Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH ANONIMITAS TERHADAP SELF DISCLOSURE PADA GENERASI Z DI TWITTER Cintania Syaeischa Lyan Pramesti; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47347

Abstract

Abstrak Generasi Z merupakan generasi yang lebih senang berbagi perasaan, emosi, pikiran, dan pengalaman mereka melalui media sosial, terutama di media sosial Twitter. Pembagian informasi yang berlebihan akan berpotensi menimbulkan risiko privasi bagi penggunanya. Risiko privasi ini dapat diminimalisir dengan meningkatkan anonimitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara anonimitas terhadap self disclosure Generasi Z di Twitter. Penelitian ini dilakukan pada lingkup media sosial Twitter dengan melibatkan 335 orang Generasi Z di Twitter yang berusia 12-27 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah adaptasi dari skala Perceived Anonymity dan modifikasi dari skala Revised Self-Disclosure Scale. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh anonimitas terhadap self disclosure adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa anonimitas berpengaruh signifikan terhadap self disclosure pada kalangan Generasi Z di Twitter. Analisis tambahan juga dilakukan untuk melihat hubungan antara kedua variabel dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0.373. Hasil koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel mempunyai arah hubungan yang positif dan termasuk dalam kategori hubungan yang lemah. Penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan informasi mengenai kegunaan anonimitas dalam Twitter untuk melakukan self disclosure yang lebih positif, dan dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya dengan variabel yang serupa. Kata Kunci: Anonimitas, self disclosure, Generasi Z, Twitter Abstract Generation Z is the generation that prefers to share their feelings, emotions, thoughts, and experiences through social media, especially on Twitter. Excessive sharing of information will potentially pose a privacy risk to its users. This privacy risk can be minimized by increasing anonymity. This study aims to determine whether there is an impact between anonymity on Generation Z's self disclosure on Twitter. This research was conducted in the scope of Twitter social media by involving 335 Generation Z people on Twitter aged 12-27 years. The measuring instrument used in this study is an adaptation of the Perceived Anonymity scale and a modification of the Revised Self-Disclosure Scale. The data analysis technique used to determine the effect of anonymity on self disclosure is simple linear regression analysis. These results show that anonymity has a significant effect on self-disclosure among Generation Z on Twitter. Additional analysis was also carried out to see the relationship between the two variables, with a correlation coefficient of 0.373. The correlation coefficient results indicate that the relationship between the two variables has a positive relationship direction and is included in the category of a weak relationship. This research can helps provide information about the usefulness of anonymity on Twitter to make a more positive self disclosure and can be used as a reference for further study with similar variables. Keywords: Anonymity, self disclosure, Generation Z, Twitter
GAMBARAN RESILIENSI PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KEGAGALAN MENUJU HUBUNGAN PERNIKAHAN Pipit Yussi Tamiah Widiyawati; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47434

Abstract

AbstrakMemilih teman hidup dan membentuk sebuah keluarga merupakan salah satu tugas perkembangan bagi dewasa awal yang dapat dilakukan dengan adanya pertunangan, namun kesulitan maupun kegagalan bisa saja dialami oleh setiap individu misalnya Putri yang pernah mengalami kegagalan secara berturut-turut dalam menjalin hubungan menuju pernikahan. Individu dewasa awal diharapkan dapat mengetahui pentingnya memiliki kemampuan resiliensi dengan baik, agar dapat menghadapi peristiwa tidak terduga seperti adanya kegagalan hubungan menuju pernikahan, sehinga tugas perkembangan yang dijalani akan berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan dewasa awal yang mengalami kegagalan menuju hubungan pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik yang berfokus pada permasalah kegagalan hubungan yang dialami oleh subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi. Teknik analisa data dengan melakukan analisis tematik dan triangulasi sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada subjek, antara lain gambaran resiliensi yang meliputi regulasi emosi, optimisme, kemampuan analisis masalah, empati, efikasi diri, serta pencapaian. Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi meliputi faktor internal yang berasal dari efikasi diri dan faktor eksternal yang berasal dari dukungan sosial.Kata Kunci: resiliensi, dewasa awal, pernikahan.AbstractChoosing a life partner and forming a family is one of the developmental tasks for early adulthood that can be done with an engagement, but difficulties and failures can be experienced by every individiual, for example Putri who has experienced successive failure in a relationship leading to marriage. Early adult individuals are expected to know the importance of having good resilience skills, in order to be able to deal with unexpected event such as a failed relationship leading to marriage, so that developmental tasks are carried out well. This study aims to determine the description of resilience in early aduls women who experience failure towards marriage relationship. This study uses a qualitative method with an intrinsic case study approach that focuses on the problem of relationship failure experienced by the subject. Data were collected through semi-structured interviews and observation. Data analysis technique by doing thematic analysis and triangulation as a test of validity. The results of the study show an overview and factors that influence resilience in the subject, including a picture of resilience which includes emotion regulation, optimism, problem analysis skills, empathy, self-efficacy, and achievement. Factors that influence resilience include internal factors originating from self-efficacy and external factors originating from social support.Keywords: resilience, early adulthood, marriage.
PENGARUH FUTURE TIME PERSPECTIVE TERHADAP KEMATANGAN KARIR MAHASISWA TINGKAT AKHIR Rohma Kurniawati; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47678

