Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Optimasi Formula dan Teknik Pembuatan Sampo Susu Sapi Segar Menggunakan Kombinasi Surfactant d an Co- Surfactant Emmawati, Tika; Sidharta, Bambang
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.171 KB)

Abstract

Sampo yang baik dapat membersihkan dan memiliki emulsi minyak dalam air yang stabil. Variasi konsentrasi kombinasi surfactant dan co-surfactant, serta variasi penggunaan pelarut selama proses pengembangan dibutuhkan untuk mencari kombinasi yang paling ideal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula dan teknik pembuatan sampo susu sapi segar yang optimum. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian factorial design. Seluruh rancangan formula (F1-F9) yang menjadi sampel dalam penelitian ini, dibuat dengan konsentrasi kombinasi surfactant (sodium lauryl sulphate) dan co-surfactant (cocamide diethanolamide) yang bervariasi. Sampo dibuat dengan menggunakan pelarut yang berbeda yaitu metode A (aquades) dan B (aquades dan NaCl). Setiap metode diaplikasikan untuk membuat sembilan formula (F1-F9). Replikasi sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Pengamatan terhadap kualitas dan akseptabilitas sampo dilakukan selama 60 hari. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter sampo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi tahap satu terhadap stabilitas fisik dan pH sampo menghasilkan formula sampo 3B sebagai formula dan teknik pembuatan yang optimum. Emulsi formula 3B paling stabil diantara seluruh formula, dengan nilai pH 6,2. Formula sampo 3B memiliki kemampuan mendispersikan kotoran ke dalam air dan kemampuan membersihkan 44,7 %. Busa yang dihasilkan memiliki tekstur lembut. Formula sampo 3B memiliki kandungan protein 0,4 %, nilai viskositas 670 Cp, dan tidak mengandung jamur serta bakteri patogen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula 3B merupakan formula optimum sampo susu sapi segar, yang menggunakan kombinasi surfactant 30 % dan co-surfactant 1 %, yang dibuat dengan teknik pembuatan menggunakan metode B dengan pelarut berupa larutan NaCl. Kata kunci: Co-surfactant, Kualitas sampo, Sampo susu sapi segar, Surfactant, Teknik pembuatan.
IDENTIFIKASI PROBLEMA OBAT DALAM PHARMACEUTICAL CARE Yulistiani, .; Suharjono, .; Hasmono, Didik; Khotib, Junaidi; Sumarno, .; Rahmadi, Mahardian; Sidharta, Bambang
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pharmaceutical care is a colaborative process which goal is to prevent, identify, and solve the  drug problem. Pharmacists is the one who responsible to pharmaceutical care, to assure the safety and effectiveness of drug use. This works was aimed to identify and analyze drug problems happened during pharmaceutical care. Data was collected from Dr.  Syaiful Anwar Hospital Malang, from 1 Januari until 31 August 2006. This was a prospective study (n=138) with descriptive analysis. From the results it can be concluded that drug problems happened during pharmaceutical care in Dr. Syaiful Anwar Hospital Malang consist of: Drug Adverse Reaction (non-elergy side effect 15.22% and toxic effect 3.62%), error in drug choice (untreated indication 18.12%, unappropriate drug to indication 11.59%, unclear drug use 4.35%, unappropriate drug duplication 1.45%), contraindication 0.72%, dosing problem (overtherapy dose 22.46%, overlength therapy 2.90%, subtherapy dose 0.72%), drug interaction (potential interaction 138 cases, manifested interaction 8 cases), and others (patient uncontentment 10.14% and patient unproper care about his/her own disease/therapy 4.35%). ABSTRAKPharmaceutical care merupakan proses kolaboratif yang bertujuan untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan problema obat. Dalam pelaksanaan, pharmaceutical care merupakan tanggung jawab profesional farmasis untuk menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa problema obat yang terjadi dalam pharmaceutical care. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Syaiful Anwar Malang periode 1 Januari s/d 31 Agustus 2006, merupakan penelitian observasional-data prospektif (n=138) dengan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa macam problema obat yang terjadi meliputi : Reaksi obat yang tidak dikehendaki terdiri dari: efek samping non alergi (15,22%), efek toksik (3,62%); pemilihan obat terdiri dari: obat tidak diresepkan tetapi indikasi jelas (18,12%), obat tidak sesuai indikasi (11,59%), indikasi penggunaan obat tidak jelas (4,35%),duplikasi obat tidak sesuai (1,45%), Kontraindikasi (0,72%); pemberian dosis terdiri dari: dosis terlalu tinggi (22,46%), durasi terapi terlalu panjang (2,90%), dosis terlalu rendah (0,72%); interaksi obat terdiri dari: interaksi potensial 138 kejadian (n=138), manifestasi interaksi (8 kasus); dan problema lain (ketidakpuasan pasien terhadap terapi yang diberikan (10,14%) dan kurangnya perhatian/kesadaran pasien terhadap kondisi/ penyakitnya (4,35%).
IDENTIFIKASI PROBLEMA OBAT DALAM PHARMACEUTICAL CARE Yulistiani, .; Suharjono, .; Hasmono, Didik; Khotib, Junaidi; Sumarno, .; Rahmadi, Mahardian; Sidharta, Bambang
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i1.1

