This Author published in this journals
All Journal e-GIGI e-CliniC
Krista V. Siagian
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kualitas Hidup Pasien Usia Produktif Pengguna Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Siagian, Krista V.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17985

Abstract

Abstract: Working-age population has a great potential in terms of productivity and creativity of work as well as health problems including oral and dental health that will affect the quality of life (QoL). This study was aimed to analyze the QoL of the productive age patients who wore partial removable dentures made at Dental and Oral Hospital (RSGM) Sam Ratulangi University in Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Dental and Oral Hospital from March to October 2017. We used OHIP 14 questionnaire to assess the QoL. Data were statistically analyzed by using univariate, bivariate, and multivariate analysis. There were 30 respondents of working age (16-54 years) wearing partial removable dentures obtained by purposive sampling. The results of OHIP-14 showed that 25 respondents (83.3%) had good QoL and 5 respondents (16.7%) had moderate QoL. The chi-square test showed a significant relationship between the duration of wearing denture and QoL (P-value of 0.041). Conclusion: In this study, the quality of life of most working-age patients wearing partial removable dentures was good. There was a significant correlation between the duration of wearing denture and the quality of life based on OHIP-14.Keywords: productive age, partial removable denture, OHIP-14 Abstrak: Populasi usia produktif memiliki potensi besar dalam hal produktivitas dan kreativitas bekerja, namun juga masalah kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut yang akan memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hidup pasien usia produktif pengguna gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) yang dibuat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PSPDG) Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi sejak bulan Maret sampai Oktober 2017. Instrumen penelitian ialah kuesioner OHIP 14 untuk menilai kualitass hidup. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Responden dalam studi ini berjumlah 30 pasien usia produktif (16-54 tahun) pengguna GTSL yang dibuat di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, diperoleh dengan metode purposive sampling. Hasil penilaian dimensi OHIP-14 memperlihatkan 25 responden (83,3%) dengan kualitas hidup baik dan 5 responden (16,7%) dengan kualitas hidup sedang. Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara lama pemakain GTSL dan kualitas hidup pasien pengguna GTSL mendapatkan nilai P=0,041. Simpulan: Kualitas hidup pasien pengguna GTSL di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi berdasarkan OHIP-14 tergolong baik. Terdapat hubungan antara lama pemakaian GTSL dan kualitas hidup berdasarkan OHIP-14 pada pasien pengguna GTSL.Kata kunci: usia produktif, gigi tiruan sebagian lepasan, kualitas hidup OHIP-14
UKURAN DAN BENTUK LENGKUNG GIGI RAHANG BAWAH PADA SUKU MONGONDOW Paputungan, Rahmaya E. U.; Anindita, P. S.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9603

Abstract

Abstract: Mandibular arch size and form are required in order to establish proper diagnoses and orthodontic treatment plans. Mandibular dental arch is a factor affecting maximum stability of treatment outcomes. The purpose of this study was to determine means of mandibular arch size and form in Mongondow ethnic group.This research was classified into descriptive observational with cross sectional study. Sample of this research were 35 peoples aged 18-25 years at the original Mongondow ethnic group based on two generation of grandparents. Samples were taken by using purposive sampling method. The measurement of dental arch length and width were done in sagittal and transversal direction based on the Raberin’s method. Results showed that the average values of mandibular arch length in Mongondow ethnic group which categorized as depths of canines (L31), depths first molars (L61) and depths of second molars were 5.18 mm;24.26 mm; and 39.34 mm respectively. The average values of mandibular arch width which categorized as inter canines (L33), inter first molars (L66) and inter second molars (L77) were 27.38 mm, 45.60 mm and 53.59 mm respectively. The most mandibular arch form of Mongondow ethnic group was mid (51.4%) and the less of this group was pointed (5.7%).Keywords: dental arch size, dental arch form, mandibular, Mongondow ethnic groupAbstrak: Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah sangat diperlukan dalam menentukan diagnosa dan rencana perawatan ortodontik yang tepat. Lengkung gigi rahang bawah merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam mempertahankan stabilitas hasil perawatan ortodonti. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan rerata ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada suku Mongondow. Jenis penelitian ini yaitu observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel yang diperoleh sebanyak 35 orang suku Mongondow asli dari dua generasi yag berusia 18-25 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran panjang dan lebar lengkung gigi diukur dalam arah sagital dan transversal pada model studi/hasil cetakan rahang bawah dengan metode Raberin. Hasil pengukuran diperoleh rerata ukuran panjang lengkung gigi rahang bawah pada suku Mongondow yang dikategorikan sebagai kedalaman kaninus (L31), kedalaman molar pertama (L61) dan kedalaman molar kedua (L71) berturut-turut yaitu 5,18 mm; 24,26 mm; dan 39,34 mm. Rerata ukuran lebar lengkung gigi yang dikategorikan sebagai lebar interkaninus (L33), lebar intermolar pertama (L66) dan lebar intermolar kedua (L77) berturut-turut yaitu 27,38 mm; 45,60 mm dan; 53,59 mm. Bentuk lengkung gigi rahang bawah pada suku Mongondow paling banyak yaitu bentuk mid (51,4%) dan yang paling sedikit yaitu bentuk pointed (5,7%). Kata kunci: ukuran lengkung gigi, bentuk lengkung gigi, rahang bawah, suku Mongondow
UJI MINIMUM INHIBITORY CONCENTRATION (MIC) EKSTRAK RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Soelama, Heryudi J. J.; Kepel, Billy J.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9630

