Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Simetris

STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES ) SEBAGAI BAHAN PENGAWET Slamet, Sugeng; Hidayat, Taufiq
Jurnal Simetris Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.97 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan  diawali  dengan  melakukan  rancang  bangun  unit  pirolisator  lengkap  dengan  perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi  dengan  kondensor  yang  berupa  pipa  tembaga  melingkar.  Hasil  dari  proses  pirolisis diperoleh  tiga  produk  yaitu  asap  cair,  tar,  dan  arang.  Kondensasi  dilakukan  dengan  pipa  atau  koil melingkar  yang  dipasang  dalam  bak  pendingin.  Air  pendingin  dapat  berasal  dari  air  hujan  yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%.  Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang kopi pada temperatur 150oC lebih banyak menghasilkan senyawa asam 93%. Kandungan asam efektif dalam mematikan dan menghambat pertumbuhan mikroba pada produk makanan dengan cara senyawa asam itu menembus dinding sel mikroorganisme yang menyebabkan sel mikroorganisme mati peningkatan kapasitas hasil seiring dengan meningkatnya temperatur uap biomassa.   Kata kunci: Asap cair, pirolisis, kondensasi, pengawet alami, fenol,senyawa asam.
OPTIMASI DESAIN STRUKTUR BED MESIN BUBUT CNC TERHADAP PENGARUH DEFLEKSI, FREKUENSI PRIBADI DAN PROSES MANUFAKTUR MILLING Priantoko, Ardhi; Murdifin, Achmad; Adkhiyan, Afin; Slamet, Sugeng
Jurnal Simetris Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.38 KB)

Abstract

Tujuan utama dari optimasi desain ini adalah untuk meningkatkan kualitas dari mesin bubut yang akan dibuat BMEPPO-BBPT. Dengan tetap menggunakan material Gray cast iron (FC25) serta menekan jumlah  material yang di butuhkan dalam pembuatan bed bubut tersebut tetapi menghasilkan bentuk desain Slant Bed bubut CNC yang optimal sehingga tidak mengurangi kualitas mesin yang akan dibuat. Perancangan   struktur   bed menggunakan ribbing dapat membuat mesin tetap kokoh dan mampu mengatasi pembebanan yang terjadi akibat berat komponen mesin bubut, namun tetap memenuhi aspek berat yang tidak berlebihan. Proses perancangan dilakukan melalui metode reverse engineering dari desain mesin bubut CNC Leadwell T-6, yang berikutnya akan dimodifikasi untuk melihat  perilaku  statis tepatnya pada defleksi, perilaku  dinamis serta  frekuensi dari desain yang akan diuji menggunakan pendekatan software analisis. Hasil akhirnya adalah mendapatkan desain dengan defleksi  terkecil  serta  gambar  desain  manufaktur  untuk  membantu proses  permesinan milling pada  tahap bembuatan bed mesin bubut CNC tersebut. Kata kunci: Bed, defleksi, frekuensi, desain manufaktur.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH BOTTOM ASH P L T U DENGAN BIOMASSA CANGKANG KOPI Gunawan, Budi; Slamet, Sugeng
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.289 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i2.464

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bottom ash limbah batu bara PLTU PT Pura Barutama dengan biomassa cangkang kopi. Pengujian yang akan dilakukan meliputi; kadar karbon, kandungan sulfur oksida, kadar abu dan airnya. Metode pembuatan dengan mencampur bottom ash dengan bomassa cangkang kopi menggunakan pengikat tetes tebu. Variasi perbandingan antara bottom ash dan biomassa adalah; 50:50, 60:40 dan 70:30. Pengujian kadar karbon dan kandungan sulfur oksida menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope). Hasil pengujian menggunakan menunjukkan pada komposisi bottom ash yang sedikit bisa menaikkan kadar karbon dan menurunkan kandungan sulfur oksida. Kadar karbon naik rata-rata 7.25%. Pada pengujian kadar air naik rata-rata 3.93%. Sedangkan pengujian kadar abu menunjukkan kenaikan rata-rata 11.09% Kata kunci: cangkang kopi, karbonisasi, biomassa, biobriket, bottom ash.
DAUR ULANG PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI TEKNIK BALL MILL UNTUK MENGEMBALIKAN DAYA IKATNYA Slamet, Sugeng; Bastian, Yanuwar
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.238 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.2097

