Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Potensi Sampah di Provinsi Sumatera Utara Menjadi Sumber Energi Listrik Alternatif (Biogas) Hutasuhut, Syafrida Hanum; Nugraha, Yoga Tri; Mawardi, Mawardi; Novalianda, Sari; Setiawan, Arif Milando; Arif, Ahmad; Sembiring, Resep
Journal of Telecommunication and Electrical Scientific Vol. 1 No. 02 (2024): Journal of Telecommunication and Electrical Scientific (JTElS)
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24010/jtels.v1i02.942

Abstract

Provinsi Sumatera Utara menghadapi tantangan yang signifikan dalam pengelolaan sampah akibat peningkatan populasi dan aktivitas ekonomi. Sebagian besar sampah yang dihasilkan adalah sampah organik yang memiliki potensi besar untuk diubah menjadi sumber energi alternatif melalui teknologi biogas. Penelitian ini menganalisis potensi sampah organik di Sumatera Utara sebagai sumber energi listrik alternatif, dengan fokus pada proses konversi sampah menjadi biogas melalui fermentasi anaerobik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan biogas dari sampah organik dapat menghasilkan energi listrik. Potensi energi listrik yang dihasilkan dari pengkonversian sampah menjadi biogas pada tahun 2020 sebesar 25.14 MW, pada tahun 2021 sebesar 30.25 MW, pada tahun 2022 sebesar 65.74 MW, dan pada tahun 2023 sebesar 70.86 MW.
Pengujian Saturasi Trafo Arus terhadap Pengaruh Kerja Rele Proteksi Ikhwan Fahmi, Muhammad; Fahmi Syawali Rizki, Mhd; Siregar, Muhammad Fadlan; Indah Rezkika, Sri; Milando, Arif; Arif, Ahmad; Zahrul Ulum
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.960

Abstract

Fenomena saturasi pada trafo arus memiliki dampak krusial terhadap kinerja rele proteksi dalam sistem tenaga listrik. Pengujian eksperimental dilakukan untuk menganalisis karakteristik trafo arus, dengan fokus pada hubungan antara arus masukan primer (I1​), arus keluaran sekunder (I2​), dan tegangan keluaran (V). Hasil menunjukkan korelasi positif antara I1​ dengan I2​ dan V. nilai V tetap konstan pada 5,5 Volt meskipun I1​ meningkat dari 600 mA ke 800 mA, dan nilai I yang kembali ke 1,3 A pada tegangan tertentu dalam pengujian terpisah. potensi saturasi inti trafo atau perilaku non-linear komponen yang diuji, yang berpotensi memengaruhi akurasi pengukuran arus oleh rele proteksi. khususnya saat mendekati atau memasuki kondisi saturasi. Perilaku non-linear, seperti yang ditunjukkan oleh nilai V yang stabil pada dua titik I1​ yang berbeda, dan penurunan I pada tegangan yang meningkat, pengujian karakteristik trafo arus secara menyeluruh untuk memastikan rele proteksi dapat beroperasi secara akurat dan tepat waktu, terutama dalam menghadapi kondisi gangguan yang mungkin menyebabkan saturasi trafo.   The saturation phenomenon in current transformers has a crucial impact on the performance of protection relays in electric power systems. Experimental testing was conducted to analyze the characteristics of current transformers, focusing on the relationship between primary input current (I1), secondary output current (I2), and output voltage (V). The results showed a positive correlation between I1 and I2 and V. The V value remained constant at 5.5 Volts even though I1 increased from 600 mA to 800 mA, and the I value returned to 1.3 A at a certain voltage in a separate test. potential saturation of the transformer core or non-linear behavior of the components under test, which could potentially affect the accuracy of current measurement by the protection relay. especially when approaching or entering saturation conditions. Non-linear behavior, as indicated by stable V values at two different points of I1, and a decrease in I at increasing voltage, thorough testing of the current transformer characteristics to ensure the protection relay can operate accurately and timely, especially in the face of fault conditions that might cause transformer saturation.
Design and Construction of a 500–800 MHz Square Spiral Dipole Microstrip Antenna Structure Setiawan, Arif Milando
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v6i2.9575

Abstract

An antenna can be used to detect an object. The dimensions of the antenna also affect the working frequency, the smaller dimensions, the higher the working frequency and the closer the antenna range to radiate waves. Therefore, a microstrip antenna with a small dimension size is needed, but the antenna radiation distance capability for radar systems still needs to be reduced. A microstrip dipole antenna with a spiral shape, measuring 5 cm, was meticulously designed and fabricated. The square dipole antenna, featuring an optimal design with the arm structure rotated in a clockwise direction, achieved an impressive return loss of -27.54dB with a VSWR of 1.83. The engineering refinement of the antenna design involved the addition of a square shape, which led to a significant and impressive improvement in performance. The second spiral antenna, operating at a frequency of 805MHz with an impressive bandwidth of 57MHz, exhibited a remarkable return loss of -30.83dB and a VSWR of 1.07.
Perancangan Sistem Kendali PLTS Menggunakan Sensor Photocell Dan Alarm Kontrol Untuk Penerangan Kapal Nelayan Tobing, Muhammad Zakirullah; Pasaribu, Faisal Irsan; Hutasuhut, Abdul Azis; Nasution, Elvy Sahnur; Evalina, Noorly; Sipahutar, Erwinsyah; Setiawan, Arif Milando
Journal of Telecommunication and Electrical Scientific Vol. 1 No. 01 (2024): Journal of Telecommunication and Electrical Scientific (JTElS)
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24010/jtels.v1i01.873