Abstract

Abstract: Dental caries is an oral cavity disease which becomes a health problem in Indonesia. Bacteria that play some important role in caries formation are Streptococcus mutans. One of the nature material that can be used to restrain Streptococcus mutans is seaweed Eucheuma cottonii. This study aimed to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of seaweed Eucheuma cottonii extract against Streptococcus mutans. This was an experimental laboratory study with a post test only control group design. MIC test was done by serial dilution, turbidimetry, and spectrophotometry methods, as well as bactericidal test using aa calibration method. Eucheuma cottonii were taken from the sea around Naen island and then were extracted with maceration method using ethanol 96%. The results showed that the MIC of Echeuma cottonii extract was in the concentration of 6.25% against Streptococcus mutans. Growth inhibition of Streptococcus mutans was significant in the concentration of 6.25%, 12.5%, 25%, 50%, and 100%. MIC of Eucheuma cottonii extract was 6.25% but the MBC or bactericidal effect was not found.The higher concentration of Eucheuma cottonii used, the greater ability to inhibit the growth of Streptococcus mutans. Conclusion: Seaweed Echeuma cottonii extract has bacteriostatic abilities but do not have bactericide abilities to against Streptococcus mutans.Keywords: streptococcus mutans, mic, eucheuma cottonii, alternative medicine, coastal communitiesAbstrak: Karies gigi merupakan penyakit rongga mulut yang paling banyak diderita masyarakat dan menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Bakteri yang paling berperan dalam pembentukan karies adalah Streptococcus mutans. Cara alternatif untuk menanggulangi Streptococcus mutans adalah dengan menggunakan bahan alami yaitu rumput laut (Eucheuma cottonii).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Minimum Inhibitory Concentration (MIC) rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan desain post-test only control group design. Uji MIC dilakukan dengan metode serial dilusi, turbidimetri dan spektrofotometri, serta uji kalibrasi untuk uji sifat bakteriosid. Sampel diambil dari perairan pulau Naen kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MIC ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) pada konsentrasi 6.25% terhadap Streptococcus mutans. Hasil analisis dan pengolahan data menunjukkan daya hambat ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans yang paling signifikan ialah konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. MIC ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) 6,25% sedangkan MBC atau sifat bakteriosid tidak ditemukan. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) yang digunakan, maka semakin besar kemampuan menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Simpulan: Ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) memiliki sifat bakteriostatik namun tidak memiliki sifat bakteriosid terhadap Streptococcus mutans.Kata kunci: streptococcus mutans, mic, eucheuma cottonii, pengobatan alternatif, masyarakat pesisir pantai
GAMBARAN KLINIS GINGIVA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU KECAMATAN MALALAYANG Angwirawan, Lucyana S.; Ticoalu, Shane H. R.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8878

