Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI PADI DALAM MEMANFAATKAN AIR LIMBAH TAPIOKA UNTUK IRIGASI SAWAH DI DESA POHIJO KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI KHOIROTUL MAZIDA, ISTANADA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masyarakat di desa Pohijo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati beradaptasi dengan cara menggunakan air yang tercemar limbah tapioka untuk digunakan sebagai pengairan sawah. Asal pengairan tanaman padi pada musim kemarau menggunakan air sumur dan air limbah tapioka, sedangkan pada musim penghujan menggunakan air hujan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis 1) Aset penghidupan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah dengan sub fokus modal manusia, modal sosial, modal alamiah, modal finansial dan modal fisik. 2) Strategi penghidupan yang dilakukan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari 1) Data primer yaitu hasil wawancara oleh informan. 2) Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait yang telah dikumpulkan dan telah terdokumentasikan oleh intansi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada informan. Perolehan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling yaitu perolehan sampel dengan cara informan dipilih berdasarkan rekomendasi dari orang ke orang yang tepat untuk dipilih sebagai sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data model Miles and Huberman dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi konsolidasi (consolidation strategy) yaitu petani yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan atau mempunyai pekerjaan sampingan non pertanian namun dikelola oleh dirinya sendiri. Kelompok petani yang termasuk dalam strategi ini mampu memenuhi kebutuhan tersier maupun sekunder. 2) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi akumulasi (accumulation strategy) yaitu petani yang memiliki pekerjaan sampingan atau memiliki pekerjaan selain non pertanian yang sudah mempunyai pegawai yaitu seperti berdagang. Kelompok petani yang masuk dalam strategi ini tidak hanya mengandalkan pendapatan hanya dari satu pekerjaan saja akan tetapi dari beberapa pekerjaan. Kata Kunci: strategi penghidupan, limbah tapioka, petani padi
EVALUASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 PROBOLINGGO TAHUN PELAJARAN 2019-2020 LESTARI, KHARISMA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUpaya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional Pasal 12 ayat (1) yang menyatakan bahwa : ?Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikanberhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuannya?. Butir (f) dinyatakan?Peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak menyelesaikan pendidikan sesuai kecepatan belajarmasing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang diperlukan?. Tujuan penelitian iniuntuk mendeskripsikan pengelolaan dan pelaksanaan pembelajaran geografi berbasis Sistem KreditSemester (SKS) kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Probolinggo Tahun Pelajaran 2019-2020.Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian evaluasi, penelitian yang terfokus pada modelCIPP (Context evaluation, Input evaluation, Proces Evaluation dan Product evaluation). Pendekatanyang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskripif. Teknikanalisis data yang dilakukan dalam penelitian evaluasi terkait dengan pengelolaan dan pelaksanaanpembelajaran menggunakan instrumen yang berbentuk ratingscale.Hasil penelitian yang dilakukan dapat mengetahui evaluasi pengelolaan dan pelaksanaanpembelajaran geografi berbasis Sistem Kredit Semester (SKS) di kelas XI IPS dengan peserta didikkategori cepat, normal dan lambat. Berdasarkan penilaian evaluasi yang dilakukan oleh peserta didikdengan kategori cepat, pada aspek model dan metode pembelajaran yang disampaikan mendapat nilai 66,efektifitas pembelajaran mendapatkan nilai 74 dan pada aspek kreativitas guru geografi mendapatkannilai 74. Penilaian evaluasi yang dilaksanakan peserta didik kategori normal dan lambat pada semuaaspek yang diamati rata-rata mendapat nilai 80. Perlu adanya pembaruan dan perbaikan kebijakan yangberlaku tentang pembelajaran berbasis Sistem Kredit Semester (SKS) untuk pendidikan dasar danmenengah.Kata Kunci: Evaluasi, Pembelajaran, Geografi, Sistem Kredit Semester (SKS)
PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA PROSES PEMBENTUKAN STALAKMITE STALAKTITE PADA MATA KULIAH GEOMORFOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AKBAR KURNIAWAN, MUHAMMAD; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak :Permasalahan dalam perkuliahan di jurusan pendidikan geografi salah satunya adalah kurangnya inovasi dalampenerapan media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran pada materi goa karst selama ini kurang inovatif karenadosen terbatas pada penggunaan media powerpoint dan disertai dengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui 1) Pengembangan Media Diorama Pada Mata Kuliah Geomorfologi Jurusan Pendidikan GeografiUniversitas Negeri Surabaya yang layak. 2) Respon mahasiswa terhadap Media Diorama Pada Mata KuliahGeomorfologi Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan Four-D atau R&D (Researchand Development) oleh Thiagarajan dkk yang terdiri dari beberapa tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan(design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Teknik pengumpulan data dengan metode angketrespon mahasiswa yang melibatkan 20 mahasiswa kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatifdengan teknik skor Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Media diorama pada materi goa karst mata kuliah Geomorfologi layakdigunakan karena telah melalui tahap revisi dan validasi oleh ahli media dan ahli materi dengan perolehan 86,5%. 2)Respon mahasiswa sebagai calon pengguna memperoleh persentase sebesar 89,7%. Menurut liker persentase antara80,01-100% maka media tersebut dikategorikan sebagai media yang ?Sangat Layak? dan ?Sangat Menarik?. Mediadiorama materi goa karst mata kuliah geomorfologi layak digunakan pada perkuliahan geomorfologi di Jurusan S1Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya.Kata kunci : Penelitian Pengembangan, Media Diorama, Geomorfologi, Goa Karst
Pemanfaatan Artficial Intelligence Untuk Pembelajaran MGMP Guru IPS di Magetan Murtini, Sri; Perdan Prasetya, Sukma; Sri Utami, Wiwik; Sigit Widodo, Bambang; Rindawati, Rindawati
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.262

