Claim Missing Document
Check
Articles

Structural and Spatial Planning for Category D Hospitals Feriandy, Dicky Ilham; Hayati, Allatifah Nurul; Larasati, Niken; Firmanto, Arief
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 3 No. 11 (2025): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v3i11.609

Abstract

Structural and spatial planning for category D hospitals to be considered feasible both structurally and in terms of quality requirements, must be guided by SNI 1726:2019 and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.24 of 2014. Hospital D is a hospital with basic health services and is located in rural or remote areas and is the first referral from the community health center. In addition to planning, a building structure analysis is also carried out and as an illustration of whether the building is safe after analysis. Details and dimensions of the plates, beams, columns, and foundations are also sought. There are 2 methods used for this planning, namely quantitative and qualitative methods, with secondary data. Planning data is determined starting from the overall function of the building, the number and function of each floor, the type of structure, the height of the building, the height of each floor, and the roof covering. The planning made consists of structural components in the building including plates, beams, columns, and foundations. The material used in the building is concrete with a quality of 20.05 MPa, while the quality of the reinforcing steel used is 420 MPa. Modeling and analysis of the hospital building structure was carried out using ETABS 16 software, while for structural visualization using AutoCAD 2014 software. The loads entered were dead load, live load, wind load, and earthquake load.
Menembus Batas Pasar: UMKM Desa Wanajaya Go Digital, Melangkah Maju Menuju Era Perdagangan Elektronik Kurniaji, Kalfajrin; Wahyudin, Rahmat; Balinda, Regina Dersa Alia; Karimah, Yumna; Hapriani, Elsa; Dilla, Sharla Two; Firmanto, Arief
Sciences du Nord Community Service Vol. 2 No. 01 (2025): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v2i01.72

Abstract

Desa Wanajaya memiliki potensi ekonomi yang belum optimal. Para pelaku UMKM belum memahami pentingnya citra merek dan bagaimana pemasaran online melalui e-commerce. Tujuan dari program pengabdian ini adalah peningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengoptimalkan sistem pemasaran online sekaligus peningkatan citra merek dari produk-produk yang dibina, Realisasi dari kegiatan ini berupa edukasi mengenai perancangan desain produk dengan aplikasi sederhana dalam rangka peningkatan nilai (value) serta citra merek (brand, sehingga produk UMKM dapat memiliki harga jual yang lebih kompetitif, meningkatkan literasi pemasaran online melalui e-commerce juga diupayakan untuk mendorong produk UMKM supaya memiliki akses pasar yang lebih luas.  Hasil dari pengabdian ini berupa kebermanfaatan yang telah diaplikasikan oleh pelaku UMKM Desa Wanajaya dalam meningkatkan potensi Bisnis di era digital saat ini.
Pengaruh Serbuk Cangkang Kerang Hijau Sebagai Substitusi Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Firqah Najiyah; Arief Firmanto
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i6.7825

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tekan tinggi dan daya tahan yang baik. Namun, penggunaan agregat alami secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan meningkatnya limbah konstruksi. Salah satu upaya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan adalah memanfaatkan limbah cangkang kerang hijau sebagai bahan substitusi agregat halus pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk cangkang kerang hijau terhadap kuat tekan beton mutu K-225 pada umur 14 dan 28 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan variasi substitusi serbuk cangkang kerang hijau sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat agregat halus. Benda uji berupa silinder beton berukuran 15 cm × 30 cm yang diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi substitusi 5% memberikan kuat tekan optimum pada umur 28 hari sebesar 19,052 MPa dan mengalami peningkatan dibandingkan beton normal. Sementara itu, variasi 10% dan 15% menunjukkan penurunan kuat tekan akibat tingginya daya serap air dan sifat poros material serbuk kerang. Penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk cangkang kerang hijau berpotensi digunakan sebagai bahan alternatif ramah lingkungan pada campuran beton dalam kadar tertentu, meskipun belum memenuhi mutu rencana K-225 secara keseluruhan.
Analisis Angle Bar sebagai Penunjang Stabilitas dan Tumpuan Metal Deck pada Pelaksanaan Struktur Suspended Slab Gibran Rismansah; Arief Firmanto
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.186

