Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Klaim Pending BPJS Kesehatan di RSUD Pasar Minggu Tahun 2024 Wirdah, Wirdah; Soewondo, Prastuti; Kartika Dewi, Endah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3234

Abstract

Based on the results of the verification of claims at Pasar Minggu Hospital, the number of pending claims at the end of 2024 has increased both in terms of the number of claims and the cost of claims. In hospitals with a JKN service level of > 80%, the occurrence of pending claims can affect the hospital's cash flow. This study aims to analyze data on pending claim cases to be able to map the group of causes of pending cases. The method of writing the article used is a quantitative cross-sectional design, which is an approach based on data collection that can present information in a short time. As a result, the average number of pending cases at Pasar Minggu Hospital is 5.45% of the total number of claim files filed in 2024, while when viewed from the amount of pending claims, it reaches 17.13%. In inpatient services, the percentage of pending claims based on the number of files on average reached 1.02% and 15.48% when viewed from the value of claims. On the other hand, in outpatient services, the average number of claims based on files is higher, which is 4.43% and in terms of claim value, the portion is 1.66%. The cause of pending claims when reviewed from the number of files is the most due to the aspect of administrative completeness, which is 45.07%. Meanwhile, when viewed from the amount of cost or claim value, the group that caused the most pending claims was due to the aspect of coding rules at 44.10%. The factors that cause pending claims at Pasar Minggu Hospital consist of four factors: human (the service team and casemix have varying levels of understanding of coding and medical aspects, money (the budgeting process for updating coding knowledge and skills is not routine), method (the autoclosing system in the outpatient file claim process, in the inpatient claim process, the coding process is carried out at the end of the service), material (PPK updates have not been done regularly, so there are still variations in services), and machines (the coding system in SIMRS is still done with manual input).
Analisis Saldo Piutang Pasien Jaminan di Rumah Sakit Port Medical Center Kusumawardhani, Dian; Soewondo, Prastuti
Kesmas Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piutang merupakan harta lancar yang terbesar pada organisasi kesehatan dan berdampak dana investasi. Kegagalan pengelolaan piutang di rumah sakit akan mengganggu cash flow dan kegiatan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab saldo piutang pasien jaminan pihak ketiga yang tinggi, meliputi dinas dan langganan di RS Port Medical Center. Penelitian operasional ini melakukan pengamatan langsung dan telaah dokumen pada proses pengelolaan piutang pada tahap penerimaan, pembebanan biaya, penataan rekening, penagihan dan penutupan rekening. Informan adalah para pejabat dan pelaksana yang terlibat. Didapatkan bahwa tidak ada standar atau persyaratan kredit yang berlaku sebelum kerja sama. Potongan harga, jangka waktu pembayaran dan sanksi yang tertera dalam perjanjian kerja sama tidak dapat dijalankan. Telah ada upaya penagihan, tetapi belum optimal. Belum ada prosedur tentang cara penagihan bila pembayaran terlambat. Pada lima tahap pengelolaan piutang terlihat beban tugas penata rekening yang tinggi. Dan SOP hanya tersedia pada tahap pembebanan biaya. Proses seleksi yang menggunakan sistem billing online mempermudah pekerjaan tetapi menuntut ketelitian tinggi. Jumlah tagihan dan saldo piutang terbesar adalah dinas. Perusahaan asuransi mempunyai saldo piutang terkecil dan proporsi pembayaran terkecil adalah Jamsostek. Proses penagihan pada dinas, perusahaan umum dan perusahaan asuransi relatif sama (20 hari). Lama proses penagihan dan umur piutang terlama adalah Jamsostek. Account receivables is the biggest current assets in health organization including hospitals and will influence investation fund management. Failure in account receivables management will confound the cash flow and operational activities. The purpose of this study is to know the causes of high account receivables of patients insured by third party. This operational research used direct observations and documents review regarding the management process of the insured patient account receivables at the stage of admission, charge capture, account billing, collecting and account writing off. An in-depth interview was conducted to the involved persons and officers. The result of the study shows that the current credit policy prevails at PMC hospital seems to be linient since no credit standard or credit terms given before colaboration. Discount, payment period and sanctions are included in the agreement but not effective. There are efforts for claiming, but it has not been done optimally. There is no procedure that can be used in collecting account if there were delay. There is a shortage of staff on the account arrangement and overlapped tasks of staff at central opname. The only available standard operating procedure was at the stage of charge capture. Although the completion process has used on line billing system, to simplify the task, it still needs high accuracy to get accurate data. Thehighest claim goes to the state owned company. The highest account receivable also goes to the state owned company. From four health insurance companies, Jamsostek has the lowest payment percentage. It is also found that the length of the collecting process is 20 days for state owned companies, public companies and insurance companies and 60 days for Jamsostek. The length of billing process and account receivable days for Jamsostek was the longest.
Interprofessional Collaborative Practice and Health Workers Retention at Remote Primary Health Care: Case Study from Nusantara Sehat Team-based Program Soewondo, Prastuti; Pujisubekti, Retno; Prastyani, Ade Widyati; Rahmayanti, Nurul Maretia
Kesmas Vol. 17, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Nusantara Sehat Team (NST), established in 2015 and consist of multi-professional health workers, implemented to provide comprehensive services at remote primary health cares (PHCs) for two years. This study aimed to explore how the NST leverages the Interprofessional Collaboration (IPC) and its impact on the future career prospects of health workers. Using a qualitative approach, the information was gathered from 48 informants drawn from the current 30 NST recruits and 18 alumni through semi-structured interviews. Of these 48, 20 were clinical practitioners, while the rest were non-clinical health workers. The findings revealed several challenges in promoting collaborative practice, including the community's high demand for curative services, the unclear division of tasks among the NST and local PHC staff, and inadequate health facility support. The curriculum of IPC was yet to be included in the pre-service education and in-service training before NST, allowing the staff to enter the workplace and collaborate, especially in the backward areas. The institutional support through macro and meso policies has yet to enable collaborative-practice ready workers adequately. Other factors such as personal values, family expectations, gender roles, and career sustainability also affected the retention of personnel in the NST.
Hubungan Rasio Dokter dan Peserta Terdaftar terhadap Capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Pada FKTP di Kota Bandung Tahun 2024 Hermansyah, Acep Arief; Soewondo, Prastuti; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4057

