Peran teknologi informasi (TI) adalah untuk mendukung tingkat kinerja biro perjalanan sebagai mitra utama dalam industri jasa pariwisata. TI menjadi fungsi strategis ketika perusahaan bergantung pada aktivitas virtual. Tantangan dalam pengembangan organisasi virtual adalah mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi sebagai target kinerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun kerangka pengukuran organisasi virtual pada perusahaan biro perjalanan di Kota Purwokerto, Indonesia, dengan menggunakan model Balanced Scorecard (BSC). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan perwakilan perusahaan, observasi langsung, dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan infrastruktur virtual oleh 510 cabang biro perjalanan dalam proses transaksi berada pada kisaran 9% hingga 23%. Hal ini menyimpulkan bahwa proses virtual masih belum optimal. Untuk penelitian selanjutnya, perlu dikembangkan strategi untuk meningkatkan pemanfaatan infrastruktur virtual secara optimal.