Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN METODE RANDOM FOREST DALAM MENGANALISIS SENTIMEN PENGGUNA APLIKASI CAPCUT DI GOOGLE PLAY STORE Sagita, Ayu; Faqih, Ahmad; Dwilestari, Gifthera; Siswoyo, Bambang; Pratama, Denni
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 7 No. 6 (2023): JATI Vol. 7 No. 6
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v7i6.8205

Abstract

Pengguna aplikasi CapCut semakin meluas di kalangan pengguna smartphone. Namun, tanggapan pengguna terhadap aplikasi ini sangat bervariasi. Selain itu, perkembangan terus-menerus dalam menambah fitur dan kemampuan pengeditan telah membawa kompleksitas penggunaan aplikasi ini semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna CapCut melalui ulasan yang terdapat di Google Play Store menggunakan metode Random Forest. Metode ini dipilih untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan tanggapan pengguna ke dalam kategori positif dan negatif secara efisien. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini mencakup 5000 ulasan, mencerminkan keragaman pendapat dari pengguna yang berpartisipasi aktif. Tahapan preprocessing data melibatkan proses cleaning, case folding, tokenisasi, stopword removal, dan lemmatisasi untuk memastikan kualitas data yang baik sebelum dilakukan analisis sentimen. Selanjutnya, pembobotan kata dilakukan dengan metode TF-IDF untuk memberikan nilai bobot pada kata-kata yang mempengaruhi sentimen pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Random Forest memberikan tingkat akurasi yang tinggi dalam menganalisis sentimen pengguna CapCut, dengan akurasi sebesar 86%, presisi 89%, recall 81%, dan f1-score 85%. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut terkait tanggapan pengguna terhadap aplikasi CapCut, serta menegaskan keberhasilan metode Random Forest dalam menangani analisis sentimen pada dataset ulasan pengguna di Google Play Store.
PENERAPAN ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) UNTUK DIAGNOSA TUMOR OTAK Azhar, Azhar; Siswoyo, Bambang; Pratama, Denni; Anam, Khaerul; Susana, Heliyanti
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 2 (2024): JATI Vol. 8 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i2.8242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Convolutional Neural Network (CNN) dalam klasifikasi tumor otak dari citra medis, membedakan empat kelas utama: Glioma, Meningioma, Pituitary, dan NonTumor. Masalah utama yang diatasi adalah kebutuhan akan diagnosis yang cepat dan akurat dalam penanganan kanker otak, yang seringkali terhambat oleh keterbatasan metode tradisional. Dengan mengumpulkan dataset yang komprehensif, dilakukan pemrosesan dan augmentasi data sebelum melatih model CNN, penelitian ini berhasil mencapai akurasi yang tinggi dalam mengklasifikasikan tumor otak. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan ini memiliki potensi untuk meningkatkan diagnosis dan penanganan kanker otak dengan lebih efisien dan akurat, berkontribusi pada kemajuan dalam bidang medis dan teknologi.
Implementasi Media Interaktif Tableau Untuk Pengembangan Visualisasi Data ASN Menggunakan Metode ETL Nikhlatul Maolah; Bambang Siswoyo
Prosiding SISFOTEK Vol 8 No 1 (2024): SISFOTEK VIII 2024
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The State Civil Apparatus is a profession for Civil Servants (PNS) and government employees with work agreements who serve government agencies who are appointed by civil service development officials and entrusted with other state duties and are paid based on statutory regulations and provide professional and quality public services. However, the large amount of data from the number of State Civil Apparatus in the Cirebon district government office makes it difficult for decision-makers to understand and analyze the data. This study aims to develop data visualization for State Civil Apparatus (ASN) in sub-district offices through the application of interactive media Tableau using the ETL (Extract, Transform, Load) method. The extract stage is the data collection stage from the Cirebon district communications and information services office in the form of State Civil Apparatus (ASN) data, spatial group, education, age and religion. Transform is the process of changing data from a previous format to the desired format. At this stage, the data relationship process is carried out to adjust several types of variables. Load is the final process that functions to enter the data into the final target, namely into the Source data in Tableau. The aim of this research is to design ASN data visualization using the interactive media Tableau. Data visualization displays some visual data in the form of bar graphs. With the availability of information in data visualization, it can make it easier for stakeholders to make decisions. In this era of digitalization, the need for efficient and transparent data processing has become very important, especially in government agencies. Utilizing Tableau as an interactive data visualization tool and exploring a more informative dashboard presentation
Discrete Implementation of a PI Controller for Three-Phase PWM Rectifier Nurwati, Tri; Gradianto, Gasa; Siswoyo, Bambang; Bashir Mosaddegh; I Nyoman Wahyu Satiawan
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v18i2.1666