Abstract

Sebagai upaya memastikan efektivitas jaminan kesehatan di era JKN, BPJS Kesehatan mengembangkan sistem pembayaran kepada FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan melalui skema pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) yang menghubungkan antara pemantauan kinerja yang diukur melalui tiga indikator yaitu Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) dengan pembayaran kapitasi setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara rasio dokter dibanding peserta terdaftar dengan capaian KBK pada FKTP baik puskesmas maupun klinik pratama di Kota Bandung tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini menganalisis data sekunder capaian indikator KBK dari 135 FKTP yang melaksanakan konsekuensi KBK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian indikator KBK klinik pratama lebih baik dibandingkan puskesmas. Data median menunjukkan bahwa klinik pratama mencatat angka kontak (139,62‰) dan RPPT (1,46%) yang lebih tinggi dibandingkan puskesmas (masing-masing 82,68‰ dan 0,08%). Sebaliknya, RRNS pada puskesmas adalah 1,31%, sementara pada klinik pratama tercatat sebesar 0,00%. Hasi uji statistik menunjukan rasio dokter dengan peserta terdaftar ideal memiliki hubungan signifikan dengan capaian RPPT (nilai p = 0,00), namun tidak memiliki hubungan signifikan dengan Angka Kontak (nilai p = 0,4797), dan Rasio Rujukan Non Spesialistik (nilai p = 0,124).
Cost Effectiveness of CABG Versus PCI for Patients With Coronary Artery Disease: A Systematic Review Roslina, Trias; Soewondo, Prastuti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 8 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i8.1660