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan yang signifikan bagi dunia pendidikan, termasuk dalam penyusunan bahan ajar. Namun, sebagian besar guru IPS khususnya geografi masih belum memahami secara optimal pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara luring di Kabupaten Magetan dengan melibatkan 25 guru yang tergabung dalam MGMP IPS. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan literasi digital dan pemahaman guru terhadap teknologi AI; (2) memberikan keterampilan praktis dalam pemanfaatan perangkat dan platform berbasis AI untuk menyusun buku teks; dan (3) menghasilkan buku teks geografi yang inovatif, relevan, dan kontekstual. Melalui pendekatan pelatihan langsung, peserta dibimbing dalam mengakses, mengevaluasi, dan mengintegrasikan berbagai perangkat AI ke dalam proses pengembangan buku teks. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru IPS secara signifikan. Secara keseluruhan, integrasi teknologi AI dalam pembelajaran geografi tidak hanya memfasilitasi proses belajar mengajar yang lebih efisien, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan profesi guru berbasis teknologi yang dapat direplikasi di daerah lain.
PENGEMBANGAN URBAN FARMING SEBAGAI PEMANFAATAN LAHAN TERBATAS MELALUI BUDIDAYA IKAN LELE TEKNOLOGI BIOFLOK DI RT 04 RW 05 KELURAHAN PAKIS KECAMATAN SAWAHAN KOTA SURABAYA Prabawati, Indah; W. Pradana, Galih; Sigit Widodo, Bambang; Turhan Yani, Muhammad; Yovanka, Christina; Fahriana Sahira, Delia
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v9i1.16078

Abstract

Guncangan pandemi Covid-19 berdampak pada distribusi pendapatan serta pengeluaran rumah tangga,warga keluarahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya menjadi salah satu yang terdampak. Salah satucara untuk mengatasi permasalahan ekonomi warga Kelurahan Pakis dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah dengan menerapkan urban farming melalui budidaya ikan lele. Budidaya ikan lele sangat cocokditerapkan di Kelurahan Pakis mengingat terbatasnya lahan yang tersedia. Sampai dengan saat ini sudahterdapat beberapa warga dan komunitas warga yang telah melaksanakan budidaya ikan lele di KelurahanPakis. Namun karena Pandemi Covid-19 banyak warga yang merasa kesulitan khususnya dalam haloperasional (kesulitan dalam mencari pakan), sehingga dari total 15 pemilik kolam ikan lele yang ada,sekarang berkurang menjadi hanya 5 pemilik kolam ikan lele saja, oleh karena itu Tim Pengabdian kepadaMasyarakat ingin menyelenggarakan pengembangan urban farming budidaya ikan lele teknologi bioflokkepada warga di Kelurahan Pakis. Kegiatan penerapan sistem bioflok dalam budidaya ikan lele secaraorganik diharapkan mampu mengatasi permasalahan kesulitan pakan lele serta menambah pendapatansehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19. Metode yang digunakan untukpelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah metode pemberdayaan masyarakatpartisipatif dengan model Participatory Rural Apraissal.
Actualization of Democratic Values as Resolution of Interreligious Conflict in the Village Silkania Swarizona; Mohammad Darry Abbiyyu; Bambang Sigit widodo; Ahmad Nizar Hilmi; Iman Pasu Marganda; Agung Stiawan
Proceedings of Sunan Ampel International Conference of Political and Social Sciences Vol. 1 (2023): Proceedings of the SAICoPSS
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/saicopss.2023.1..224-237