Abstract

Rectifiers are becoming more prevalent in a wide range of applications, including power supplies for microelectronics, household electrical devices, battery charging, and power conversion in high-voltage direct current (HVDC) transmission systems. Conventional rectifiers often employ uncontrolled diodes, which have the drawback of generating a fixed output voltage that cannot be modified. There is a requirement for a regulated rectifier, specifically a three-phase PWM Rectifier that transforms AC voltage into DC voltage with an output voltage that surpasses the input voltage and can be modified as per requirements. This study explores the comparison between s-domain and z-domain PI controller designs in the context of controlling a three-phase pulse width modulation (PWM) rectifier. Applying the dual-closed-loop control technique with the pole-zero cancellation approach, we can calculate the PI parameters for controlling the current and voltage in the circuit. The values of the parameters are as follows: K_pc = 4, K_ic = 100, K_pv = 0.097, and K_iv = 4.85. Applying the forward Euler method to transform the PI controller from the s domain to the z domain. The test results for the PWM Rectifier PI controller were conducted in both the s-domain and z-domain. As per the setpoint, a three-phase voltage source with a value of 220 Volts was used, resulting in a stable DC voltage output of 600 Volts.
Penerapan Model Reverse Jigsaw dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Pembelajaran Bahasa Inggris Heny Maryana; Bambang Siswoyo; Roro Erna Sri Ratnawati; Desi Mislianti; Kurnia Atiullah; Yunita Budi Cahyani
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i5.1304

Abstract

The purpose of this study is to describe the procedures, advantages, and disadvantages of implementing the Reverse Jigsaw learning model in English language This study employs a qualitative approach. The research subjects were English teachers at the aforementioned institutions. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The results of the study show: 1) The steps of the Reverse Jigsaw model involve forming heterogeneous home groups of 4–6 members, assigning different tasks to each member, grouping students with the same tasks into expert groups to discuss the material, returning to mixed groups where each student is given a case study with several questions or one complex question and around 15 minutes to work on it. Each team member is assigned a unique topic, followed by discussion and note-taking in mixed groups. Students then regroup into expert/topic groups to compare discussion results, typically within 15–20 minutes. Finally, representatives from each expert group present their findings to the entire class. 2) The advantages of the Reverse Jigsaw model include promoting peer collaboration, enhancing students' academic abilities, enabling peer-to-peer learning, encouraging the generation of new ideas, and boosting self-confidence. 3) The disadvantages include varying perceptions in understanding the discussed concepts, requiring considerable time and thorough preparation, and difficulties in convincing students to present material to their peers if they lack confidence.
Demand Angkutan Penyebrangan di Sumba Timur, Nusa tenggara Timur SISWOYO, BAMBANG
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i3.600

