Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Tema Berwawasan Lingkungan pada Konsep Desain Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan dan Wisata Kuliner di Tambak Cemandi, Sidoarjo Maulidiana, Ainur Rizka; Azizah, Siti; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1516

Abstract

Abstract. Sidoarjo has great potential in the development of the fisheries sector, on of them is located in Tambak Cemandi, Sidoarjo Regency, East Java. Tambak Cemandi, has a local scale fish auction. Because this fish auction is close to the sea and the place is not suitable for use, so it is very potential to be developed as a tourist destination and is very attractive as a culinary tourism spot with a special menu of sea fish. The application of the design for the development of fish auction places and culinary tours is with the theme of Architectural Insightful. Architecture with its own environmental insight as a response to the local climate and to reduce the smell of activities carried out in the fish processing area. The methods used in designing this project are observation, interview, data analysis, and documentation. The development that will be carried out in this project is to improve the fish auction area and add facilities to facilities that do not yet exist. The theme raised is environmentally sound architecture with macro natural architectural concepts. To support the macro concept raised, there is a micro concept of attractive forms that are applied to the game and the colors that stand out to show the attractive form concept. Micro has a functional space concept which aims to create a functional space design effectively by optimizing the lighting system in the room, the room in the fish auction is open in design so that air circulation can go in and out freely. For micro, the concept of land layout uses a directed concept where visitors and employees are distinguished from the parking area to the entrance to the land, when visitors enter the dropping area, visitors will be directed to the dropping area and then enter the area with a recreational land layout design where the design makes visitors directed. the way when on the site.Keywords: Fish Auction, Culinary Tourism, Architectural Insightful, Attractive, Functional, Recreational Abstrak. Sidoarjo memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan, salah satunya di Tambak Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tambak Cemandi, memiliki tempat pelelangan ikan skala lokal. Karena tempat pelelangan ikan ini berdekatan dengan laut dan tempatnya kurang layak untuk digunakan sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan sangat menarik juga digunakan sebagai tempat wisata kuliner dengan menu khusus ikan laut. Penerapan desain pengembangan tempat pelelangan ikan dan wisata kuliner ini yaitu dengan tema arsitektur berwawasan lingkungan. Arsitektur berwawasan lingkungan tersendiri sebagai respon terhadap iklim daerah setempat serta untuk mengurangi bau dari aktifitas yang dilakukan di area pengolahan ikan tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan proyek ini yaitu observasi, interview, Analisa data, dan dokumentasi. Pengembangan yang akan dilakukan pada proyek ini yaitu memperbaiki area tempat pelelangan ikan dan menambah fasilitas dari fasilitas yang belum ada. Tema yang diangkat yaitu arsitektur berwawasan lingkungan dengan makro konsep arsitektur alami. Untuk mendukung makro konsep yang diangkat maka ada mikro konsep bentuk atraktif yang di terapkan pada permainan dan pewarnaan yang menonjol untuk menunjukan konsep bentuk atraktif tersebut. Mikro konsep ruangnya fungsional yang bertujuan untuk mencipatakan desain ruang fungsional secara efektif dengan mengoptimalkan sistem pencahayaan pada ruangan tersebut, ruangan pada tempat pelelangan ikan di desain terbuka agar sirkulasi udara dapat keluar masuk secara bebas. Untuk mikro konsep tatanan lahan menggunakan konsep terarah yang dimana pengunjung dan karyawan dibedakan untuk area parkir hingga pintu masuk ke lahan tersebut, pengunjung ketika masuk akan diarahkan ke dropping area lalu masuk ke area tersebut dengan desain tatanan lahan rekretaif yang dimana desain tersebut manjadikan pengunjung akan terarah jalannya ketika berada di dalam site tersebut. Kata Kunci: Tempat Pelelangan Ikan, Wisata Kuliner, Arsitektur Berwawasan Lingkungan, Atraktif, Fungsional, Rekreatif
Tema Post-Modern pada Perencanaan Desain Stasiun Intermoda LRT (Light Rail Transit) Joyoboyo sebagai Local Icon di Surabaya Arminda, Dian; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.884

