Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Effectiveness Of The Flipped Classroom Method In Dokkai 3 Course To Improve The Reading Skills Of Students Of Japanese Language And Culture Studies Level II Darma Persada University Zainur Fitri; Bertha Nursari; Metty Suwandany; Tia Martia
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.1043-1054.2022

Abstract

This study aims to determine the implementation of The Flipped Classroom Method in Dokkai 3 Course which focuses on reading comprehension skills in Japanese and the effectiveness of The Flipped Classroom Method in Dokkai 3 Course to improve students' reading comprehension skills in Japanese. The research design used was a quasi-experimental method with One Group Pre-Test and Post-Test Design. Participants in this study were second-level students in the 2019/2020 academic year of the Japanese Language and Culture Study Program, Faculty of Japanese Language and Culture, Darma Persada University, totaling 47 people, with details of  male 28 students and 19 female students. The results showed that there was a significant difference between students' skills before and after using The Flipped Classroom Method in the Dokkai 3 Course. This can be seen from the score before being given The Flipped Classroom Method was 68, while the average reading comprehension skills after being given The Flipped Classroom Method was 71. This means that descriptively it is known that the reading comprehension skills of The Flipped Classroom Method was increased. In The T-Test, it can be seen that the Aysmp.Sig value obtained from the average value of personality ideas is 0.024 <0.05 at the 95% significance level. This showed that the reading comprehension skills between before and after being given The Flipped Classroom Method is significantly different or in other words The Flipped Classroom Method provides a significant increase in reading comprehension skills. Related to the results of the questionnaire, it was obtained that most of the respondents responded very positively to the implementation of The Flipped Classroom Method and agreed that The Flipped Classroom Method was in The Dokkai 3 Course. This was because they felt the many benefits derived from the application of that method.  
Gambaran Kondisi Jepang tahun 1963 dalam film Kokuriko-zaka Kara karya Miyazaki Gorō Rosyana Ayuningtyas; Metty Suwandany; Tia Martia
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.1407-1416.2022

Abstract

Penelitian ini menjelaskan struktur film Kokuriko-zaka Kara karya Miyazaki Gorō, dan kondisi sosial dan ekonomi Jepang pasca perang, khususnya tahun 1963, satu tahun sebelum terselenggaranya Tokyo Olimpic 1964. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan deskriptif analisis. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Strukturalisme Genetik dari Lucien Goldmann, yaitu melihat makna dalam cerita dengan cara menghubungkan struktur karya sastra dengan fakta kemanusiaan (struktur sosial) yang terdapat pada era tersebut. Hasil penelitian menunjukkan struktur film Kokurikozaka Kara menggambarkan adanya konflik protes sosial, yaitu usaha perlawanan siswa yaitu tokoh Umi Matsuzaki dan Shun Kazama yang mendorong siswa lainnya untuk menentang perobohan bangunan sekolah yang memiliki sejarah panjang. Perobohan bangunan dilatar belakangi oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Jepang, yang merupakan dampak dari keterlibatan Jepang dalam Perang Korea (1950-1953). Hal tersebut diperkuat dengan fakta bahwa meningkatnya produksi industri yang berkaitan dengan militer. Selain perkembangan ekonomi, adanya Tokyo Olimpic 1964 membuat banyak bangunan lama yang dirobohkan dan digantikan dengan gedung-gedung baru.
Representasi Unsur Budaya Jepang dan Budaya Modern pada Zaman Taisho dalam Anime Taisho Otome Otogibanashi Muhammad Rafly Satyawan; Tia Martia; Zainur Fitri; Metty Suwandany
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 2 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v4i2.6527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana representasi budaya masyarakat Jepang pada Zaman Taisho yang digambarkan dalam Anime Taisho Otome Otogibanashi kemudian menganalisanya apakah sesuai dengan keadaan Jepang pada saat itu atau tidak dengan menggunakan konsep tujuh unsur kebudayaan universal. Metode yang penulis gunakan adalah metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak catat dan studi pustaka. Penulis menyimak anime secara berulang untuk mencari data terkait budaya Jepang pada Zaman Taisho, kemudian penulis juga mencari data-data relevan yang diambil dari buku-buku teks, E-book, dan artikel. Referensi data utama diperoleh dari Anime Taisho Otome Otogibanashi. Bahan bacaan yang digunakan diperoleh melalui akses internet dan buku-buku tersedia di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Anime Taisho Otome Otogibanashi merupakan representasi budaya Jepang di Zaman Taisho. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perpaduan dalam gaya berpakaian, munculnya alat transportasi umum yang baru/Trem, dan sebagainya.
Kegiatan Webinar Soft Skill Meningkatkan Kompetensi Personal Dalam Pandemi Covid-19 Bertha Nursari; Tia Martia; Rima Novita Sari; Zainur Fitri; Metty Suwandany; Hermansyah Djaya
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.2.245-252.2023

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah webinar soft skill bertema meningkatkan daya saing kompetensi personal dalam masa pandemi covid-19. Kondisi pandemi virus Covid-19 mengakibatkan institusi pendidikan diberikan tantangan untuk beradaptasi agar dapat mengembangkan potensi dalam menghasilkan pengetahuan komprehensif sesuai bidang keilmuan. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang memang dibutuhkan oleh perusahaan yang memiliki keterkaitan dan kerjasama dengan Jepang, namun ketika di lapangan, kemampuan ini harus didukung dengan kompetensi-kompetensi lain, baik berupa hard skill, maupun soft skill agar seorang staf mampu berkontribusi secara optimal. Kemampuan bahasa Jepang dan penguasaan hard skill lain pada umumnya menjadi modal awal untuk dapat memenuhi persyaratan agar dapat bergabung di suatu perusahaan. Namun, pada saat menjalankan aktivitas di perusahaan, penguasaan soft skill pendukung ternyata sangat berperan dan menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas dan kelancaran pengembangan karier selanjutnya. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk webinar yang mengundang narasumber yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi personal terutama soft skill berupa kemampuan menerjemahkan, kemampuan melakukan presentasi dalam bahasa Jepang, dan hal-hal apa saja yang harus dan perlu disiapkan agar menjadi tenaga kerja yang siap pakai baik di perusahaan Jepang yang berdomisili di Indonesia maupun di Jepang.
Pembuatan Modul Pembelajaran Japanese Language Proficiency Test N4 Tia Martia; Bertha Nursari; Zainur Fitri; Metty Suwandany; Rima Novita Sari; Hermansyah Djaya
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.2.305-310.2023

