Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Agenda Setting dan Peranan Pers Hadi Surantio; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9372

Abstract

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia di era reformasi ini menginginkan sistem politik yang terbuka, begitu pula dengan sistem pers nasional. Pers diharapkan mengacu pada agenda publik di mana sumber informasi begitu bervariasi, yang dapat dijadikan bahan liputan media massa. Dengan mekanisme kerja pers yang seperti ini, diharapkan pers menjadi agent of social control yang efektif dalam mengangkat ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Keterkaitan agenda setting media massa dengan proses mengambil suatu keputusan dapat dilihat dalam konteks pembentukan pendapat umum (public opinion).
PERAN PRODUSER PROGRAM ACARATOPIK BERITA RASIL AM 720 KHZ Nurhasanah Haspiaini; Agus Salim; Nieke Monika Kulsum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3833-3840

Abstract

Radio siaran saat ini tetap memiliki pendengar setia walaupun media digital begitu masif dan berdampak semakin berkurangnya jumlah pendengar radio siaran. Penelitian ini bertujuan ingin mengungkapkan peranan dari Produser yang bertanggung jawab pada program tertentu dalam siran radio khususnya Radio Silahturahmi (Rasil AM 720 Khz). Radio Rasil merupakan radio komersil yang saat ini masih menggunakan jalur AM atau Aplitudo Modulation yang saat ini sudah jarang digunakan oleh radio komersil karena hasil output audio menjadi Mono. Radio komersil banyak menggunakan jalur FM atau Frequency Modulation karena hasil audio lebih baik dan menghasilkan suara yang stereo. Topik Berita menjadi salah satu progrma unggulan radio dan terdapat peran dari seorang produser daloam mempertahakan pendengarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data akan menggunakan observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hasil dari Penelitian ini menjelaskan bahwa peran produser dalam upaya meningkatkan jumlah pendengar di radio rasil yang berada di jalur AM memiliki peranan yang sangat berpengaruh terhadap konten berita pagi, di dukung juga dengan tim news, naskah yang disajikan diproses agar menarik dan tetap menarik di dengar oleh para pendengar radio Rasil, dengan menyisipkan wawancara atau pendapat dari tokoh yang relevan dengan pembahasan berita sehingga jumlah pendengar dapat terhjaga bahkan dapat mengalami penambahan jumlah pendengar dari berbagai kalangan dan usia.
Pelatihan Menjadi MC (Master of Ceremony) Pemula Bagi Anak Anak Untuk Menambah Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Ragunan 05 Jakarta Selatan Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1311

Abstract

Speaking skill is an important factor that is needed by humans as social beings. public speaking skills need to be possessed by everyone, including elementary school children. By being taught speaking skills, these children will increase their self-confidence. One of these speaking skills is taught with the skills to become an MC (Master of Ceremony). Elementary school children are often expected to become MCs in practice, namely those who MC have an important role in a series of events, because an MC is someone who is responsible for running an event, for example in ceremonies, in religious activities and so on. So training activities to become beginner MCs for elementary school children are urgent. This activity was carried out at Ragunan 05 Elementary School, South Jakarta which was aimed at grade 5. It is hoped that after this MC training activity, Elementary School 05 students in Ragunan have the skills to present an event, then students practice speaking and practice good response and politeness when expressing something as well as train thoughts and speech in a unified manner in conveying ideas in a chronological and structured manner so as to increase students' self-confidence.
Pendampingan Praktek Menjadi Jurnalis Warga (Citizen Jurnalist) Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13272