Abstract

Abstrak Mahasiswa tingkat akhir adalah mereka yang termasuk dalam kategori dewasa awal serta memiliki kebutuhan untuk mendapatkan karir, mencari identitas, serta gaya hidup. Karir merupakan salah satu tahapan individu dalam menghadapi dunia kerja. Dalam proses mencari pekerjaan, perencanaan karir sangat diperlukan sehingga dibutuhkan motivasi mengenai pandangan terhadap masa depan agar terbentuk kematangan karir yang kuat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh future time perspective terhadap kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Penelitian dilakukan pada 173 mahasiswa angkatan 2018 yang berasal dari empat jurusan fakultas X. Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi dari skala Career Maturity Inventory (CMI) dan The Future Time Perspective Scale (FTPS). Analisis regresi linier sederhana dipilih sebagai teknik analisa data dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari future time perspective terhadap kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Hasilnya menyatakan nilai sisgnifikansi sebesar 0.000 (p<0.05), sehingga dapat diartikan bahwa future time perspective memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Hal ini dapat terjadi karena future time perspective mampu menjadi motivasi dalam diri mahasiswa sebagai usaha mencapai kematangan karir yang baik. Penelitian ini bermanfaat sebagai referensi bagi mahasiswa dalam mencapai kematangan karir serta dapat dijadikan acuan bagi peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Mahasiswa, Future time perspective, Kematangan karir Abstract Final year students are those who fall into the category of early adulthood and have the need to find a career, seek identity, and lifestyle. Career is one of the individual stages in facing the world of work. In the process of looking for a job, career planning is needed so that motivation is needed regarding a view of the future in order to form a strong career maturity. This study aims to determine the effect of the future time perspective on the career maturity of final year students. The study was conducted on 173 students of class 2018 from four departments of faculty X. This study used an adaptation measurement tool from the Career Maturity Inventory (CMI) scale and The Future Time Perspective Scale (FTPS). Simple linear regression analysis was chosen as a data analysis technique with the aim of knowing the effect of the future time perspective on the career maturity of final year students. The results stated a significant value of 0.000 (p <0.05), so it can be interpreted that the future time perspective has a significant influence on the career maturity of final year students. This can happen because the future time perspective can be a motivation in students as an effort to achieve good career maturity. This research is useful as a reference for students in achieving career maturity and can be used as a reference for further researchers. Keywords: Student, Future time perspective, Career maturity
KONFORMITAS MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SETELAH MASA PERKULIAHAN ONLINE Eistina Larasati Risyawirasthi; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47816

