Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH METODE KOMBINASI CERAMAH, DEMONSTRASI, TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP SIKAP CUCI TANGAN PADA REMAJA DI SMPN 39 SAMARINDA Asriyadi, Fitroh; Ismail, Ismail; Satria, Andri Praja
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 1 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i1.1541

Abstract

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat mencegah hingga 80% penyakit menular, termasuk infeksi saluran pernapasan dan diare. Hal ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama bagi remaja yang rentan terhadap berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang cuci tangan, melalui metode pendidikan kombinasi (keramah, pengenalan, turnamen permainan tim) . Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan Pre-Eksperimental Design One Group Pretest-Posttest   yaitu pre test dan post test pada satu kelompok intervensi. Populasi pada penelitian adalah Siswa SMPN 39 Samarinda kelas 7-8 sebanyak 60 dan menggunakan teknik total sampling sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan analisa data yang digunakan adalah uji disrtribusi frekuensi jenis kelamin dan usia diaman jenis kelamin di dominasi usia 13 tahun sebanyak 60% dan untuk usia di dominasi oleh mayoritas responden laki-laki sebanyak 53,5% ,uji yang dilakukan setelahnya adalah Uji Dependent T-test dengan nilai p value 0,000 < α = 0,05. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh pemberian edukasi kombinasi (keramah, pemaksaan, turnamen permainan tim ) terhadap sikap  cuci tangan pada remaja.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS FOOT MASSAGE DENGAN MINYAK BAWANG DAYAK DAN MINYAK ZAITUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI URGENSI: CASE REPORT Andriani, Dwi Astri; Nurjannah, Misbah; M Dirdjo, Maridi; Satria, Andri Praja; Novianto, Eko Deddy; Tianda, Fenny
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 14 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v14i1.10372

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disebut sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Pada kondisi hipertensi urgensi, diperlukan penanganan yang cepat dan efektif. Terapi nonfarmakologis seperti foot massage dengan penggunaan minyak alami dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas foot massage menggunakan minyak bawang Dayak dan minyak zaitun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat pasien hipertensi urgensi di instalasi gawat darurat. Dua pasien diberikan intervensi foot massage menggunakan minyak bawang Dayak (kelompok intervensi) dan dua pasien menggunakan minyak zaitun (kelompok kontrol). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit menggunakan tensimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan intervensi. Penurunan tekanan darah lebih signifikan terjadi pada kelompok yang menggunakan minyak bawang Dayak dibandingkan dengan minyak zaitun. Foot massage efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penggunaan minyak bawang Dayak lebih efektif dibandingkan minyak zaitun, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam penatalaksanaan hipertensi.
The effect of a combined intervention of Qur’an recitation, effleurage massage, and autogenic relaxation on pain reduction in patients with gastritis Anggraini, Choriah Geby; Dirdjo, Maridi Marsan; Nurjannah, Misbah; Satria, Andri Praja
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Number 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i2.2684

Abstract

Background: Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that is generally caused by irregular eating patterns, which can trigger increased gastric acid production. Gastritis remains a global health problem due to the high number of cases, including in Kutai Kartanegara, Indonesia. One of the nursing efforts to help reduce patient complaints is the application of complementary therapy to decrease the degree of pain in patients with gastritis. Purpose: To analyze the intervention of Qur’an recitation therapy combined with effleurage massage and autogenic relaxation in reducing epigastric pain in patients with gastritis. Method: A quasi-experimental study. The data used were primary data obtained through observation and intervention using nursing care instruments for patients with gastritis. The study was conducted in December 2025 at Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Regional General Hospital. The sample consisted of one intervention patient and two control patients. Data were collected through observation, interviews, and case documentation. The results were presented descriptively by comparing the degree of pain reduction between the intervention patient and the control patients. Results: The patient with gastritis who received the combination of Qur’an recitation therapy, effleurage massage, and autogenic relaxation appeared to experience a more marked reduction in epigastric pain than the control patients. The intervention patient showed a decrease in pain scale from moderate to mild, accompanied by improved comfort and relaxation, whereas the control patients showed smaller reductions in pain intensity. Conclusion: The nursing innovation intervention showed potential to support faster and more optimal pain reduction in patients with gastritis.
Praktik keperawatan dengan intervensi inovasi pursed lip breathing dan tripod terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma Putri, Dhea Ananda; Dirdjo, Maridi Marsan; Nurjannah, Misbah; Satria, Andri Praja
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2446