Abstract

Kehadiran teknologi internet telah mengubah segala sendi dalam kehidupan. Perubahan tersebut berdampak pada bentuk komunikasi dan cara penyampaian pesan. Kegiatan jurnalistik sekarang ini berkembang melalui online. Kehadiran jurnalisme baru di era internet ini yang didorong oleh rasa keingintahuan masyarakat yang tinggi, membuat mendorong bertumbuhnya Jurnalisme warga (Citizen Journalism). Masyarakat dapat berperan sebagaimana jurnalis yang menyebarkan berbagai informasi melalui blog, dan lain. Hal ini memberikan dampak positif karena dapat menumbuhkan potensi menulis dengan benar kemudian bisa menjalin saling percaya antara penulis dengan pembacanya dan dapat meningkatkan keaktifan warga masyarakat untuk peka dan berpartisipasi pada lingkungan disekitarnya dengan menyebarkan informasi yang bermanfaat. Untuk itu diselenggarakan kegiatan pengabdian di SMK 47 Jakarta, agar supaya anak didik memperoleh pengetahuan baru bagaimana menulis sebagaimana tatanan aturan jurnalistik yang benar, sehingga menghindarkan dari pemberitaan yang menyesatkan dan lain-lain. Manfaat lain adalah mengasah kemampuan menulis siswa siswi di SMK 47 Jakarta Selatan. Kegiatan telah terselenggara di SMK 47 dengan lancar dan diharapkan nantinya akan bisa dilakukan secara kontinyu.
Pengenalan Literasi Media Digital Untuk Mencegah Dampak Negatif Bermain Game Online di Sekolah Dasar Negeri 09 Jakarta Selatan Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4024

Abstract

Literasi media digital terjadi jika seseorang bisa mengolah berbagai informasi, memahami informasi serta berkomunikasi dengan efektif pada orang lain dalam berbagai bentuk media. Literasi media digital merupakan suatu keterampilan hidup yang tidak hanya melibatkan keterampilan menggunakan perangkat teknologi dan informasi tetapi juga keterampilan individu untuk bersosialisasi serta memiliki sikap berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi digital. Pengenalan Literasi Media Digital Untuk Mencegah Dampak Negatif Bermain Game Online sangat urgen dilakukan terutama pada level anak sekolah dasar. Karena pada usia ini sebagian dari mereka sudah sangat menyukai bermain game bahkan cenderung berlebihan. Kondisi ini dapat membuat berbagai efek negatif muncul. Maka kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pengenalan literasi media digital menjadi urgen dilakukan. Kegiatan PKM ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 09 Jakarta. Kegiatan difokuskan di SDN 09 Jakarta dikarenakan di sekolah ini Sebagian besar anak anak terutama kelas 5 dan 6 bermain games melalui media sosialnya Game Online merupakan sebuah wujud perkembangan teknologi pada era globalisasi saat ini. Hampir semua orang sudah pernah mengakses Game Online. Hal ini disebabkan mudahnya untuk mengakses Game Online. Tidak sedikit anak-anak berubah menjadi pecandu game sehingga lupa pada jati diri mereka yang sesungguhnya. Untuk itu anak anak sekolah dasar perlu memiliki literasi media digital dalam permainan mereka. Keputusan yang mereka ambil sangat menentukan keputusan apakah selama bermain, mampu diarahkan dalam upaya pemahaman pada literasi digital mereka, sehingga mereka terhindari dari dampak negatif game online.
Sosialisasi Empat Pilar Literasi Digital di SMP Islam Terpadu An Nizomiyah Jakarta Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i4.1085

Abstract

The purpose of this community service activity is to provide socialization of 4 (four) pillars of digital literacy to be smart in the digital space at SMP Islam An Nizomiyah Jakarta. Activities are focused on SMP An Nizomiyah Jakarta because this school has never been introduced to digital literacy even though most of the junior high school students in this school use digital media for various things which of course are at risk of being negatively affected if not equipped with digital literacy knowledge. Digital literacy is an indispensable skill for students to master as future generations of leaders. Therefore, education has a big role in supporting the mastery of students' digital media literacy skills. Digital media literacy occurs if a person can process various information, understand information, and communicate effectively with others in various forms of media. Digital media literacy is a life skill that not only involves the skills to use technology and information devices but also individual skills to socialize and have a critical thinking attitude as one of the digital competencies.
The Role of Teachers and Digital Literacy Competencies Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.408

Abstract

This research focuses on how the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Competencies in the Digitalization Era. In the rapid development of technology, teachers must have a strong understanding of technology and how to use it effectively in the learning process. They must be familiar with the latest technological devices and applications that can enhance their learning. Teachers must also be able to teach students about digital skills and information literacy, including the ability to access, eval_uate, and use information critically. Teachers play a role in 10 roles, including as facilitators, and managers of technology-based learning. They must have a deep understanding of relevant technologies and be able to integrate them into the learning process. By departing from qualitative methods, later this research can answer the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Skills in Facing the Challenges of Change in the Digitalization Era.
The Role of Teachers and Digital Literacy Competencies Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.408