Abstract

Abstract. As we know, Surabaya occupies the second position as a city that has the most populous vehicle volume after Jakarta. Lack of public transportation services makes people choose to use private vehicles and even online transportation which of course will just cause traffic jams. Some things that make people less use public transportation include low levels of comfort, safety, punctuality, and discipline in driving, as well as inadequate transportation. Congestion is triggered by the increasing number of vehicles and is not comparable with the development of existing infrastructure. Of the many problems that have arisen, the central government and regional governments plan for an adequate and mass-based transportation infrastructure namely LRT (Light Rail Transit) that is able to transport passengers in large numbers, fast, and rail-based that is able to give the impression of being safe, comfortable, and clean. Comfort for passengers is not only when riding the LRT train, but at the station. The station is made as comfortable as possible so that it can attract visitors to prefer using public transportation rather than private vehicles or online transportation by providing facilities in the form of commercial areas and other supporting facilities. Macro concept on LRT Station design carries a concept of "Transit in Leisure" and "Iconic". This concept was raised so that visitors feel comfortable when using public transportation such as LRT. So, it can attract the interest of the public to want to move transportation facilities from private transportation and online transportation to public transportation. With the existence of several supporting facilities, it is expected to be a special attraction for the transportation user community. Of course this is done to attract the interest of people in all circles to use public transportation such as LRT. The facilities provided are the presence of green open space, retail, cafeteria, food court, health and spa, playground, and roof garden. This is expected to be able to change the mindset of station users where usually people who are mobile are always as if being chased by time so they feel pressured. With the facilities mentioned above, it is hoped that users can enjoy their mobility more. Creating LRT Station building design with elevated station characteristics requires the main structure that can be used to prioritize reinforcement and sturdiness in LRT Station buildings that are attractively packaged and make LRT Station buildings an icon in Surbaya City is an embodiment of a form to display something new and different from other buildings, but still pay attention to the surrounding environment. So the building has its own charm and becomes a local icon in Surabaya.Keywords: Intermodal Station LRT (Light Rail Transit), Local Icon, Transit In Leisure, Iconic, post modern architecture Abstrak. Seperti yg kita tau, Surabaya menduduki posisi kedua sebagai kota yang memiliki volume kendaraan terpadat setelah Jakarta. Kurangnya layanan transportasi umum membuat masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi bahkan transportasi online yang tentunya sama saja akan menimbulkan kemacetan. Beberapa hal yang membuat masyarakat kurang menggunakan kendaraan umum antara lain rendahnya tingkat kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, dan kedisiplinan dalam berkendara, serta transporasi yang ada belum memadai. Kemacetan dipicu dengan jumlah kendaraan yang semakin meningkat dan tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur yang ada. Dari banyaknya permasalah yang muncul, pemerintah pusat dan pemerintah daerah merencanakan adanya infrastruktur transportasi yang memadai dan berbasis massal yaitu LRT (Light Rail Transit) yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak, cepat, dan berbasis rel yang mampu memberikan kesan aman, nyaman, dan bersih. Kenyaman bagi para penumpang tidak hanya saat menaiki kereta LRT saja, namun pada stasiun. Stasiun dibuat senyaman mungkin sehingga mampu menarik minat pengunjung untuk lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi atau transportasi online dengan menyediakan fasillitas berupa area komersil dan fasilitas penunjang lainnya. Konsep makro pada desain Stasiun LRT mengusung sebuah konsep “Transit In Leisure” dan “Iconic”. Konsep ini diangkat agar para pengunjung merasa nyaman saat menggunakan transportasi umum seperti LRT. Sehingga, dapat menarik minat masyarakat untuk mau berpindah sarana transportasi dari transportasi pribadi dan transportasi online ke transportasi umum. Instalasi beberapa fasilitas penunjang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pengguna transportasi. Tentunya hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat dalam semua kalangan agar menggunakan transportasi umum seperti LRT. Fasilitas yang disediakan yaitu adanya fasilitas ruang terbuka hijau, retail, cafeteria, food court, helat and spa, taman bermain, dan roof garden. Hal ini diharapkan mampu merubah pola pikir pengguna stasiun dimana biasanya orang yang bermobilitas selalu seakan-akan dikejar oleh waktu sehingga merasa tertekan. Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang telah disebutkan diatas, diharapkan pengguna dapat lebih menikmati mobilitas mereka. Menciptakan desain bangunan Stasiun LRT dengan memiliki karakteristik stasiun layang membutuhkan struktur utama yang mampu digunakan untuk mengutamakan perkuatan dan kekokohan pada bangunan Stasiun LRT yang dikemas secara menarik dan menjadikan bangunan Stasiun LRT menjadi icon di Kota Surbaya merupakan perwujudan bentuk untuk menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda dari bagunan lainnya, namun tetap memperhatikan lingkungan sekitarnya. Sehingga bangunan memiliki daya tarik sendiri dan menjadi local icon di Surabaya. Kata Kunci: Stasiun Intermoda LRT (Light Rail Transit), Local Icon, Transit In Leisure, Iconic, Arsitektur Post Modern
Rancangan Fasilitas Pusat Komunitas Film Indie di Surabaya Aisyah, Rinda Amalia; Rachim, Amir Mukmin; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1128

