Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Research Report - Engineering Science

Perencanaan Rantai Pasok di Level Strategis Studi Kasus: PT. X di Bandung Carles Sitompul; Dedy Suryadi
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.421 KB)

Abstract

Perencanaan strategis mencakup tujuan jangka panjang dan seringkali melibatkaninvestasi yang sangat besar. Oleh karena itu, suatu perencanaan yang baik diper-lukan agar tujuan rantai pasok tercapai untuk memenuhi kebutuhan pelanggandan juga untuk meraih keuntungan bagi seluruh rantai pasok. Secara alami, keti-dakpastian adalah hal yang tidak dapat dihindarkan terutama sekarang ini ketikalingkungan bisnis semakin kompetitif dan penuh perubahan. Untuk menghadapiketidakpastian ini, pelaku bisnis dan perencana rantai pasok harus memiliki suatualat atau strategi agar rencana strategis perusahaan menjadi handal. Satu rencanadisebut tangguh (robust) apabila mampu menghadapi ketidakpastian, yaitu tetapberperformansi stabil meskipun beberapa parameter perencanaan berubah-ubah.Penelitian ini membahas integrasi transportasi dan produksi dalam rantai pasokdi level strategis sehingga rencana yang dihasilkan menjadi tangguh menghadapibeberapa perubahan pada parameter perencanaan. Suatu formulasi dan modeloptimasi diusulkan untuk menangani permasalahan yang timbul akibat ketidak-pastian permintaan dan ketidakpastian jalur transportasi.i
Evaluasi Metode Optimasi Tangguh untuk Perencanaan Rantai Pasok Carles Sitompul; Johanna Hariandja
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.068 KB)

Abstract

Perencanaan rantai pasok di level strategis berkaitan terutama dengan keputusan-keputusan jangka panjang dengan implikasi yang besar dari sisi keuangan dankeberlangsungan hidup perusahaan. Selain implikasi yang besar dari perencanaanstrategis, permasalahan yang dialami perusahan semakin kompleks karena adanyafaktor ketidakpastian yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Oleh karenaitu, seorang manajer rantai pasok harus mampu membangun satu metode yangtangguh (robust) dalam mengambil keputusan-keputusan. Metode yang tangguhakan memberikan rencana yang juga tangguh, yaitu tetap stabil meskipun beberapaparameter perencanaan berubah-ubah.Salah satu keputusan strategis perencanaan rantai pasok adalah penentuanlokasi dan jumlah persediaan pengaman di seluruh rantai pasok. Penentuan lokasidan jumlah persediaan pengaman yang efektif akan mampu menjawab permintaankonsumen yang berubah-ubah. Pada penelitian ini, masalah ketidakpastian jugameliputi lead time yang disebabkan oleh berubah-ubahnya waktu produksi setiapelemen dalam suatu rantai pasok. Penelitian ini akan membahas evaluasi suatumetode yang disebut dengan metode optimasi tangguh yang bertujuan untuk mem-buat sebuah rencana yang tangguh pula. Metode optimasi tangguh ini digunakanuntuk perencanaan rantai pasok di level strategis dalam rangka menentukan lokasidan jumlah persediaan pengaman.
ANALISIS METODE OPTIMASI NONLINEAR UNTUK PERENCANAAN RANTAI PASOK YANG BERBENTUK UMUM Carles Sitompul; Johanna Hariandja
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.48 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan strategis yang dihadapi seorang manajer rantai pasok adalah keputusan untuk menempatkan persediaan pengaman. Tujuan utamanya adalah memenuhi permintaan konsumen dengan jumlah dan waktu yang tepat meskipun terjadi ketidakpastian pada parameter permintaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan ketidakpastiaan ini adalah metode optimasi tangguh dengan berbasis skenario. Sayangnya metode ini membutuhkan skenario yang cukup banyak yang mengakibatkan waktu komputasi yang semakin besar pula. Pada penelitian ini, metode optimasi nonlinear akan digunakan untuk menyelesaikan masalah pada rantai pasok yang berbentuk umum. Rantai pasok yang berbentuk umum adalah rantai pasok dimana sebuah produsen (manufacturer) memiliki beberapa pemasok atau beberapa konsumen. Pada penelitian-­‐penelitian sebelumnya, rantai pasok yang dijadikan obyek adalah rantai pasok yang berbentuk linear. Langkah-­‐langkah yang dilakukan dalam penelitian ini mengikuti metode yang biasa dilakukan di dalam keilmuan Penelitian Operasional. Untuk simplifikasi, masalah diteliti pada rantai pasok dengan sebuah produsen dan dua buah pemasok. Masing-­‐masing pemasok memiliki keterbatasan kapasitas karena sifat usahanya yang kecil dan menengah. Variabel keputusan yang perlu diambil adalah berapa jaminan waktu yang oleh para pemasok kepada produsen untuk memenuhi kebutuhan barang mentah produsen. Jaminan waktu ini akan menentukan ukuran persediaan pengaman di pemasok ataupun di produsen. Rantai pasok yang berbentuk umum dimodifikasi ulang menjadi dua rantai pasok yang berbentuk linear. Persediaan pengaman di produsen akhir pada dasarnya adalah penjumlahan dari semua persediaan pengaman di produsen pada masing-­‐masing rantai pasok linear. Model optimasi non linear kemudian dibuat dan diformulasikan secara matematis. Setelah itu, bahasa program AMPL (a mathematical programming language) dibangun dengan menggunakan sebuah data kasus. Pencarian solusi optimal dilakukan dengan menggunakan perangkat mesin FilMint. Hasil pengujian analisis metode optimasi nonlinear menunjukkan bahwa meskipun kapasitas sebuah pemasok semakin ketat tidak berarti bahwa optimalitas fungsi tujuan menjadi semakin buruk. Metode optimasi nonlinear akan mencari cara yang lain agar optimalitas masih dapat tercapai. Pada kasus ini, persediaan pengaman pada pemasok dengan kapasitas yang sangat terbatas dipindahkan ke produsennya. Hal ini dilakukan karena persediaan pengaman pada kapasitas yang sangat terbatas membutuhkan faktor koreksi yang sangat besar agar dapat tetap memenuhi tingkat kepuasan(service level) tertentu.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AWAL AKAN SISTEM PENDUKUNG KOMUNIKASI SOSIAL UNTUK PENDUDUK LANJUT USIA (ELDERLY) DI INDONESIA Johanna Hariandja; Carles Sitompul
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26704.156 KB)