Abstract

Background: Asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract characterized by narrowing of the airways, resulting in symptoms of shortness of breath, wheezing, and decreased oxygen saturation. This condition requires prompt and appropriate management, particularly in the Emergency Department (ED). In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological nursing interventions such as pursed lip breathing and the tripod position can be used to help increase pulmonary ventilation and improve oxygenation in asthmatic patients. Purpose: To analyze the application of innovative interventions such as pursed lip breathing and the tripod position to improve oxygen saturation in asthmatic patients. Method: This study used a descriptive case study design with a nursing action evaluation method. The study was conducted from December 2025 to January 2026 at the Emergency Department (ED) of A.M. Parikesit Tenggarong Regional General Hospital. The study subjects consisted of one intervention patient (Mrs. S) who received PLB and tripod position training, and two control patients (Mrs. A and Mrs. V) who received standard care and medical therapy. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and monitoring of vital signs and oxygen saturation for 4 hours. Results: The combination of pursed lip breathing and the tripod position increased oxygen saturation in asthma patients. In the intervention patient (Mrs. S), oxygen saturation increased by 2%, from 94% to 96%. Meanwhile, in control patients, the increase in oxygen saturation was relatively stable, with an average increase of 1% in Mrs. A and 0% in Mrs. V. Furthermore, intervention patients also experienced a decrease in shortness of breath and an improvement in breathing patterns. Conclusion: The pursed lip breathing and tripod position interventions have proven effective in increasing oxygen saturation in asthma patients. The combination of these two techniques is a safe, easy, and applicable non-pharmacological intervention for use in the emergency department (ED) for patients who are conscious and able to follow instructions.   Keywords: Asthma; Oxygen Saturation; Pursed Lip Breathing; Tripod Position.   Pendahuluan: Asma merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan jalan napas, sehingga menimbulkan gejala sesak napas, wheezing, dan penurunan saturasi oksigen. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan cepat dan tepat, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain terapi farmakologis, intervensi keperawatan nonfarmakologis, seperti pursed lip breathing (PLB) dan posisi tripod dapat digunakan untuk membantu meningkatkan ventilasi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien asma. Tujuan: Untuk menganalisa penerapan intervensi inovasi pursed lip breathing dan posisi tripod terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi studi kasus deskriptif dengan metode evaluasi tindakan keperawatan. Studi dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026, bertempat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Subjek penelitian terdiri dari satu pasien intervensi (Ibu S) yang diberikan latihan PLB dan posisi tripod, serta dua pasien kontrol (Ibu A dan Ibu V) yang meneima asuhan standar dan terapi medis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pemantauan data-data vital dan saturasi oksigen selama 1x4 jam. Hasil: Kombinasi intervensi pursed lip breathing dan posisi tripod mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Pada pasien intervensi (Ibu S), saturasi oksigen meningkat sebesar 2% yaitu dari 94% menjadi 96%. Sementara itu, pada pasien kontrol peningkatan saturasi oksigen relatif lebih stabil, dengan rata-rata kenaikan 1% pada Ibu A dan 0% pada Ibu V. Selain itu, pasien intervensi juga mengalami penurunan keluhan sesak napas dan perbaikan pola pernapasan. Simpulan: Intervensi PLB dan posisi tripod terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Kombinasi kedua Teknik merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, mudah, dan aplikatif untuk diterapkan di IGD bagi pasien yang sadar dan mampu mengikuti instruksi.   Kata Kunci: Asma; Pursed Lip Breathing; Posisi Tripod; Saturasi Oksigen.
Efektivitas kombinasi afirmasi positif, akupresur, dan aromaterapi terhadap nyeri pada pasien kanker: Effectiveness of a combination of positive affirmation, acupressure, and aromatherapy on pain in cancer patients Andri Praja Satria; Alya Ramadani
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.505