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai dampak, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu dampak tersebut adalah pemberlakuan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh atau online. Kegiatan pembelajaran jarak jauh atau online tidak hanya terjadi pada jenjang pendidikan dasar, tetapi juga dilakukan pada tingkat perguruan tinggi. Pada penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui tingkat konformitas yang terjadi pada mahasiswa fakultas ilmu pendidikan setelah masa perkuliahan online. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan psikologi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2020 dan 2021 yang berjumlah 243 orang. Penelitian ini menggambarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan skala konformitas dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat konformitas pada mahasiswa jurusan psikologi fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Surabaya berada dalam kategori sedang. Hal tersebut berarti bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk lebih menyesuaikan diri dengan identitasnya sendiri. Kata Kunci: konformitas, mahasiswa, pembelajaran jarak jauh Abstract The Covid-19 pandemic has had various impacts, including in the education sector. One of these impacts is the implementation of teaching and learning activities remotely or online class. Distance learning activities or online do not only occur at the basic education level, but are also carried out at the university level. This study aims to determine the level of conformity that occurs in students of the faculty of education after the online lecture period. The method in this study uses a quantitative approach. The subjects in this study were students majoring in psychology at the State University of Surabaya batch 2020 and 2021, totaling 243 people. This study describes the data collected using a conformity scale and analyzed descriptively. The results of this study indicate that the level of conformity of students majoring in psychology, faculty of education, State University of Surabaya is in the middle category. This means that students have the opportunity to better adapt to their own identity. Keywords: conformity, student, college, online
PENGARUH PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN TERHADAP STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA Gigih Angolah Pakerti; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.47866

Abstract

Abstrak Pandemi yang melanda seluruh dunia mengakibatkan lumpuhnya banyak kegiatan, salah satunya kegiatan belajar mengajar. Guna mengurangi resiko penyebaran Covid-19, kegiatan belajar mengajar berubah menjadi dalam jaringan (daring). Proses pembelajaran daring yang berlangsung memunculkan kendala serta tuntutan yang dapat membuat mahasiswa mengalami stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara pembelajaran daring terhadap stres akademik pada mahasiswa. Penelitian dilakukan pada 348 mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Ilmu Pendidikan. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah adaptasi dari Perceived Academic Stress Scale (PAS) dan Perception of Students towards Online Learning (POSTOL). Teknik analisis data yang digunakan merupakan analisis regresi linier sederhana yang dipilih untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring terhadap stres akademik. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran dalam jaringan berpengaruh negatif signifikan terhadap stres akademik pada mahasiswa. Analisis korelasi product moment dilakukan untuk melihat hubungan antara kedua variabel dengan hasil koefisien korelasi sebesar -0.181. Hasil menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut masuk dalam kategori hubungan lemah dan memiliki arah hubungan yang negatif. Persepsi positif mahasiswa terhadap pembelajaran daring mampu menurunkan stres akademik. Manfaat yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah memberi informasi terkait stres akademik pada mahasiswa yang sedang mengikuti pembelajaran daring dan dapat digunakan sebagai referensi pada penelitian dengan variabel serupa. Kata Kunci: Pembelajaran daring, stres akademik, mahasiswa Abstract The pandemic that hit the whole world resulted in the paralysis of many activities, one of which was teaching and learning activities. In order to reduce the risk of the spread of Covid-19, teaching and learning activities have changed to online. The online learning process that takes place creates obstacles and demands that can make students experience academic stress. This study aims to determine whether there is an influence between online learning on academic stress in students. The research was conducted on 348 students of the 2021 class of the Faculty of Education. The measuring instrument used in this research is the adaptation of the Perceived Academic Stress Scale (PAS) and the Perception of Students towards Online Learning (POSTOL). The data analysis technique used is simple linear regression analysis which was chosen to determine the effect of online learning on academic stress. The results show that online learning has a significant negative effect on academic stress in students. Product moment correlation analysis was conducted to see the relationship between the two variables with a correlation coefficient of -0.181. The results show that the relationship between the two variables is in the category of weak relationship and has a negative relationship direction. Student's positive perception of online learning can reduce academic stress. The benefit that can be given from this research is to provide information related to academic stress on students who are taking online learning and can be used as a reference in research with similar variables. Keywords: Online learning, academic stress, student
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENYELESAIKAN SKRIPSI Noval Achmad; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.48071

