Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SYNTHESIS OF SECONDARY ALCOHOL COMPOUNDS FROM SAFROLE AND METHYLEUGENOL Hanoch J Sohilait; Hardjono Sastrohamidjojo; Sabirin Matsjeh
Indonesian Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.974 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21885

Abstract

Synthesis of secondary alcohols compound from safrole and methyleugenol has been achieved through conversion of allyl group to alcohol.The reaction of safrole and methyleugenol with mercuric acetate in aqueous tetrahydrofuran, followed by in situ reduction of the mercurial intermediate by alkaline sodium borohydride produced secondary alcohol namely safryl alcohol (71.25%) and methyleugenil alcohol (65.56%). The structure elucidation of these products were analyzed by FTIR, 1H-NMR, 13C-NMR and MS.
SYNTHESIS of 3.4-METHYLENEDIOXYPHENYL-2-PROPANONE from SAFROLE Hanoch J Sohilait; Hardjono Sastrohamidjojo; Sabirin Matsjeh; J Stuart Grossert
Indonesian Journal of Chemistry Vol 1, No 3 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.382 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21941

Abstract

The Synthesis of 3.4-methylenedioxyphenyl-2-propanone from safrole has been achieved through conversion of allyl group to secondary alcohol, followed by oxidation with pyridinium chlorochromate(PCC).  The secondary alcohol has been achieved by two methods. The first method was formic acid adition reaction, followed by hydrolysis in aqueous ethanolic solution of potassium hydroxide.  The second method was the oxymercuration-demercuration reaction of safrole. The addition reaction of safrole with formic acid yield safrylformate (34,70%). The hydrolysis of safrylformate with 3M KOH produced safrylalchohol (73,29%). The oxymercuration-demercuration reaction of safrole with Hg(OAc)2-NaBH4 gave (74,37%) of safrylalcohol.  The oxidation of safryalcohol with PCC gave 3.4-methylenedioxyphenyl-2-propanone as a main target in 71,83%. The structure elucidations of these products were analyzed by  FTIR , 1H-NMR,  13C-NMR and MS.
Pengembangan Metode Pembelajaran Kimia Kreatif sebagai Sarana Pengabdian di SMK Negeri 8 Ambon Joris, Shielda Natalia; Sohilait, Hanoch Julianus; Male, Yusthinus Thobias; Maahury, Mirella Fonda; Pada, Semuel Simra; Sri, Dewi
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i2.15613

Abstract

Pendidikan kimia di SMK sering kali dihadapkan pada tantangan dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran kimia kreatif yang dapat menarik minat siswa dan meningkatkan pemahaman mereka. Topik ini penting karena rendahnya motivasi belajar dapat menghambat prestasi akademik siswa, terutama di bidang sains. Metode pengabdian yang diterapkan dalam kegiatan ini melibatkan pelatihan guru dan siswa melalui penggunaan alat peraga sederhana dan pendekatan kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan evaluasi berbasis observasi dan kuisioner untuk mengukur dampak dari metode yang diterapkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, serta pemahaman yang lebih baik terhadap konsep-konsep kimia. Dengan demikian, pengembangan metode pembelajaran kimia kreatif ini tidak hanya memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pendidikan di SMK Negeri 8 Ambon, tetapi juga dapat diadaptasi oleh sekolah-sekolah lain sebagai model pembelajaran yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di bidang kimia.
ANALISIS KOMPOSISI KIMIA DARI MINYAK PALA (Myristica fragrans Houtt) DI DESA SAWAII MALUKU TENGAH Musiin, Ayga Rara; Kainama, Healthy; Sohilait, Hanoch Julianus
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 14 No 2 (2024): MJoCe
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Pattimura (Chemistry Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Pattimura University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol14iss2pp97-103