Abstract

Berkembangnya kota Surabaya di bidang perfilman salah satunya film Indie dengan acara festival perfilman yang pernah diadakan di kota menunjukkan potensi yang dimiliki kota Surabaya. Di satu sisi fasilitas untuk film Indie dan komunitas film Indie yang ada di kota Surabaya saat ini masih sangat minim. Kondisi tersebut membuat  orang yang tertarik dengan film Indie mengalami kesulitan untuk mengenal lebih jauh tentang film Indie. Permasalahannya adalah, Bagaimana membuat rancangan fasilitas pusat komunitas  film Indie. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Rancangan fasilitas ini diharapkan dapat memberi fasilitas yang memadai bagi para kreator film Indie dan penggemar film Indie untuk lebih bebas berkarya sehingga dapat menambah minat bagi penggemar film. 
KAJIAN KEBERADAAN TROTOAR PADA KORIDOR JALAN DI PUSAT KOTA Siti Azizah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat kota pada kota-kota besar umumnya selalu dipadati dengan aktifitas pusat perdagangan dan perkantoran. Aktifitas tersebut akan melibatkan pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Pergerakan itu akan membutuhkan antara lain sarana pejalan kaki yaitu berupa Trotoar.Menurut Shirvani, Sistem Trotoar yang baik akan dapat mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan pada kawasan pusat kota, meningkatkan perjalanan ke pusat kota dan pada akhirnya mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan kualitas lingkungan. Kajian keberadaan Trotoar pada koridor jalan pusat kota ini akan mengkaji keberadaan trotoar di koridor jalan pusat kota dari 2 (dua) kota besar di Indonesia yaitu kota Surabaya dan Jakarta.Faktor yang akan dikaji pada keberadaan Trotoar di Koridor Pusat kota adalah adanya Interupsi pada trotoar, yaitu besarnya gangguan pada pejalan kaki yang berupa antara lain pintu masuk pertokoan dan perkantoran, halte bus, tangga penyeberangan, dll. Factor lainnya adalah Lebar trotoar yang akan menentukan kenyamanan pejalan kaki di pusat kota.Pada Hasil pembahasan akan memperlihatkan keberadaan Trotoar di pusat kota dapat membantu untuk meningkatkan budaya berjalan kaki yang pada akhirnya bisa mengurangi jumlah kendaraan yang pada akhirnya bisa mengurangi polusi udara sehingga membentuk kota yang nyaman.
PELATIHAN MEMBUAT BANTAL KURSI DARI JERAMI PADI PADA IBU PKK DAN KARANG TARUNA DI DUSUN KRAJAN Maftahatul Hakimah; Tutuk Indriyani; Siti Azizah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mitra 1(satu) Ibu-ibu PKK dusun Krajan desa Rawasan kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, selama ini kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh Ibu-ibu PKK meliputi Arisan bulanan, Pengajian, pengumpulan sampah kering, jimpitan (kegiatan sosial), Posyandu, sampai sekarang tidak ada perningkatan yang dilakukan hanya kegiatan itu saja. Pada mitra 2 (dua) Karang Taruna dusun Krajan desa Rawasan kecamatan Jenu kabupaten Tuban terbentuk pada tahun 2012 yang memiliki Visi mewujudkan kemandirian masyarakat pedesaan umumnya dan khususnya dusun Krajan agar mampu mendayagunakan potensi sumberdaya lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan sampai sekarang Visi tersebut masih belum tercapai atau belum terlaksana. Dari kelompok Karang Taruna tersebut ingin memiliki ketrampilan atau kerajinan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan desa. Permasalahannya kelompok mitra yaitu Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna adalah ke 1 (satu) Banyaknya limbah jerami padi yang tidak termanfaatkan, kelompok mitra berkeinginan untuk membuat kerajinan dari limbah jerami padi tersebut, ke 2 (dua) Banyaknya waktu yang terbuang oleh ibu PKK dan Karang Taruna, karena kegiatan yang dilakukan setiap tahun monoton tidak ada kegiatan yang lainnya.3 Belum ada pendapatan dikalangan Ibu PKK dan Karang Taruna dusun Krajan. Hal ini menarik untuk dilakukan pengolahan limbah jerami padi yang dapat dimanfaatkan menjadi bantal kursi yang memiliki nilai jual tinggi. Kata kunci : Jerami padi, Bantal sofa / kursi dari jerami padi, Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Ibuibu PKK dusun Krajan, Karang Taruna dusun Krajan.
Tema Arsitektur Tropis Kontemporer pada Rancangan Bangunan Pusat Komunitas dan Pelatihan Urban Farming di Surabaya Timur Devani Pramisdiantari; Failasuf Herman Hendra; Siti Azizah
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 2 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i2.3459