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran guna meningkatkan kemampuan yang sesuai kebutuhan peserta didik. Salah satu bahan ajar yang sering digunakan adalah buku cetak dan modul, keduanya mempunyai tujuan yang sama yakni mempermudah pengajar dan peserta didik dalam menyampaikan materi pembelajaran. Buku cetak identik dengan buku ajar sedangkan modul adalah satu kesatuan bahan pembelajaran yang dapat dipelajari oleh peserta didik secara mandiri maupun dengan tutor/pendamping. Dalam pengabdian masyarakat Tahun Ajaran 2022-2023 ini, dilakukan kegiatan pembuatan modul JLPT N4 yang membahas moji goi (huruf dan kosakata) dan bunpou (tata bahasa). Modul ini disusun berdasarkan metode pendidikan berbasis kompetensi (competency-based education) dengan didukung metode Research and Development (RD).
Implementasi Konsep Omoiyari pada Drama Kiseki no Hito Martia, Tia; Suwandany, Metty
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Idea: Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v7i1.12094

Abstract

Kiseki no hito merupakan drama yang menceritakan kisah seorang anak perempuan, Umi yang memiliki keterbatasan disabilitas multi yaitu buta tuli. Umi tidak mengerti cara berkomunikasi  kecuali dengan ibunya dengan menyentuhnya atau mencium aroma benda. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa implementasi konsep omoiyari dan bentuk komunikasi non verbal pada drama Kiseki no hito. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode deskriptif analisis melalui teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Ittaku sebagai orang yang tidak ada hubungan dengan Hana maupun Umi, memiliki kepedulian terhadap kondisi Umi yang tidak paham cara  berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Sikap peduli yang ditunjukkan oleh Ittaku sesuai dengan filosofi dalam budaya Jepang yaitu omoiyari dari Lebra (1976) dan Hara (2006). Konsep omoiyari yaitu sikap peduli terhadap orang lain tanpa mengharapkan imbalan atau jasa. Sikap omoiyari yang dilakukan oleh Ittaku berhasil membuat Umi dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui sentuhan /taktil.  
Gambaran Kyouiku Mama pada Film Sakurairo No Kaze Ga Saku Tia Martia; Metty Suwandany; Yasmin Fatimatuzahirah B; Bintang Calista Pebriana
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 7 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i7.3261

Abstract

Kyouiku mama is the consept in Japanese society which means the mother of educators, a mother who seeks to form the character of her child through formal and nonformal education (physical, social and emotional). This research aims to describe the concept of kyouiku mama in the film Sakurairo no kaze ga saku directed by Junpei Matsumoto. The film is based on the true story of Satoshi Fukushima who has been a professor at the University of Tokyo’s Research Center for Advanced Science and becoming the first deafblind person. This research is a qualitative study with descriptive methods of analysis. The data collection is collected by tapping/recording techniques, Simak Bebas Libat Cakap” technique (Uninvolved Conversation Observation Technique) and through literature research. Record the dialogue and sort out the images which suit the problem. The results of the research show the concept of kyouiku mama which was successfully described by Reiko as the mother of Satoshi, a child with special needs/disabilities who are deaf-blind person. Reiko found a way to communicate with Satoshi by finger braille or 指点字/ yubi tenji.
Pelatihan JLPT N5 Secara Online Suwandany, Metty; Martia, Tia; Fitri, Zainur; Nursari, Bertha; Novita, Rima; Djaya, Hermansyah
Mandalika Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2024): Mandalika Journal of Community Services
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v1i2.123

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengadakan pelatihan JLPT N5 secara online kepada para siswa SMA se-Jabodetabek. Pelatihan ini berbasis kompetensi /competency based education and training untuk melatih mengerjakan soal-soal JLPT N5. Bagi pemelajar bahasa Jepang tingkat dasar untuk lulus ujian JLPT N5 perlu sekali berlatih mengerjakan aneka tipe soal yang sering keluar dalam JLPT N5. Tipe- tipe soal JLPT biasanya tidak diajarkan oleh para guru bahasa Jepang di sekolah. Hal ini disebabkan pembelajaran bahasa Jepang di sekolah lebih difokuskan pada pengajaran pola-pola kalimat dasar bahasa Jepang, juga sedikit materi huruf kanji dasar. Untuk lulus JLPT N5 perlu memahami pola-pola kalimat dasar bahasa Jepang yang telah ditetapkan oleh The Japan Foundation, yaitu memahami 100 kanji dan 800 kosakata bahasa Jepang tingkat dasar. Ujian JLPT N5 terdiri dari 3 jenis soal, yaitu soal mojigoi (huruf dan kemahiran kosakata); soal bunpou dan dokkai (tata bahasa dan pemahaman bacaan/wacana) dan soal choukai (pemahaman percakapan lisan/menyimak). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode drill, dimana guru memberikan soal-soal JLPT N5 kepada siswa untuk dikerjakan, sambil menjelaskan materi soal sesuai dengan pola-pola kalimatnya.