Abstract

Belakangan ini, fenomena penuaan populasi (aging population) telah melanda di negara-­‐negara berkembang seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup penduduk dan jumlah penduduk lanjut usia (elderly). Indonesia pun tidak luput mengalami fenomena tersebut, melihat proporsi jumlah penduduk lanjut usia dari total jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu implikasi yang cukup penting dari fenomena tersebut adalah peningkatan rasio ketergantungan lanjut usia (old-­‐age dependency ratio). Ketergantungan lanjut usia terhadap orang lain cenderung meningkatkan kebutuhan orang lanjut usia untuk bersosialisasi. Di samping itu, waktu yang tersedia untuk bersosialisasi pun relatif menjadi lebih banyak dibandingkan ketika mereka masih belum menginjak usia lanjut. Namun ironisnya banyak orang lanjut usia yang cenderung mengalami masalah kesepian (loneliness).Dalam rangka memfasilitasi aktivitas sosial lansia yang lebih efektif dan efisien, dibutuhkan adanya suatu media komunikasi sosial yang lebih sesuai dengan kebutuhan, pola hidup serta kemampuan fisik dan kognitif mereka. Penelitian ini melihat permasalahan tersebut dari sisi pandang perancangan produk dan teknologi komunikasi dengan mengidentifikasi kebutuhan awal dan menghasilkan konsep desain suatu sistem pendukung komunikasi sosial untuk penduduk lanjut usia di Indonesia.Dua langkah utama yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah melakukan survei melalui wawancara dengan 40 orang lansia yang berdomisili di 3 kota besar di Indonesia yaitu Bandung, Jakarta dan Surabaya, serta menyelenggarakan suatu design workshop. Dari hasil survei diperoleh beberapa kebutuhan awal akan sistem pendukung komunikasi sosial untuk lansia, antara lain perlu dirancang suatu sistem yang memungkinkan komunikasi yang rutin dan mudah, memudahkan penggunaan media komunikasi dengan teknologi masa kini, dan menggunakan media komunikasi yang ergonomis. Berangkat dari persona dan scenario yang disusun berdasarkan kebutuhan-­‐ kebutuhan tersebut, dilaksanakan suatu design workshop yang diikuti 10 orang mahasiswa yang menghasilkan 5 konsep desain yaitu FamilyTab, L-­‐Pad, Just Write it Down, CerKom dan Fairy Tale Phone sebagai alternatif konsep sistem pendukung komunikasi sosial untuk lansia.
PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN YANG DIKELOLA PEMASOK (VENDORS MANAGED INVENTORY) Carles Sitompul; Alfian Alfian
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.048 KB)

