Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AGROEKOTEKNOLOGI

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMBERIAN VERMIKOMPOS DAN URINE DOMBA Mariana Putri; Rosita Sipayung; Mariati Sinuraya
Jurnal Agroekoteknologi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.283 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v1i1.544

Abstract

The Growth and Yield of Shallot (Allium ascalonicum L.) according to Application of Vermicompost and Sheep Urine. Application of inorganic chemical fertilizers continuously without the use of organic fertilizers  has caused the degradation of agricultural land. The negative impacts caused by land degradation is a decline in agricultural yield, such as the yield of shallot. A solution to solve this problem is to replace the application of chemical fertilizers that can damage the soil into organic fertilizers that is safe for the environment. Research was conducted to determine the response of vermicompost and sheep urine to the growth and yield of shallot at Fakultas Pertanian USU’s Green House with a height of 25 m above sea level on April-June 2012 using randomized block design of two factors, the factors were  vermicompost (0;15;35;45g/plant) and sheep urine (0;200;400 cc/l water). The parameters observed were plant height, tillers number, leaf number, wet weight per sample,wet weight per plot, dry weight per sample, dry weight per plot and clove number. The results showed that interaction of vermicompost and sheep urine treatment significantly influenced the plant height. Vermicompost treatment significantly influenced the tiller number and leaf number. Sheep urine treatment significantly influenced the leaf number, wet weight per sample and dry weight per plot. Key words : shallot, land degradation, vermicompost, sheep urine     ABSTRAK Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pemberian Vermikompos dan Urine Domba. Pemakaian pupuk kimia anorganik yang terus menerus tanpa diimbangi penggunaan pupuk organik telah mendegradasi lahan pertanian. Salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh degradasi lahan ini adalah penurunan jumlah produksi pertanian, salah satunya adalah produksi bawang merah. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak tanah menjadi pupuk organik yang aman bagi lingkungan. Untuk itu dilakukan penelitian untuk mengetahui respon dari pemberian pupuk organik vermikompos dan urin domba terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah di Rumah Kaca Fakultas Pertanian USU (±25 mdpl) pada April - Juni 2012 menggunakan rancangan acak kelompok 2 faktor yaitu vermikompos (0,15,30,45 g/tanaman) dan urin domba (0,200,400 cc/l air). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun per rumpun, bobot basah per sampel, bobot basah per plot, bobot kering per sampel, dan bobot kering per plot dan jumlah siung per sampel. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara vermikompos dan urin domba berpengaruh nyata pada tinggi tanaman. Perlakuan vermikompos berpengaruh nyata pada jumlah anakan dan jumlah daun. Urin  domba berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot basah umbi per sampel dan bobot kering umbi per plot. Kata kunci: bawang merah, degradasi lahan, vermikompos, urine domba.
Characterization and evaluation of local samosir shallot (Allium ascalonicum L.) morphology at some accessions in Bakti Raja Districts Joindida Frensisco Sianipar; Mariati Sinuraya
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.866 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i1.12412

Abstract

The aim of this research was to identify the morphological characteristics of several local Samosir shallot which was conducted in Bakti Raja, Humbang Hasundutan district i.e. Siunong-unong Julu, Marbun Dolok, Simamora, Marbun Toruan, Sinambela-Simanulang and Simangulampe start from July till August 2015. This research was implemented by using randomized block design non factorial with 3 replicants. The parameters observed were time flowering, leaves colour, bulbs shape, bulbs colour, plant length, leaves number, tillers number per clump, wet bulbs weight, dry bulbs weight, bulbs number per clump, diameter of bulbs, 100 bulbs dry weight, wet-dry bulbs weight decrease. The result of research showed local Samosir shallot in six accession in Bakti Raja districts have narrow kuantitative related. The morphological differentiator characteristic of the accessions was wet bulbs weight. The potential yields of each accession shown that the shallot from Marbun Toruan has the highest yields potential i.e 15,20 ton/ha then Siunong-unong Julu i.e 12,00 ton/ha, Simangulampe i.e 11,93 ton/ha, Simamora i.e 11,76 ton/ha, Sinambela-Simanulang i.e 11,36 ton/ha and Marbun Dolok i.e 11,07 ton/ha wet bulbs.
Pengaruh Indaziflam Terhadap Seed bank Eleusine indica L. Gaertn. pada Berbeda Kedalaman dan Kadar Air Media Tanah nico jan sianipar; edison purba; mariati sinuraya
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.395 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16319