Abstract

The suitability of CABG compared to PCI for patients with coronary artery disease (CAD) remains a controversial issue. Despite growing evidence supporting the clinical efficacy of these revascularization strategies, there is little evidence regarding their long-term cost-effectiveness. The aim of this study was to critically evaluate the literature regarding the cost-effectiveness of CABG compared to PCI and assess the quality of the available economic evidence.The methods is a systematic review was conducted using three databases: PubMed, Scopus and Google Scholar. Three studies were retrieved then compared the economic evaluation of CABG vs PCI measures The result is the improvement (ICER) reported across studies varied widely by perspective and timeframe. ICER calculation was reported to be favorable and cost effective for CABG. The conclusions is CABG is more cost-effective than PCI in cases of coronary artery disease. The evidence supporting this cost-effectiveness will continue to evolve and further evaluation over a period of 10 years or more is needed considering societal perspectives.
Analisis Ketersediaan Obat Program Rujuk Balik (PRB) Kasus Hipertensi di Kota Palembang Tahun 2023 Martawinata, Sulaiman; Soewondo, Prastuti
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.3274

Abstract

Peningkatan prevalensi Penyakit Hipertensi merupakan tertinggi di antara prevalensi penyakit kronis lainnya sehingga terjadi peningkatan juga pada peserta Program Rujuk Balik (PRB). Namun jumlah peserta PRB yang stabil dirujuk balik ke FKTP semakin menurun. Salah penyebabnya dikarenakan keluhan kekosongan obat. Keluhan kekosongan obat di Palembang menjadi keluhan obat tertinggi di Kedeputian 3 BPJS Kesehatan. Diperoleh gambaran ketersediaan obat PRB kasus Hipertensi bagi peserta JKN di Puskesmas dan Apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di kota Palembang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen untuk mengetahui keterkaitan antara komponen input, proses, sehingga menghasilkan output berupa ketersediaan obat PRB kasus Hipertensi. Komponen input dalam penelitian ini yaitu SDM, anggaran, perlengkapan, peraturan, dan peralatan. Sedangkan komponen proses yaitu perencanaan, pengadaan, penyaluran dan distribusi, penggunaan, serta monitoring dan evaluasi. Menunjukan bahwa terdapat kekosongan obat PRB kasus Hipertensi dikarenakan masih adanya kendala dari segi input yaitu kurangnya SDM, terbatasnya perlengkapan, implementasi kebijakan yang belum optimal serta dari segi proses yaitu masih ada kendala dalam proses perencanaan, pengadaan, distribusi, dan penggunaan. Kendala-kendala ini pada akhirnya berdampak kepada masih terjadinya kekosongan obat PRB di Puskesmas dan Apotek PRB.
Analisis Klaim Pending BPJS Kesehatan di RSUD Pasar Minggu Tahun 2024 Wirdah, Wirdah; Soewondo, Prastuti; Kartika Dewi, Endah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3234

Abstract

Based on the results of the verification of claims at Pasar Minggu Hospital, the number of pending claims at the end of 2024 has increased both in terms of the number of claims and the cost of claims. In hospitals with a JKN service level of > 80%, the occurrence of pending claims can affect the hospital's cash flow. This study aims to analyze data on pending claim cases to be able to map the group of causes of pending cases. The method of writing the article used is a quantitative cross-sectional design, which is an approach based on data collection that can present information in a short time. As a result, the average number of pending cases at Pasar Minggu Hospital is 5.45% of the total number of claim files filed in 2024, while when viewed from the amount of pending claims, it reaches 17.13%. In inpatient services, the percentage of pending claims based on the number of files on average reached 1.02% and 15.48% when viewed from the value of claims. On the other hand, in outpatient services, the average number of claims based on files is higher, which is 4.43% and in terms of claim value, the portion is 1.66%. The cause of pending claims when reviewed from the number of files is the most due to the aspect of administrative completeness, which is 45.07%. Meanwhile, when viewed from the amount of cost or claim value, the group that caused the most pending claims was due to the aspect of coding rules at 44.10%. The factors that cause pending claims at Pasar Minggu Hospital consist of four factors: human (the service team and casemix have varying levels of understanding of coding and medical aspects, money (the budgeting process for updating coding knowledge and skills is not routine), method (the autoclosing system in the outpatient file claim process, in the inpatient claim process, the coding process is carried out at the end of the service), material (PPK updates have not been done regularly, so there are still variations in services), and machines (the coding system in SIMRS is still done with manual input).
Efektifitas Biaya di Neonatal Intensive Care Unit (NICU): Sebuah Scoping Review Gilang Shah Putra Rahim, Ditia; Soewondo, Prastuti; Andardi, Biancha
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 4 (2023): Special Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i4.440