Abstract

The whole world is currently facing the Covid-19 pandemic, survival efforts have been made to avoid being exposed to the Corona Virus. Indonesia is also facing a crisis when implementing a long-lasting lockdown. Now residents in the city are starting to do various activities at home and the popular one is farming. In Surabaya, urban farming enthusiasts increased during the pandemic, the high demand for plant seeds during the PSBB period caused the relevant agencies to experience limited stock of plant seeds. In order to support the development of urban farming and the provision of various plants, the idea of designing a community container building and an adequate training place for farming is very much needed. The research for this design uses a descriptive method, namely a case study research method that provides explanations using descriptive analysis. This building will function as an educational and entertainment facility located on JL. Raya Medokan Sawah, Surabaya. The space program consists of several facilities, including main facilities, supporting facilities, service facilities, management facilities. The theme raised is contemporary tropical architecture, which combines the themes of tropical and contemporary architecture. This is intended to create a representative form, land structure, and building space for farming based on awareness of climate change, but with an expressive and simple display of contemporary architectural styles to create a harmonious reciprocal relationship between humans and nature.
Konsep Mengalir pada Sirkulasi Kendaraan dalam Redesain Terminal Bus Tipe-A Surodakan Trenggalek Inas Oktavia Putri; Siti Azizah; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 2 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i2.3340