Abstract

Abstract: Pregnancy is a very unique phase on every women marked with complex physiologic changes that can affect the healthiness of the oral cavity. The increased risk of mouth disease on pregnant women can be affected by the surge of estrogen and progesterone that marked by swelling and inflammation on the teeth. The General purpose of this research is to identify the clinical conception of the gingiva on pregnant women on Puskesmas Bahu in Malalayang residency. This research is tend to be observational descriptive with the cross-sectional approach. Population of this research is all the pregnant women that made a visit to Puskesmas Bahu in the period of January to February 2015 with 60 samples. The research on pregnant women can be divided with the scoring of gingiva clinical conception which is 0 for normal and 1 for abnormal on the color, size, contour, consistency and texture of the gingiva. The research result shows that the clinical picture of the gingiva on pregnant women are generally experience changes the texture of the gingiva (75%), followed by the gingiva consistency (73%), contour of the gingiva (58%), color of the gingiva (48%) and the size of the gingiva(43%). On the age category, the highest value of the percentage present on age 36 to 45 years old especially the changes on the texture of the gingiva (86%). On the category of age of the pregnancy, the highest value of the percentage present on the third trimester especially the changes of the the gingival consistency (86%).Keywords: clinical picture of gingiva, pregnant womenAbstrak: Kehamilan ialah masa yang sangat unik pada setiap wanita yang ditandai dengan perubahan fisiologis secara kompleks, sehingga dapat memengaruhi kesehatan rongga mulut. Peningkatan resiko terjadinya penyakit mulut pada wanita hamil dapat disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang biasanya ditandai dengan pembengkakan dan peradangan pada gingiva. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran klinis gingiva pada ibu hamil di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh ibu hamil yang dating berkunjung ke Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang pada bulan Januari – Februari tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 60 sampel. Penelitian pada ibu hamil dapat dibedakan dengan pembagian skor gambaran klinis gingiva yaitu normal sama dengan 0 dan tidak normal sama dengan 1 pada warna gingiva, besar gingiva, kontur gingiva, konsistensi gingiva dan tektur gingiva. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran klinis gingiva pada ibu hamil kebanyakkan mengalami perubahan pada tekstur gingiva (75%), diikuti berurut-turut konsistensi gingiva (73%), kontur gingiva (58%), warna gingiva (48%) dan besar gingiva (43%). Pada kategori umur presentase terbesar terdapat pada umur 36-45 tahun khususnya perubahan pada tekstur gingiva (86%). Pada kategori usia kehamilan presentase terbesar terdapat pada trimester ke – III khususnya perubahan pada konsistensi gingiva (86%).Kata kunci: gambaran klinis gingiva, ibu hamil
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN STATUS GINGIVA PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN Manibuy, Katarina D.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10018

Abstract

Abstract:Currently, smokers in Indonesia have already included teenagers. Adolescent phase is particularly vulnerable to try new things with the purpose of identity searching, one of which is through smoking. Smoking does not only cause a systemic effect on the body, but can also cause pathologic conditions in the oral cavity such as gingivitis. Accumulation of heat and combustion products of cigarettes can affect the response of gingival inflammation. The objective of this study was to determine the relation between smoking habits based on the amount and duration of smoking cigarettes with gingival status in adolescents aged 15-19 years in Tuminting district.This research was descriptive analytic with cross sectional approach. The population was all adolescents aged 15-19 years in Tuminting district. A sample of 99 adolescents was taken using proportional random sampling. The data were collected using questionnaires and checks on gingival status by gingival index.The research findings show that as many as 49 adolescents (49.5%) had a mild smoking habit based on the number of cigarettes (1-4 cigarettes/day), 39 adolescents (39.4%) had a heavy smoking habit by smoking duration (>2 years) and 70 adolescents (70.7%) had mild gingival status. Chi-square test results show no significant relation between smoking habits based on the amount of cigarettes smoked and gingival status (p>0.05), but smoking habits based on the duration of smoking relate to gingival status (p<0.05).Keywords: smoking habit, gingival status, adolescentsAbstrak:Saat ini, perokok di Indonesia sudah mencakup ke kalangan remaja. Fase remaja sangat rentan untuk mencoba hal-hal baru dengan tujuan untuk pencarian jati dirinya, salah satunya yaitu dengan caramerokok. Kebiasaan merokok tidak hanya menimbulkan efek sistemik pada tubuh, tetapi juga dapat menimbulkan kondisi patologis di rongga mulut, salah satunya yaitu gingivitis.Panas dan akumulasi produk hasil pembakaran rokok dapat memengaruhi respon inflamasi gingiva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dan lama merokok dengan status gingiva pada remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ialah seluruh remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting. Jumlah sampel 99 orang diambil dengan caraproportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 49 orang (49,5%) memiliki kebiasaan merokok ringan berdasarkan jumlah rokok (1-4 batang rokok/hari), 39 orang (39,4%) memiliki kebiasaan merokok berat berdasarkan lama merokok (>2 tahun), 70 orang (70,7%) yang memiliki status gingiva ringan. Hasil uji chi-sqaure menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dengan status gingiva (p>0,05) namun kebiasaan merokok berdasarkan lama merokok berhubungan dengan status gingiva ((p<0,05).Kata kunci: kebiasaan merokok, status gingiva, remaja
Alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien poliklinik gigi di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Jatuadomi, .; Gunawan, Paulina N.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.12135

