Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

DISCOURSE ANALYSIS OF SOCIAL COGNITION ON ELEMENTS OF KNOWLEDGE IN THE NOVEL OF ORDINARY PEOPLE TEUN A. VAN DIJK'S THEORY Filia Dwi Lestari; Hasan Suaedi; Astri Widyaruli Anggraeni
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Indonesian language and literature education program Majapahit Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/matapena.v8i01.3819

Abstract

This research article discusses social cognition discourse in the element of knowledge in Andrea Hirata's novel The Ordinary People. Critical discourse analysis is an effort made to explain a text that occurs in a social phenomenon that is useful to know the interests within it. Social cognition is an important element in the process of forming views in a discourse that occurs within society. Especially in the element of knowledge that discusses factual beliefs shared by groups or cultures, with this the author will express his discourse based on knowledge gained from personal or group experience. This study aims to describe social cognition, especially the element of knowledge in the main character in the novel "Orang-Orang Biasa." The method in this study uses a type of qualitative research by analyzing a text in the novel. The data collection techniques in this study are reading, marking, and recording. The researcher reads the novel "Orang-Orang Biasa" thoroughly to find data, then the researcher marks the sentences and quotes that contain knowledge of social cognition. Furthermore, by recording the data obtained from the novel. In this study, the researcher uses an analysis technique, namely using the distribution method with advanced techniques. The advanced technique in the distribution method used in this study is in the form of changing the form. The results of the analysis indicate that there are elements of social cognition knowledge conveyed by the author through sentences and quotes from the main character in the text of the novel "Orang-Orang Biasa" which consists of three knowledge. The knowledge is (a) the explicit expression of knowledge, (b) implicit knowledge, (c) contextual knowledge.
Peningkatan Literasi Dan Numerasi Melalui Pendampingan Kampus Mengajar 6 Di SDN Tamansari 01 Arayna Azizatul Milla; Astri Widyaruli Anggraeni
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): April: Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v1i2.114

