Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Religiusitas dengan Passionate Love pada Remaja Akhir Apriliani, Viona Andika; Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i1.29149

Abstract

Fase remaja disebut sebagai masa heteroseksual, dimana remaja mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Remaja memiliki kecenderungan untuk mengalami passionate love karena memiliki keinginan untuk berafiliasi dengan orang lain. Passionate love merupakan emosi yang intens untuk berafiliasi atau bersatu dengan pasangan.Perlu adanya peran agama untuk mengontrol ekspresi cinta seseorang agar tidak berlebihan Dalam religiusitas, terkandung nilai dan norma yang dapat menjadi pendorong pengendalian sikap dan perilaku seseorang dalam mengekspresikan cintanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya hubungan negatif signifikan antara religiusitas dengan passionate love. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 102 remaja akhir usia 18-22 tahun, sedang berpacaran atau terakhir kali berpacaran dalam kurun waktu 1 tahun, dan belum menikah. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online dengan alat ukur The Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) dan Passionate Love Scale version B. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan hasil koefisien korelasi (r) =  -0.166 dan signifikansi (p) = 0.048 (p < 0.05. Hal ini menunjukan adanya hubungan negatif signifikan antara religiusitas dengan passionate love pada remaja akhir. Maka semakin tinggi religiusitas semakin rendah passionate love begitupun sebaliknya, semakin rendah religiusitas semakin tinggi passionate love.
ANTARA HARAPAN DAN KETAKUTAN: PERSEPSI WANITA FATHERLESS TERHADAP PERNIKAHAN Listiya Ismi Amaliya; Christiana Hari Soetjiningsih; Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v19i11.1293

Abstract

Perceraian akibat perselingkuhan dapat berdampak besar bagi anak, terutama jika menyebabkan kondisi fatherless. Dampak ini kian terasa di masa dewasa awal, ketika individu mulai membangun relasi yang lebih serius. Kurangnya keterlibatan ayah dapat memengaruhi interaksi sosial, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan menjalin hubungan dengan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan memahami persepsi pernikahan pada wanita dewasa awal yang mengalami fatherless akibat perceraian karena perselingkuhan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan pada dua partisipan, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman fatherless membentuk persepsi partisipan terhadap pernikahan, khususnya dalam hal ketakutan akan kegagalan pernikahan. Satu partisipan menunjukkan persepsi cenderung positif dengan sikap optimis dan percaya bahwa pernikahan yang sehat masih mungkin dibangun, sedangkan partisipan lainnya memiliki persepsi cenderung negatif berupa sikap skeptis dan kehati-hatian. Faktor internal seperti pengalaman pribadi, serta faktor eksternal seperti paparan media, turut membentuk persepsi partisipan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan psikologis bagi individu dengan pengalaman serupa untuk membangun relasi yang sehat di masa depan.
Hubungan Kesiapan Pernikahan Dengan Kepuasan Pernikahan Pada Dewasa Awal Yang Sudah Menikah Ningrum, Firanti Widi; Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang
YUME : Journal of Management Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i2.8888

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan dewasa awal, namun tidak semua individu memiliki kesiapan yang optimal untuk menjalaninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan pernikahan dan kepuasan pernikahan pada individu dewasa awal yang telah menikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 83 partisipan yang berusia antara 21 hingga 40 tahun dan telah menikah menjadi responden dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui dua instrumen, yaitu Criteria for Marriage Readiness Questionnaire (CMRQ) untuk mengukur kesiapan pernikahan dan Enrich Marital Satisfaction Scale (EMS) untuk mengukur kepuasan pernikahan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesiapan pernikahan dan kepuasan pernikahan (r = 0,384; p < 0,05). Hasil deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas partisipan berada pada kategori sedang baik dalam kesiapan maupun kepuasan pernikahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kesiapan individu dalam memasuki pernikahan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan dalam kehidupan pernikahan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pasangan muda maupun lembaga konseling untuk memperhatikan aspek kesiapan pernikahan sebagai langkah preventif dalam membangun relasi pernikahan yang sehat dan memuaskan.Kata Kunci: Kesiapan Pernikahan; Kepuasan Pernikahan; Dewasa Awal; Hubungan Pernikahan.
Hubungan Antara Self Compassion Dengan Kesepian Pada Wanita Dewasa Awal Yang Menjalani Long Distance Relationship (LDR) Dwiyanti Tyasningrum, Augustien; Endang Kusumiati, Ratriana Yuliastuti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kesepian adalah self compassion. Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memahami perasaan diri sendiri tanpa menghakimi rasa sakit, kelemahan dan kegagalan yang dialami, sehingga hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman hidup seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan kesepian pada wanita dewasa awal yang menjalani Long Distance Relationship (LDR). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan subjek penelitian 100 wanita dewasa awal yang menajalani Long Distance Relationship (LDR). Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala Self Compassion Scale dan R-UCLA Loneliness Scale yang masing-masing telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negative yang signifikan antara self compassion dengan kesepian pada wanita dewasa awal yang menjalani long distance relationship (LDR) r= -0,542; p= 0,000 < 0,05.
Dinamika Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Salatiga Rizqyana, Ayunindha; Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16457

