Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Indikator Kualitas Air Sungai Cisadane, Jawa Barat – Banten (Macrozoobenthos diversity as indicator of water quality of Cisadane River) Siahaan, Ratna
JURNAL BIOS LOGOS Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Bioslogos
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.2.1.2012.374

Abstract

AbstrakSungai Cisadane memiliki multifungsi untuk kebutuhan pertanian, rumah tangga dan industri. Namun, kegiatan manusia di Daerah Aliran Sungai/DAS Cisadane dan di Sungai Cisadane dapat mengancam fungsi dan nilai ekosistem S.Cisadane. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanakeragaman makrozoobentos sebagai indikator kualitas air S.Cisadane. Penelitian dilakukan di sembilan (9) titik di sepanjang Sungai Cisadane dari hulu hingga hilir. Sampel makrozoobentos dikoleksi dengan jala surber dan Eckman Grabb. Pada musim kemarau, kekayaan taksa makrozoobentos terendah di bagian tengah dan hilir hilir (8 taksa) dan tertinggi di hulu (20 taksa). Kualitas air sungai ditentukan berdasarkan Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Kualitas air S.Cisadane yaitu baik/tercemar sangat ringan di hulu (Stasiun 1), cukup baik/tercemar ringan di hulu - tengah (Stasiun 2-5), sedang/tercemar sedang tengah mendekati hilir (Stasiun 6), dan buruk/tercemar berat di hilir (Stasiun 7-9).Kata kunci: kualitas air, makrozoobentos, Sungai CisadaneAbstractCisadane River has multifunction i.e. agriculture, domestic and industry. All human activities in Cisadane Watershed and in Cisadane River could threat function and value of Cisadane River. The aim of this research was to analysis macrozoobenthos diversity as bioindicator of Cisadane River. Nine (9) stations were designed along Cisadane River from up to downstream. Samples were collected with Surber net and Eckman Grabb. The taxa richness decreased from upstream (20 taxa) to downstream (8 taxa).Based on Shannon-Wiener (H’), the water quality of Cisadane River were classified i.e. good (Station 1), quite good/slightly polluted (Station 2-5), moderate/moderately polluted (Station 6), and not good/ heavily polluted (Station 7-9).Keywords: Cisadane River, water quality, macrozoobenthos
The Nutritional Content of Egg and Blood's Lipid Profile of Layer Fed by Kepok Banana Meal (Musa paradisiaca L.) as Feed Supplement Leke, Jein Rinny; Wantasen, Erwin; Siahaan, Ratna; Sompie, Florencia
ANIMAL PRODUCTION Vol. 24 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2022.24.2.115

Abstract

This study was aimed to evaluate the nutritional of content of egg and the fat profile of layers by feeding of kepok Banana flour (Musa paradisiaca formantypica) as feed supplement. A total of 200 laying 58-week-old hens were used in the study, with 5 treatments and 5 replications, each of which was filled with 8 chickens. The treatments were applied in a completely randomized design, continued with Duncan’s test. The treatments given by kepok banana flour were 0%, 5%, 10%, 15% and 20% substitution of corn flour. This research was conducted for 8 weeks. The parameters measure included egg crude protein (%), egg crude fat (%), egg white crude protein (%), egg yellow fat (%), egg cholesterol (mg/100 g), blood cholesterol (mg/dl), blood LDL cholesterol (mg/dl), and blood HDL cholesterol (mg/dl) of the laying hens. The results showed that the utilization of kepok banana flour up to 20% substitution of yellow corn had a highly significant effect on egg protein content, egg white protein, egg fat content, egg cholesterol content, chicken blood cholesterol, chicken blood HDL, chicken blood LDL and triglycerides of chicken blood. It was concluded that kepok banana flour substitution of up to 20% as a feed source can increase the nutritional content of chicken eggs and the fat profile of laying hens.
KEKAYAAN JENIS LAMUN DI PANTAI MEHONG, KECAMATAN TABUKAN SELATAN, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA Siahaan, Ratna; Tumadang, Stevi Devita Euodia; Mertosono, Irawaty Alifia
Biofaal Journal Vol 1 No 1 (2020): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.067 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v1i1pp15-18

Abstract

Lamun memiliki fungsi ekologis dan manfaat ekonomi yang penting sehingga perlu dipertahankan. Gangguan terhadap lamun dapat menurunkan fungsi ekologis dan manfaat tersebut. Pantai Mehong memiliki keindahan yang baik untuk wisata. Perubahan peruntukan lahan dan kunjungan wisatawan semakin meningkat dapat mengganggu lamun. Data keanekaragaman hayati lamun dibutuhkan sebagai bahan rujukan bagi pengelolaan Pantai Mehong secara berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kekayaan jenis lamun di Pantai Mehong, Keamacatan Tabukan Selatan, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Metode jelajah dengan observasi langsung di lapangan digunakan untuk memperoleh data kekayaan jenis lamun.Sebanyak enam jenis lamunditemukan di Pantai Mehong yaitu Cymodocea rotundata,Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, Halophilaovalis, Syringodium isoetifolium danThalassodendron ciliatum.Seluruh jenis lamun ditemukan di substart pasir bercampur pecahan karang. Parameter lingkungan salinitas, pH dan suhu tergolong baik untuk mendukung keadiran lamun.
Peranan Vegetasi Riparian dalam Mencegah Erosi Tebing Suangi Ranoyapo Bagian Hulu, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara Siahaan, Ratna; Ai, Nio Song; Rengkung, Franky R.D.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/sqtcbq12

