Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PELATIHAN KADER KESEHATAN DETEKSI DINI STUNTING PADA BALITA DI DESA BETTENG: Health Cadre Training About Early Detection Of Stunting Toddler In Betteng Village Eva Yuliani; Immawanti Immawanti; Junaedi Yunding; Irfan Irfan; Masyita Haerianti; Nurpadila Nurpadila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.544 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.158

Abstract

Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting atau Bahasa lainnya adalah Gizi buruk kronik merupakan kondisi gizi buruk yang dialami semasa balita yang memiliki dampak yang buruk bagi tumbuh kembang anak. Deteksi dini stunting pada balita merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas anak dan bagian dari tugas para kader kesehatan. Oleh karena itu sangat diharapkan pemahaman dan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini stunting. Dalam hasil pendataan awal, didapatkan jumlah stunting cukup banyak di Desa Betteng yaitu >40%. Berdasarkan data tersebut Desa Betteng masuk dalam kategori kejadian stunting serius. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan dalam melaksanakan deteksi dini stunting. Pelaksanaan kegiatan ini dengan cara memberikan pelatihan tentang stunting, dan cara mendeteksinya. Kesimpulan : peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang deteksi dini stunting dapat dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan. Keywords: Stunting, kader kesehatan, Deteksi dini
dukungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Tumor Payudara Nurpadila Dila Nurpadila
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol 6 No 3 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v5i1.3

Abstract

Patients with breast tumors need support from their families because family support is very influential on mental in the form of enthusiasm, empathy, trust, attention so that family members who are in a condition experiencing breast tumors see that the family is always supportive and ready to provide help and assistance if needed. The study was conducted in the surgical poly room of the Majene Regency General Hospital in 2017. The research objective was identified "The relationship between cholesterol levels and stroke in outpatients at the Majene Regency Hospital in 2017" The type of research carried out was an analytical survey using a cross sectional research design to collect data systematically. cross sectional Chi-Square statistical test. The results of the Chi-Square analysis showed a significance value of p = 0.003 (p < 0.05), which means that there is a relationship between family support and anxiety in breast tumor patients in the surgical ward of the Majene District Hospital in 2017. can provide health education to patients so that it can be useful to reduce patient anxiety due to hospitalization
ANALISIS ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRESS KERJA PERAWAT SEBAGAI PETUGAS GUGUS COVID-19 Nurpadila Dila Nurpadila
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol 6 No 3 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v5i1.7

Abstract

Stres kerja merupakan reaksi seseorang terhadap suatu tekanan atau tuntutan yang berlebihan di tempat kerja. Profesi perawat merupakan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 sehingga profesi perawat memiliki resiko tinggi terjadinya stress kerja. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi stress kerja perawat sebagai petugas gugus Covid-19 di Puskesmas Lembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampe lsebanyak 14 responden. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 responden (92,9%) perawat petugas gugus Covid-19 di Puskesmas Lembang berada pada tingkat stress kerja sedang namun masih bisa diatasi apabila ada manajemen stress yang baik. Faktor-faktor yang dominan menyebabkan stress kerja perawat petugas gugus Covid-19 di Puskesmas Lembang adalah sumber instrinsik dari pekerjaan. Indikator dominan yang menyebabkan stress kerja perawat petugas gugus Covid-19 di Puskesmas Lembang adalah petugas merasa kesehatan dan keselamatan kerja terancam dalam bertugas. Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukan manajemen stres yang efektif untuk menurunkan stress kerja pada perawat berupa self efficacy, teknik relaksasi, dan lain sebagainya serta perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor yang mempengaruhi stress kerja pada perawat terutama dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini dapat menjadi sumber informasi untuk mengembangkan manajemen stress kerja perawat di Puskesmas.
Penerapan Fisioterapi Dada Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Anak Yang Mengalami Jalan Nafas Tidak Efektif Literature Review Nurpadila Dila Nurpadila; Rosalina Rosalina
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol 6 No 1 (2022): November 2022
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v6i1.28