Abstract

Trenggalek Regency has fulfilled the needs of its people in the field of land transportation in the form of the Surodakan Type-A Bus Station which serves short-distance routes (inter-districts), medium-distance (between cities within provinces), and far (between cities between provinces). At Surodakan Bus Station, there are problems in the form of opposite circulation and have not been neatly arranged so that the circulation of buses, public passenger cars, managers and visitors is still mixed so that it seems unsafe for users. To reduce this problem, the Surodakan Bus Station was redesigned by clarifying the circulation path to make it easier for users. With the use of the concept of flowing on the land structure of the Surodakan Bus Station, it is hoped that the creation of a clear circulation of vehicles using the flow of circulation can be the main forming element of the row of facilities at the terminal. The design theme used is Neo-vernacular Architecture while still paying attention to local culture so that Trenggalek culture is not lost, besides that it can still increase visitor interest.
Peningkatan Kualitas Fasilitas Lingkungan dan Edukasi Digital Marketing kepada Masyarakat RW 5 Kel. Genteng, Kec Genteng, Kota Surabaya Siti Azizah; Dian PE Laksmiyanti; Ika Ratniarsih
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di lokasi RW 05 Kelurahan Genteng Kecamatan Genteng Surabaya. Permasalahan di lokasi adalah adanya fasilitas lingkungan yang digunakan warga dalam kondisi memprihatinkan dan perlunya pengembangan pengetahuan tentang digital marketing kepada warga setempat yang bergerak di bidang UMKM (usaha Kecil, Mikro dan Menengah).  Pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah perbaikan kondisi Balai RT 03,  memberikan usulan desain untk pegembangan Balai RT 03 dan edukasi  pemanfaatan digital marketing.  Metode yang digunakan dalam perbaikan fasilitas lingkungan adalah design research dengan pendekatan problem solving, dimana luaran yang dihasilkan berupa desain yang bermula dari survey lapangan. Sedangkan pelaksanaan program Edukasi Digital Marketing dilakukan menggunakan platform PaDi UMKM. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan perbaikan fasilitas yang bisa dimanfaatkan lebih baik oleh warga dan  edukasi yang diberikan banyak memberikan pengetahuan baru kepada pelaku UMKM yang berada di RW 05.Kata kunci: Balai RT 03; Digital Marketing; Edukasi; Pengabdian Masyarakat; Redesign.
KONSEP PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DAN MEDIA PEMBELAJARAN DI KABUPATEN SIDOARJO Mohamad Febry Ardiansyah; Failasuf Herman Hendra; Siti Azizah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidoarjo Regency as one of the buffers for the capital city of East Java Province is an area that is experiencing rapid development in the education sector. Tutoring program to develop study habits that develop in the era of globalization where the challenges and competition to obtain the best formal education is getting tougher and competitive. Facilities in the form of learning facilities and media are needed to improve the quality of education in Sidoarjo Regency.The design and development of learning facilities and media carries the theme of Green Architecture which is then revealed to the macro concept of "Recreation" as a place for developing student learning activities as well as facilities for enriching learning facilities and media. The micro concept of "Cluster" land arrangement is intended so that visitors can enjoy a series of pleasant environmental views. The micro concept of “Attractive” form is to create a unique building display where the contrasting, dynamic, and surprising characters in the composition of the mass, facade, circulation between masses are in such a way. The micro concept of "Natural" space is used to form a beautiful room atmosphere by emphasizing the elements of vegetation and a comfortable space atmosphere.Green architecture that allows the learning process to be more comfortable and a healthy environment is expected to improve the quality of learning effectively, efficiently and fun. Therefore, the design and development of learning facilities and media in Sidoarjo, Gedangan District, Sidoarjo Regency is very necessary.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN PADA RANCANG BENTUK DAN RUANG BANGUNAN APARTMENT DI KAWASAN CBD GEM CITY GRESIK Andi Prasetyo Bakti; Firdha Ayu Atika; Siti Azizah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of the land in Manyar District, Gresik Regency is in the form of agricultural land and cultivated land, along with increasing population growth and the transfer of land use functions as residential areas and industrial areas. In this case, it can cause ecological damage, including a decrease in land productivity, a crisis in rainwater storage areas, and so on. The increase in population growth is very significant, resulting in the expansion of the housing and industrial sectors. Especially East Java Province, one of the provinces based on manufacturing because the existing industry is able to contribute to the regional economy by 40 percent. With the establishment of several companies in integrated industrial areas, it is believed that they will be able to have a chain effect on national and regional economic growth. In the GEM City area there is the Central Business District area which is the center of the Business district. Related to problems in the site environment, Office Tower Apartment is used as a residential area that is directly integrated with the industrial area. Therefore, planning and designing an apartment with an environmentally friendly theme with the aim of becoming a residence that responds to the typology of the surrounding environment and presents green space to improve the quality of life. This research uses architectural planning and design methods based on observations from comparative studies by analyzing related objects and conducting questionnaires for residential enthusiasts in apartments. From the results of the study, it can be concluded that the apartment in the CBD GEM City uses the theme of Biophilic Design, especially in the form of the building by applying the concept of Responsive with Nature and in the design of the building space applying the concept of Efficiency.