Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan antara Optimisme dengan Adversity Quotient pada Fresh Graduate Universitas Negeri Surabaya Desy Rizkyta Hariyati; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41697

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak perusahaan harus gulung tikar, sehingga menyebabkan persaingan fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan di tengah situasi pandemi semakin sulit. Kondisi tersebut membutuhkan peran adversity quotient sebagai kemampuan individu dalam merespon rintangan dan situasi sulit agar fresh graduate dapat menghadapi berbagai kesulitan dalam mencari pekerjaan di tengah pandemi. Adversity quotient dapat ditingkatkan melalui adanya keyakinan dan ekspektasi positif yaitu yang disebut dengan optimisme. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan optimisme dengan adversity quotient pada fresh graduate Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala adversity quotient dari Stoltz (2007)dan skala optimisme LOT-R dari Carver dan Scheier (2002) yang diberikan secara online melalui google form. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 212 orang yang diambil melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu freshgraduate S1 lulusan Universitas Negeri Surabaya tahun 2019-2020, tidak terikat kerja pada suatu instansi atau perusahaan, dan sedang mencari pekerjaan. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi sederhana product moment pearson dan diperoleh korelasi sebesar 0,530 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara optimisme dengan adversity quotient pada fresh graduate Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimisme menjadi suatu hal yang penting untuk meningkatkan adversity quotient pada fresh graduate agar dapat gigih berjuang mengadapi kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Kata Kunci: optimisme, adversity quotient, fresh graduate Abstract The Covid-19 pandemic has resulted in many companies having to go out of business, which makes the competition for fresh graduates to get jobs in the midst of a pandemic situation increasingly difficult. This condition requires the role of the adversity quotient as an individual's ability to respond to obstacles and difficult situations so that fresh graduates can face various difficulties in finding work in the midst of a pandemic. Adversity quotient can be increased through positive beliefs and expectations, which is called optimism. The purpose of this study is to determine the relationship between optimism and adversity quotient on fresh graduates of the State University of Surabaya. This research is a quantitative research with a correlational design. The measuring instrument in this study uses the adversity quotient scale from Stoltz (2007) and the LOT-R optimism scale from Carver and Scheier (2002) which is given online via google form. The sample in this study was 212 people who were taken through a purposive sampling technique with the criteria of fresh graduate S1 graduates from the State University of Surabaya in 2019-2020, not bound to work in an agency or company, and looking for job. The data in this study were analyzed using a simple Pearson product moment correlation test and obtained a correlation of 0.530 which means that there is a fairly strong relationship between optimism and adversity quotient on fresh graduates of the State University of Surabaya. The results of the study show that optimism is an important thing to increase the adversity quotient of fresh graduates so that they can persistently struggle to face difficulties in getting a job. Keyword: optimism, adversity quotient, fresh graduate
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA X SELAMA PEMBELAJARAN DARING Kintan Cahya Oktaviani; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41811

Abstract

Abstrak Dampak dari adanya pandemic Covid-19 sangat besar terutama pada aspek pendidikan. Kebijakan pembelajaran secara daring diterapkan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Situasi ini membuat siswa harus dapat mempertahankan bahkan meningkatkan dorongan untuk mengikuti pembelajaran daring. Motivasi belajar merupakan daya penggerak atau pendorong dari dalam diri maupun luar diri individu dalam pencapaian kegiatan belajarnya. Salah satu hal yang berkontribusi pada motivasi belajar adalah dukungan lingkungan sosial, termasuk dari teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas X di SMA X selama pembelajaran daring. Subjek penelitian merupakan siswa kelas X di slah satu SMA yang berada di Kabupaten Pasuruan sejumlah 208 siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Teknik analisis data menggunakan analisis pearson product moment dengan bantuan SPSS 25.0 for windows dan diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,002 serta nilai koefisien korelasi adalah 0,245. Hasil dari uji hipotesis adalah terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan dukungan sosial teman sebaya. Kata Kunci: Motivasi belajar, dukungan sosial teman sebaya, siswa SMA. Abstract The impact of the Covid-19 pandemic is very large, especially in the education aspect. The online learning policy is implemented as an effort to break the chain of the spread of Covid-19. This situation makes students have to be able to maintain and even increase the drive to take part in online learning. Learning motivation is a driving force from within and outside the individual in achieving learning activities. One of the things that contribute to learning motivation is the support from the social environment, including from peers. This study aims to examine the relationship between peer social support and the learning motivation of 10th graders in SMA X during online learning. The research subjects were 10th grade students in one of the senior high schools in Pasuruan Regency with a total of 208 students. This study uses quantitative research methods with the type of correlation research. The data analysis technique used Pearson product moment analysis with the help of SPSS 25.0 for windows and the sig (2-tailed) value was 0.002 and the correlation coefficient value was 0.245. The results of the hypothesis test are that there is a positive relationship between learning motivation and peer social support. Keywords: Learning motivation, peer social support, high school students.
PERBEDAAN SENSE OF BELONGINGNESS DITINJAU DARI JALUR SELEKSI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Dinda Rizqia Widodo; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41922

