Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Indikator Kualitas Air Sungai Cisadane, Jawa Barat – Banten (Macrozoobenthos diversity as indicator of water quality of Cisadane River) Siahaan, Ratna
JURNAL BIOS LOGOS Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Bioslogos
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.2.1.2012.374

Abstract

AbstrakSungai Cisadane memiliki multifungsi untuk kebutuhan pertanian, rumah tangga dan industri. Namun, kegiatan manusia di Daerah Aliran Sungai/DAS Cisadane dan di Sungai Cisadane dapat mengancam fungsi dan nilai ekosistem S.Cisadane. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanakeragaman makrozoobentos sebagai indikator kualitas air S.Cisadane. Penelitian dilakukan di sembilan (9) titik di sepanjang Sungai Cisadane dari hulu hingga hilir. Sampel makrozoobentos dikoleksi dengan jala surber dan Eckman Grabb. Pada musim kemarau, kekayaan taksa makrozoobentos terendah di bagian tengah dan hilir hilir (8 taksa) dan tertinggi di hulu (20 taksa). Kualitas air sungai ditentukan berdasarkan Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Kualitas air S.Cisadane yaitu baik/tercemar sangat ringan di hulu (Stasiun 1), cukup baik/tercemar ringan di hulu - tengah (Stasiun 2-5), sedang/tercemar sedang tengah mendekati hilir (Stasiun 6), dan buruk/tercemar berat di hilir (Stasiun 7-9).Kata kunci: kualitas air, makrozoobentos, Sungai CisadaneAbstractCisadane River has multifunction i.e. agriculture, domestic and industry. All human activities in Cisadane Watershed and in Cisadane River could threat function and value of Cisadane River. The aim of this research was to analysis macrozoobenthos diversity as bioindicator of Cisadane River. Nine (9) stations were designed along Cisadane River from up to downstream. Samples were collected with Surber net and Eckman Grabb. The taxa richness decreased from upstream (20 taxa) to downstream (8 taxa).Based on Shannon-Wiener (H’), the water quality of Cisadane River were classified i.e. good (Station 1), quite good/slightly polluted (Station 2-5), moderate/moderately polluted (Station 6), and not good/ heavily polluted (Station 7-9).Keywords: Cisadane River, water quality, macrozoobenthos
The Nutritional Content of Egg and Blood's Lipid Profile of Layer Fed by Kepok Banana Meal (Musa paradisiaca L.) as Feed Supplement Leke, Jein Rinny; Wantasen, Erwin; Siahaan, Ratna; Sompie, Florencia
ANIMAL PRODUCTION Vol. 24 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2022.24.2.115

Abstract

This study was aimed to evaluate the nutritional of content of egg and the fat profile of layers by feeding of kepok Banana flour (Musa paradisiaca formantypica) as feed supplement. A total of 200 laying 58-week-old hens were used in the study, with 5 treatments and 5 replications, each of which was filled with 8 chickens. The treatments were applied in a completely randomized design, continued with Duncan’s test. The treatments given by kepok banana flour were 0%, 5%, 10%, 15% and 20% substitution of corn flour. This research was conducted for 8 weeks. The parameters measure included egg crude protein (%), egg crude fat (%), egg white crude protein (%), egg yellow fat (%), egg cholesterol (mg/100 g), blood cholesterol (mg/dl), blood LDL cholesterol (mg/dl), and blood HDL cholesterol (mg/dl) of the laying hens. The results showed that the utilization of kepok banana flour up to 20% substitution of yellow corn had a highly significant effect on egg protein content, egg white protein, egg fat content, egg cholesterol content, chicken blood cholesterol, chicken blood HDL, chicken blood LDL and triglycerides of chicken blood. It was concluded that kepok banana flour substitution of up to 20% as a feed source can increase the nutritional content of chicken eggs and the fat profile of laying hens.
KEKAYAAN JENIS LAMUN DI PANTAI MEHONG, KECAMATAN TABUKAN SELATAN, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA Siahaan, Ratna; Tumadang, Stevi Devita Euodia; Mertosono, Irawaty Alifia
Biofaal Journal Vol 1 No 1 (2020): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.067 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v1i1pp15-18

Abstract

Lamun memiliki fungsi ekologis dan manfaat ekonomi yang penting sehingga perlu dipertahankan. Gangguan terhadap lamun dapat menurunkan fungsi ekologis dan manfaat tersebut. Pantai Mehong memiliki keindahan yang baik untuk wisata. Perubahan peruntukan lahan dan kunjungan wisatawan semakin meningkat dapat mengganggu lamun. Data keanekaragaman hayati lamun dibutuhkan sebagai bahan rujukan bagi pengelolaan Pantai Mehong secara berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kekayaan jenis lamun di Pantai Mehong, Keamacatan Tabukan Selatan, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Metode jelajah dengan observasi langsung di lapangan digunakan untuk memperoleh data kekayaan jenis lamun.Sebanyak enam jenis lamunditemukan di Pantai Mehong yaitu Cymodocea rotundata,Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, Halophilaovalis, Syringodium isoetifolium danThalassodendron ciliatum.Seluruh jenis lamun ditemukan di substart pasir bercampur pecahan karang. Parameter lingkungan salinitas, pH dan suhu tergolong baik untuk mendukung keadiran lamun.
Kondisi Ekologis Riparian Dan Sungai Lowatag Bagian Hulu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara Siahaan, Ratna; Ai, Nio Song; Rampe, Henny L.; Mokoginta, Meigita
Kalwedo Sains (KASA) Vol 1 No 2 (2020): Kalwedo Sains (KASA), September 2020
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav1i2p70-73