Abstract

Pharmaceutical care is a colaborative process which goal is to prevent, identify, and solve the  drug problem. Pharmacists is the one who responsible to pharmaceutical care, to assure the safety and effectiveness of drug use. This works was aimed to identify and analyze drug problems happened during pharmaceutical care. Data was collected from Dr.  Syaiful Anwar Hospital Malang, from 1 Januari until 31 August 2006. This was a prospective study (n=138) with descriptive analysis. From the results it can be concluded that drug problems happened during pharmaceutical care in Dr. Syaiful Anwar Hospital Malang consist of: Drug Adverse Reaction (non-elergy side effect 15.22% and toxic effect 3.62%), error in drug choice (untreated indication 18.12%, unappropriate drug to indication 11.59%, unclear drug use 4.35%, unappropriate drug duplication 1.45%), contraindication 0.72%, dosing problem (overtherapy dose 22.46%, overlength therapy 2.90%, subtherapy dose 0.72%), drug interaction (potential interaction 138 cases, manifested interaction 8 cases), and others (patient uncontentment 10.14% and patient unproper care about his/her own disease/therapy 4.35%). ABSTRAKPharmaceutical care merupakan proses kolaboratif yang bertujuan untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan problema obat. Dalam pelaksanaan, pharmaceutical care merupakan tanggung jawab profesional farmasis untuk menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa problema obat yang terjadi dalam pharmaceutical care. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Syaiful Anwar Malang periode 1 Januari s/d 31 Agustus 2006, merupakan penelitian observasional-data prospektif (n=138) dengan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa macam problema obat yang terjadi meliputi : Reaksi obat yang tidak dikehendaki terdiri dari: efek samping non alergi (15,22%), efek toksik (3,62%); pemilihan obat terdiri dari: obat tidak diresepkan tetapi indikasi jelas (18,12%), obat tidak sesuai indikasi (11,59%), indikasi penggunaan obat tidak jelas (4,35%),duplikasi obat tidak sesuai (1,45%), Kontraindikasi (0,72%); pemberian dosis terdiri dari: dosis terlalu tinggi (22,46%), durasi terapi terlalu panjang (2,90%), dosis terlalu rendah (0,72%); interaksi obat terdiri dari: interaksi potensial 138 kejadian (n=138), manifestasi interaksi (8 kasus); dan problema lain (ketidakpuasan pasien terhadap terapi yang diberikan (10,14%) dan kurangnya perhatian/kesadaran pasien terhadap kondisi/ penyakitnya (4,35%).
Paparan Morfin Dosis Letal pada Bangkai Tikus terhadap Pertumbuhan Larva Sarcophaga Sp. I, Dicky Faizal; B, Aswin Djoko; Sidharta, Bambang
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.843 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.9

