusi yang tepat.   Kata Kunci : Lansia, Peran Kader, Tingkat Kualitas Hidup Lansia
SENAM DAPAT MENINGKATKAN KESEIMBANGAN TUBUH LANSIA DI YAYASAN GERONTOLOGI KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG Setyoadi Setyoadi; Yulian Wiji Utami; Sheylla Septina M
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.111 KB)

Abstract

Keseimbangan tubuh lansia dapat ditingkatkan dengan melakukan olah raga untuk melatih keseimbangan, meningkatkan kekuatan otot ektimitas bawah dan stamina serta meningkatkan fleksibilitas sendi yang dapat mengurangi kemungkinan bagi orang tua untuk jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat keseimbangan antara orang tua yang bergabung dengan senam lansia dan orang tua yang tidak senam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan analisis komparatif observasional dengan pendekatan Cross Sectional, dan menggunakan teknik Simple Random Sampling, ada 20 orang tua yang berada dalam kelompok senam dan 20 orang tua yang tidak bergabung dengan kelompok senam diperoleh dari simple random sampling. Berdasarkan uji Mann Whitney yang memiliki tingkat kepercayaan 95%, α = 0,05, hasil yang ditemukan adalah p = 0,00 (p <0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat keseimbangan tubuh antara orang tua yang melakukan latihan keseimbangan tubuh dan orang tua yang tidak melakukan latihan ini. Disarankan bahwa lembaga harus fokus pada penawaran gerakan senam pada balancing gerakan.Kata Kunci: Lansia, Senam , Keseimbangan Tubuh
HUBUNGAN PENGGUNAAN WAKTU PERILAKU KURANG GERAK (SEDENTARY BEHAVIOUR) DENGAN OBESITAS PADA ANAK USIA 9-11 TAHUN DI SD NEGERI BEJI 02 KABUPATEN TULUNGAGUNG Setyoadi Setyoadi; Ika Setyo Rini; Triana Novitasari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.82 KB)

Abstract

Obesitas pada anak merupakan keadaan patologis ditandai dengan penimbunan lemak berlebih daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh akibat konsumsi energi terlalu berlebih dibandingkan dengan pemakaian energi yang ditandai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur ≥ 2 SD. Sedentary behavior merupakan sekelompok perilaku yang terjadi saat duduk atau berbaring yang membutuhkan pengeluaran energi yang sangat rendah. Sebanyak 21.08% siswa obesitas di SD Negeri Beji 02 Tulungagung usia 9-11 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan waktu perilaku kurang gerak (sedentary behaviour) dengan obesitas pada anak usia 9-11 tahun di SD Negeri Beji 02 Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini adalah case control dengan kohort retrospektif, menggunakan sampel sejumlah 34 siswa yang terdiri dari 17 anak obesitas dan 17 anak berat badan normal yang dipilih dengan uji hipotesis perbedaan 2 proporsi. Penelitian menggunakan timbangan injak pegas, microtoise, dan kuesioner. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan significancy sebesar 0,000 dengan value sebesar 0.589. Terdapat 14 (82.4%) anak obesitas sering melakukan sedentary behaviour dan 4 (23.5%) pada anak berat badan normal dengan total rata-rata keduanya 8.5359±1.05233 jam/minggu. Hal ini menunjukkan bahwa anak obesitas lebih sering melakukan sedentary behaviour dibandingkan dengan anak berat badan normal dengan nilai efektivitas 58.9% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain, mengingat bahwa obesitas sebabkan oleh mulitifaktorial. Kata Kunci : Obesitas Anak, Sedentary Behaviour
The Quality of Communication and Depression Levels among Elderly Residents in Nursing Homes Setyoadi, Setyoadi; Setyorini, Ika; Irmayanti , Ni Kadek Ayu Depy; Ismail, Dina Dewi Sartika Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 12 No. 1 (2024): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2024.012.01.06

Abstract

Nursing home residents are more likely to experience symptoms of depression compared to seniors living at home. Older individuals face various physical and psychological challenges, such as hearing loss, vision impairment, and memory decline, which can hinder effective communication and diminish their overall well-being. This study aims to investigate the link between the quality of communication among older people in nursing homes and their levels of depression. The study uses observational analytics with a cross-sectional approach. The sample comprises 50 older individuals living in nursing homes, selected through purposive sampling. The independent variable is communication quality, evaluated using the Quality of Communication (QOC) questionnaire, while the dependent variable is depression level, assessed using the Geriatric Depression Scale (GDS) questionnaire. Data analysis involves calculating the Spearman Rank Correlation Coefficient at a 95% confidence level. The research findings show that 60% of the older participants exhibited moderate communication quality, while 88% experienced mild depression. The Spearman Rho statistical test resulted in a p-value of 0.009 and a correlation coefficient of -0.366, indicating a significant inverse relationship between communication quality and depression among older people. Nurses are encouraged to promote communication among nursing home residents by organizing activity groups, facilitating interactions, and creating environments conducive to social engagement. In conclusion, effective communication plays a crucial role in lowering the depression levels of nursing home residents.
Family Support in the Care of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Scoping Review Setyoadi, Setyoadi; Mudianti, Jihan Faadhilah; Nifangelya, Prisilya; Ramadhania, Lailatul; Ismail, Dina Dewi Sartika Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 1 (2025): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.01.05

Abstract

The growing global incidence of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) underscores the pressing need to investigate practical and sustainable management strategies. Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic health condition that necessitates continuous monitoring and long-term care to maintain blood glucose levels within optimal limits. One critical factor influencing diabetes self-management is family support, which encompasses emotional, instrumental, informational, and appreciative dimensions. Family members play a crucial role in supporting individuals with T2DM by assisting with daily care routines, promoting adherence to treatment regimens, and offering motivation. This scoping review aims to critically evaluate the significance of family support as a key component in enhancing self-management among individuals diagnosed with type 2 diabetes mellitus (T2DM). It will outline the key elements of family support and investigate their relationship with diabetes-related outcomes, including glycemic control, medication adherence, and dietary adherence. The review encompasses an analysis of 15 pertinent articles retrieved from three key databases: ScienceDirect, Google Scholar, and ProQuest. The keywords employed comprised "family or caregiver support" and "diabetes mellitus type 2," integrated through the use of Boolean operators. The findings of this review indicate that family involvement considerably contributes to improved health outcomes for patients with T2DM. Individuals possessing robust family support demonstrate enhanced medication adherence, improved blood glucose levels, and greater compliance with dietary recommendations. In concludion, the integration of family support within diabetes management interventions has the potential to facilitate more effective and holistic approaches to treating type 2 diabetes mellitus (T2DM).