Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Development of Taro Agribusiness Using Local Wisdom: a Swot Analysis to Promote Sustainable Food Security Triyoso, Anang; Prihartini, Indah; Tain, Anas; Gunaisah, Endang
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 4 No. 3 (2025): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/mp8fk268

Abstract

Taro shows promising agribusiness prospects as a local commodity that supports sustainable food security, but these efforts are still overshadowed by various obstacles that require the right handling strategy. The purpose of this research is to identify internal and external factors and develop a strategy for the development of taro agribusiness based on local wisdom in West Papua. This research uses a mixed-method design by combining surveys of 50 key informants, in-depth interviews, FGDs, observations, and SWOT analysis. The results of the study show the following factors: 1. Strengths include the availability of local seed varieties, suitable agroclimatic conditions, extensive land ownership, farming experience, and the position of taro as a local food for the community; 2. Weaknesses include limited production facilities, low financial capacity of farmers, simple processing technology, high transportation costs, and weak farmer institutions; 3. Opportunities include increasing market demand, support for regional autonomy, strategic production centers, and scientific and technological advances; and 4. Threats include low purchasing power, a high rate of product damage, weak legal certainty on land, land conversion, and competition with taro products from outside the region. This study concludes with a strategy that prioritizes strengthening production capacity, expanding market access, diversifying processed products through innovation, developing agroindustry, strengthening farmer institutions, improving production facilities, and implementing price regulation policies. The development of taro agribusiness requires a comprehensive strategy that integrates local wisdom to increase sustainable food security in West Papua.
Pengembangan Klaster Pertanian Padi Ramah Lingkungan Berbasis Inovasi Biofarm Di Subak Bengkel, Kabupaten Tabanan Indah Prihartini; Aulia Zakia; Isnani Dzuhrina
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.62

Abstract

Tujuan utama kegiatan adalah terbentuk nya klaster pangan berbasis pertanian padi ramah lingkungan dari hulu sampai hilir. Produksi saprodi berbasis bahan baku lokal, perbaikan   produktiftas lahan, tanaman dan lingkungan serta peningkatan kualitas gabah dan beras ramah lingkungan. Permasalahan utama mitra adalah belum terintegrasi unit di hulu, budidaya dan hilir dari 2 Desa yang ada di wilayah Subak Bengkel. Sehingga perlu dibentuk klaster hulu sampai dengan hilir dengan mensinergikan Bumdes, Subak dan Gapoktan. Klaster yang akan di kembangkan adalah klaster pangan dengan Subak sebagai inti manajemen klaster. Penurunan produktifitas lahan, tanaman dan lingkungan perlu teknologi yang dapat memberikan solusi secara holistik dan kompreensif. Salah satu teknologi yang mendukung program pengembangan klaster pertanian organik ramah lingkugan adalah inovasi Biofarm. Aplikasi inovasi Biofarm dilakukan pada perbaikan kesuburan lahan, bioremediasi air, produktifitas tanaman, pengendalian hama penyakit dan lingkungan.  Inovasi biofarm juga dapat digunakan untuk permasalahan pengolahan sampah yang perlu waktu lama dan kualitas rendah. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, sekolah lapang dan pendampingan terkait persiapan Saprodi maupun teknis budidaya pada khalayak sasaran yg sudah di tentukan. Luaran program adalah terbentuk klaster sinergi Bumdes, Subak dan Gapoktan dengan sinergi kegiatan dari hulu sampai dengan hilir. Produksi saprodi pupuk organik padat (POP), pupuk organik cair (POC), Pestisida Nabati (Pesnab) dan ZPT organik dari Bumdes (Unit TPST3R) untuk kebutuhan petani anggota Subak. Demplot padi organik 3 Ha sebagai laboratorium lapang petani Subak dan perbaikan kualitas beras yang dihasilkan Unit Pengolahan Beras (Gapoktan).