Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Multimodal vehicle security system based on internet of things: integration of fingerprint authentication, face recognition, and GPS tracking Dodik Wahyu Wiratama; Muhammad Iman Nur Hakim; Helmi Wibowo; Arief Novianto
Jurnal Polimesin Vol 24, No 3 (2026): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i3.9032

Abstract

The surge in vehicle theft in Indonesia has exposed the weaknesses of conventional security systems such as mechanical keys and immobilizers. This study aims to develop an IoT-based vehicle security system integrating fingerprint authentication, facial recognition, and GPS tracking, and evaluates its performance quantitatively. The system was tested on a Toyota Avanza with six users. Facial recognition used a MobileNetV2 CNN model trained with 1,200 local images across four classes (registered, unregistered, masked, and sunglasses) using a learning rate of 0.001, batch size of 32, and 50 epochs. Fingerprint authentication employed minutiae extraction with Euclidean distance matching. The system successfully implemented two-factor authentication. Facial recognition achieved an accuracy of 94.2%, with a False Acceptance Rate (FAR) of 2.1% and a False Rejection Rate (FRR) of 3.7%. Fingerprint authentication reached 91.5% accuracy, with FAR of 4.3% and FRR of 4.2% under dry finger conditions, while FRR increased to 18.5% for scratched fingers. The system detected unregistered users and triggered engine shutdown while sending photos and GPS coordinates through Telegram. GPS tracking achieved 99.3% positional accuracy. The results demonstrate the feasibility of multimodal IoT-based vehicle security, although performance remains sensitive to lighting conditions, face coverings, and finger surface conditions.
Analisis Faktor Penghambat Implementasi Standar Emisi Euro 4 di Indonesia: Tinjauan Literatur Ramadhan Danistyawan
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v9i1p122-130

Abstract

Kontaminasi udara yang berasal dari emisi kendaraan di jalan raya telah menjadi tantangan lingkungan yang kian mendesak di Indonesia, di mana sektor transportasi menyumbang hingga 75% pencemaran udara di kawasan perkotaan. Standar Euro 4 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri LHK No. P.20 Tahun 2017 merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menekan emisi gas buang berbahaya dari kendaraan bermotor. Namun, kesenjangan yang cukup dalam masih terlihat antara semangat regulasi dan kenyataan di lapangan. Riset berikut diarahkan untuk mengkaji serta mengungkap berbagai kendala yang memengaruhi implementasi standar Euro 4 sebagai aturan pengujian emisi kendaraan bermotor di Indonesia. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Systematic Literature Review (SLR), dengan analisis sistematis terhadap 15 sumber literatur terpilih yang dipublikasikan sepanjang periode 2018–2025 dan dianalisis menerapkan analisis isi. Hasil penelitian mengungkap tujuh faktor penghambat yang saling berkaitan, meliputi: kualitas BBM yang tidak memenuhi spesifikasi Euro 4 (kandungan sulfur >50 ppm), keterlambatan modernisasi kilang nasional, ketidakmerataan kesiapan industri otomotif, inkonsistensi regulasi lintas kementerian, penundaan kebijakan akibat pandemi, keterbatasan daya beli masyarakat, serta rendahnya kesadaran publik. Ketujuh faktor ini membentuk hambatan berlapis yang tidak dapat diatasi hanya melalui pendekatan regulatif semata. Penguatan implementasi Euro 4 menuntut kerangka kebijakan terpadu yang menyelaraskan regulasi emisi, kebijakan energi, dan instrumen fiskal dalam satu tata kelola yang kohesif.
Kesesuaiaan Pengujian Lampu Kendaraan Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Transportasi Tiara Meilynda
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v9i1p39-44

Abstract

Keselamatan visual pengguna jalan sangat bergantung pada efektivitas sistem penerangan kendaraan sebagai alat bantu penglihatan dan komunikasi. Namun, regulasi di Indonesia melalui PP No. 55 Tahun 2012 masih berfokus pada ambang batas intensitas dan jarak pancar, serta belum mengakomodasi parameter distribusi cahaya yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pengujian lampu kendaraan pada fase Uji Tipe di Indonesia menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA. Data diperoleh dari Scopus dan Google Scholar, kemudian dianalisis secara komparatif dengan standar internasional seperti UN Regulation No. 48 serta praktik di India (AIS-010) dan Korea Selatan (KMVSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan regulasi dalam mengatur garis potong cahaya (cut-off) dan ambang batas kesilauan (glare) berpotensi menimbulkan disability glare yang mengganggu kemampuan visual pengemudi. Dibandingkan dengan Indonesia, India lebih menekankan pengujian fotometri yang presisi, sedangkan Korea Selatan mengarah pada evaluasi berbasis luminansi permukaan jalan dan jarak persepsi objek. Penelitian ini merekomendasikan penguatan metode pengujian melalui adopsi standar fotometri internasional, penambahan parameter ambang batas kesilauan, serta modernisasi alat uji berbasis luminansi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan transportasi dengan mengurangi risiko kecelakaan akibat visibilitas yang buruk.
Metode Pengujian Sabuk Keselamatan UNR-16 dan Kontribusinya terhadap Penurunan Risiko Cedera Penumpang Handono Febrian
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v9i1p45-56