Abstract

Sistem rantai pasok adalah suatu sistem yang bertujuan memenuhipermintaan/kebutuhan dari setiap pihak yang terlibat di dalamnya. Sistem rantaipasok memegang peranan penting dalam menentukan performansi suatuindustri. Tantangan hari ini adalah terciptanya sinergi dalam suatu sistem rantaipasok. Untuk mewujudkan hal ini, industri-industri / perusahaan-perusahaanberusaha meningkatkan efisiensi biaya serta efektivitas pemenuhan permintaandalam suatu sistem rantai pasok yang diterapkannya. Terdapat beberapa sistemrantai pasok yang diterapkan saat ini. Dua di antaranya adalah sistem tradisionaldan sistem Vendor Managed Inventory (VMI). Pada sistem rantai pasoktradisional, setiap pihak yang terlibat baik pemasok ataupun penjual (retailer)mengembangkan solusi optimal masing-masing dengan mempertimbangkanberbagai faktor, antara lain biaya pemesanan dan biaya simpan. ModelEconomic Order Quantity (EOQ) adalah salah satu model yang dapat diterapkanpada sistem tradisional untuk mendapatkan solusi optimal denganmempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya simpan.Dalam penelitian ini dikembangkan suatu model optimalisasi untuk sistemrantai pasok kedua, yaitu sistem VMI. Pada sistem rantai pasok ini, solusi optimaltidak ditentukan oleh masing-masing pihak dalam rantai pasok tetapi hanya olehsatu pihak, yaitu pemasok. Lingkup permasalahan rantai pasok yang dibahasdalam penelitian ini adalah rantai pasok VMI dengan 1 pemasok dan banyakretailer. Pada sistem ini pemasok harus menentukan jumlah barang yang akandikirim ke retailer tertentu dan seberapa sering pengiriman terjadi dalam suatuperiode. Variabel keputusan lainnya yang harus ditentukan pemasok adalahjumlah barang yang harus dipesan ke pihak ketiga untuk memenuhi tingkatpersediaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengiriman. Hal-hal ini perludioptimalisasi sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkansistem tradisional. Pengembangan model optimalisasi sistem rantai pasok VMIdilakukan dengan menerapkan konsep dynamic programming dan game theory.Model konseptual yang telah terbentuk diterjemahkan ke dalam bahasapemrograman AMPL sehingga dihasilkan sebuah perangkat lunak yang dapatdigunakan untuk menyelesaikan permasalahan dengan karakteristik yang sama.
IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN YANG DIKELOLA PEMASOK (VENDORS MANAGED INVENTORY) DENGAN BANYAK RETAILER Alfian Alfian; Carles Sitompul
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2781.758 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasikan sebuah model analitis permasalahan rantai pasok Vendor Managed Inventory (VMI). Adapun lingkup permasalahan VMI yang diteliti adalah kondisi sistem rantai pasok yang melibatkan 1 pemasok dan banyak retailer. Sebelum melakukan implementasi model, dilakukan terlebih dahulu proses validasi terhadap model analitis. Tujuannya adalah memastikan model tersebut merepresentasikan sistem VMI dengan tepat, selain itu dimungkinkan pula untuk memperbaiki fungsi-fungsi di dalamnya sehingga didapatkan model yang lebih efisien. Model yang telah melalui tahap validasi akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman Lingo. Perangkat lunak yang dihasilkan dari tahap ini akan diverifikasi untuk memastikan ketepatan penerjemahan model ke bahasa pemrograman yang digunakan. Setelah melalui tahap ini perangkat lunak akan diuji coba untuk menyelesaikan beberapa kasus hipotetis. Hasil penyelesaian kasus hipotetis ini merupakan contoh kebijakan distribusi dan pemesanan barang dalam sistem VMI yang dapat diterapkan oleh pihak-pihak yang terlibat. Hasil penyelesaian kasus pun digunakan dalam menguji kesesuaian model dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, salah satu caranya adalah dengan melihat logis tidaknya solusi yang dihasilkan.
Pengembangan Metode Optimasi Tangguh untuk Rantai Pasok yang Berbentuk Umum Carles Sitompul; Johanna Hariandja
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.078 KB)