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan sosial media terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi di Fakultas X Universitas Y. Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 243 mahasiswa Fakultas X Universitas Y. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala intensitas penggunaan media sosial yang mengacu pada aspek milik Ajzen, (2005) dan skala prokrastinasi akademik yang mengacu pada aspek milik Mustakim (2015) dengan menggunakan jenis skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 25,00 for windows. Berdasarkan uji korelasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebesar sebesar 0,000 dimana nilai tersebut kurang dari 0,05 (p<0,05). Sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat pengaruh antara intensitas penggunaan sosial media terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Berdasarkan uji korelasi yang telah dilakukan juga memnujukan koefisien korelasi adalah sebesar 0,590 dimana nilai tersebit jika dilihat pada kriteria koefisien korelasi menunjukan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang cukup kuat. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi pula tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa, begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat intesitas penggunaan media sosial maka semakin rendah pula tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Selain itu berdasarkan uji korelasi yang telah dilakukan tidak terdapat tanda negatif yang mana dapat diarikan bahwa hubungan antar variabel dalam penelitian ini merupakan hubungan yang positif. Kata Kunci: Intensitas, Media Sosial, Prokrastinasi akademik, Skripsi. Abstract This study aims to determine the effect of the intensity of the use of social media on the academic procrastination of students who are completing their thesis at Faculty X, University of Y. The approach used by the author in this study is a quantitative approach. The subjects of this study were 243 students of Faculty X, University of Y. The sample in this study was selected using accidental sampling technique. The data collection technique uses an intensity scale of social media use which refers to Ajzen's, (2005) and academic procrastination scale which refers to Mustakim's (2015) using a Likert scale. The data analysis technique used in this study is a simple linear regression test using the SPSS 25.00 for windows application. Based on the correlation test that has been carried out, the results obtained are 0.000 where the value is less than 0.05 (p <0.05). So it can be stated that the hypothesis in this study is accepted, namely that there is an influence between the intensity of the use of social media on the academic procrastination of students who are completing their thesis. Based on the correlation test that has been carried out, it also shows that the correlation coefficient is 0.590 where the value if seen from the correlation coefficient criteria shows that the two variables have a fairly strong relationship. Based on this, it can be said that the higher the intensity of the use of social media, the higher the level of academic procrastination in students, and vice versa, the lower the level of intensity of the use of social media, the lower the level of academic procrastination in students. In addition, based on the correlation test that has been carried out there is no negative sign which can be interpreted that the relationship between variables in this study is a positive relationship. Keywords: Intensity, Social Media, Academic Procrastination, Thesis.
HUBUNGAN ANTARA SELF-CONTROL DENGAN ACADEMIC DISHONESTY PADA JURUSAN X DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Sintia Rofiantika Putri; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i8.50089

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self-Control dengan Academic Dishonesty pada mahasiswa jurusan X di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Sampel penelitian ini ialah 283 partisipan dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh nonprobability sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk Academic Dishonesty dengan menggunakan skala Academic Dishonesty (ADS) dan skala Self-Control dengan menggunakan skala yang diadaptasi dari The Brief Self-Control (BSCS). Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Self-Control dengan Academic Dishonesty ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0.000 dan nilai koefisien dari korelasi pearson product moment sebesar -0.296. Nilai korelasi ini menunjukkan kedua variabel memiliki tingkat keeratan yang lemah, hal ini dikarenakan terdapat faktor lain yang memiliki pengaruh yakni faktor eksternal terkait usia, gender dan budaya serta faktor internal terkait norma subjektif. Penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengetahui kondisi mahasiswa terkait kecurangan akademik, faktor penyebab dan bagaimana baiknya untuk mengatasi hal tersebut. Kata Kunci: Self-Control, Academic Dishonesty, mahasiswa Abstract This study aims to determine the relationship between self-control and Academic Dishonesty among students majoring in X at the State University of Surabaya. This study uses quantitative research methods using a correlational design. The sample of this research was 283 participants with sampling technique using saturated non-probability sampling technique. Collecting data using a questionnaire for Academic Dishonesty using the Academic Dishonesty scale (ADS) and the self-control scale using a scale adapted from The Brief Self-Control (BSCS). The data analysis technique uses product moment correlation. The results showed that there was a significant relationship between self-control and Academic Dishonesty, indicated by a significance value of 0.000 and the coefficient value of the Pearson product moment correlation of -0.296. This correlation value shows that the two variables have a weak level of closeness, this is because there are other factors that have an influence, namely external factors related to age, gender and culture as well as internal factors related to subjective norms. This study can be useful to find out the condition of students related to academic dishonesty, the causative factors and how to overcome them. Keywords: Self-Control, Academic Dishonesty, college students
Gambaran Ketergantungan Emosional pada Dewasa Awal yang Melakukan Konseling Online Baiq Husnul Khotimah; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53984