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan pada daerah-daerah terpencil dan terisolasi di Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Sumba Timur, dimana masih banyak daerah yang belum memiliki akses ke luar daerah baik untuk berhubungan antar kecamatan maupun kabupaten dalam satu propinsi maupun keluar daerah yang lain. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif Kuantitatif, yang menggunakan metode Kuadrat Terkecil (Least Square Metdhod) dan bantuan program Microsoft Office Excel 2007. Sebagai wilayah kepulauan, angkutan penyeberangan di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sumba Timur merupakan kebutuhan vital dalam menunjang pembangunan daerah.Kemajuan angkutan penyeberangan dapat mendorong kelancaran arus barang dan jasa serta meningkatkan mobilitas orang terutama pada daerah-daerah terpencil. Dengan menggunakan data deret berkala selama enam tahun (Tahun 2009-2014) demandangkutan penyeberangan tahun 2020 diprediksi sebagai berikut: pada lintasan Waingapu-Kupang jumlah penumpang sebanyak 7.129 orang, R4 (mobil) sebanyak 800 unit, dan R2 (sepeda motor)  sebanyak 920 unit; pada lintasan Waingapu-Aimere, jumlah penumpang sebanyak 10.000 orang, R4 (mobil) sebanyak 880 unit, dan  R2 (sepeda motor)  sebanyak 972 unit; pada lintasan Waingapu-Sabu jumlah penumpang sebanyak 435 orang, R4 (mobil) sebanyak 204 unit, dan  R2 (sepeda motor)  sebanyak 70 unit.
Persepsi Masyarakat Terhadap Peralatan Keselamatan Kapal Laut dan Penyebrangan Di Provinsi Maluku Siswoyo, Bambang
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i2.690

Abstract

Dalam upaya meningkatkan keselamatan angkutan laut dan penyeberangan, pemeriksaan harus dilaksanakan disetiap kapal pada umumnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi sarana transportasi laut di Indonesia banyak yang berusia tua sehingga kemampuannya tergolong relatif rendah dalam memenuhi harapan pengguna jasa akan pelayanan yang baik dan memuaskan. Teknik analisis data yang digunakan dalam rangka kajian ini adalah analisis diskriptif kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui sejauhmana regulator, awak kapal dan masyarakat mengetahui pemakaian, darurat bahaya, dan pengoperasian peralatan keselamatan kapal dalam mendukung keselamatan kapal dalam pelayaran pada kapal laut dan penyeberangan di Provinsi Maluku.Pengguna kapal secara keseluruhan di Provinsi Maluku terhadap kontribusi persepsi masyarakat terhadap peralatan keselamatan kapal berpendapat bahwa pentingnya penempatan alat-alat keselamatan kapal sebesar 42%, ketersediaan perlengkapan penyelamat jiwa/ life saving appliances sebesar 30%, ketersediaan alat keselamatan yang ada di kapal sebesar 12%, ketersediaan data pendukung keselamatan kapal (dokumen) sebesar 16%, dan upaya peningkatan pelayanan keselamatan kapal khususnya di wilayah Maluku sebesar 0%.Pengguna kapal secara keseluruhan di Provinsi Maluku, kontribusi persepsi masyarakat terhadap peningkatan keselamatan kapal berpendapat bahwa komitmen peningkatan alat-alat keselamatan kapal sebesar 7%, SDM yang mengelola dan maintenance perlengkapan penyelamat jiwa/ life saving appliances sebesar 14%, ketersediaan peralatan keselamatan yang ada di kapal sebesar 14%, kelembagaan yang mengawasi ketersediaan peralatan keselamatan kapal sebesar 28%, lingkungan kapal sebagi upaya meningkatkan pelayanan keselamatan kapal khususnya di wilayah Maluku sebesar 15%, dan mobilitas peralatan keselamatan kapal sebesar 22%. Kata Kunci: sistem dan prosedur, pemeriksaan, peralatan, keselamatan, peralatan.
Ketersediaan Dan Konektivitas Angkutan Laut di Pulau Tertinggal di Wilayah Provinsi Sumatera Barat Siswoyo, Bambang
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v25i2.713