Abstract

Riparian merupakan ekoton yang terletak ekosisem akuatik sungaidan ekosistem teresterial. Riparian memiliki berbagai fungsi ekologis. Vegetasi riparian berperan penting dalam menjalankan fungsi ekologis riparian tersebut. Kondisi ekologis riparian Sungai Lowatag perlu dipertahankan agar fungsi dan manfaat Sungai Lowatag dapat berkelanjutan. Penelitian berujuan untuk mengamati kondisi ekologis riparian dan Sungai Lowatag di bagian hulu. Penelitian dilakukan pada musim kemarau Agusus-September 2020.Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekologis riparian dan Sungai Lowatag masih tergolong baik meskipun mengalami tekanan akibat pola perubahan tata guna lahan.
Tumbuhan Invasif Di Zona Riparian Ranoyapo Hulu, Minahasa Selatan – Sulawesi Siahaan, Ratna; Ai, Nio Song; Rampe, Henny Lieke
Kalwedo Sains (KASA) Vol 3 No 1 (2022): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2022
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav3i1p8-12

Abstract

Pulau Sulawesi adalah pulau terbesar dari kawasan Wallacea yang terkenal dengan keunikan species dan keanekaragaman yang tinggi. Sulawesi Utara sebagai bagian dari Pulau Sulawesi memiliki species yang endemik dan terbatas distribusinya sehingga keanekaragaman di wilayah ini harus dipertahankan. Riparian adalah area yang terletak di tepian sungai yang secara berkala terkena banjir. Riparian memiliki fungsi ekologis yang penting baik terhadap ekosistem sungai dan teresterial. Upaya untuk mempertahankan riparian menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Hal ini tidak mudah disebabkan pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang membutuhkan lahan. Konversi lahan dan pembalakan pohon di riparian Ranoyapo Hulu menjadi tekana lingkungan yang dapat mengancam riparian. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tumbuhan invasif di zona riparian Ranoyapo Hulu, Minahasa Selatan. Penelitian dilakukan di tiga stasiun sepanjang Sungai Ranoyapo bagian hulu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tutupan lahan dan fragmentasi hutan. Hal ini menyebabkan kehadiran tumbuhan invasif antara lain Hyptis capitata, Micania micrantha, dan Synedrella nodiflora. Kehadiran spesies invasif ini dapay berdampak pada penurunan keanekaragaman species vegetasi riparian Sungai Ranoyapo bagian hulu.
Species Diversity of Understory Vegetation of Riparian Zone of Upper Ranoyapo River, South Minahasa, North Sulawesi Wanindi, Agustina; Siahaan, Ratna; Nio, Song Ai
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v15i3.62564

Abstract

Riparian is a transitional ecosystem that occupies the area between land and river water bodies. The study aimed to analyze the diversity of understory vegetation of riparian zone of the Ranoyapo River upstream at Kinamang Village and Kinamang Satu Village, South Minahasa Regency. Vegetation samples were taken at two stations, namely Station I at Kinamang Village before the Ranoyapo dam and Station II in Kinamang Satu Village after dam. The purposive sampling method was used with quadrat plot vegetation analysis. Data analysis was carried out descriptively. Understory vegetation found in the riparian zone of the Ranoyapo River upstream amounted to 16 species, namely Acmella paniculata, Arenga pinata, Aglaonema simplex, Colocasia esculenta var. esculenta, Diospyros abyssinica, Diplazium esculentum, Diplazium sp., Elatostema stewardii, Ficus septica, Homalomena sp., Hellenia speciosa, Musa paradisiaca, Pandanus amaryllifolius, Phrynium pubinerve, Piper sp., and Selaginella obtusa. The diversity index of riparian vegetation understory vegetation at Station I and Station II were 1.76 and 1.95, respectively were classified as moderate diversity. This indicated that there was ecological pressure on the riparian understory vegetation of the upstream Ranoyapo River.
Pelatihan Tentang Pembelajaran Energi Listrik Panel Surya di Sekolah Dasar Katolik 21 Gunung Tabor dan Sekolah Menengah Pertama Katolik Santu Mikael di Kota Manado Ludong, Daniel Peter Mantilen; Nio, Song Ai; Siahaan, Ratna; Felix, Juan
The Studies of Social Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v8i1.65203

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Katolik Gunung Tabor dan Sekolah Menengah Pertama Katolik Santu Mikael di Kota Manado dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan guru dan siswa mengenai energi listrik berbasis panel surya. Kegiatan meliputi sosialisasi, pembelajaran teori kelistrikan dan teknologi fotovoltaik, pengenalan komponen sistem tenaga surya, pelatihan perakitan perangkat, hingga pengujian serta evaluasi kinerja sistem. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi energi terbarukan di kalangan peserta, keberhasilan perakitan sistem panel surya skala kecil, serta kemampuan sekolah menggunakan perangkat tersebut sebagai media pembelajaran. Sistem yang terpasang bekerja stabil dan mampu menyediakan energi untuk kebutuhan dasar seperti pencahayaan dan pengisian daya perangkat elektronik. Selain manfaat edukatif, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap budaya hemat energi di sekolah dan membuka peluang penghematan biaya listrik jika sistem dikembangkan lebih lanjut. Dengan demikian, PKM ini berkontribusi pada penguatan edukasi energi bersih dan penerapan teknologi ramah lingkungan di lingkungan Pendidikan.