Abstract

Bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif biasanya dirawat di unit khusus yang disebut unit perawatan intensif neonatal (NICU). Selama 20 tahun terakhir, perawatan neonatal yang lebih baik telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bayi berisiko tinggi ini. Bayi berisiko tinggi ini dirawat di NICU selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan. Lama tinggal di rumah sakit mengakibatkan biaya rawat inap yang lebih tinggi dan biaya perawatan neonatal yang jauh lebih tinggi. Proses seleksi dilakukan dalam tiga tahap. Selama tahap pertama penulis mengumpulkan 168 artikel untuk mengidentifikasi artikel yang relevan. Penulis secara independen memfilter semua artikel untuk menentukan pengecualian artikel, dan kemudian menemukan 138 artikel setelah menghapus artikel duplikat. Pada fase kedua, artikel yang relevan diberi kode untuk mencerminkan abstrak (misalnya, studi, populasi, dan sampel). Selanjutnya, penulis memfilter studi teks lengkap dari 30 artikel yang tersisa untuk melakukan inklusi abstrak. Pada fase berikutnya, 11 artikel teks lengkap yang membahas efektifitas dan efisiensi di NICU dipilih untuk diulas secara lengkap. Ditemukan beberapa hal yang mempengaruhi efektivitas biaya di NICU meliputi usia kehamilan (sangat prematur, sangat prematur, sedang hingga akhir prematur, atau cukup bulan), peralatan (ventilasi mekanik, pompa infus, insersi vena umbilikalis yang dipandu USG, tambahan lembar reflektif dalam fototerapi), dan obat-obatan (pemberian surfaktan untuk bayi prematur dengan sindrom gangguan pernapasan, pemberian penambah kalori ASI dengan liquid human milk fortifier, opioid untuk terapi nyeri dan sedasi, dan transfusi darah). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas biaya di NICU: usia kehamilan, penggunaan peralatan di NICU, dan obat-obatan yang diberikan.
Keterkaitan Besaran Premi Terhadap Biaya Klaim Rawat Inap Penyakit Berbiaya Tinggi (Penyakit Jantung, Kanker, dan Stroke) Program Takaful Keluarga - 2018 – 2020: Association of Premium Amounts to Inpatient Claim Expenses for High Cost Diseases (Heart Disease, Cancer, and Stroke) Takaful Keluarga Program – 2018 – 2020 Yussi Damayanti; Prastuti Soewondo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2486

Abstract

Latar belakang: Belanja klaim untuk penyakit berbiaya tinggi menyerap proporsi terbesar dan cenderung meningkat. Peningkatan belanja klaim, akan meningkatkan rasio beban klaim dan menurunkan kemampuan asuransi dalam membayarkan klaim. Tujuan: Identifikasi variabel utama yang mempengaruhi biaya klaim rawat inap penyakit berbiaya tinggi. Metode: Menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional) dengan analisis regresi linier berganda. Data sekunder sebanyak 622 klaim rawat inap digunakan untuk analisa keseimbangan kecukupan pendanaan kedepan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya keterkaitan besaran premi dan metode pembayaran klaim dengan pengeluaran biaya klaim, dimana variabel besaran premi merupakan penentu besaran pengeluaran biaya klaim. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan jenis penyakit tidak terkait dengan pengeluaran biaya klaim penyakit berbiaya tinggi. Kesimpulan: Semakin tinggi besaran premi yang dibayar peserta, maka semakin besar pula manfaat kesehatan yang dimiliki, sehingga belanja klaim yang dikeluarkan pun akan lebih tinggi. Dalam menekan pengeluaran biaya penyakit berbiaya tinggi, Takaful perlu melakukan evaluasi faktor risiko terhadap peserta yang membayarkan premi lebih besar, salah satunya dengan evaluasi riwayat medis dan kondisi fisik calon peserta.
Penerapan Penilaian Teknologi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit : Literature Review: Hospital-based Health Technology Assesment Implementation : Literature Review Hani, Ummu; Soewondo, Prastuti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2677

