Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Potensi Sampah di Provinsi Sumatera Utara Menjadi Sumber Energi Listrik Alternatif (Biogas) Hutasuhut, Syafrida Hanum; Nugraha, Yoga Tri; Mawardi, Mawardi; Novalianda, Sari; Setiawan, Arif Milando; Arif, Ahmad; Sembiring, Resep
Journal of Telecommunication and Electrical Scientific Vol. 1 No. 02 (2024): Journal of Telecommunication and Electrical Scientific (JTElS)
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24010/jtels.v1i02.942

Abstract

Provinsi Sumatera Utara menghadapi tantangan yang signifikan dalam pengelolaan sampah akibat peningkatan populasi dan aktivitas ekonomi. Sebagian besar sampah yang dihasilkan adalah sampah organik yang memiliki potensi besar untuk diubah menjadi sumber energi alternatif melalui teknologi biogas. Penelitian ini menganalisis potensi sampah organik di Sumatera Utara sebagai sumber energi listrik alternatif, dengan fokus pada proses konversi sampah menjadi biogas melalui fermentasi anaerobik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan biogas dari sampah organik dapat menghasilkan energi listrik. Potensi energi listrik yang dihasilkan dari pengkonversian sampah menjadi biogas pada tahun 2020 sebesar 25.14 MW, pada tahun 2021 sebesar 30.25 MW, pada tahun 2022 sebesar 65.74 MW, dan pada tahun 2023 sebesar 70.86 MW.
Design and Construction of a 500–800 MHz Square Spiral Dipole Microstrip Antenna Structure Setiawan, Arif Milando
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v6i2.9575

Abstract

An antenna can be used to detect an object. The dimensions of the antenna also affect the working frequency, the smaller dimensions, the higher the working frequency and the closer the antenna range to radiate waves. Therefore, a microstrip antenna with a small dimension size is needed, but the antenna radiation distance capability for radar systems still needs to be reduced. A microstrip dipole antenna with a spiral shape, measuring 5 cm, was meticulously designed and fabricated. The square dipole antenna, featuring an optimal design with the arm structure rotated in a clockwise direction, achieved an impressive return loss of -27.54dB with a VSWR of 1.83. The engineering refinement of the antenna design involved the addition of a square shape, which led to a significant and impressive improvement in performance. The second spiral antenna, operating at a frequency of 805MHz with an impressive bandwidth of 57MHz, exhibited a remarkable return loss of -30.83dB and a VSWR of 1.07.
Perancangan Sistem Kendali PLTS Menggunakan Sensor Photocell Dan Alarm Kontrol Untuk Penerangan Kapal Nelayan Tobing, Muhammad Zakirullah; Pasaribu, Faisal Irsan; Hutasuhut, Abdul Azis; Nasution, Elvy Sahnur; Evalina, Noorly; Sipahutar, Erwinsyah; Setiawan, Arif Milando
Journal of Telecommunication and Electrical Scientific Vol. 1 No. 01 (2024): Journal of Telecommunication and Electrical Scientific (JTElS)
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24010/jtels.v1i01.873