Abstract

Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik, mereka disebut surya atas matahari atau “sol” karena matahari merupakan sumber cahaya yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering kali disebut sel photovoltatic. Seiring berkembangnya pemikiran manusia akan energi alternatif untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah terutama mereka yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan kecil yang harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar listrik maupun bahan bakar minyak untuk kebutuhan listrik dengan genset, dengan adanya energi tenaga surya maka nelayan dapat memenuhi penerangan di malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui cara merancang penerangan otomatis tenaga surya sebagai alternatif penerangan nelayan di malam hari, untuk merancang sistem penerangan otomatis tenaga surya sebagai alternatif penerangan nelayan di malam hari. Adapun manfaatnya adalah dapat meminimkan pengeluaran biaya dan penghematan bagi nelayan, dapat memudahkan bagi nelayan dengan sistem otomatis yang ada pada rangkaian, dapat memaksimalkan energi matahari sebagai sumber energi. Adapun cara kerja sistem kendali PLTS menggunakan sensor photocell dan alarm kontrol untuk penerangan kapal nelayan dengan memanfaatkan energi panas matahari dari solarcell untuk sumber energi listrik dengan cara dilakukan pengisian terlebih dahulu ke baterai menggunakan solar charger control untuk mengamankan baterai dari terjadinya over charging. Setelah baterai diisi lalu outputnya dihubungkan dengan inverter untuk merubah arus DC menjadi AC yang akan dihubungkan dengan beban lampu 20Watt untuk menghidupkan lampu. Setelah alat bekerja secara maksimal, maka adanya sistem kontrol alarm sebagai penanda ketika baterai akan melemah, hal ini disebabkan karena adanya program yang telah diinput ke arduino UNO. Untuk mengaktifkan sistem alarm kontrol ketika baterai tersisa 25% yang ditunjukkan oleh indikator baterai, secara otomatis mengaktifkan buzzer yang telah terprogram pada arduino.
Karakterisasi Partial Discharge pada Pengujian Isolator Keramik dengan Metode HFCT Syawali Rizki, Mhd Fahmi; Fadlan Siregar, Muhammad; Arif, Ahmad; Rezkika, Sri Indah; Milando, Arif; Faisal, Ahmad; Hidayat, Jhoni
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1304

Abstract

Karakteristik Partial Discharge (PD) pada isolator piring keramik berbahan porselen di bawah berbagai tingkat tegangan uji, yaitu 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV. Data yang dikumpulkan meliputi amplitudo PD tertinggi dan terendah dalam desibel (dB) serta fase PD dalam derajat, yang divisualisasikan dalam bentuk grafik garis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pola distribusi fase PD sehubungan dengan amplitudo dan tegangan yang diterapkan, yang dapat memberikan indikasi mengenai kondisi isolasi material. analisis menunjukkan adanya pola fase PD yang berulang (90°, 180°, 270°, 360°) pada sebagian besar kondisi tegangan dan amplitudo. Fluktuasi fase PD seiring perubahan amplitudo menunjukkan dinamika aktivitas pelepasan parsial dalam satu siklus gelombang tegangan. Pola ini konsisten pada tegangan yang lebih rendah dan menengah, namun pada tegangan uji tertinggi (20 kV), piring keramik berbahan porselin yang diuji pada variasi tegangan 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV, pola fase PD yang konsisten berulang pada 90°, 180°, 270°, dan 360° di seluruh rentang tegangan yang diuji. Meskipun amplitudo PD bervariasi antara nilai tertinggi dan terendah pada setiap titik tegangan, pola fase cenderung mempertahankan bentuk dasarnya.   The characteristics of partial discharge (PD) on porcelain-based ceramic disc insulators under various test voltage levels, namely 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV, were investigated. The collected data included the highest and lowest PD amplitudes in decibels (dB) and PD phase angles in degrees, which were visualized using line graphs. The purpose of this study was to understand the phase distribution patterns of PD in relation to amplitude and applied voltage, which can provide indications of the insulation condition of the material. The analysis shows the presence of repetitive PD phase patterns (90°, 180°, 270°, and 360°) under most voltage and amplitude conditions. Phase fluctuations accompanying changes in amplitude indicate the dynamic behavior of partial discharge activity within one voltage waveform cycle. These patterns are consistent at low and medium voltage levels; however, at the highest test voltage (20 kV), porcelain-based ceramic discs tested at 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV still exhibit consistent repeating PD phase patterns at 90°, 180°, 270°, and 360° across the entire tested voltage range.Although PD amplitudes vary between maximum and minimum values at each voltage level, the phase patterns tend to preserve their basic shape.