Abstract

Abstract: Teeth are very important to human being. Tooth loss may caused by caries, periodontal diseases, and trauma. Tooth loss may influence the social activities. Treatment with dentures as a replacement for missing teeth is very important because it can improve the aesthetics, restore chewing mechanism, restore speech function, maintain or retain the tissue around oral cavity, maintain jaw relation, and improve the quality of human life. There are some factors that influence people to use denture, inter alia: aesthetics, social relation, function, education, and culture. This study aimed to determine the reason to use removable denture among patients of Dental Clinic Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was is a descriptive study with cross sectional design. There were 32 samples with removable dentures made in the Dental Clinic aged 17-70 years who filled the questionnaires. Data were processed and analyzed desriptively, and presented based on frequency distribution in tables. The results showed that the reasons of removable denture usage of patients were perception to substitute the missing teeth, appearance of not toothless, confidence restoration, and interaction with other people. Albeit, based on the social economics,the construction of denture need a lot of cost. Keywords: tooth loss, removable denture Abstrak: Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang berperan penting bagi manusia. Terjadinya kehilangan gigi dapat disebabkan oleh karies, penyakit periodontal dan trauma. Kehilangan gigi dapat berpengaruh terhadap aktivitas sosial. Perawatan dengan pemakaian gigi tiruan sebagai pengganti gigi yang hilang sangat penting karna dapat memperbaiki estetik, mengembalikan mekanisme penguyahan, memulihkan fungsi bicara, memelihara atau mempertahankan jaringan sekitar mulut, relasi rahang dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Beberapa faktor yang memengaruhi masyarakat terhadap pemakaian gigi tiruan diantaranya estetik, sosial, fungsional, pendidikan dan faktor kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien Poliklinik Gigi di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diperoleh dengan metode total sampling. Terdapat 32 pasien yang membuat gigi tiruan lepasan di Poliklinik Gigi, berusia 17-70 tahun, dan bersedia mengisi kuisioner. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan berdasarkan distribusi frekuensi dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien di Poliklinik Gigi berdasarkan persepsi yang paling sering muncul yaitu memakai gigi tiruan bisa menggantikan gigi yang hilang; berdasarkan penampilan yaitu tidak ingin terlihat ompong, mengembalikan rasa percaya diri serta agar tidak merasa malu berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan sosial ekonomi pembuatan gigi tiruan membutuhkan biaya yang besar.Kata kunci: kehilangan gigi, gigi tiruan lepasan
UJI DAYA HAMBAT MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS Tumbel, Lisa K.; Wowor, Pemsi M.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15535

