Sihol Situmorang
Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERWUJUDAN BELAS KASIH DEVOSAN KERAHIMAN ILAHI DI PAROKI SANTO LAURENTIUS BRINDISI PEMATANGSIANTAR Donobakti, Yohanes Anjar; Girsang, Andi Bonifasius; Situmorang, Sihol
LOGOS Vol. 20 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v20i2.2998

Abstract

Devosi Kerahiman Ilahi diperkenalkan oleh seorang suster dari Kongregasi Bunda Allah Kerahiman, dan sekarang telah dikanonisasi menjadi santa. Devosi Kerahiman Ilahi sudah berkembang di banyak negara termasuk di Indonesia. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Komunitas Kerahiman Ilahi Keuskupan Agung Pontianak (KKI-KAP), devosi Kerahiman Ilahi telah berkembang di 22 keuskupan di Indonesia. Di Keuskupan Agung Medan umat beriman sudah banyak mengetahui dan berdevosi Kerahiman Ilahi. Penulis tertarik mendalaminya untuk mengetahui sejauh mana para devosan mewujudkan belas kasih Allah. Dalam buku catatan hariannya, St. Faustina mencatat begitu banyak pesan belas kasih yang disampaikan Yesus kepadanya. Pesan-pesan itulah yang kiranya menjadi inspirasi permenungan St. Faustina tentang belas kasih. Belas kasih itu harus diamalkan dengan perbuatan, perkataan dan doa. Pesan belas kasih itu jugalah yang dihidupi oleh para devosan Kerahiman Ilahi di Paroki St. Laurentius Brindisi Pematang Siantar.
KEMARTIRAN: JALAN MENUJU PERSATUAN DENGAN YESUS KRISTUS: Surat Ignatius kepada Jemaat di Roma Situmorang, Sihol; Eko, Silvanus
LOGOS Vol. 21 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v21i2.3948

Abstract

Pada zaman Santo Ignatius, Uskup Antiokia, Gereja sungguh berjuang untuk membela dan mempertahankan imannya. Umat Kristiani dipaksa untuk menyangkal imannya dan dihadapkan ke pengadilan. Sebagian besar dari mereka tetap kukuh mengakui iman mereka kendati harus menanggung kemartiran. Ignatius memandang kemartiran sebagai bukti kesetiaan dan persembahan diri secara utuh kepada Allah dengan menjadikan dirinya sebagai gandum yang digiling agar menjadi roti murni. Bagi Ignatius, kemartiran merupakan bentuk pemuridan total dan jalan mencapai kesempurnaan mengikuti jejak Kristus. Penghayatannya akan kemartiran terkait erat dengan pemahamannya perihal Ekaristi yang menghantarnya pada persatuan dengan Allah dalam Kristus.
LATAR BELAKANG, ASAL-USUL, PELOPOR DAN SPRITUALITAS MONAKISME KRISTEN Situmorang, Sihol; Ara, Alfonsus; Simanullang, Gonti
LOGOS Vol. 22 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v22i1.4472

Abstract

Munculnya sebuah gerakan baru pasti melalui sejarah dan proses yang panjang dan terkait erat dengan konteks saat itu. Para pertapa pertama ingin menanggapi panggilan Tuhan untuk hidup seturut Injil. Monakisme Kristen turut dipengaruhi oleh dualisme Timur Tengah. Penarikan diri dari dunia yang ditandai dengan pakaian yang tampak aneh bahkan telanjang, tidak mandi, rambut acak-acakan dan memakai rantai besi di leher seperti terdapat di kalangan pertapa Syria merupakan pengaruh manikeisme. Spiritualitas monastik mencerminkan konsep atau teologi hidup kristiani. Satu-satunya tujuan hidup seorang pertapa adalah Allah yang kesatuan dengan-Nya dicari di padang gurun dengan doa dan praktik-praktik asketik. Hidup kristiani dipahami sebagai suatu pertumbuhan untuk sampai pada kesempurnaan. Seperti orang-orang pada masa itu, para pertapa yakin bahwa setan ada di mana-mana yang mengakibatkan malapetaka moral dan fisik. Menurut para pertapa itu, hidup kristiani bertumbuh dalam perang melawan sijahat.
CINTA KASIH PASTORAL SEBAGAI FOKUS PEMBINAAN CALON IMAM Situmorang, Sihol; Girsang, Sanjaya Putra
LOGOS Vol. 22 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi imam merupakan panggilan yang luhur dan mulia. Di dalam karunia tersebut terkandung tugas dan tanggung jawab untuk melayani umat Allah. Untuk membentuk calon imam yang berorientasi cinta kasih pastoral bermodelkan kasih kegembalaan Yesus Kristus, Anjuran Apostolik Pastores Dabo Vobis menegaskan pentingnya pembinaan calon imam secara holistik. Pembinaan tidak hanya berfokus dan menitikberatkan aspek intelektual, tetapi juga dan terutama menekankan aspek manusiawi, rohani dan pastoral. Cinta kasih sebagai inti spiritualitas imamat merupakan fondasi utama agar para imam dapat melaksanakan panggilan mereka dengan komitmen dan tanggung jawab yang bersumber dari Yesus, Sang Imam Agung dan Gembala Baik.