Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UNVEILING THE POTENTIAL OF DIGITAL STORYTELLING IN NARRATIVE WRITING: A QUALITATIVE STUDY AT A VOCATIONAL HIGH SCHOOL Maolida, Elis Homsini; Helmie, Jauhar; Setianingsih, Neng Ajeng Resma
Jurnal JOEPALLT (Journal of English Pedagogy, Linguistics, Literature, and Teaching) Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jj.v13i1.4936

Abstract

Many students perceive writing, especially in English, as a complex and challenging task. Digital Storytelling (DS), which integrates audio, images, video, text, and interactive elements, has emerged as an innovative medium to support students in developing their narrative writing skills. This qualitative study explores the experiences and challenges faced by tenth-grade vocational high school students in West Java, Indonesia, when using DS as a medium for learning narrative writing. The findings reveal that students navigate five key stages: familiarizing themselves with the DS application, crafting their stories with teacher feedback, transferring content to DS, editing, and submitting their narratives. While digital storytelling fosters creativity, supports idea development, and provides students with a novel writing experience, it also presents challenges. These include difficulties in adding text, selecting suitable images, customizing text styles and colours, as well as technical issues related to devices and internet connectivity. The study highlights the importance of teacher preparation and proficiency with DS applications to ensure effective classroom implementation. These insights emphasize the potential of DS to transform narrative writing instruction while addressing its practical challenges.
Canva and Screencast-O-Matic Workshop for Classroom Purpose: A Community Service for Madrasah Ibtidaiyah Teachers Homsini Maolida, Elis; Salsabila, Vina Aini
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): OCTOBER 2021
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.271 KB) | DOI: 10.35870/ajad.v1i2.13

Abstract

The pandemic has brought a lot of changes in education, as an example, distance learning has been used to facilitate young learners to learn and at the same time protect them from the spread of the Covid 19 virus. Distance learning has required teachers to be more creative in teaching so the learners can comprehend the teachers’ explanations. Workshop Canva and Screencast-O-Matic were conducted as a community service to help teachers provide more creative and interactive teaching using digital applications as learning media. It involved Madrasah Ibtidaiyah teachers in Bandung Barat. In presenting the community service process and result, descriptive qualitative was used to look at the process and interpret the result. As a result of workshop, the teachers were able to design teaching presentation by using Canva and make teaching recording. The teachers also admitted that the workshop helped them improve their digital literacy and their teaching creativity.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN PENERAPAN TEKNIK BERMAIN, BERNYANYI, DAN BERCERITA DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS Maolida, Elis Homsini; Ginanjar Anjaniputra, Agung
JE (Journal of Empowerment) Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v1i2.237

Abstract

ABSTRAKPengajaran bahasa Inggris pada anak-anak tidak bisa disamakan dengan ketika mengajar peserta didik dewasa. Dalam merealisasikannya, prinsip-prinsip dan teknik-teknik mengajar bahasa Inggris pada anak-anak perlu dikuasai oleh guru. Sayangnya, keterbatasan tenaga pengajar dengan kualifikasi dan latar belakang pendidikan bahasa Inggris di Sekolah Dasar menjadi salah satu kendala yang nyata. Didorong hal tersebut, dosen-dosen di jurusan bahasa Inggris FKIP Universitas Suryakancana melakukan pengabdian pada masyarakat melalui pengadaan workshop mengenai prinsip dan teknik mengajar bahasa Inggris pada anak bagi para guru bahasa Inggris di Kecamatan Cugenang. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan kuesioner terhadap 30 guru peserta workshop, tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama workshop yang digelar terutama untuk memperkenalkan prinsip dan teknik mengajar bahasa Inggris pada anak-anak, dan untuk mengetahui respon guru terhadap pelaksanaan kegitan workshop dan pelatihan tersebut. Hasilnya, teknik mengajar bahasa Inggris dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pemanfaatan kartu bergambar, permainan, lagu dan cerita. Selain itu, guru-guru merespon sangat baik terhadap acara tersebut yang dapat dilihat dari partisipasi guru di setiap aktivitas dan keinginan untuk mengikuti kegiatan serupa secara berkelanjutan. ABSTRACTTeaching English to Young Learners (TEYL) is different from teaching adults. In realizing it, principles and techniques of TEYL are necessary to be mastered by teachers. Unfortunately, inadequacy of elementary school teachers having a teaching qualification and a background of english education in the schools has been a real impediment. Accordingly, the lecturers in English department FKIP Suryakancana University conducted a community service through a workshop on Principles and Techniques of Teaching English to Young Learners for English teachers who teach at elementary schools in Kecamatan Cugenang.  Employing a qualitative descriptive approach through observations and questionnaire for 30 teachers involved in the workshop, this paper aims to portray activities carried out during a workshop held specifically for introducing the principles and techniques of TEYL and to investigate the teachers’ responses to the implementation of the workshop. The result showed that techniques of teaching English in the event were carried out by making use of flashcards, games, songs, and stories. Besides, the teachers responded positively, which could be seen from their participation in each activity and their willingness to continually get involved in the similar event.   
MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA SEJAK DINI MELALUI PENGENALAN KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH DASAR Maolida, Elis Homsini; Salsabila, Vina Aini; Aprillia, Terry
JE (Journal of Empowerment) Vol 3, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v3i1.2411