Abstract

Studies regarding the actualization of democratic values ​​at the village level are generally a factor in the emergence of horizontal conflicts that occur in village communities. However, this article explains that the actualization of democratic values ​​actually led to conflict resolution involving fellow religious believers in Watutulis Village, Prambon District, Sidoarjo Regency. The data findings show that learning, understanding and implementing democratic values ​​has an impact on the importance of living with differences and provides space for freedom for every religious adherent to carry out their worship. To obtain in-depth data, research was carried out by interviewing religious leaders involved in the conflict, village officials, then observing religious activities, and collecting documents from related parties. In efforts to carry out conflict resolution, all parties agree on a dialogue process which then agrees on the values ​​of democracy, namely respect for the freedom of individuals or groups to express their beliefs, equal status before the law and community participation in the context of village development. The argument of this article is that the implementation of democratic values ​​at the village level can work and actually become the foundation for the development of a modern democratic society. Understanding democratic values ​​such as respect for human rights actually makes efforts to resolve horizontal conflicts between religious communities in the village.
Penguatan Jati Diri Bangsa Melalui Moderasi Beragama sebagai Wujud Keberagaman yang Harmonis di Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba; Bambang Sigit Widodo; Siti Makrufah; Silkania Swarizona
Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober: Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inber.v3i4.1144

Abstract

Indonesia, as a pluralistic nation, faces significant challenges in maintaining social harmony amidst increasing globalization and cultural disruption. One strategy to strengthen the nation's ideological resilience is through religious moderation based on the values ​​of Pancasila and multiculturalism. This Community Service (PKM) activity was carried out in Widodaren Village, Gerih District, Ngawi Regency, with the aim of fostering tolerance, strengthening national identity, and internalizing the values ​​of religious moderation in community life. The implementation method includes three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage includes Training for Anti-Radicalism and Intolerance Cadre Facilitators (KANIRA), a Religious Moderation Workshop, interfaith mutual cooperation activities, and a Village Diversity Festival. A participatory approach was implemented so that the community is actively involved in the entire activity process. All activities were carried out with a participatory approach so that the community can understand and internalize the values ​​of moderation contextually. The program's implementation has demonstrated the growth of dialogue, interfaith cooperation, and a spirit of togetherness among residents in daily life. The positive response from the community and village officials demonstrates that a value-based approach to religious moderation can be an effective means of strengthening national identity at the local level.
Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Melalui Implementasi Nilai Asta Cita Berbasis Kearifan Lokal Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi Jawa Timur Bambang Sigit Widodo; Silkania Swarizona; Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba; Jauhar Wahyuni; Dina Rahmawati
Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober: Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inber.v3i4.1145

Abstract

This Community Service Program (PKM) was designed to strengthen national character and identity through the application of Asta Cita values among the residents of Rejuno Village, Karangjati District, Ngawi Regency, East Java. Conducted over two days, the program involved active participation from youth groups, community leaders, and village officials. The activities consisted of the introduction of national and civic values, interactive discussions with local figures, and group reflections aimed at formulating social commitments rooted in the Asta Cita principles. The findings show a notable increase in participants’ understanding and appreciation of the eight core values: patriotism, mutual cooperation, honesty, responsibility, hard work, discipline, tolerance, and social justice. Moreover, local wisdom and traditions—such as martial arts practices and community deliberations—were revitalized as effective tools for embedding these values within daily life. This program highlights that national character building does not solely rely on formal education or governmental initiatives but can also grow organically from community-based cultural practices. By integrating local heritage with national ideals, the PKM successfully promoted a sense of unity, civic awareness, and moral responsibility among the people of Rejuno Village, illustrating how local culture can serve as a strong foundation for fostering national identity and integrity.