Abstract

This service was carried out because of the Teaching Campus 6 activities. This activity is one of the MBKM (Free Learning Campus Independent) programs. This program aims to increase students' interest in learning and increase student literacy and numeracy. If you pay attention nowadays, students' literacy and numeracy are really decreasing, they can even be said to be less effective. This problem can affect the effectiveness of the learning process, one of which is at SDN Tamansari 01. The method used is to familiarize students with literacy and numeracy during learning. The final result of this activity is getting used to literacy and implementing AKM in order to see abilities and measure student learning outcomes.
Berita Mahasiswa Bunuh Diri: Kajian Kritis Theo Van Leeuwen Ayu Kirani, Dewi Nirwana; Astri Widyaruli Anggraeni; Mohamad Afrizal
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ekslusi dan strategi inklusi dalam berita mahasiswa bunuh diri pada media online detik.com dan kompas.com. Fokus penelitian terletak pada dua aspek utama: 1) strategi ekslusi pada berita tema mahasiswa bunuh diri, dan 2) strategi inklusi pada berita tema mahasiswa bunuh diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis Theo Van Leeuwen. Data penelitian ini adalah frasa atau kalimat yang berhubungan dengan teori Theo Van Leeuwen. Sumber penelitian ini adalah media online detik.com dan kompas.com. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, baca simak, dan pencatatan. Tahapan teknik analisis terdiri dari 3 tahapan yaitu tahapan reduksi, penyajian, dan penyimpulan. Berdasarkan analisis data peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan. (1) Strategi ekslusi yang digunakan adalah pasivasi dan nominalisasi untuk mengeluarkan aktor dalam pemberitaan. Adapun strategi inklusi yang digunakan adalah obektivasi, kategorisasi, determinasi, dan asosiasi untuk menampilkan aktor dalam pemberitaan. (2) Media online detik.com dan kompas.com lebih cenderung menggunakan strategi inklusi dalam pemberitaan mahasiswa bunuh diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian kritis Theo Van Leeuwen
Sinisme dalam Dialog Film Komedi Viska Fitriastuti; Astri Widyaruli Anggraeni; Fitri Amilia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk sinisme yang terdapat dalam dialog film komedi dan menganalisis fungsi sinisme dalam membentuk karakter tokoh dalam film komedi. Fokus pada penelitian ini terletak pada bentuk-bentuk dan fungsi sinisme yang digunakan dalam dialog film, serta bagaimana sinisme tersebut mempengaruhi pembentukan karakter tokoh dalam film Imperfect: Karier, Cinta dan Timbangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan dialog yang secara eksplisit dan implisit mengandung sindiran sinisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinisme dalam dialog film komedi memiliki peran penting tidak hanya sebagai elemen humor, tetapi juga sebagai alat naratif yang kuat untuk membangun karakter. Sinisme dalam film ini muncul dalam bentuk verbal langsung, subtil, dan situasional. Dialog sinis digunakan untuk menciptakan karakter yang kritis dan reflektif, seperti tokoh Rara yang berani menentang tekanan sosial terhadap penampilan fisik. Selain itu, sinisme juga berfungsi membangun konflik internal dan eksternal, menggambarkan kedalaman emosi tokoh, serta menghadirkan humor yang menghibur sekaligus bermakna.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Percakapan Terapeutik Pasien NAPZA: Kajian Pragmatik Klinis Fitriani Dwiyanti Putri; Astri Widyaruli Anggraeni; Fitri Amilia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang muncul dalam percakapan terapeutik antara terapis dan pasien yang mengalami penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengklasifikasikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam percakapan terapeutik antara terapis dan pasien NAPZA terdapat berbagai bentuk tindak tutur, seperti tindak tutur langsung literal, tindak tutur langsung tidak literal, tindak tutur tidak langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Bentuk-bentuk tindak tutur ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan eksklamatif yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif memiliki peran penting dalam memotivasi pasien, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendukung proses pemulihan pasien. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik terapeutik serta memperkaya ilmu pengetahuan di bidang linguistik dan psikologi klinis. Selain itu, temuan ini dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi para terapis, guna mendukung keberhasilan terapi pasien NAPZA.
Kosakata dalam Berita Perampokan: Kajian Wacana Kritis Roger Fowler Isnaini Nur Azizah; Astri Widyaruli Anggraeni; Hasan Suaedi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5348

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan analisis wacana kritis dalam berita online Detik.com berdasarkan teori Roger Fowler. Penelitian ini memakai sumber data yang berasal dari berita perampokan dalam berita online. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan peneliti dengan melihat kosakata berdasarkan teori Roger Fowler dapat ditarik kesimpulan bahwa pada penggunaan kosakata klasifikasi dan kosakata membatasi pandangan dalam berita tersebut lebih banyak memberitakan pelaku, dimana dalam pemberitaan tersebut penulis menjatuhkan pelaku dan mendukung korban dalam pemberitaannya. Penggunaan kosakata yang menjelaskan kepada pembaca bahwa pelaku melakukan perampokan merupakan salah satu bentuk klasifikasi peristiwa yang tidak boleh dilihat dari sisi yang lain. Pada penggunaan kosakata perang wacana dan kosakata marginalisasi dalam pemberitaan tersebut lebih banyak memberitakan korban, yang mana pemberitaan tersebut mempengaruhi perspektif pembaca terhadap pelaku. Kosakata marginalisasi digunakan sebagai Upaya untuk membentuk pendapat umum, meneguhkan, dan membenarkan pendapat sendiri, serta mengucilkan yang lain yaitu pelaku. Penelitian ini dapat digunakan untuk pembelajaran di sekolah sebagai penambah wawasan dan pengetahuan peserta didik.
Peningkatkan Literasi Siswa melalui Program Kerja Revitalisasi Perpustakaan dalam Kegiatan Kampus Mengajar 7 di SDN Kertosari 03 Rintan Amalia Rohar; Astri Widyaruli Anggraeni
Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial Vol. 1 No. 3 (2024): Agustus : Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karya.v1i3.442