Abstract

Abstrak. Anak yang menderita gangguan pada sistem pernapasan seringkali mengalami kelebihan produksi lendir di paru-parunya. Sputum biasanya akan menumpuk hingga kental dan menjadi sulit untuk dikeluarkan. Penyakit pada sistem pernapasan salah satunya yaitu anak akan mengalami jalan nafas tidak efektif. Sehingga tindakan keperawatan yang efektif terhadap pengeluaran sputum pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif adalah fisioterapi dada. Fisioterapi dada merupakan kelompok terapi yang digunakan dengan kombinasi untuk memobilisasi sekresi pulmunal. Tujuan literature penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan fisioterapi dada untuk mengeluarkan sputum pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif. Proses pencarian dalam literature review ini menggunakan bukti kuantitatif dalam database elektronik Google Scholar yang memiliki full text dari abstrak, tujuan, metode, dan hasil penelitian paling sesuai dengan tujuan literature. Kesimpulan setelah di berikan Penerapan fisioterapi dada terbukti efektif untuk mengeluarkan sputum pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN SADARI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA : LITERATURE REVIEW Nurpadila Dila Nurpadila; Munadiah Wahyuddin; Sarmini Sarmini; Aswar Aswar
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol 6 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v5i2.32

Abstract

Kanker payudara (carcinoma mammae) merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali yang terjadi pada jaringan payudara. Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Tujuan dari Literature Review ini adalah untuk menguji efektifitas pendidikan SADARI terhadap tingkat pengetahuan dan sikap WUS tentang deteksi dini kanker payudara. Desain penelitian ini merupakan Literature Review. Penelusuran artikel menggunakan satu basis data jurnal yaitu Google Scholar. Sebanyak 15 artikel. Dari 15 penelitian yang digunakan 13 diantaranya menggunakan metode kuesioner, dan 2 diantaranya menggunakan metode observasi. Populasinya adalah usia yang masuk kategori WUS. Hasil : Dari 15 penelitian didapatkan 13 menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan SADARI terhadap tingkat pengetahuan dan sikap WUS tentang deteksi dini kanker payudara. Dan 2 diataranya tidak berpengaruh.
Pemberdayaan Remaja “MALAQBI “sebagai Peer Group Kesehatan Reproduksi di Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Wahida Munir; Aswar Aswar; Pattola Pattola; Nurpadila Nurpadila; Immawanti Immawanti
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 4 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i4.975

Abstract

Introduction: Reproductive health is an essential component of adolescent development, particularly for adolescent girls who experience significant physical, psychological, and social changes. Limited knowledge and inadequate access to accurate reproductive health information increase the risk of reproductive health problems. Therefore, community-based reproductive health education is needed to empower adolescent girls to adopt healthy reproductive behaviors. Objective: This community service program aimed to improve the knowledge, attitudes, and behaviors of adolescent girls regarding reproductive health through a community-based health education program. Methods: This community service employed a one-group pretest-posttest design involving 30 adolescent girls aged 14–19 years in Baurung Village, Majene Regency. The intervention consisted of interactive health education sessions, group discussions, educational games, demonstrations using reproductive organ models, and the distribution of educational booklets and posters. Participants' knowledge, attitudes, and behaviors were assessed before and after the intervention using a structured questionnaire. Results: The program demonstrated positive outcomes across all evaluated domains. The mean knowledge score increased from 52% before the intervention to 87% after the intervention. Attitude scores improved from 45% to 84%, while behavior scores increased from 44% to 83%. Participants also showed greater awareness of reproductive hygiene, adolescent developmental changes, and appropriate reproductive health practices. Conclusion: Community-based reproductive health education effectively improved the knowledge, attitudes, and behaviors of adolescent girls regarding reproductive health. The findings suggest that a peer-group empowerment approach can be adopted as a sustainable community-based strategy to strengthen adolescent reproductive health promotion and prevention programs.