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sense of belongingness ditinjau dari jalur seleksi pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantittif, dengan metode komparatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif (Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), dan Fakultas Ekonomi (FE)). Simple random sampling digunakan oleh peneliti untuk mengambil mahasiswa yang masuk Unesa dari jlur SNMPTN, SBMPTN, dan SPMB/Mandiri, dan diperoleh sebanyak 654 subjek. Instrumen PSSM (adaptasi Fadilah, Maslihah dan Misbach, 2018) digunakan untuk melihat perbedaan sense of belongingess pada mahasiswa. Teknik analis data menggunakan Teknik analisa varians. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sense of belongingness ditinjau dari Jalur Seleksi pada mahsiswa Universitas Negeri Surabaya. Hal ini diperoleh dari nilai signifikansi sebesar 0.003 (Sig. < 0.05). Manfaat dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai refrensi bagi universitas untuk mengembangkan atau meninjau ulang program kegiatan yang dimiliki untuk membantu meningkatkan sense of belongingness pada mahasiswa yang diterima melalui Jalur Seleksi baik SNMPTN, SBMPTN, maupun SPMB/Mandiri. Selain itu dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi tambahn bagi peneliti yang ingin mendalami topik serupa dilingkungan serupa. Kata Kunci: sense of belongingness, jalur seleksi, mahasiswa Abstract This study aims to determine whether there is a difference in the sense of belongingness in terms of the selection pathway among students of the State University of Surabaya. The approach used in this research is a quantitative approach, with a comparative method. Research subjects are active students (Faculty of Education (FIP), Faculty of Social Sciences and Law (FISH), and Faculty of Economics (FE)). Simple random sampling was used by researchers to take students who entered Unesa from the SNMPTN, SBMPTN, and SPMB/Mandiri lines, and obtained 654 subjects. The PSSM instrument (adaptation of Fadilah, Maslihah and Misbach, 2018) was used to see differences in the sense of belonging among students. Data analysis techniques use variance analysis techniques. Based on the results of the data analysis, it shows that there is a difference in the sense of belongingness in terms of the Selection Pathway for students at the State University of Surabaya. This is obtained from a significance value of 0.003 (Sig. <0.05). The benefit of this research is that it can be used as a reference for universities to develop or review their program of activities to help increase the sense of belonging to students who are accepted through the Selection Pathway, both SNMPTN, SBMPTN, and SPMB / Mandiri. In addition, it can be useful as additional reference material for researchers who wish to explore similar topics in similar environments. Keywords: sense of belongingness, selection path, college student.
GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI ORANG TUA DENGAN GANGGUAN JIWA Dewi Febriyani; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45819