Abstract

Permasalahan yang dialami sebuah rantai pasok semakin kompleks karena mening-katnya persaingan antar perusahaan. Lingkungan bisnis menjadi lebih kompetitifterutama dengan munculnya berbagai ketidakpastian dalam berbagai hal. Kon-sumen yang memiliki daya tawar yang semakin tinggi menyebabkan perubahan-perubahan permintaan konsumen perlu ditanggapi dengan baik agar perusahaantetap dapat memenuhi permintaan tersebut. Waktu produksi dan waktu trans-portasi atau lead time pemenuhan permintaan juga dapat berubah-ubah karenaberbagai hal mulai dari rusaknya mesin, rusaknya kendaraan transportasi hinggaterjadinya bencana alam. Metode optimasi tangguh berusaha untuk menanggapiperubahan-perubahan tersebut dalam perencanaannya sehingga rencana yang di-hasilkan tetap stabil terhadap berbagai perubahan atau gangguan.Keputusan strategis yang berimplikasi besar dalam perencanaan rantai pasok diantaranya adalah menentukan lokasi dan jumlah persediaan pengaman. Penelitianterdahulu telah mengevaluasi penggunaan metode optimasi tangguh (Sitompul danHariandja, 2011) dan algoritma jalur terpendek (Sitompul dan Suryadi, 2011) un-tuk menyelesaikan masalah rantai pasok yang berbentuk linear atau serial. Peneli-tian ini akan mengembangkan metode optimasi tangguh untuk rantai pasok yangberbentuk umum dalam menentukan lokasi dan jumlah persediaan pengaman den-gan memperhatikan perubahan-perubahan pada besar permintaan dan lead time.Model yang dikembangkan untuk rantai pasok berbentuk linear ternyata meru-pakan masalah atau program non linear yang tidak dapat diselesaikan dengan al-goritma jalur terpendek. Oleh karena itu, masalah ini diselesaikan dengan meng-gunakan metode optimasi tangguh yang diusulkan oleh Mulvey et al. (1995).
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN RANTAI PASOK ENERGI DI INDONESIA Carles Sitompul; Alfian Alfian; Kinley Aritonang
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.676 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ekplorasi untuk mengidentifikasi dan mengembangkan model manajemen rantai pasok energi bagi perusahaan-perusahaan dengan konteks kebijakan danlingkungan di Indonesia. Tujuan yang ingin dicapai adalah teridentifikasinya alternatif-alternatif manajemen rantai pasok energi bagi perusahaan di lihat dari berbagai aspek yang meliputi: sumber energi, lokasi sumber energi, serta teknologi penyimpanan energi yang memberikan hasil yang efisien dalam rangka pencapaian rantai pasok yang sustainable, serta terbangunnya model manajemen rantai pasok energi yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkannya secaraefisien dan efektif.Studi literatur akan dilakukan dalam rangka pengembangan dasar teori serta kerangka teoritis untuk mencapai tujuan penelitian. Wawancara dan survey akan dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Barat dan Jakarta sebagai bagian dari usaha untuk mengidentifikasi pola-pola manajemen rantai pasok, khususnya pemenuhan energi di perusahaanperusahaan tersebut. Pengolahan data secara kualitatif dilakukan untuk mengolah data hasil wawancara serta survey tersebut. Penyusunan kuesioner penelitian selanjutnya dilakukan untuk mengukur model manajemen rantai pasok yang ada berdasarkan kerangka teoritis dan hasil wawancara. Langkah berikutnya adalah pengolahan data kuantitatif untuk mengembangkan model manajemen rantai pasok energi yang efisien dan efektif.Output atau hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya alternatif manajemen rantai pasok energi serta terbangunnya model manajemen yang efisien dan efektif bagi pelaksanaan rantai pasok energi di Indonesia.  
Implementation of Inventory System by P (R, T) Model with Differenced Time of Known Priced Increase at PT Inti Vulkatama Y.M Kinley Aritonang; Carles Sitompul; Alfian Alfian
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.771 KB)