Abstract

Abstract: Generally, failures in root canal treatment are caused by the bacterium Enterococcus faecalis. Several studies using different types of herbs showed their inhibition effect on the growth of bacteria in the oral cavity. Coconut oil can be processed into pure coconut oil (virgin coconut oil, VCO) that contains lauric acid with its antibacterial effect. This study was aimed to determine the inhibitory effect of coconut oil on the growth of the bacteria Enterococcus faecalis. This was an experimental laboratory study with the post-test only control group design. We used a modified method of the Kirby-Bauer disk paper. Sample of VCO was made by using heating process. Enterococcus faecalis bacteria obtained directly from the patients? necrotic pulps were identified at the Pharmaceutical Microbiology Laboratory, University of Sam Ratulangi Manado. The results showed that Enterococcus faecalis bacteria were identified in the samples. The inhibition zone of VCO to Enterococcus faecalis was 10 mm. Conclusion: Virgin coconut oil could inhibit the growth of Enterococcus faecalis.Keywords: virgin coconut oil (Virgin coconut oil), Enterococcus faecalis, inhibition zoneAbstrak: Pada perawatan saluran akar dapat ditemukan kegagalan perawatan yang disebabkan oleh bakteri Enterococcus faecalis. Terdapat beberapa penelitian mengenai berbagai jenis tumbuhan herbal yang telah dilakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, salah satunya yaitu tanaman kelapa yang dapat diolah menjadi minyak kelapa murni (virgin coconut oil, VCO) yang mengandung senyawa aktif asam laurat dengan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat VCO terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium dengan post-test only control group design. Metode pengujian menggunakan metode modifikasi Kirby-Bauer dengan paper disk. Sampel minyak kelapa murni dibuat sendiri dengan proses pemanasan. Bakteri Enterococcus faecalis diambil langsung dari pasien nekrosis pulpa lalu diidentifikasi di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan adanya bakteri Enterococcus faecalis pada sampel hasil identifikasi. Dari hasil uji daya hambat didapatkan minyak kelapa murni (Virgin coconut oil) memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis dengan zona hambat sebesar 10 mm. Simpulan: Virgin coconut oil dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.Kata kunci: VCO, Enterococcus faecalis, zona hambat
STATUS GINGIVA PADA PASIEN PENGGUNA GIGI TIRUAN CEKAT DI RSGM PSPDG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Laoh, Melinda H.; Siagian, Krista V.; Ticoalu, Shane H.R.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13927

Abstract

Abstract: The use of fixed denture aims to preserve and maintain the remained teeth and the whole mastication system properly. The use of fixed denture can be perceived as original teeth because it cannot be removed by the patient. However, fixed denture can also have an impact on periodontal tissues, such as gingivitis. This can probably occur due to the inappropriate process of the fixed denture that does not meet the requirements. This study was aimed to determine the gingival status of fixed denture users at RSGM PSPDG University of Sam Ratulangi Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population was all patients who used fixed denture made at RSGM PSPDG University of Sam Ratulangi Manado. Respondents were 31 people obtained by using total sampling method. Data consisted of checking sheets of gingival status with gingival index. The results showed that gingival status of 29 fixed denture users (93.6%) was in mild inflammation category (gingival index 0.7). Conclusion: In this study, most fixed denture users had gingival status of mild inflammation category.Keywords: gingival status, fixed denture Abstrak: Penggunaan gigi tiruan cekat (GTC) dimaksudkan untuk mempertahankan dan memelihara kesehatan gigi geligi yang masih ada beserta seluruh sistem penguyahan supaya dapat berfungsi dengan baik. Penggunaan GTC dapat dirasakan seperti gigi asli karena tidak dapat dilepas oleh pasien. Penggunaan GTC juga dapat berdampak pada jaringan periodontal seperti gingivitis. Hal tersebut dapat terjadi bila dalam pembuatannya tidak memenuhi syarat-syarat pembuatan gigi tiruan cekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gingiva pada pasien pengguna GTC di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah seluruh pasien yang menggunakan GTC yang dibuat di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jumlah responden sebanyak 31 orang yang diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar pemeriksaan status gingiva dengan indeks gingiva. Hasil penelitian menunjukkan status gingiva pada 29 pasien (93,6%) pengguna GTC termasuk kategori peradangan ringan (indeks gingiva 0,7). Simpulan: Status gingiva pada sebagian besar pasien pengguna gigi tiruan cekat di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado termasuk dalam kategori peradangan ringan. Kata kunci: status gingiva, gigi tiruan cekat
PERSEPSI PASIEN PENGGUNA GIGI TIRUAN LEPASAN BERBASIS AKRILIK YANG MENGGUNAKAN JASA DOKTER GIGI DI KOTAMOBAGU Mokodompit, Rifon I.; Siagian, Krista V.; Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.8077