Abstract

ABSTRAK Kewirausahaan menjadi salah satu cara untuk memajukan perekonomian masyarakat. Agar berkembang dengan baik, kewirausahaan perlu dikenalkan sejak dini agar terbentuk jiwa yang siap berkarya, percaya diri, mau terus mencoba dan kreatif. Alasan itulah yang mendorong pengabdian pada masyarakat berupa pengenalan kewirausahaan sejak dini. Dalam pengenalan kewirausahaan tersebut, 55 siswa kelas 6 dari satu sekolah dasar di Cianjur menjadi peserta. Kegiatan ini menerapkan Teknik ceramah/presentasi, kolaborasi melalui kerja kelompok, simulasi dengan bermain peran dan unjuk kebolehan. Kegiatan pengenalan kewirausahaan sejak dini terbagi dalam 6 sesi yaitu sesi pertama mengenalkan pengertian wirausaha dan kewirausahaan, sesi kedua berisi motivasi dengan mengenalkan pengusaha pengusaha cilik yang sukses di usia sangat muda, sesi tiga sharing wirausaha dari salah satu mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sukses berwirausaha, sesi empat berisi tentang penggalian kreativitas anak, sesi lima belajar menjadi percaya diri untuk memasarkan produk, sesi enam diisi dengan unjuk kebolehan anak anak dalam kelompok untuk menggali ide kreatif dalam mengembangkan produk dan memasarkan produk. Hasil unjuk kebolehan memperlihatkan bahwa pengenalan kewirausahaan membantu anak anak untuk mengasah kreativitas dan mendorong rasa percaya diri. Selain itu, observasi dan wawancara juga memperlihatkan bahwa anak-anak memberi respon yang positif terhadap kegiatan pengenalan kewirausahaan dan sebagian besar menyampaikan ketertarikan dan keinginan untuk berwirausaha.ABSTRACTEntrepreneurship is one of strategies to improve our economy. In supporting this, entrepreneurship should be introduced earlier to create characters of entrepreneur, confidence, persistence and creative.  This leads us to community service by introducing entrepreneurship to young learners. In this activity, 55 students of 6th graders from an elementary school in Cianjur were involved. This community service implemented lecturing/presentation technique, collaboration through group work, simulation through roleplaying and participants’ performance. Six sessions were conducted including introducing young learners to the terms ‘entrepreneur’ and ‘entrepreneurship’, motivating young learners by introducing several successful young entrepreneurs, sharing from two Kuliah Kerja Nyata (KKN) participants with successful entrepreneur experience, developing young learners’ creativity, developing confidence in marketing products, and group work of performing young learners’ ability in developing and marketing product. The result shows that introducing entrepreneurship facilitates young learners in developing creativity and confidence. In addition, observation and interview also reveal that young learners gave positive responses toward this activity and most of them expressed their interest and willingness to be entrepreneurs.  
PELATIHAN CLASSROOM INSTRUCTION UNTUK PEMELAJAR BAHASA INGGRIS USIA DINI DI KALANGAN GURU MI AN-NUR Kurniawati, Nia; Helmie, Jauhar; Maolida, Elis Homsini; Nurviyani, Vina; Salsabila, Vina Aini; Sofarini, Anisa; Saepuloh, Asep
JE (Journal of Empowerment) Vol 3, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v3i2.2688

Abstract

ABSTRAKDalam upaya mewujudkan keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, para guru pemelajar usia dini harus dapat memahami kebutuhan siswa mereka. Mereka harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang perkembangan pembelajar muda pelajaran yang efektif untuk memenuhi kebutuhan siswa. MI An-Nur sebagai salah satu sekolah yang melaksanakan pembelajaran bilingual memerlukan peningkatan kemampuan guru baik bahasa Inggris dan pedagogis. Merujuk pada situasi tersebut, pelatihan bahasa Inggris (classroom instructions) untuk pengajaran para siswa usia dini merupakan sebuah solusi untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris di MI An-Nur. Pelatihan tersebut dilakukan melalui sejumlah kegiatan simulasi pengajaran yang melibatkan 15 orang guru MI An-Nur beserta para dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Suryakancana. Kegiatan pelatihan tersebut meliputi tiga tahapan, yaitu pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Melalui kegiatan pelatihan ini, para guru MI An-Nur memperoleh wawasan dan keterampilan yang lebih baik tentang pengajaran Bahasa Inggris untuk siswa usia dini terutama mengenai classroom instruction. Dengan demikian, diharapkan para guru di MI An-Nur akan mampu melaksanakan pengajaran Bahasa Inggris yang lebih baik bagi para siswa usia dini. Kata kunci: Classroom instruction; pembelajaran bahasa Inggris; pemelajar usia dini; pelatihan ABSTRACTIn supporting the realization of English as a foreign language learning to young learners, early childhood English teachers must be able to understand the needs of their students. They must have a thorough understanding of the development of young learners in effective lessons to meet student needs. MI An-Nur as a school that implements bilingual learning requires an increase in the ability of teachers in both English and pedagogical. Referring to this situation, English language training (classroom instructions) for teaching early childhood students is a solution to improve the competence of English teachers at MI An-Nur. The training was carried out through a number of teaching simulation activities involving 15 MI An-Nur teachers and lecturers of the Suryakancana University English Education Study Program. The training activities cover three stages, namely pre-activity, implementation of activities, and evaluation of activities. Through this training activity, MI An-Nur teachers gain better insight and skills about teaching English to early childhood students, especially regarding classroom instruction. Thus, it is expected that the teachers at MI An-Nur will be able to implement better English teaching for young learner.