Abstract

Pala Indonesia memiliki nilai tinggi di pasar dunia karena aromanya yang khas dan rendamen minyaknya yang tinggi. Pada umumnya di Indonesia terdapat tiga jenis pala yaitu pala Banda (Myristica fragrans), pala Papua (Myristica argentea) dan pala hutan (Myristica fatua Houtt). Tumbuhan Pala merupakan tanaman rempah asli Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi senyawa penyusun minyak pala (nutmeg oil) jenis Myristica fragrans, nutmeg oil fuli (NOsF) dan biji (NOsB) dari Desa Sawai, Kabupaten Maluku Tengah menggunakan instrument GC-MS. Isolasi minyak pala dilakukan dengan metode distilasi uap selama 6 jam, hasil yang diperoleh rendemen NOsB sebesar (0,28%) Berdasarkan hasil analisis GC-MS NOsB mengandung 21 komponen senyawa dengan 2 komponen utama yaitu benzil benzoat (12,66%) dan miristisin (11,94%). Jalur biosintesis menunjukkan pada NOsB memiliki kemotipe pelandren dan linalool.
Fatty Acid and Amino Acid Profile of Mancadu Clam (Atrina vexillum) in Waai Village Salamony, Meilita; Sohilait, Hanoch Julianus; Telussa, Ivonne
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 13 No 1 (2025): Edition for May 2025
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2025.13-mei

Abstract

Mancadu clam (Atrina Vexillum) is a food source for Maluku coastel communities with high nutritional value and contains various bioactive components, including fatty acids and amino acids. This study analyzed the content of fatty acids and amino acids in mancadu clams (Atrina Vexillum) in Waai village. Fatty acid analysis was carried out through a maceration extraction process with the Shaking Incubator method and transesterification using the microwave. Amino acid analysis was carried out by hydrolysis for 12 hours. The results of the research, the fatty acids of mancadu clams contain 7 fatty acid components, consisting of 2 saturated fatty acids, namely hexadecanoic or methyl palmitate, which is the most significant component (17.61%) and heptadecanoic acid (13.43%). Unsaturated fatty acids are hydrosinnamic acid (15.01%), 5,8,11,14- eicosatetranoic acid/omega-6 fatty acid (7.2%), octadecanoic acid (6.65%), 9-Octadecanoic acid (5.1%) and 8,11-eicosadinoic acid or FUPA (4.68%). The results of amino acid analysis of mancadu clams (Atrina Vexillum) on 18 amino acids obtained 6 types of essential amino acids namely leucine, valine, isoleucine, threonine, methionine and arginine which the largest compound from acid hydrolysis (1150.94 mg/Kg). There are 7 types of nonessential amino acids: glutamic acid, alanine, serine, glycine, aspartic acid, and proline.
Pemanfaatan Sayur Bayam Sebagai Cemilan Sehat untuk Mengatasi Stunting di Desa Hatusua, Kab. Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku Male, Yusthinus Thobias; Sohilait, Hanoch Julianus; Sekewael, Serly Jolanda; Kapelle, Imanuel Berly Delvis; Tehubijuluw, Hellna; Bijang, Chaterina Manukpadang; Hattu, Nikmans; Telussa, Ivonne; Siahaya, Antho Netty; Rosmawaty, Rosmawaty; Sohilait, Mario Rowan
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i1.19628

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Desa Hatusua, Seram Bagian Barat, menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi seimbang akibat rendahnya konsumsi makanan bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi serta memperkenalkan inovasi pengolahan sayur bayam sebagai cemilan sehat yang menarik bagi anak-anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup survei awal, dan pelatihan pembuatan cemilan berbahan dasar bayam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi, serta perubahan pola makan anak-anak yang lebih menerima cemilan berbahan dasar bayam. Selain itu, beberapa peserta berantusias mengikuri pelatihan dalam pembuatan kripik bayam berbasis cemilan sehat sebagai peluang ekonomi lokal. Keberhasilan program ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis pangan lokal dan keterlibatan masyarakat secara aktif dapat menjadi solusi efektif dalam penanggulangan stunting. Program ini berpotensi dikembangkan lebih luas dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak terkait guna menciptakan keberlanjutan dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.