Abstract

Nyeri merupakan salah satu keluhan utama pada pasien kanker dan dapat mengganggu kenyamanan, tidur, aktivitas, serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi kombinasi afirmasi positif, akupresur, dan aromaterapi terhadap penurunan nyeri pasien kanker di Rumah Singgah Kanker Samarinda. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 50 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing 25 responden, melalui purposive sampling. Nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale, sedangkan data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene test, paired t-test, independent sample t-test pada delta score, dan Cohen's d. Hasil menunjukkan rerata skor nyeri kelompok intervensi menurun dari 7,12 ± 1,27 menjadi 1,36 ± 1,22, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 5,60 ± 1,44 menjadi 4,60 ± 1,58. Analisis pretest menunjukkan terdapat perbedaan nyeri awal antarkelompok, sehingga interpretasi efektivitas difokuskan pada delta score. Delta score kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (5,76 ± 0,78 berbanding 1,00 ± 0,58), dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (t = 24,551; p < 0,001) dan effect size yang sangat besar (Cohen's d = 6,94). Terapi kombinasi afirmasi positif, akupresur, dan aromaterapi dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan komplementer untuk membantu manajemen nyeri pasien kanker. Pain is one of the main complaints experienced by cancer patients and may interfere with comfort, sleep, activities, and quality of life. This study aimed to determine the effectiveness of a combination therapy consisting of positive affirmation, acupressure, and aromatherapy in reducing pain among cancer patients at Rumah Singgah Kanker Samarinda. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was used. A total of 50 respondents were selected through purposive sampling and divided into an intervention group and a control group, with 25 respondents in each group. Pain was measured using the Numeric Rating Scale, while data were analyzed using the Shapiro-Wilk test, Levene test, paired t-test, independent sample t-test on delta scores, and Cohen's d. The results showed that the mean pain score in the intervention group decreased from 7.12 ± 1.27 to 1.36 ± 1.22, while the control group decreased from 5.60 ± 1.44 to 4.60 ± 1.58. Pretest analysis indicated a baseline difference in pain scores between groups; therefore, interpretation of effectiveness focused on delta scores. The delta score in the intervention group was greater than that in the control group (5.76 ± 0.78 versus 1.00 ± 0.58), with a statistically significant difference (t = 24.551; p < 0.001) and a very large effect size (Cohen's d = 6.94). The combination of positive affirmation, acupressure, and aromatherapy may be considered a complementary nursing intervention to support cancer pain management.
Efektifitas Kombinasi Kompres Hangat dan Dzikir terhadap Penurunan Nyeri Pasien Gastritis Sandra, Oktabilla Ade; Satria, Andri Praja; Dirdjo, Maridi M.; Nurjannah, Misbah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 21 No 1 (2026): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v21i1.3848

Abstract

Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dan menempati peringkat keenam penyakit terbanyak di Indonesia. Gejala utamanya berupa nyeri ulu hati memerlukan penanganan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi non-farmakologis holistik seperti kombinasi kompres hangat dan dzikir untuk menurunkan intensitas nyeri secara fisik dan psikospiritual. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan intervensi inovasi kompres hangat dan dzikir terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis di IGD RSUD A. M. Parikesit Tenggarong. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi ekperimental pada tiga pasien dewasa diagnosa gastritis periode 31 Desember 2025 hingga 02 Januari 2026. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan skala penilaian numerik untuk mengukur intensitas nyeri pra dan pascaintervensi. Intervensi berupa kombinasi kompres hangat dan dzikir diberikan selama ±20 menit. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, dua pasien mengalami nyeri skala 4 dan satu pasien skala 3. Setelah diberikan intervensi, seluruh pasien mengalami penurunan menjadi skala 1. Rata-rata skor nyeri menurun dari 3,67 menjadi 1 dengan selisih penurunan sebesar 2,67. Selain itu, pasien tampak lebih rileks dan melaporkan peningkatan kenyamanan setelah intervensi. Kesimpulan: Intervensi kombinasi kompres hangat dan terapi dzikir efektif dalam menurunkan keparahan nyeri pada pasien gastritis dan berpotensi sebagai intervensi non-farmakologis berbasis bio-psiko-spiritual dalam praktik keperawatan.