Abstract

Limbah Riparian memiliki peranan penting dalam mempertahankan kualitas air sungai. Sungai bagian hulu berfungsi sebagai kawasan konservasi tanah dan air. Sungai Ranoyapo bagian hulu adalah sungai utama Daerah Aliran Sungai Ranoyapo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan vegetasi riparian dalam mencegah erosi tebing Sungai Ranoyapo bagian hulu, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Metode yang dilakukan yaitu metode survai dengan observasi langsung di tiga titik di bagian hulu Sungai Ranoyapo. Hasil penelitian menunjukkan perubahan peruntukan lahan dari hutan menjadi lahan pertanian. Bagian hulu dibangun bendungan yang berfungsi untuk mengalirkan air irigasi. Vegetasi riparian alami berupa pohon tidak banyak disebabkan penggunaan lahan menjadi lahan pertanian. Vegetasi riparian berupa pohon yang ditemukan antara lain Ficus daan Syzygium. Vegetasi riparian budidaya berupa pohon buah-buahan seperti durian. Vegetasi yang banyak ditemukan berupa vegetasi tumbuhan bawah. Pola pembukaan lahan di bagian hulu yang menyebabkan terjadinya longsor tebing di beberapa titik. Curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan debit dan kuat arus sungai sehingga aliran air sungai mengikis tebing sungai sehingga terjadi longsor tebing. Hal ini dapat menyebabkan perubahan morfologi sungai dan struktur organisme sungai.
Kondisi Ekologis Riparian Dan Sungai Lowatag Bagian Hulu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara Siahaan, Ratna; Ai, Nio Song; Rampe, Henny L.; Mokoginta, Meigita
Kalwedo Sains (KASA) Vol 1 No 2 (2020): Kalwedo Sains (KASA), September 2020
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav1i2p70-73

Abstract

Riparian merupakan ekoton yang terletak ekosisem akuatik sungaidan ekosistem teresterial. Riparian memiliki berbagai fungsi ekologis. Vegetasi riparian berperan penting dalam menjalankan fungsi ekologis riparian tersebut. Kondisi ekologis riparian Sungai Lowatag perlu dipertahankan agar fungsi dan manfaat Sungai Lowatag dapat berkelanjutan. Penelitian berujuan untuk mengamati kondisi ekologis riparian dan Sungai Lowatag di bagian hulu. Penelitian dilakukan pada musim kemarau Agusus-September 2020.Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekologis riparian dan Sungai Lowatag masih tergolong baik meskipun mengalami tekanan akibat pola perubahan tata guna lahan.
Tumbuhan Invasif Di Zona Riparian Ranoyapo Hulu, Minahasa Selatan – Sulawesi Siahaan, Ratna; Ai, Nio Song; Rampe, Henny Lieke
Kalwedo Sains (KASA) Vol 3 No 1 (2022): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2022
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav3i1p8-12

Abstract

Pulau Sulawesi adalah pulau terbesar dari kawasan Wallacea yang terkenal dengan keunikan species dan keanekaragaman yang tinggi. Sulawesi Utara sebagai bagian dari Pulau Sulawesi memiliki species yang endemik dan terbatas distribusinya sehingga keanekaragaman di wilayah ini harus dipertahankan. Riparian adalah area yang terletak di tepian sungai yang secara berkala terkena banjir. Riparian memiliki fungsi ekologis yang penting baik terhadap ekosistem sungai dan teresterial. Upaya untuk mempertahankan riparian menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Hal ini tidak mudah disebabkan pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang membutuhkan lahan. Konversi lahan dan pembalakan pohon di riparian Ranoyapo Hulu menjadi tekana lingkungan yang dapat mengancam riparian. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tumbuhan invasif di zona riparian Ranoyapo Hulu, Minahasa Selatan. Penelitian dilakukan di tiga stasiun sepanjang Sungai Ranoyapo bagian hulu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tutupan lahan dan fragmentasi hutan. Hal ini menyebabkan kehadiran tumbuhan invasif antara lain Hyptis capitata, Micania micrantha, dan Synedrella nodiflora. Kehadiran spesies invasif ini dapay berdampak pada penurunan keanekaragaman species vegetasi riparian Sungai Ranoyapo bagian hulu.