Abstract

This study aims to enhance student literacy through a library revitalization program conducted during the Kampus Mengajar 7 activities at SDN Kertosari 03. The program includes three main activities: categorizing books by genre, creating reading corners, and forming reading groups. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through observations, interviews, and documentation during the mentoring process. The results show that library revitalization significantly improved students' reading interest and literacy skills. Categorizing books made it easier for students to access reading materials that matched their interests, while reading corners provided a conducive environment for reading activities. The formation of reading groups was also effective in developing literacy skills through a collaborative approach. In addition to improving literacy, this program also succeeded in creating social changes, such as the emergence of new institutions in the form of reading groups and increased active student participation in literacy activities. Based on these findings, it is recommended that other schools in resource-limited areas adopt a similar approach to comprehensively enhance student literacy.
The The potential of words to become swearing: An ethno semantic study Amilia, Fitri; Astri Widyaruli Anggraeni; Anita Fatimatul Laeli; Kemal, Edwar
BAHASTRA Vol. 44 No. 2 (2024): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v44i2.1015

Abstract

This research aims to describe the potential of words as swear words through an ethno semantic study. This research differs from other swearing studies examining the form and meaning of swear words. This study presents the potential of words to become swear words. This research employs a phenomenological approach. Swear words are expressive words that convey emotions and are easily found in both oral and written forms, whether directly or on social media. The data collection technique for swear words is documentation. The steps in documentation include recording sentences that contain swear words and classifying them based on the characteristics of swear words. The analysis technique for swear words uses conceptual meaning analysis. Based on the classification of the data, the words are analyzed for their components of meaning, both lexically and in terms of meaning derived from cultural associations and societal thought. Thus, the findings reveal the potential of each lexical word to become a curse word using an ethno semantic approach. Through an ethno semantic study, two potentials exist for words to become swear words. First, conceptual meaning is added due to the speakers' ideas, thoughts, knowledge, and culture. Second, there is a loss of conceptual meaning in the form of functional components in the lexical meaning of a word.
Personifikasi dalam Lirik Lagu karya Rekah : Kajian Semansintaksis Audy Yourdiansyah Firdaus; Fitri Amilia; Astri Widyaruli Anggraeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7217

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu karya Rekah dengan pendekatan semansintaksis, yakni gabungan analisis sintaksis dan semantik. Personifikasi diartikan sebagai pemberian sifat atau tindakan manusia kepada benda mati, waktu, dan konsep abstrak agar tampak hidup dan bermakna. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik simak catat dan dianalisis menggunakan metode agih serta analisis komponen makna untuk mengidentifikasi pola hubungan antara subjek dan predikat pada penggunaan personifikasi. Data dikumpulkan melalui metode simak catat dan dianalisis menggunakan metode agih serta komponen makna untuk mengenali pola hubungan subjek dan predikat pada personifikasi. Hasil menunjukkan adanya pola subjek dan predikat yang bermakna berlawanan sebagai ciri khas personifikasi dalam lirik lagu. Personifikasi ditemukan tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memperkuat makna emosional dan nilai estetika lirik lagu. Temuan ini memberikan kontribusi pemahaman linguistik bagi penulis lagu dan pengajaran sastra melalui pengenalan pola semansintaksis dalam personifikasi.
Implementasi Pelaksanaan Program Kerja Kampus Mengajar Batch 5 Di SDS NU Kencong Fatmawati Fatmawati; Astri Widyaruli Anggraeni
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 2 No. 3 (2024): Mei : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i3.705

Abstract

Tujuan dari  program Kampus Mengajar yaitu agar dapat membantu proses proses belajar mengajar di sekolah sekitar yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode  metode kualitatif. Subyek penelitian ini yaitu SDS NU KENCONG yang berjumlah sebanyak 115 siswa. Sedangkan yang dijadikan objek dari penelitian ini yaitu implementasi kampus mengajar di SDS NU Kencong. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Program pertama yang diimplementasikan yaitu yang pertama adalah program kerja literasi yang berupa membaca asik pojok baca, konsetrasi baca, dan media pembelajaran PAKARLAKA. Yang kedua adalah program kerja numerasi yang berupa perkalian cute number dan ada music ada quiz. Yang ketiga adalah program kerja administrasi sekolah yang berupa akreditasi sekolah, pojok baca, dan penataan perpustakaan.