Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi Metode TOPSIS Untuk Menentukan Dosen Terbaik (Studi Kasus : STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau) Yayang Eluis Bali Mawartika; Arie Yandi Saputra
Jurnal Ilmiah Binary STMIK Bina Nusantara Jaya Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Binary STMIK Bina Nusantara Jaya
Publisher : STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuk Linggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52303/jb.v6i1.138

Abstract

STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau is one of the universities in Lubuklinggau which was founded in 2007. Currently there are 20 permanent lecturers. At the higher education level, lecturers are professional staff who are appointed through statutory regulations. As teaching staff, lecturers have an obligation to provide knowledge to students in higher education. As an effort to support the teaching and learning process on campus, selection of the best lecturers is often held directly by students. However, the process of selecting the best lecturer still has shortcomings, namely that students only choose their favorite lecturer without looking at the teaching and learning process provided by the lecturer. Therefore, this research will implement decision support methods to help make more accurate decisions in determining the best lecturer. The method implemented in the decision support system for determining the best lecturers is the TOPSIS method. There are 6 criteria used to determine the best lecturers, namely length of service, achievements, semester learning plans, teaching materials, learning media, and lecturer presence. Based on the calculation results of the implementation of the TOPSIS method on 5 lecturers who have been certified, Robi Yanto is the best lecturer with the highest score, namely 0,86.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi untuk Bisnis Online bagi Ibu Rumah Tangga Kelurahan Ponorogo Mawartika, Yayang Eluis Bali; Kuswandhie, Rakhmad; Etriyanti, Endang; Ahmadi, Ahmadi; Amalia, Veradilla; Primadasa, Yogi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v4i1.648

Abstract

Proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi saat ini semuanya dapat dilakukan melalui teknologi. Semua kegiatan tersebut termasuk dalam bagian dari e-business. Kegiatan e-business bisa dilakukan oleh kalangan manapun, dari pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga terkesan hanya berdiam diri di rumah, padahal sebenarnya ibu rumah tangga bisa melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan uang, yaitu melalui e-business. Namun rata-rata ibu rumah tangga belum memiliki pengetahuan terkait pelaksanaan e-business dikarenakan kurangnya informasi atau pengalaman dari e-business. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan di lingkungan Kelurahan Ponorogo Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau diperuntukkan khusus untuk ibu rumah tangga. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk bisnis online. Diharapkan dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mampu memberikan informasi dan pengetahuan kepada ibu rumah tangga mengenai pemanfaatan teknologi untuk bisnis online.
Implementasi Case Based Reasoning untuk Mendiagnosa Penyakit Ibu Hamil Yanto, Robi; Mawartika, Yayang Eluis Bali; Amalia, Veradilla
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v3i2.289

Abstract

Kehamilan merupakan masa yang rentan terhadap berbagai macam jenis penyakit. Mulai dari penyakit yang memiliki gejala yang ringan sampai dengan mematikan. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Lubuklinggau masih jauh dibawah target nasional yaitu sebesar 226 per 100.000. Angka Kematian Ibu (AKI) ini akan terus bertambah jika kurangnya informasi pengetahuan atau rasa aware ibu hamil terhadap gejala-gejala penyakit selama kehamilan. Salah satu alasan utama kurangnya pengetahuan mengenai kehamilan adalah terkait biaya konsultasi yang mahal. Sehingga tidak jarang ibu hamil enggan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan seperti dokter atau bidan. Maka dari itu dengan memanfaatkan teknologi sistem pakar diharapkan mampu membantu ibu hamil untuk memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai gejala-gejala penyakit ibu hamil sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan sejak dini. Sistem pakar diterapkan dengan mengimplementasikan metode Case Based Reasoning (CBR). Metode Case Based Reasoning (CBR) ini melakukan pendekatan antara kasus baru dengan kasus lama. Berdasarkan pengetahuan dari kasus lama jenis penyakit ibu hamil ada 7 yaitu Hyperemesis Gravidarium TK I, Hyperemesis Gravidarium TK II, Hyperemesis TK III, Ptyalismus, Pre Eklampsia Ringan, Pre Eklampsia Berat, dan Eklampsia. Berdasarkan perhitungan kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama diperoleh nilai kedekatan sebesar 70%, hal ini membuktikan bahwa metode Case Based Reasoning (CBR) mampu mendiagnosa penyakit ibu hamil dengan baik.
Prediksi Kebutuhan Air di Kota Lubuklinggau Menggunakan Metode Simple Linear Regression Mawartika, Yayang Eluis Bali; Primadasa, Yogi; Kuswandhie, Rakhmad
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v3i2.655