Abstract

Transportasi menjadi salah satu alat pemersatu dan pembuka jalan bagi kegiatan perekonomian, sehingga menjadikan daerah berkembang dan diperhitungkan dalam kegiatan perekonomian dan lain-lain. Untuk mendukung kelancaran peningkatan pelayanan angkutan laut sehingga aksesibilitas daerah-daerah yang tertinggal bisa berinteraksi dengan wilayah lain, maka dilakukan kajian ini. Kajian bermaksud menganalisis dan evaluasi ketersediaan angkutan laut yang melayani pada daerah tertinggal di Propinsi Sumatera Barat, sedangkan tujuan kajian adalah strategi peningkatan pelayanan angkutan laut pada daerah tertinggal di Propinsi Sumatera Barat. Hasil yang diharapkan dari kajian ini strategi peningkatan pelayanan angkutan laut pada daerah tertinggal di Pulau Sumatera. Dengan analisis konektivitas sampai pada iterasi ke-3 dihasilkan bahwa total keterhubungan tertinggi mencapai 70 ada di Padang, Pulau Sipora dan Pulau Pagai Utara ke pulau-pulau yang merupakan ibukota kecamatan, di kabupaten Mentawai. Selanjutnya disusul Pulau Pagai Selatan dan Pulau Siberut mencapai 57. Untuk nilai konektifitas total keterhubungan dengan nilai konektifitas tertinggi mencapai 56 ada di Padang, Pulau Sipora, dan Pulau Pagai Utara ke pulau-pulau yang merupakan ibukota kecamatan, di kabupaten Mentawai. Selanjutnya disusul Pulau Siberut dan Pulau Pagai Selatan mencapai 48, dari total nilai konektifitas 264.
Preferensi Rencana Penggunaan Angkutan Laut Kapal Cepat Padang - Kepulauan Mentawai Siswoyo, Bambang; Kurniawan, Abdy
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i11.947

Abstract

Kepulauan Mentawai merupakan sebuah wilayah administratif yang kondisi geografisnya merupakanwilayah kepulauan sehingga peranan angkutan laut dalam menunjang mobilitas penduduk sangatpenting. Keterbatasan jumlah armada serta kondisi kapal yang memerlukan perawatan secara berkala menjadi penyebab terhambatnya angkutan laut Padang-Kepulauan Mentawai, salah satu alternatifnya penggunaan kapal cepat. Rencana penggunaan kapal cepat Padang-Kepulauan Mentawai, harus memperhitungkan secara cermat terkait dengan kondisi wilayah, kondisi kapal yang ada, harga tiket, jadwal operasi, kondisi cuaca yang kurang bersahabat, dan lain-lain. Selanjutnya untuk mengetahui preferensi pengguna jasa kapal dalam memberikan opini rencana penggunaan kapal cepat maka dilakukan Analitic Hierarkhi Proces (AHP), berdasarkan hasil analisis untuk preferensi pemilihan jenis kapal untuk waktu tempuh yang relatif singkat untuk penyeberangan Padang-Mentawai pengoperasian kapal cepat tetap diperlukan walaupun dari prioritas utama responden merujuk ke penggunaan kapal ferry. Pengoperasian kapal cepat dibutuhkan sebagai antisipasi terhadap kekosongan jadwal reguler kapal ferry, dan waktu tertentu serta sebagai antisipasi terhadap kondisi darurat, misalnya bencana alam. Kondisi jalur pelayaran antara Padang-Mentawai termasuk rawan, maka faktor keselamatan merupakan prioritas yang harus diutamakan oleh operator kapal cepat khususnya dari pihak swasta.
Kajian Strategi Meningkatkan Armada Laut Nasional Untuk Angkutan CP0 Siswoyo, Bambang
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i1.1047

Abstract

To increase the share of the national fleet charge for Crude Palm Oil (CPO), the necessary readiness of domestic shipping operators. Anticipation that shipping companies can do is to follow the market mechanism, one way to increase ship technology. This is due to the transport of palm oil are required to use double-hull vessels. This study aims to enhance the development of the national share of the cargo fleet capable of transporting cargo for the CPO. With the SWOT analysis is used to solve this problem. Based on the SWOT analysis that in order to reach your potential cargo marine transportation fleet to CPO lies in quadrat I, which is a very profitable situation, where the strategy is to utilize the opportunity and power that, by improving the management of shipping companies, which is guided by the Law no. 17 of 2008 on the voyage and the Presidential Regulation No. 44 of 2005 on Ratification of the International Covention on Maritime liens Mortgage.Keywords: Crude Palm Oil, Sea Transportation.