Abstract

Abstrak Memiliki orang tua dengan gangguan jiwa berpotensi mengalami resiko tinggi terhadap penyakit mental dan fisik saat dewasa. Diperlukan adanya penerimaan diri sebagai wujud keberhasilan seseorang untuk menerima kelemahan dan kelebihan dirinya. Dewasa awal yang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa perlu melakukan penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada dewasa awal yang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun subjek penelitian ini berjumlah dua orang dengan karakteristik laki-laki dan perempuan dewasa awal berusia 20-30 tahun, memiliki orang tua (ayah) dengan gangguan jiwa, tinggal bersama orang tua dengan gangguan jiwa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan sistem wawancara semi-struktur serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Adapun uji keabsahan penelitian ini menggunakan triangulasi dan member check agar data valid dan akurat. Penelitian ini menemukan 5 tema yaitu latar belakang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa, dampak memiliki orang tua dengan gangguan jiwa, faktor penerimaan diri, aspek penerimaan diri, dan tahapan penerimaan diri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada subjek memaparkan bahwa kedua subjek memiliki penerimaan diri secara baik, meskipun membutuhkan proses yang panjang dan sulit untuk dapat bangkit dari keterpurukan akibat memiliki orang tua dengan gangguan jiwa. Kata Kunci: memiliki orang tua gangguan jiwa, dewasa awal, penerimaan diri. Abstract Having parents with mental disorders potentially high risk of mental and physical illness as adults. Self-acceptance is needed as a form of one's success to accept his weaknesses and strengths. Early adults who have parents with mental disorders need to do self-acceptance. This study aims to determine the description of self-acceptance in early adults who have parents with mental disorders. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The subjects of this study were two people with the characteristics of men and women of early adulthood aged 20-30 years, having parents (fathers) with mental disorders, living with parents with mental disorders. The data collection technique in this study used a semi-structured interview system and was analyzed using thematic analysis techniques. The validity test of this research uses triangulation and member check so that the data is valid and accurate. This study found 5 themes, namely the background of having parents with mental disorders, the impact of having parents with mental disorders, self-acceptance factors, aspects of self-acceptance, and stages of self-acceptance. Based on the results of research conducted on the subject, it was explained that both subjects had good self-acceptance, although it required a long and difficult process to be able to rise from adversity due to having parents with mental disorders. Keywords: have parents with mental disorders, early adulthood ,self-acceptance
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR BROKEN HOME Fatimah Ayu Fernandasari; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45820

Abstract

Abstrak Peningkatan angka perceraian yang semakin tinggi berdampak tidak hanya kepada hubungan suami istri, tetapi juga hubungan antara orang tua dengan anak. Situasi tersebut membuat terpengaruhnya tingkat kebahagiaan, kebingungan dalam pengambilan keputusan, stabilitas emosi, tuntutan untuk mampu menyesuaikan diri pada perbedaan pola asuh yang diterima, serta kurangnya pendampingan orang tua untuk anak terutama pada saat masa transisi perkembangan yang berdampak pada kesuksesan tugas perkembangan. Dampak perceraian dapat diminimalisir dengan peningkatan subjective well-being individu. Peningkatan subjective well-being salah satunya dapat berhubungan dengan nilai attachment. Peneliti mencoba menguji apakah terdapat hubungan antara attachment dengan subjective well-being pada remaja akhir broken home. Responden penelitian berjumlah 162 dengan kriteria yaitu rentang usia 18-21 tahun dan orang tua bercerai secara hukum. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan non-probability sampling method yaitu incidental sampling. Analisis hubungan dilakukan menggunakan pearson product moment dengan bantuan SPSS 23. Data menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar -0.557, artinya terdapat hubungan negatif antara attachment dengan subjective well-being pada remaja akhir berlatar belakang broken home. Kata Kunci: attachment, subjective well-being, remaja akhir. Abstract The increasing divorce rate has an impact not only on the husband and wife relationship but also relationship between parents and children. This situation affects the level of happiness, confusion in decision making, emotional stability, demands to be able to adjust to the differences in parenting received before and after the divorce process as well as the lack of parental assistance for children during the developmental transition. The impact can be minimized by the subjective well-being of individuals. One of the things that can contribute to subjective well-being is attachment. Thus, this study tries to test whether there is a relationship between attachment and subjective well-being in late adolescence from a broken home. The research respondents were 162 and had meet the criteria for 18-21 years of age whose parents were legally divorced. The research was conducted using quantitative methods with data collection techniques using non-probability sampling method, namely incidental sampling. Relationship analysis using pearson product moment with the help of SPSS 23. Data analysis resulted in a correlation coefficient value of -0.557, meaning that there is a negative relationship between attachment and subjective well- being in late adolescence with broken home background. Keywords: attachment, subjective well-being, late adolescence.
STUDI LIFE HISTORY PADA PEREMPUAN DEWASA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA AKIBAT PERSELINGKUHAN Aulia Mufidah; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46149

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA X Dwiyani Az Zahroh; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46603

Abstract

Abstrak Kemampuan siswa dalam mengenali dirinya disebut sebagai harga diri atau self-esteem. Self-esteem merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Peneliti ingin meneliti lebih jauh mengenai prestasi belajar siswa yang kemudian ditinjau dari self-esteem siswa selama kegiatan pembelajaran yang dilakukan jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu ada tidaknya hubungan antara kemampuan siswa dalam menghargai dirinya atau self-esteem dengan prestasi belajar siswa pada saat pembelajaran jarak jauh berlangsung. Penelitian dilakukan di SMA X Surabaya dan melibatkan sejumlah 132 siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Teknik analisis yang kemudian digunakan adalah menggunakan teknik analisis Pearson Product Moment yang gunanya mencari ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel satu dengan variabel yang lainnya, yang kemudian memperoleh hasil sebesar 0,368. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-esteem dengan prestasi belajar siswa di SMA X. Siswa yang memiliki self-esteem yang tinggi akan akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih prestasi belajar yang diharapkan dibandingkan siswa yang memiliki self-esteem rendah. Kata Kunci: Self-Esteem, Prestasi Belajar, Pembelajaran Jarak Jauh Abstract The ability of students to recognize themselves is called self-esteem or self-esteem. Self-esteem is one of the factors that can affect student achievement. Researchers want to investigate further about student achievement which is then reviewed from students' self-esteem during distance learning activities. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between students' ability to respect themselves or self-esteem with student achievement during distance learning. The research was conducted at SMA X Surabaya and involved a number of 132 class XI students as research subjects. The analysis technique which is then used is the Pearson Product Moment analysis technique which is used to find out whether or not there is a relationship between the two variables, one with another variable, which then obtains a result of 0.368. The results of the study indicate that there is a relationship between self-esteem and student achievement in SMA X. Students who have high self-esteem will try their best to achieve the expected learning achievement compared to students who have low self-esteem. Keywords: Self-Esteem, Learning Achievment, Distance Learning
SIKAP TERHADAP MARKETPLACE SHOPEE Ayutyas Pramodha Wardhana; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46790

Abstract

HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA KELAS XI DI SMA X Anggita Tri Wijayanti; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46794

Abstract

STRATEGI COPING STRESS PADA MAHASISWA KORBAN BULLYING DI UNIVERSITAS X Rizki Mulianingsih; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47178

Abstract

Abstrak Memilih teman Bullying merupakan sebuah perilaku yang bertujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik atau secara verbal dengan menganggap korabn lemah. Seperti fenomena yang ada dikalangan mahasiswa kerap terjadi. Sehingga perilaku bullying tersebut dapat menyebabkan timbulnya pengaruh yang tidak baik untuk korban bullying tersebut seperti stress. Jika stress tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat mengakibatkan hal yang fatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping stress pada korban bullying di universitas X,dengan menggunkan metode penelitian kualitatif serta memakai pendekatan dengan studi kasus. Pada penelitian ini menggunakan dua subjek dengan karakteristik yang memiliki rentang usia 21-23 tahun dan pernah menjadi korban bullying. Penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur, obeservasi serta dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunkan teknik analisi tematik sebagai analisis secara rinci serta menghasilkan data yang urut serta lengkap. Penelitian ini menghasilkan empat tema yaitu awal mula terjadinya bullying, dampak dari bullying, pemilihan strategi coping stress serta faktor-faktor yang mempengaruhi coping stress. Dari hasil penelitian ini kedua subjek mengggunakan dua strategi coping stress yaitu problem focused coping serta emotional focused coping yang digunakan subjek sesuai dengan keadan masing-masing. Meskipun masa pengobtan yang cukup lama dan bertahap, kedua subjek tetap bisa melakukan coping stress dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih baik dan bersemangat kembali. Kata Kunci: bullying, mahasiswa, stress, coping stress Abstract Bullying is a behavior that aims to hurt others either physically or verbally by assuming the korabn is weak. Like the phenomenon that exists among students often occurs. So that bullying behavior can cause adverse influences for victims of bullying such as stress. If the stress is not handled properly, it can lead to fatal things. This study aims to find out the coping stress strategy in victims of bullying at university X by using qualitative research methods and using an approach with case studies. The study used two subjects with characteristics who ranged in age from 21 to 23 and had been victims of bullying. The study used structured interviews, obesityrvasi as well as documentation. In this study using thematic analysis techniques as detailed analysis and produce sequential and complete data. This study produced four themes, namely the beginning of bullying, the impact of bullying, the selection of coping stress strategies and factors that influence coping stress. From the results of this study, both subjects used two coping stress strategies, namely problem focused coping and emotional focused coping used by subjects in accordance with their respective requirements. Despite the long and gradual period of observation, both subjects were still able to coping with stress well and become better individuals and re-energized. Keywords: bullying, student, stress, coping stress