Abstract

Abstract: Loss of teeth can be caused by various diseases such as caries and periodontal disease. Losing teeth can lead people to emotional impact as well as impaired functions of speaking, chewing, and aesthetics. The use of denture to replace missing teeth is important to avoid these impacts. This study aimed to determine patients’ perception as users of removable acrylic based denture in Kotamobagu. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population were 203 users of removable acrylic based denture at dentist services in Kotamobagu. Samples were 67 respondents obtained by using Solvin formula and simple random sampling method. In this study we used questionnaire consisted of 25 questions. The results showed that the patient’s perception was in good category based on competence, access, needs, time, and budget.Keywords: patient’s perception, removable denture, dentist serviceAbstrak: Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai penyakit seperti karies dan penyakit periodontal. Kehilangan gigi dapat menimbulkan dampak emosional serta terganggunya fungsi bicara, pengunyahan, dan estetika. Penggunaan gigi tiruan untuk menggantikan gigi yang hilang penting dilakukan untuk menghindari dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien pengguna gigi tiruan lepasan berbasis akrilik yang menggunakan jasa dokter gigi di Kotamobagu. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi yaitu pasien pengguna gigi tiruan lepasan berbasis akrilik yang menggunakan jasa dokter gigi di Kotamobagu yang berjumlah 203 jiwa. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin menghasilkan 67 sampel, dan metode pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Studi ini menggunakan kuesioner yang berjumlah 25 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan kompetensi, akses, kebutuhan, waktu, dan biaya persepsi pasien termasuk kategori baik.Kata kunci : persepsi pasien, gigi tiruan lepasan, jasa dokter gigi
Hubungan Status Ekonomi dengan Keputusan Tidak Menggunakan Gigi Tiruan di Kelurahan Teling Atas Dewi, Kusuma; Siagian, Krista V.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.25408

Abstract

Abstract: High rate of tooth loss in Indonesia indicates that oral health is still a problem. Ideally, people who lose teeth will replace the missing teeth with using denture but not in the reality. Many factors could influence the background of people’s decisions, including cost. The relatively expensive cost of denture becomes an obstacle if the community is faced to various other needs that must be fulfilled including basic needs. Economic status will take a great deal in making decision. This study was aimed to assess whether there was a relationship between economic status and the decision of not using denture among people at Kelurahan Teling Atas. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Population consisted of people who had tooth loss but did not replace it with using denture as many as 123 people. Samples were 55 people obtained by using purposive sampling method. The instrument in this study was a questionnaire. The results showed that 38.2% of respondents had low economic status, 25.4% had medium economic status, and 36.4% had high economic status. Respondents with positive decisions of not using dentures related to the cost were 62.09%. The Pearson chi-square showed a p-value of 0.003. In conclusion, there was a significant relationship between economic status and decision to not using denture.Keywords: economic status, decision of using denture Abstrak: Tingginya angka kehilangan gigi di Indonesia menandakan bahwa kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah. Idealnya masyarakat yang kehilangan gigi akan menggantikan gigi asli yang hilang dengan gigi tiruan, namun kenyataannya belum demikian. Banyak faktor yang melatarbelakangi keputusan masyarakat, antara lain faktor biaya. Biaya perawatan gigi tiruan yang relatif mahal menjadi kendala jika masyarakat diperhadapkan dengan berbagai alternatif kebutuhan yang harus dipenuhi, termasuk kebutuhan pokok. Status ekonomi dalam hal ini adalah daya beli masyarakat akan turut berperan dalam pengambilan keputusan dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara status ekonomi dengan keputusan tidak menggunakan gigi tiruan pada masyarakat di Kelurahan Teling Atas. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini yaitu individu yang telah kehilangan gigi namun tidak menggantikannya dengan gigi tiruan, berjumlah 123 orang. Jumlah sampel sebesar 55 orang, diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menda-patkan responden dengan status ekonomi rendah sebesar 38,2%, status ekonomi menengah sebesar 25,4%, dan status ekonomi tinggi sebesar 36,4%. Responden dengan keputusan positif tidak menggunakan gigi tiruan terkait biaya sebesar 62,09%. Hasil uji statistik menggunakan Pearson chi square mendapatkan nilai p=0,003. Simpulan peneleitian ini ialah terdapat hubungan antara status ekonomi dengan keputusan tidak menggunakan gigi tiruan.Kata kunci: status ekonomi, keputusan menggunakan gigi tiruan