Abstract

This research focuses on how the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Competencies in the Digitalization Era. In the rapid development of technology, teachers must have a strong understanding of technology and how to use it effectively in the learning process. They must be familiar with the latest technological devices and applications that can enhance their learning. Teachers must also be able to teach students about digital skills and information literacy, including the ability to access, eval_uate, and use information critically. Teachers play a role in 10 roles, including as facilitators, and managers of technology-based learning. They must have a deep understanding of relevant technologies and be able to integrate them into the learning process. By departing from qualitative methods, later this research can answer the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Skills in Facing the Challenges of Change in the Digitalization Era.
Pelatihan Ketrampilan Komunikasi untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Koperasi CU Sehati Jakarta Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3114

Abstract

Koperasi seperti CU Sehati Jakarta menghadapi tantangan dalam kualitas pelayanan akibat komunikasi tidak efektif antara staf dan anggota, diperparah oleh tuntutan era digital. Penelitian sebelumnya fokus pada strategi komunikasi umum tetapi kurang menyentuh konteks spesifik koperasi. Studi ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan komunikasi terpadu, menggabungkan keterampilan interpersonal dan digital untuk staf koperasi. Dengan pelatihan interaktif, simulasi role-play, dan studi kasus, 25 staf berpartisipasi dalam workshop. Data dikumpulkan melalui evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta mengalami peningkatan keterampilan komunikasi (asertivitas, empati, resolusi konflik) dan mengadopsi alat digital (contoh: WhatsApp) untuk pelayanan anggota yang efisien. Kepuasan anggota meningkat karena resolusi keluhan lebih cepat dan penyampaian informasi lebih jelas. Studi ini menekankan perlunya pelatihan berkelanjutan untuk mengatasi resistensi perubahan dan kesenjangan teknologi. Penelitian mendatang dapat mengevaluasi dampak jangka panjang pada kinerja koperasi dan skalabilitas model pelatihan.
Pengembangan Kompetensi Komunikasi dan Kepemimpinan Remaja dalam Pembangunan Komunitas Lokal Kecamatan Tigaraksa Tangerang Nieke Monika Kulsum; Nurhasanah Haspiaini; Agus Salim
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3554

Abstract

Generasi muda memiliki peran strategis dalam membentuk dan menggerakkan pembangunan komunitas lokal. Namun, di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, masih ditemukan rendahnya keterampilan komunikasi formal serta kurangnya profesionalisme dalam berorganisasi dan berinteraksi sosial. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya partisipasi pemuda dalam kegiatan pembangunan berbasis masyarakat. Oleh karena itu, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan kapasitas komunikasi formal dan profesionalisme guna memperkuat peran dan kontribusi pemuda dalam pembangunan komunitas lokal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan keterampilan komunikasi formal dan profesionalisme di kalangan pemuda Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Keterampilan sebagai Master of Ceremony (MC) dan pemahaman keprotokolan menjadi kompetensi penting dalam membentuk karakter pemuda yang percaya diri dan siap tampil sebagai pemimpin dalam berbagai kegiatan masyarakat maupun profesional. Tujuan kegiatan ini adalah membekali peserta dengan kemampuan memandu acara secara sistematis dan etis, serta memahami struktur dan prosedur keprotokolan secara komprehensif. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan intensif yang berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Kegiatan dilakukan melalui sesi teori, lokakarya interaktif, simulasi praktis, serta mentoring dari praktisi MC dan protokol. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Aula Serbaguna Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang. Sebanyak 30 peserta mengikuti program ini secara aktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara di depan umum, pemahaman terhadap tata acara formal, serta kesiapan peserta untuk terlibat dalam kegiatan komunitas dan dunia kerja secara profesional. Kesimpulannya, program ini berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang komunikatif, profesional, dan siap menjadi agen perubahan positif di lingkungan sosial mereka.