Abstract

Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik, mereka disebut surya atas matahari atau “sol” karena matahari merupakan sumber cahaya yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering kali disebut sel photovoltatic. Seiring berkembangnya pemikiran manusia akan energi alternatif untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah terutama mereka yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan kecil yang harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar listrik maupun bahan bakar minyak untuk kebutuhan listrik dengan genset, dengan adanya energi tenaga surya maka nelayan dapat memenuhi penerangan di malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui cara merancang penerangan otomatis tenaga surya sebagai alternatif penerangan nelayan di malam hari, untuk merancang sistem penerangan otomatis tenaga surya sebagai alternatif penerangan nelayan di malam hari. Adapun manfaatnya adalah dapat meminimkan pengeluaran biaya dan penghematan bagi nelayan, dapat memudahkan bagi nelayan dengan sistem otomatis yang ada pada rangkaian, dapat memaksimalkan energi matahari sebagai sumber energi. Adapun cara kerja sistem kendali PLTS menggunakan sensor photocell dan alarm kontrol untuk penerangan kapal nelayan dengan memanfaatkan energi panas matahari dari solarcell untuk sumber energi listrik dengan cara dilakukan pengisian terlebih dahulu ke baterai menggunakan solar charger control untuk mengamankan baterai dari terjadinya over charging. Setelah baterai diisi lalu outputnya dihubungkan dengan inverter untuk merubah arus DC menjadi AC yang akan dihubungkan dengan beban lampu 20Watt untuk menghidupkan lampu. Setelah alat bekerja secara maksimal, maka adanya sistem kontrol alarm sebagai penanda ketika baterai akan melemah, hal ini disebabkan karena adanya program yang telah diinput ke arduino UNO. Untuk mengaktifkan sistem alarm kontrol ketika baterai tersisa 25% yang ditunjukkan oleh indikator baterai, secara otomatis mengaktifkan buzzer yang telah terprogram pada arduino.
Kajian Deteksi Dini Partial Discharge pada Kabel XLPE Tegangan 20 kV Menggunakan Metode Acoustic Emission Mhd Fahmi Syawali Rizki; Arif Milando Setiawan; Oni Afriyandi; Adam Pangestu
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1791

Abstract

Partial discharge (PD) merupakan salah satu indikator awal degradasi sistem isolasi pada kabel tegangan menengah. Pada kabel XLPE 20 kV, aktivitas PD dapat muncul akibat rongga udara, ketidaksempurnaan sambungan, cacat terminasi, kontaminasi, kelembapan, atau konsentrasi medan listrik lokal. Apabila tidak terdeteksi sejak dini, PD dapat mempercepat penuaan isolasi dan berkembang menjadi kegagalan permanen. Artikel ini mengkaji penerapan metode acoustic emission (AE) sebagai pendekatan deteksi dini PD pada kabel XLPE tegangan 20 kV. Metode AE bekerja dengan menangkap gelombang mekanik atau ultrasonik yang timbul akibat pelepasan energi lokal pada proses PD. Kajian dilakukan melalui analisis literatur, perancangan skema pengukuran konseptual, identifikasi parameter sinyal AE, serta evaluasi faktor teknis yang memengaruhi keberhasilan deteksi. Parameter utama yang dianalisis meliputi amplitudo, nilai RMS, energi sinyal, jumlah pulsa, spektrum frekuensi, rasio sinyal terhadap derau, dan pelemahan sinyal terhadap jarak sensor. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode AE memiliki potensi sebagai sistem peringatan dini terutama pada area sambungan dan terminasi kabel, tetapi tidak menggantikan pengukuran muatan semu berbasis IEC 60270. Keandalan diagnosis meningkat apabila AE dikombinasikan dengan verifikasi visual, pengukuran listrik, serta pemrosesan sinyal yang memadai. Dengan demikian, AE lebih tepat diposisikan sebagai metode pendukung pemantauan kondisi isolasi untuk menurunkan risiko kegagalan kabel 20 kV secara mendadak   Partial discharge (PD) is an early indicator of insulation degradation in medium-voltage cable systems. In 20 kV XLPE cables, PD activity may arise from voids, joint imperfections, termination defects, contamination, moisture, or local electric-field enhancement. If it is not detected at an early stage, PD may accelerate insulation ageing and lead to permanent failure. This paper reviews the application of the acoustic emission (AE) method as an early detection approach for PD in 20 kV XLPE cables. AE detects mechanical or ultrasonic waves generated by local energy release during PD events. The study is conducted through literature analysis, conceptual measurement design, identification of AE signal parameters, and evaluation of technical factors affecting detection performance. The main parameters include amplitude, RMS value, signal energy, pulse count, frequency spectrum, signal-to-noise ratio, and attenuation as a function of sensor distance. The review indicates that AE has potential as an early warning method, particularly for cable joints and terminations, but it does not replace apparent-charge measurement based on IEC 60270. Diagnostic reliability can be improved by combining AE with visual verification, electrical measurements, and adequate signal processing. Therefore, AE should be positioned as a complementary condition-monitoring method to reduce the risk of sudden 20 kV cable failure