Abstract

Ketergantungan emosional ditandai dengan kebutuhan untuk menjalin hubungan agar mencapai kestabilan emosi. Langkah yang dapat dilakukan untuk membantu individu dengan masalah emosional agar dapat mencapai kestabilan emosional dan berperilaku adaptif adalah dengan konseling online. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran ketergantungan emosional dewasa awal yang melakukan konseling online serta faktor penyebab ketergantungan emosional pada individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus yang melibatkan tiga individu dewasa awal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dan observasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis tematik. Untuk menunjang keabsahan data dilakukan dengan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan emosional merupakan dampak dari proses panjang atas pengalaman hidup yang dialami oleh individu. Ketergantungan emosional termanifestasi melalui dinamika kepribadian dan proses perkembangan emosi individu yang disebabkan oleh faktor eksternal berupa pola asuh serta faktor internal berupa self esteem dan regulasi emosi. Penelitian ini dikaji untuk memberikan pemahaman terkait ketergantungan emosional yang masih sangat minim dibahas. Ketergantungan emosional seorang individu dapat termanifestasi melalui berbagai objek di mana salah satunya adalah konseling online.
Gambaran Compliance pada Masyarakat Daerah Magetan yang Menjalankan Tradisi Ater-Ater Gawan Weny Rokhayatun Nisa; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53985

Abstract

Tradisi ater-ater gawan merupakan sebuah tradisi pada hari raya Idul Fitri yang masih dilaksanakan oleh masyarakat daerah Magetan. Tradisi ini berasal dari tradisi megengan yang telah mengalami perubahan. Tujuan dari penelitian untuk meneliti tentang gambaran compliance pada masyarakat Magetan yang masih menjalankan tradisi ini. Metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi dipilih sebagai metode yang digunakan dalam penelitian ini. Lima perempuan menjadi subyek penelitian dipilih dengan kriteria yang sesuai dengan tradisi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode analisis fenomenologi interpretatif. Uji keabsahan data menggunakan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan tradisi telah mengalami pergeseran dari makna agama menjadi lebih didominasi oleh unsur budaya. Pergeseran ini berpengaruh pada gambaran compliance yang didominasi tiga prinsip utama yaitu social proof, reciprocity, dan friendship and liking, sehingga masyarakat memutuskan untuk konsisten menjalankan tradisi ini. Untuk penelitian di masa depan disarankan agar berfokus pada gender dan generasi yang berbeda, sehingga dapat ditemukan perspektif baru tentang compliance pada tradisi ini.
Gambaran Altruisme Pada Relawan Kesehatan Mental Berlatar Belakang Non-Psikologi Masela Fauziyatur Rifda; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53986

Abstract

Relawan kesehatan mental yang memiliki latar pendidikan non-psikologi memiliki altruisme yang cenderung muncul dibandingkan pada relawan berlatar belakang psikologi, maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran altruisme pada relawan kesehatan mental yang berlatar belakang pendidikan non-psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini yaitu tiga orang relawan berlatar non-psikologi yang telah lama mengabdi tiga hingga empat tahun. Peneliti menggunakan instrumen wawancara serta observasi untuk pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran altruisme yang tampak pada ketiga partisipan adalah adanya empati dan meyakini adanya keadilan di dunia. Pada peneilitian ini juga teridentifikasi juga bahwa altruisme ketiga partisipan merupakan hasil dari pengalaman masa lalu yang di dukung oleh faktor motivasi pribadi dan dukungan lingkungan sosial dari pihak keluarga, sehingga membuat ketiga partisipan memiliki altruisme dan rela mengorbankan waktu belajar dan bekerja untuk kegiatan relawan kesehatan mental.