Abstract

PT IntiVulkatama is a manufacturing company forthe tire retreading. The demand of the product is probabilistic causing the PT IntiVulkatama often experience shortages of raw material inventory (backorder) that could produce the company to lose the trust of its customers. Currently, PT IntiVulkatama address this problem using a forecasting method by looking at the demand of the past. PT IntiVulkatama must have a better inventory system that can minimize the expected total cost especially when facing the condition of differenced time of known priced increase for some of the raw materials.It is suggested that a good method for solving the problem is fixed order interval system. With this system, PT IntiVulkatama can perform a joint order with a certain time interval and the order size is adjusted to the difference between the maximum inventory and the amount of stock that is available when the order is made. In addition, PT IntiVulkatama should able to determine the sixe of special order when one or some of raw materials experiencing the differenced time of known priced increase for two raw materials.Based on data, PT IntiVulkatama should make a joint order for its six raw materials with a time interval of 1.12 weekwith each order size reaches the maximum of the inventory. The result of the price increase problem is a method of the differenced time of known priced increase with the savings value greater than zero. The study results in a recommendation that not to perform a special order due to the saving is less than the total cost.
Analisis Faktor-Faktor yang Menentukan Kelayakan Pemesanan Spesial Saat Terjadi Kenaikan Harga Material Kinley Aritonang; Alfian Alfian; Carles Sitompul; Cynthia Prithadevi Juwono
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.943 KB)

Abstract

Pada kenyataannya, manajemen persediaan selalu berhubungan dengan biaya yang terdiri dari biaya pembelian, biaya simpan, biaya pemesanan, dan biaya stockout yang seluruhnya berhubungan dengan penyediaan bahan baku. Keputusan apapun yang dibuat dalam menangani persediaan harus didasarkan pada biaya total persediaan yang minimum. Pada kasus kenaikan harga bahan baku dengan waktu yang diketahui, maka sebaiknya dilakukan spesial pemesanan sebelum kenaikan harga bahan baku terjadi. Jumlah special pemesanan ditentukan berdasarkan penghematan maksimum yang akan diperoleh. Dalam kenyataannya, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pelaksanaan spesial pemesanan. Beberapa faktor tersebut adalah modal, luas gudang, dan harga dari produk yang mengalami spesial pemesanan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa bagaimana pengambilan keputusan pemesanan spesial dilakukan dengan mempertimbangkan salah satu faktor, yaitu kapasitasgudang (luas gudang). Pada kenyataannya, manajemen persediaan selalu berhubungan dengan biaya yang terdiridari biaya pembelian, biaya simpan, biaya pemesanan, dan biaya stockout yang seluruhnya berhubungan dengan penyediaan bahan baku. Keputusan apapun yang dibuat dalammenangani persediaan harus didasarkan pada biaya total persediaan yang minimum. Pada kasus kenaikan harga bahan baku dengan waktu yang diketahui, maka sebaiknya dilakukanspesial pemesanan sebelum kenaikan harga bahan baku terjadi. Jumlah special pemesanan ditentukan berdasarkan penghematan maksimum yang akan diperoleh. Dalam kenyataannya, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pelaksanaan spesial pemesanan. Beberapafaktor tersebut adalah modal, luas gudang, dan harga dari produk yang mengalami spesial pemesanan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa bagaimana pengambilan keputusanpemesanan spesial dilakukan dengan mempertimbangkan salah satu faktor, yaitu kapasitas gudang (luas gudang).