Abstract

Pada sistem pelat gantung (suspended slab) dengan metal deck komposit, balok penumpu harus memenuhi panjang tumpuan (bearing length) minimum agar deck tidak bergeser saat pengecoran. Pengamatan lapangan pada Proyek Pabrik Central Plant 3 (CP3) PT Pesta Pora Abadi di Majalengka menemukan panjang tumpuan metal deck aktual hanya 25 mm—mengikuti tebal selimut beton (d = 25 mm)—atau 50% di bawah ketentuan minimum pabrikan sebesar 50 mm. Untuk mengatasinya tanpa membongkar struktur, dipasang profil baja siku (angle bar) L 50×50×5 yang dilas pada sengkang balok (tulangan polos BJTP 280) menggunakan elektroda AWS E70XX. Penelitian ini bertujuan memverifikasi kapasitas lentur profil siku dan sambungan lasnya pada tahap konstruksi dan tahap operasional berdasarkan SNI 1727:2020, SNI 1729:2020, dan SNI 1726:2019. Analisis dilakukan pada dua sampel pelat, yaitu sampel Center (tebal 150 mm, beban hidup 4,905 kN/m²) dan sampel Side (tebal 200 mm, beban hidup 19,62 kN/m² dari beban mesin), yang masing-masing ditinjau pada tahap konstruksi dan operasional serta dimodelkan dengan Tekla Structures. Hasil analisis menunjukkan pemasangan profil siku meningkatkan panjang tumpuan efektif menjadi 50 mm sehingga memenuhi persyaratan minimum. Rasio kapasitas lentur maksimum 0,88 dan rasio kapasitas geser las 0,40 keduanya terjadi pada sampel Side tahap operasional dan masih memenuhi kriteria aman (rasio < 1,0). Disimpulkan bahwa profil siku berperan sebagai pemikul beban utama pada tahap konstruksi dan sebagai elemen penstabil tepi yang tertanam pada tahap operasional saat pelat komposit telah bekerja sebagai sistem struktur utama.
Pemanfaatan Abu Sekam Padi Sebagai Substitusi Parsial Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Putri Nuralia Dikara; Arief Firmanto
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.8018

Abstract

Kebutuhan pasir sebagai agregat halus terus meningkat sejalan dengan pembangunan infrastruktur, sementara ketersediaannya semakin terbatas akibat eksploitasi penambangan, sehingga diperlukan material alternatif seperti abu sekam padi yang kaya silika amorf dan berpotensi sebagai bahan pengisi sekaligus pozolan dalam beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi parsial agregat halus dengan abu sekam padi komersial hasil pembakaran lanjutan pada suhu 300°C terhadap kuat tekan beton mutu K-225, menentukan persentase substitusi optimum, serta membandingkan kuat tekan pada kondisi perawatan normal (rendaman air) dan rendaman larutan magnesium sulfat (MgSO?) 5% pada umur 28 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan desain faktorial sederhana, meliputi variasi substitusi abu sekam padi 0%, 5%, dan 10% terhadap berat agregat halus serta dua kondisi perawatan, menghasilkan 18 benda uji silinder yang diuji kuat tekannya sesuai SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 5% menghasilkan kuat tekan tertinggi, yaitu 28,59 MPa pada kondisi normal dan 26,33 MPa pada kondisi rendaman sulfat, meningkat masing-masing sekitar 24,69% dan 22,37% dibandingkan beton kontrol, sedangkan substitusi 10% justru menurunkan kuat tekan hingga di bawah nilai kontrol akibat efek pengenceran dan meningkatnya kebutuhan air campuran. Perendaman magnesium sulfat menyebabkan penurunan kuat tekan pada seluruh variasi, dengan persentase penurunan yang membesar seiring bertambahnya kadar substitusi. Disimpulkan bahwa substitusi 5% abu sekam padi merupakan kadar optimum yang mampu meningkatkan kuat tekan beton K-225 secara signifikan sekaligus mempertahankan kinerja terbaik pada lingkungan sulfat yang agresif.