Abstract

Latar belakang: Perkembangan teknologi kesehatan dengan kecepatan tinggi tanpa disertai penambahan sumber daya yang cukup, memaksa praktisi kesehatan untuk memilih teknologi yang paling cost-effective. Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) oleh komite PTK di Indonesia saat ini hanya ada di pusat, namun tidak semua hasil dari pusat ini dapat diterapkan di tiap rumah sakit. Meskipun telah lama dilakukan di luar negeri, namun belum ada aturan baku pelaksanaan PTK berbasis rumah sakit ini. Pelaksaanaan PTK di rumah sakit dapat menggunakan model yang dirasa paling cocok untuk rumah sakit tersebut. Metode: Artikel ini adalah sebuah literature review yang menilai artikel-artikel yang telah diterbitkan sebelumnya menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Hasil: Tidak ada metode baku yang dapat diterapkan di tiap rumah sakit untuk melakuakn PTK berbasis rumah sakit. Rumah sakit dapat mengembangkan sendiri dari model yang sudah ada untuk dapat melakukan PTK yang paling cocok. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa untuk dapat melakukan PTK berbasis rumah sakit yang baik, tiap rumah sakit harus mengembangkan cara yang paling sesuai dengan keadaan ruamah sakit. Untuk mengadopsi persis PTK nasional akan sangat sulit dilakukan, terutama untuk rumah sakit yang jauh dari tempat PTK dilakukan.
Co-Authors Ade Widyati Prastyani Amila Megraini Anakito Ekabela Khadijah Andardi, Biancha Anggun Kusumasari, Jorra Putri Ardi Adji, Ardi Astuti, Trihardini Sri rejeki Athiyah Athiyah Athiyah, Athiyah Atik Nurwahyuni Audita, Fatira Ratri Azhar, Rodiyah Azwar, Nurlie Biancha Andardi Carolinsia, Brenda Dian Kusumawardhani Dian Kusumawardhani Ditia Gilang Shah Putra Rahim Dwi Ayulestari Dwi Oktiana Irawati Emmy Ridhawaty Mangunsong Eureka, Agnes Nina Evelyn Hendarta Farianti, Yuli Farida Kusumaningrum Gilang Shah Putra Rahim, Ditia Halimah Halimah Halimah Halimah Hani, Ummu Hani, Ummu, MARS Hanis Fuad Hartono Tanto Helena Turnip Helena Turnip Helmi Wahyuningsih Hermansyah, Acep Arief Heydi Marizky Lisman Hidayati, Ira Rahma I Nyoman Gede Semarajana Ida Bagus N Maharjana Indriansyah, Fahlepi Jatnika, Viana Villamanda Johar, Meliyanni Kartika Dewi, Endah Kurnia Sari Kurnia Sari Mahardhika, Jeffrey Christian Mangunsong, Emmy Ridhawaty Mardiati Nadjib Martawinata, Sulaiman Mazda Novi Mukhlisa Megraini, Amila Meliyanni Johar Meliyanni Johar Moch Fathonil Aziz Muhammad Ade Armansyah Siregar Muhammad Hafiz Aini Mukhlisa, Mazda Novi Muliawati, Mutia Mursalin . Mursalin Mursalin Nadjib, Mardiati Novita Dwi Istanti Nur Fatimah Nurlie Azwar Nurul Maretia Rahmayanti Nurwahyuni, Atik Nurwahyuni, Atik Permanasari, Vetty Yulianty Pramanto, Heru Prastyani, Ade Widyati Pujisubekti, Retno Purbasari, Utami Rahmayanti, Nurul Maretia Retno Pujisubekti Retno Pujisubekti Retno Pujisubekti Risa De Apna Roslina, Trias Santoso, Anindita Satrio, Harsa Kunthara Sayekti, Sekar Arum Handarbeni Sekar Arum Handarbeni Sayekti Siregar, Muhammad Ade Armansyah Sugeng Winarno, Sugeng Taufik Dipa Sempana Trihardini Sri Rejeki Astuti Trihardini Srirejeki Astuti Wahyuningsih, Helmi Wibisono, Iqbal Dawam Wirastuti, Ida Ayu Wirawan, Handi Wirdah, Wirdah Yuli Farianti Yulius, Suci Kirana Yunita Yunita Yunita Yunita Yussi Damayanti Zainal Abidin