Abstract

Pengendalian seedbank gulma penting dalam strategi pengendalian gulma secara terpadu. Sejumlah teknik untuk mengurangi seedbank tergantung sistem pertanian, lokasi, dan tipe strategi pengendalian. Salah satu teknik pengendalian yang populer untuk mengendalikan seedbank adalah penggunaan herbisida pratumbuh seperti indaziflam, yang digunakan sebagai pengendalian gulma untuk mengantisipasi resistensi dan suksesi gulma terutama terhadap herbisida. Penelitian bertujuan untuk menentukan efikasi indaziflam terhadap kedalaman tanah dan daya tumbuh seedbank gulma E. indica. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu herbisida dan tidak menggunakan herbisida, faktor kedua kedalaman tanam meliputi kedalaman 0 cm, 2 cm, 4 cm dan 8 cm. Dan faktor ketiga yaitu kadar air tanah kapasitas lapang meliputi 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indaziflam efektif menekan persentase pertumbuhan E.indica, pada kedalaman biji 0 cm sampai 2 cm pada kondisi kadar air tanah 25 % sampai dengan 100 % kapasitas lapang. Sedangkan pada kedalaman 4 cm sampai ke atas tidak ada yang tumbuh begitu juga dengan perlakuan tanpa herbisida. Pada kadar air tanah 25 % indaziflam, gulma E.indica yang tumbuh sebesar 0,02 % sedangkan kondisi kadar air tanah 50 % sampai 100% indaziflam, tidak ada gulma yang tumbuh.
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Varietas Samosir (Allium ascalonicum L.) pada Beberapa Konsentrasi Air Kelapa dan Lama Perendaman Boy Edika Sembiring; mariati sinuraya; Lisa mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.372 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16405

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memprlajari pengaruh konsentrasi dan lama perendaman air kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah samosir. Penelitian dilaksanakan di Jln.Berdikari Ujung,Medan, dimulai bulan  April – Juli. Rancangan penelitian menggunakan Acak Kelompok Faktorial  dengan   dua faktor    yaitu     konsentrasi (0 ;25 ;50 ;75 ;100%) dan lama perendaman (30 ;60 ;90 ;120 menit). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah umbi dan bobot kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman 3 MST dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa, sedangkan jumlah umbi dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa dan lama perendaman. Tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan lama perendaman yang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Kata kunci : bawang merah, air kelapa, konsentrasi, lama perendaman
Growth and Yield The First Generation (M1V1) of Local Shallot Humbang Hasundutan Genotypes Accession of Tipang Irradiated by Gamma Ray mentored Bobby Frans Natanael; ferry ezra sitepu; Mariati sinuraya
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.02 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.18685

Abstract

The aim of the research was to determine the growth and yield the first generation (M1V1) of local shallot Humbang Hasundutan genotypes accession of Tipang irradiated by gamma ray. Research was conducted at Rianiate village, Pangururan Samosir district at altitude ± 1010 meters above sea level began from July up to October 2016. The experiment was arranged by augmented design with six level dosages of gamma irradiation i.e; 0; 2; 4; 6; 8; and 10 Gy. The data was analyzed with T test using Minitab 16 software. The Parameters observed were plant lenght, number of leaves, number of tillers, fresh and dry weight of tubers, and tuber diameter. The result showed, that the genotypes shallot that were irradiated with gamma rays at 8 Gy produced better growth and yield than control plants (unirradiated plants).
Pertumbuhan dan Produksi Tomat Cherry pada Konsentrasi Nutrisi yang Berbeda dengan Sistem Hidroponik grecya manalu; Mariati Sinuraya; Nini Rahmawati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 1,Jan (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.472 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i1,Jan.19304

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan produksi tomat cherry khususnya di dataran rendahdipengaruhi oleh ketersediaan air, kelembaban, serta teknologi budidaya tanaman, sehingga diperlukan sistem hidroponik untuk mewujudkan peningkatan pertumbuhan dan produksi tomat cherry.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi nutrisi yang tepat pada pertumbuhan dan produksi tomat cherry dengan sistem hidroponik.Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse Perumahan Royal Sumatera, Medan Tuntungan (± 32 m dpl), pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2017.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi nutrisi (1300 ppm, 1750 ppm, dan 2200 ppm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang pada umur 7-8 MST, umur berbunga tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan jumlah ruas per tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman.