Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rancang Bangun Aplikasi Mobile Perantau Minang Berdomisili Di Kota Manado Dengan Metode Cluster Analysis Zalmi, Wahyuni Fithratul; Syahputra, Rendy; Nugraha, Mahendra Kusuma
Journal of Student Development Information System (JoSDIS) Vol 5, No 1: JoSDIS | Januari 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/josdis.v5i1.8006

Abstract

Applications are software developed to process data and generate information. There are three types of applications, namely desktop applications, web applications, and mobile applications. Mobile applications allow users to access information and resources anytime and anywhere, as long as connected to the internet. Minang nomads are Minangkabau people who live outside West Sumatra, both in Indonesia and abroad. In the city of Manado, Minang nomads often find it difficult to obtain accurate information, such as the number of Family Cards, ethnic or clan groupings, and other important information such as address, occupation, account number, and blood type. With this application, the data of Minang nomads can be centralized and make it easier for them to share information. This application aims to improve relations between fellow Minang nomads in Manado City and strengthen the local economy. Some of the main features of this application include the ease of finding information on the schedule of activities, the number and grouping of tribes, addresses, blood types, as well as the work of Minang nomads.
Penentuan Nilai Koefisien Restitusi Kelereng Kaca menggunakan Metode Pencitraan Jeda Waktu Sederhana Mahendra Kusuma Nugraha; Ernawatil Gani; Afrioni Roma Rio; Berton M. Siahaan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/wgjaya09

Abstract

Pencitraan jeda waktu (time-lapse imaging) telah dilakukan untuk mengamati fenomena fisis tumbukan lenting tidak sempurna antara kelereng kaca dengan permukaan lantai ubin. Kelereng kaca dijatuhkan pada ketinggian tertentu hingga menumbuk permukaan lantai dan mengalami pemantulan berulang. Kejadian tersebut direkam menggunakan kamera perangkat ponsel pintar Infinix® Hot S3 dengan kecepatan kerangka per detik adalah 30 kerangka. Analisis fotografi jeda waktu kemudian dilakukan dengan metode pemisahan kerangka (frame splitting) yang kemudian diamati secara visual untuk menentukan ketinggian setiap pantulan yang terjadi. Hasil analisis dan pengukuran tinggi maksimum untuk keadaan awal, keadaan pantulan pertama dan keadaan pantulan kedua masing-masing: 15.7 cm, 13,65 cm dan 11,45 cm. Angka koefisien restitusi kelereng kaca—berdasarkan data yang diperoleh—pada ketinggian maksimum mula-mula (????0) menuju pantulan pertama (????1) adalah sebesar ± 0,93242 dan pantulan pertama (????1) menuju pantulan kedua (????2) adalah sebesar. ± 0,91587. Perolehan tersebut membuktikan bahwa interaksi yang terjadi adalah interaksi tumbukan lenting tak sempurna dikarenakan ????≠1.
Studi Eksperimen Metode Elektrokoagulasi dalam Menurunkan Kesadahan Air dengan Variasi Kombinasi Jenis Elektroda Inert dan Non Inert Jumriadi; Nugraha, Mahendra Kusuma; Bakti, Andi Ikhtiar; Hariyanto, Yuanita Amalia
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/t5pc2f44

Abstract

Ketersediaan air di alam seringkali tidak memenuhi standar air layak konsumsi karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Kesadahan adalah salah satu sifat kimia yang ada dalam air, namun mengkonsumsi air dengan kesadahan yang tinggi akan berbahaya bagi kesehatan. Ada beragam metode untuk menurunkan kesadahan air, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Metode elektrokoagulasi karena kesederhanaannya, telah banyak mendapatkan perhatian untuk digunakan dalam menghilangkan berbagai ion dan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi jenis elektroda inert (Pt) dan elektroda non inert (Al, Fe, dan Cu) dalam menurunkan kesadahan air menggunakan metode elektrokoagulasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beker glass 1 L diletakkan di atas magnetic stirrer dengan kecepatan pengadukan 450 rpm selama 30 menit. Tegangan yang diberikan adalah 12 V dengan variasi elektroda menggunakan Pt-Cu, Pt-Fe, dan Pt-Al. Air sumur bor yang berada di asrama mahasiswa Universitas Halu Oleo digunakan dalam penelitian ini dengan kosentrasi awal untuk CaCO3 adalah 312,36 mg/L dan kosentrasi Ca 96,88 mg/L. penurunan kosentrasi kesadahan yang terbaik dengan menggunakan elektroda Pt-Cu yakni 15,63 mg/L untuk Ca dan 89,38 mg/L CaCO3, disusul elektroda Pt-Fe dengan penurunan Ca 21,88 mg/L dan 98,5 untuk CaCO3 kemudian elektroda Pt-Al dengan penurunan 28,13 mg/L Ca dan 107,62 mg/L CaCO3.