Abstract

Penduduk di Kota Lubuklinggau terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya, dibuktikan dari data BPS Kota Lubuklinggau jumlah penduduk Kota Lubuklinggau pada tahun 2021 berjumlah sebanyak 236.828 jiwa sedangkan pada tahun 2022 meningkat menjadi 240.238 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan air juga semakin meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut ditunjukkan pada peningkatan air yang disalurkan pada tahun 2021 sebanyak 2.738.090 m3 menjadi 2.902.497 m3 pada tahun 2022. Kebutuhan air yang terus meningkat tidak disertai dengan peningkatan tekanan air, sehingga tidak jarang air tidak mengalir ke rumah masyarakat atau pelanggan PDAM. Hal ini memicu terjadinya keluhan atau protes dari pelanggan PDAM Kota Lubuklinggau. Dengan memprediksi kebutuhan air di Kota Lubuklinggau akan membantu PDAM Kota Lubuklinggau untuk melakukan strategi sebagai upaya pemenuhan kepuasan pelanggan. Metode Simple Linear Regression dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan air di Kota Lubuklinggau. Hal tersebut dibuktikan dari hasil pengujian determinasi sebesar 64%.
Penerapan Metode TOPSIS untuk Menilai Kinerja Karyawan PT. Radio Radjawali Bumi Selatan Mawartika, Yayang Eluis Bali; Kuswandhie, Rakhmad; Juliansa, Hengki
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v4i2.861

Abstract

Karyawan merupakan sumber daya manusia yang memiliki peranan penting dalam kemajuan sebuah instansi. Kompetensi yang dimiliki oleh karyawan harus terus ditingkatkan untuk mendukung peningkatan kinerja. Penilaian kinerja karyawan dapat dilakukan oleh instansi untuk menilai dan memacu peningkatan kinerja karyawan menjadi lebih baik. Penilaian kinerja karyawan ini digunakan sebagai bahan evaluasi pimpinan atas kinerja karyawan sehingga dapat membantu mengambil keputusan seperti pemberian reward, kenaikan jabatan, dan keputusan lainnya. Namun seringkali penilaian kinerja karyawan ini dilakukan secara tidak objektif. Oleh karena itu untuk mengetahui kinerja karyawan perlu dilakukan penilaian kinerja karyawan dengan menerapkan sistem pendukung keputusan untuk membantu memecahkan suatu masalah. Salah satu metode yang dapat diterapkan dalam sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan adalah metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Dengan menerapkan metode TOPSIS untuk menilai kinerja karyawan diharapkan dapat memecahkan masalah yang terjadi dalam proses penilaian kinerja karyawan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Selain itu diharapkan melalui penerapan metode TOPSIS untuk penilaian kinerja karyawan dapat membantu pimpinan dalam menilai karyawan secara lebih objektif.
Transformasi Digital Pengawasan Internal Pemerintah melalui Implementasi SIGAP di Inspektorat Kota Lubuklinggau Primadasa, Yogi; Saputra, Arie Yandi; Ahmadi, Ahmadi; Mawartika, Yayang Eluis Bali; Hamidani, Syafi'ul; Hamidani, Syafiul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i3.55

Abstract

Kegiatan pengawasan internal di Inspektorat Kota Lubuklinggau masih menghadapi kendala dalam hal efisiensi, akurasi data, dan keterlambatan pelaporan akibat proses manual. Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital melalui penerapan Sistem Informasi Gerakan Audit Pemantauan (SIGAP) sebagai solusi pengawasan berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan workshop praktikum yang diikuti oleh 25 aparatur Inspektorat sebagai mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi kinerja, kuesioner kepuasan pengguna, dan analisis efektivitas sistem. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hardskill penggunaan aplikasi sebesar 85%, peningkatan efisiensi waktu pelaporan audit hingga 40%, serta peningkatan kepuasan pengguna mencapai 87%. Penerapan SIGAP terbukti mampu meningkatkan efektivitas dan transparansi pengawasan internal serta memperkuat kapasitas aparatur pemerintah dalam menghadapi era digitalisasi tata kelola pemerintahan.