Abstract

Abstrak Keselamatan kendaraan merupakan isu kritis dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya terkait mitigasi cedera penumpang. Sabuk keselamatan yang diatur dalam UN Regulation No. 16 (UNR-16) merupakan perangkat keselamatan pasif utama pada kendaraan modern. Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis publikasi tahun 2022–2024 mengenai metode pengujian sabuk keselamatan berdasarkan UNR-16 dan kontribusinya dalam penurunan risiko cedera. Literatur ditelusuri dari enam basis data akademik utama dan satu sumber tambahan akses full-text menggunakan kombinasi kata kunci Boolean. Kerangka PRISMA 2020 diadopsi dalam seleksi artikel, dilengkapi instrumen penilaian kualitas delapan kriteria (skor QA ≥ 5/8). Dari 412 artikel yang teridentifikasi, 15 artikel memenuhi seluruh kriteria inklusi. Integrasi pretensioner dan load limiter terbukti meningkatkan efektivitas sistem sabuk secara signifikan. Smart restraint system berbasis kecerdasan buatan menunjukkan penurunan risiko cedera penumpang yang lebih baik dibandingkan sistem konvensional. Kesenjangan penelitian teridentifikasi pada validasi kecelakaan nyata sistem sabuk adaptif, harmonisasi UNR-16 dengan standar kendaraan otonom, dan analisis biaya-manfaat teknologi sabuk canggih di negara berkembang termasuk Indonesia.
Pengukuran Emisi CO dan HC Menggunakan Gas Analyzer pada Kendaraan Bensin charlita maharani rukmana
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v9i1p108-113

Abstract

Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor merupakan salah satu tantangan lingkungan yang mendesak, khususnya di Kawasan perkotaan dengan lalu lintas tinggi. Topik ini dipilih karena emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) dari kendaraan berbahan bakar bensin nerpotensi membahayakan Kesehatan manusia dan menurunkan kualitas udara secara signifikan, terutama apabila system pembakaran tidak bekerja secara efisien. Pemahaman mendalam terhadap karakteristik emisi pada kondisi idle dan high idel menjadi penting sebagai dasar evaluasi kelayakan kendaraan dalam memenuhi standar emisi yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar emisi CO dan HC pada kondisi idle secara konsisten leih tinggi dibandingkan pada kondisi high idle. Hal ini disebabkan oleh rendahnya putaran mesin pada kondisi idle yang mengakibatkan pembakaran kurang sempurna. Meskipun demikian, Sebagian besar kendaraan uji masih memenuhi ambang batas emisi yang ditetapkan. Temuan ini menegaskan bahwa pengujian emisi berkala sangat krusial dalam upaya pengendalian pencemaran udara. Kondisi idle terbukti menjadi titik kritis yang perlu mendapat guna menjamin kualitas udara yang lebih baik dan perlindungan Kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Analisis Efektivitas Thermal Insulation Aluminium Foil terhadap Penurunan Temperatur Kabin Mitsubishi L300 Ammar Dani Prasetyo Aji; Arief Novianto; Dwi Wahyu Hidayat; Faris Humami; Ery Muthoriq
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kgx8fp46

Abstract

Peningkatan temperatur pada kabin kendaraan Mitsubishi L300 sering menyebabkan penurunan kenyamanan termal pengemudi, terutama akibat posisi mesin yang berada di bawah kabin kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan aluminium glass mat dan bubble aluminium foil sebagai material thermal insulation dalam menurunkan temperatur dan kelembaban kabin Mitsubishi L300 Euro 2. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pengukuran suhu dan kelembaban pada ruang kabin, area kursi, dan ruang mesin kendaraan menggunakan Data Logger Elitech RC-4HC, thermometer infrared, dan mini digital thermometer. Pengujian dilakukan pada kondisi siang dan malam hari dengan variasi ketebalan material 4 mm, 6 mm, dan 8 mm serta dua konfigurasi pemasangan, yaitu pemasangan parsial pada area mesin dan pemasangan penuh pada seluruh permukaan kap mesin. Setiap variasi pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk meningkatkan validitas data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aluminium foil mampu menurunkan temperatur pada ruang mesin, area kursi, dan kabin kendaraan. Konfigurasi pemasangan penuh memberikan efektivitas penurunan suhu yang lebih baik dibandingkan pemasangan parsial. Variasi bubble aluminium foil ketebalan 8 mm menghasilkan performa terbaik dengan efisiensi penurunan suhu ruang mesin sebesar 21,9%, sehingga dinilai efektif dalam meningkatkan kenyamanan termal kabin kendaraan.