Abstract

Teknik pengecoran merupakan metode pembentukan material logam yang sudah lama dikenal oleh manusia. Metode ini mempunyai banyak keuntungan yaitu dapat menghasilkan benda sesuai dengan aslinya, tidak dibatasi leh ukuran dan sesuai untuk produk massal. Media yang sering digunakan adalah pasir dan sebagian pola dilengkapi dengan inti cor. Pasir silika digunakan pengrajin cor untuk membuat inti cor. Pasir silika ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai untuk satu cetakan. Pasir silika tidak dapat digunakan lagi karena tidak mempunyai daya ikat antar partikelnya. Metode yang dilakukan adalah menghancurkan kembali  bongkahan  pasir  inti  bekas  cor  ke  dalam  mesin  ball  mill  dengan  variasi kecepatan putar, waktu giling, diameter dan jumlah bola baja yang digunakan per 1000 gr. Pasir silika selanjutnya dilakukan pengayakan dengan menggunakan mesh 100 dan 150. Hasil penggilingan dengan teknik ball  mill  menunjukkan bahwa kecepatan putar  mesin ball  mill  yang  meningkat tidak secara signifikan meningkatkan prosentase hasil. Penambahan waktu giling mampu meningkatkan prosentase hasil untuk semua ukuran mesh. Penambahan waktu giling dari 30 menjadi 60 menit pada kecepatan putar yang sama dan penambahan diameter bola dari 20 menjadi 25 mm mampu meningkatkan 14,10% lebih tinggi pada mesh 100.  Perlakuan yang sama dengan mesh 150 terjadi peningkatan sebesar 3,88%. Pasir silika daur ulang digunakan untuk membuat kembali inti cor. Semakin kecil ukuran mesh pasir silika menunjukkan ikatan partikel yang lebih kuat dengan bentuk pola inti yang lebih sempurna. 
STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES ) SEBAGAI BAHAN PENGAWET Slamet, Sugeng; Hidayat, Taufiq
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 1 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 1 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.97 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i1.255

Abstract

ABSTRAK Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan diawali dengan melakukan rancang bangun unit pirolisator lengkap dengan perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa pipa tembaga melingkar. Hasil dari proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, tar, dan arang. Kondensasi dilakukan dengan pipa atau koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Air pendingin dapat berasal dari air hujan yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang kopi pada temperatur 150oC lebih banyak menghasilkan senyawa asam 93%. Kandungan asam efektif dalam mematikan dan menghambat pertumbuhan mikroba pada produk makanan dengan cara senyawa asam itu menembus dinding sel mikroorganisme yang menyebabkan sel mikroorganisme mati peningkatan kapasitas hasil seiring dengan meningkatnya temperatur uap biomassa. Kata kunci: Asap cair, pirolisis, kondensasi, pengawet alami, fenol,senyawa asam.
OPTIMASI DESAIN STRUKTUR BED MESIN BUBUT CNC TERHADAP PENGARUH DEFLEKSI, FREKUENSI PRIBADI DAN PROSES MANUFAKTUR MILLING Priantoko, Ardhi; Murdifin, Achmad; Adkhiyan, Afin; Slamet, Sugeng
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.38 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i1.486

Abstract

Tujuan utama dari optimasi desain ini adalah untuk meningkatkan kualitas dari mesin bubut yang akan dibuat BMEPPO-BBPT. Dengan tetap menggunakan material Gray cast iron (FC25) serta menekan jumlah material yang di butuhkan dalam pembuatan bed bubut tersebut tetapi menghasilkan bentuk desain Slant Bed bubut CNC yang optimal sehingga tidak mengurangi kualitas mesin yang akan dibuat. Perancangan struktur bed menggunakan ribbing dapat membuat mesin tetap kokoh dan mampu mengatasi pembebanan yang terjadi akibat berat komponen mesin bubut, namun tetap memenuhi aspek berat yang tidak berlebihan. Proses perancangan dilakukan melalui metode reverse engineering dari desain mesin bubut CNC Leadwell T-6, yang berikutnya akan dimodifikasi untuk melihat perilaku statis tepatnya pada defleksi, perilaku dinamis serta frekuensi dari desain yang akan diuji menggunakan pendekatan software analisis. Hasil akhirnya adalah mendapatkan desain dengan defleksi terkecil serta gambar desain manufaktur untuk membantu proses permesinan milling pada tahap bembuatan bed mesin bubut CNC tersebut. Kata kunci: Bed, defleksi, frekuensi, desain manufaktur.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH BOTTOM ASH P L T U DENGAN BIOMASSA CANGKANG KOPI Budi Gunawan; Sugeng Slamet
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.289 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i2.464

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bottom ash limbah batu bara PLTU PT Pura Barutama dengan biomassa cangkang kopi. Pengujian yang akan dilakukan meliputi; kadar karbon, kandungan sulfur oksida, kadar abu dan airnya. Metode pembuatan dengan mencampur bottom ash dengan bomassa cangkang kopi menggunakan pengikat tetes tebu. Variasi perbandingan antara bottom ash dan biomassa adalah; 50:50, 60:40 dan 70:30. Pengujian kadar karbon dan kandungan sulfur oksida menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope). Hasil pengujian menggunakan menunjukkan pada komposisi bottom ash yang sedikit bisa menaikkan kadar karbon dan menurunkan kandungan sulfur oksida. Kadar karbon naik rata-rata 7.25%. Pada pengujian kadar air naik rata-rata 3.93%. Sedangkan pengujian kadar abu menunjukkan kenaikan rata-rata 11.09% Kata kunci: cangkang kopi, karbonisasi, biomassa, biobriket, bottom ash.
DAUR ULANG PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI TEKNIK BALL MILL UNTUK MENGEMBALIKAN DAYA IKATNYA Sugeng Slamet; Yanuwar Bastian
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.238 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.2097

Abstract

Teknik pengecoran merupakan metode pembentukan material logam yang sudah lama dikenal oleh manusia. Metode ini mempunyai banyak keuntungan yaitu dapat menghasilkan benda sesuai dengan aslinya, tidak dibatasi leh ukuran dan sesuai untuk produk massal. Media yang sering digunakan adalah pasir dan sebagian pola dilengkapi dengan inti cor. Pasir silika digunakan pengrajin cor untuk membuat inti cor. Pasir silika ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai untuk satu cetakan. Pasir silika tidak dapat digunakan lagi karena tidak mempunyai daya ikat antar partikelnya. Metode yang dilakukan adalah menghancurkan kembali  bongkahan  pasir  inti  bekas  cor  ke  dalam  mesin  ball  mill  dengan  variasi kecepatan putar, waktu giling, diameter dan jumlah bola baja yang digunakan per 1000 gr. Pasir silika selanjutnya dilakukan pengayakan dengan menggunakan mesh 100 dan 150. Hasil penggilingan dengan teknik ball  mill  menunjukkan bahwa kecepatan putar  mesin ball  mill  yang  meningkat tidak secara signifikan meningkatkan prosentase hasil. Penambahan waktu giling mampu meningkatkan prosentase hasil untuk semua ukuran mesh. Penambahan waktu giling dari 30 menjadi 60 menit pada kecepatan putar yang sama dan penambahan diameter bola dari 20 menjadi 25 mm mampu meningkatkan 14,10% lebih tinggi pada mesh 100.  Perlakuan yang sama dengan mesh 150 terjadi peningkatan sebesar 3,88%. Pasir silika daur ulang digunakan untuk membuat kembali inti cor. Semakin kecil ukuran mesh pasir silika menunjukkan ikatan partikel yang lebih kuat dengan bentuk pola inti yang lebih sempurna. 
Karakterisasi Sifat Fisis Membran Keramik dari Matrik Tanah Liat dengan Aditif Serbuk Gergaji Kayu Pramudya, Indri Ikha; Fuddin, Chabib; Arofik, Ahmad; Slamet, Sugeng
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 2 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i2.11324

Abstract

Membran keramik adalah suatu alat yang terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan bahan pembentuk pori yang telah mengalami proses pembakaran dengan temperatur lebir dari 800 ºC dan pendinginan dengan suhu ruangan berkisar antara rentang suhu 25 ºC – 28 ºC selama 3 hari. Riset bertujuan melakukan manufaktur keramik berpori dari bahan tanah liat dengan material aditif serbuk gergaji kayu yang sudah dimeshing dengan perbandingan komposisi dan variasi ukuran partikel. Pembuatan membran keramik menggunakan tanah liat dengan aditif serbuk kayu jati yang lolos screen mesh 150 dan 200 dengan komposisi 90%:10%, 80%:20, 70%:30%. Parameter data uji yang dihasilkan pada membran keramik meliputi densitas, porositas, dan absorbsivitas. Hasil data uji densitas menghasilkan nilai tertinggi pada mesh 200 komposisi 90%:10% yakni 1,947 gr/cm3. Porositas menghasilkan nilai tertinggi pada komposisi 90%:10% ukuran mesh 200 dengan hasil nilai 62,2%. Sedangkan pada pengujian absorbsivitas menghasilkan nilai berbanding balik paling sedikit dengan densitas dan porositas pada mesh 200 dengan komposisi 90%:10% yakni 19,2%.