Abstract

Dalam mengidentifikasi jenazah yang tidak terdeteksi, peran post mortem interval (PMI) sangat penting untuk memperkirakan waktu kematian dengan menentukan umur larva lalat yang terdapat pada jenazah. Umur larva lalat sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, makanan, kelembapan, intensitas cahaya, dan kontaminan. Kontaminan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan larva lalat adalah narkotika. Keberadaan bahan narkotika mampu mengacaukan estimasi waktu kematian hingga 29 jam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan media dua bangkai tikus tanpa paparan morfin dan dengan paparan morfin dosis letal. Kedua media tumbuh ini dimasukkan kandang dengan lalat Sarcophaga Sp. Dilakukan pengamatan setiap 24 jam mulai dari larva lalat stadium satu sampai lalat dewasa. Dari setiap media tumbuh diambil lima larva secara acak setiap hari, direndam dalam air panas sampai mati. Selama penelitian dilakukan penentuan stadium larva berdasarkan panjangnya dan jumlah slit pada posterior spirakelnya. Hasil menunjukkan pada media tumbuh yang dipapar morfin dosis letal menunjukkan hasil pertumbuhan larva baik panjang maupun berat lebih tinggi secara signifikan dibandingkan pertumbuhan larva pada media tumbuh yang tidak dipapar morfin dosis letal dengan durasi pencapaian stadium lebih cepat. Perbedaan panjang larva dan durasi pencapaian stadium mulai tampak setelah larva stadium satu. Kata Kunci: Entomologi forensik, morfin dosis letal, Sarcophaga Sp.
Tingkat Pendidikan Ibu dan Penggunaan Oralit dan Zinc pada Penanganan Pertama Kasus Diare Anak Usia 1-5 Tahun: Sebuah Studi di Puskesmas Janti Malang Illahi, Ratna Kurnia; P., Fitra Firnanda; Sidharta, Bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea was a condition when a person experienced disturbing bowel movement and soft or liquid stool consistency, three times or more in a day. To this day, diarrhea is one of the major public health problems in developing countries including Indonesia. Mother’s level of education, amongst other things, is likely influencing the treatment choice for children’s diarrhea. The purpose of this study was to determined the influenced of mother’s level of education on the use of oralit (oral rehydration therapy) and zinc in treating diarrhea experienced by children aged 1-5 years old. The sampling technique used was purposive sampling with 100 respondents. The result of the study from chi square analysis gave the p value of 0.528 (p > 0,05), and coefficient correlation of 0.176 (very low). Thus, it can be concluded that the mother’s level of education had no influence on the used of oralit and zinc for the first treatment of diarrhea amongst children aged 1-5 years old.
PROFIL KUALITAS PELAYANAN RESEP OLEH APOTEKER DI BEBERAPA sulistya, yoga angga; pramestutie, hananditia rachma; sidharta, bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan resep adalah pelayanan terhadap permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih apotek mana yang digunakan sebagai tempat penelitian dan teknik simple random sampling untuk menentukan sampel pasien. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang menggunakan standar SERVQUAL. Apotek yang sesuai dengan kriteria penelitian sebanyak 8 apotek, namun data yang diperoleh pada penelitian ini hanya berasal dari 7 apotek, karena pada 1 apotek tidak mendapatkan data (gugur). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang menebus resep di apotek memiliki harapan tinggi terhadap layanan yang diberikan dengan rata-rata penilaian sebesar 6,55 namun kenyataan yang dirasakan tidak mampu memenuhi harapan pasien dengan rata-rata penilaian sebesar 5,76. Nilai secara keseluruhan kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker tergolong rendah dengan nilai sebesar -0,79. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik
Tingkat Pendidikan Ibu dan Penggunaan Oralit dan Zinc pada Penanganan Pertama Kasus Diare Anak Usia 1-5 Tahun: Sebuah Studi di Puskesmas Janti Malang Illahi, Ratna Kurnia; P., Fitra Firnanda; Sidharta, Bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea was a condition when a person experienced disturbing bowel movement and soft or liquid stool consistency, three times or more in a day. To this day, diarrhea is one of the major public health problems in developing countries including Indonesia. Mother’s level of education, amongst other things, is likely influencing the treatment choice for children’s diarrhea. The purpose of this study was to determined the influenced of mother’s level of education on the use of oralit (oral rehydration therapy) and zinc in treating diarrhea experienced by children aged 1-5 years old. The sampling technique used was purposive sampling with 100 respondents. The result of the study from chi square analysis gave the p value of 0.528 (p > 0,05), and coefficient correlation of 0.176 (very low). Thus, it can be concluded that the mother’s level of education had no influence on the used of oralit and zinc for the first treatment of diarrhea amongst children aged 1-5 years old.
PROFIL KUALITAS PELAYANAN RESEP OLEH APOTEKER DI BEBERAPA sulistya, yoga angga; pramestutie, hananditia rachma; sidharta, bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan resep adalah pelayanan terhadap permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih apotek mana yang digunakan sebagai tempat penelitian dan teknik simple random sampling untuk menentukan sampel pasien. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang menggunakan standar SERVQUAL. Apotek yang sesuai dengan kriteria penelitian sebanyak 8 apotek, namun data yang diperoleh pada penelitian ini hanya berasal dari 7 apotek, karena pada 1 apotek tidak mendapatkan data (gugur). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang menebus resep di apotek memiliki harapan tinggi terhadap layanan yang diberikan dengan rata-rata penilaian sebesar 6,55 namun kenyataan yang dirasakan tidak mampu memenuhi harapan pasien dengan rata-rata penilaian sebesar 5,76. Nilai secara keseluruhan kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker tergolong rendah dengan nilai sebesar -0,79. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik