Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Studi Perbandingan Output Daya Aktual dan Teoritis pada PLTMH Faisal, Ahmad; Anisah, Siti; Agung Tama, Indra
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1164

Abstract

Saat ini listrik merupakan kebutuhan utama dan sangat penting bagi kehidupan manusia. PLTMH merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang ramah lingkungan dan salah satu solusi energi terbarukan yang memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik dalam skala kecil, terutama untuk daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan output daya aktual dengan output daya teoritis pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Dalam studi ini, data teknis seperti debit air, tinggi jatuh air (head), dan efisiensi komponen diukur dan dianalisis untuk menghitung daya teoritis menggunakan persamaan dasar energi potensial air. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya teoritis maksimum yang dapat dihasilkan adalah sebesar +792,9 kW, sedangkan daya aktual rata-rata yang dicapai selama periode pangamatan adalah 740 kW. Efisiensi operasional yang dihasilkan adalah sebesar 93,33% dengan deviasi daya sebesar 6,67%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PLTMH tersebut masih memiliki kinerja teknis yang sangat baik karena dapat menghasilkan daya aktual yang mendekati daya teoritis dan relative stabil.   Currently, electricity is a primary and essential need for human life. A Micro-Hydro Power Plant (MHPP) is an environmentally friendly renewable energy solution that utilizes water flow to generate electricity on a small scale, particularly for remote areas. This study aims to compare the actual power output with the theoretical power output of a Micro-Hydro Power Plant (MHPP). In this study, technical data such as water discharge, head, and component efficiency were measured and analyzed to calculate the theoretical power using the basic equation of water potential energy. The calculation results show that the maximum theoretical power that can be produced is +792.9 kW, while the average actual power achieved during the observation period is 740 kW. The resulting operational efficiency is 93.33%, with a power deviation of 6.67%. This study concludes that the MHPP still has excellent technical performance, as it can produce actual power close to the theoretical power and remains relatively stable.
Karakterisasi Partial Discharge pada Pengujian Isolator Keramik dengan Metode HFCT Syawali Rizki, Mhd Fahmi; Fadlan Siregar, Muhammad; Arif, Ahmad; Rezkika, Sri Indah; Milando, Arif; Faisal, Ahmad; Hidayat, Jhoni
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1304

Abstract

Karakteristik Partial Discharge (PD) pada isolator piring keramik berbahan porselen di bawah berbagai tingkat tegangan uji, yaitu 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV. Data yang dikumpulkan meliputi amplitudo PD tertinggi dan terendah dalam desibel (dB) serta fase PD dalam derajat, yang divisualisasikan dalam bentuk grafik garis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pola distribusi fase PD sehubungan dengan amplitudo dan tegangan yang diterapkan, yang dapat memberikan indikasi mengenai kondisi isolasi material. analisis menunjukkan adanya pola fase PD yang berulang (90°, 180°, 270°, 360°) pada sebagian besar kondisi tegangan dan amplitudo. Fluktuasi fase PD seiring perubahan amplitudo menunjukkan dinamika aktivitas pelepasan parsial dalam satu siklus gelombang tegangan. Pola ini konsisten pada tegangan yang lebih rendah dan menengah, namun pada tegangan uji tertinggi (20 kV), piring keramik berbahan porselin yang diuji pada variasi tegangan 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV, pola fase PD yang konsisten berulang pada 90°, 180°, 270°, dan 360° di seluruh rentang tegangan yang diuji. Meskipun amplitudo PD bervariasi antara nilai tertinggi dan terendah pada setiap titik tegangan, pola fase cenderung mempertahankan bentuk dasarnya.   The characteristics of partial discharge (PD) on porcelain-based ceramic disc insulators under various test voltage levels, namely 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV, were investigated. The collected data included the highest and lowest PD amplitudes in decibels (dB) and PD phase angles in degrees, which were visualized using line graphs. The purpose of this study was to understand the phase distribution patterns of PD in relation to amplitude and applied voltage, which can provide indications of the insulation condition of the material. The analysis shows the presence of repetitive PD phase patterns (90°, 180°, 270°, and 360°) under most voltage and amplitude conditions. Phase fluctuations accompanying changes in amplitude indicate the dynamic behavior of partial discharge activity within one voltage waveform cycle. These patterns are consistent at low and medium voltage levels; however, at the highest test voltage (20 kV), porcelain-based ceramic discs tested at 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV still exhibit consistent repeating PD phase patterns at 90°, 180°, 270°, and 360° across the entire tested voltage range.Although PD amplitudes vary between maximum and minimum values at each voltage level, the phase patterns tend to preserve their basic shape.
Pengaruh Bentonit-MgSO4-Arang dalam Peningkatan Konduktivitas Tanah untuk Aplikasi Pembumian Listrik Putri Wardani, Dwi; Faisal, Ahmad; Anisah, Siti
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1327

Abstract

Sistem pembumian berperan penting dalam menyalurkan arus gangguan dan energi petir secara aman, namun kinerjanya sering terkendala oleh kondisi tanah dengan resistivitas tinggi. Penelitian ini membahas pengaruh bentonit sebagai material alami yang dikombinasikan dengan magnesium sulfat (MgSO₄) dan arang untuk meningkatkan kinerja sistem pembumian pada instalasi tegangan rendah. Pengujian dilakukan menggunakan elektroda yang diisi dengan berbagai variasi komposisi material untuk masing-masing media, yaitu 60%, 70%, dan 80% bentonit yang dicampur dengan arang dan Mg₂SO₄. Pengujian dilakukan setiap minggu selama 3 minggu pada kedalaman elektroda antara 1,0 m; 1,5 m; dan 2,0 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase bentonit mampu menurunkan nilai resistansi pembumian secara signifikan dibandingkan dengan kondisi tanah awal. Campuran bentonit sebesar 80% menghasilkan resistansi pembumian sebesar 4,7 Ω pada kedalaman 2 m pada minggu pertama, Campuran bentonit sebesar 80% menghasilkan resistansi pembumian sebesar 7,17 pada minggu ketiga Meskipun terjadi kenaikan resistansi seiring berkurangnya kadar kelembapan tanah, seluruh variasi campuran masih memenuhi ketentuan IEEE Std 80-2013. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi bentonit, MgSO₄, dan arang pada pengujian awal efektif dalam meningkatkan kinerja sistem pentanahan pada tanah dengan resistivitas tinggi.   Grounding systems play an important role in safely channeling fault currents and lightning energy, but their performance is often hampered by high-resistivity soil conditions. This study discusses the effect of bentonite as a natural material combined with magnesium sulfate (MgSO₄) and charcoal to improve the performance of grounding systems in low-voltage installations. Tests were conducted using electrodes filled with various material compositions for each medium, namely 60%, 70%, and 80% bentonite mixed with charcoal and MgSO₄. Tests were conducted weekly for 3 weeks at electrode depths of 1.0 m; 1.5 m; and 2.0 m. The results showed that increasing the percentage of bentonite was able to significantly reduce the grounding resistance value compared to the initial soil conditions. The 80% bentonite mixture produced a grounding resistance of 4.7 Ω at a depth of 2 m in the first week, The 80% bentonite mixture produced a grounding resistance of 7.17 in the third week Although there was an increase in resistance as the soil moisture content decreased, all mixture variations still met the requirements of IEEE Std 80-2013. These findings indicate that the combination of bentonite, MgSO₄, and charcoal in the initial test was effective in improving the performance of the grounding system in soils with high resistivity.