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja akan menyebabkan perubahan pada kepribadian atau psikologis dari remaja dan akhirnya remaja harus menjadi komponen yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dinamika perilaku seksual pranikah pada perilaku seksual siswa SMA/SMK di Salatiga dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMA/SMK dan diperoleh sebanyak tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika perilaku seksual pranikah yang dilakukan oleh siswa SMA/SMK yaitu melakukan perilaku seksual pranikah seperti ciuman sambil berpelukan, meraba atau diraba daerah alat kelamin atau payudara dalam keadaan tanpa berpakaian, menciumi atau dicium alat kelamin atau payudara dalam keadaan tanpa berpakaian sampai dengan berhubungan seksual. Partisipan melakukan perilaku seksual pranikah pada saat kondisi yang sepi dirumah dikarenakan ditinggal oleh orang tua serta dilakukan di kos harian. Kemudian, perilaku seksual pranikah yang dilakukan oleh partisipan dikarenakan ajakan pacar dan karena ajakan partisipan itu sendiri. Selama pacarana partisipan telah beberapa kali melakukan perbuatan perilaku seksual beberapa kali, dan ada partisipan juga sadar juga perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan yang tidak baik dan faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah siswa SMA/SMK yaitu meningkatnya libido seksual, intensitas menonton film porno dan teman sebaya
Hubungan Antara Intimacy Dengan Kepuasan Pernikahan Pada Pasangan Yang Menjalani Long Distance Relationship Saupa, Rosa Marsella Sinensis; Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang
YUME : Journal of Management Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i1.8617

Abstract

Long Distance Marriage (LDM) merupakan kondisi dimana pasangan terpisah secara geografis, sehingga interaksi fisik menjadi terbatas. Kondisi ini menghadirkan tantangan bagi pasangan dalam mengekspresikan perasaan dan mempertahankan kualitas hubungan, khususnya dalam aspek komunikasi, kepercayaan, dan komitmen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara intimacy dengan kepuasan pernikahan pada pasangan yang menjalani long distance marriage. Sampel pada penelitian ini berjumlah 75 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intimacy dengan kepuasan pernikahan dengan korelasi kedua variabel sebesar 0,649 dengan signifikansi 0,001 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hipotesis yang diajukan diterima. Adapun sumbangan efektif dari intimacy terhadap kepuasan pernikahan sebesar 42,12%, sementara sisanya 57,88% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yang diteliti.Kata Kunci : Intimacy, Kepuasan Pernikahan, Long Distance Marriage
The Effect of Father’s Involvement in Parenting on Emotional Regulation in Catholic Adolescent at North Jakarta Gregorius Alexander Kristianto; Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9253

Abstract

This study examined the effect of father involvement in parenting on emotion regulation among Catholic adolescents in Region VIII of the Holy Cross Parish, North Jakarta. A quantitative causal-comparative design was employed. Participants were 30 adolescents selected through a total sampling. Data were collected using questionnaires measuring father involvement and adolescents’ emotion regulation. Data analysis was conducted using simple linear regression. Descriptive findings showed that father involvement was generally moderate to high, while adolescents demonstrated high levels of emotion regulation. However, regression analysis indicated no statistically significant effect of father involvement on emotion regulation (p = .910). The coefficient of determination was very small (R² = .001), indicating that father involvement explained a low proportion of variance in emotion regulation. These results suggest that adolescents’ emotion regulation may be more strongly influenced by other factors, including maternal caregiving, peer relationships, and the religious community environment. Despite the non-significant findings and the small sample size, this study highlights the importance of contextual and cultural considerations in examining parenting processes. It contributes to family and parenting psychology by emphasizing adolescent emotion regulation. Keywords: adolescent, emotion regulation, father involvement, parenting
Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Kepuasan Pernikahan pada Dewasa Awal Julio Caesar Marvin Maki; Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7659

Abstract

Kepuasan pernikahan sangat penting untuk mempertahankan hubungan yang harmonis, namun angka perceraian di Indonesia tetap tinggi akibat konflik emosional dan stres ekonomi. Kematangan emosi, sebagai faktor psikologis kunci, diduga dapat meningkatkan kepuasan pernikahan, tetapi kontribusinya pada dewasa awal—fase kritis bagi stabilitas pernikahan—perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menguji hubungan antara kematangan emosi dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal Indonesia (18–40 tahun), sekaligus mengukur besarnya pengaruh kematangan emosi terhadap kepuasan pernikahan. Desain korelasional kuantitatif digunakan, dengan data dari 247 partisipan menikah melalui adaptasi skala Emotional Maturity Scale (EMS) dan ENRICH Marital Satisfaction Scale. Data tidak normal dianalisis menggunakan Spearman’s rho dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan korelasi positif signifikan (*r* = 0,198, *p* = 0,002), dengan kematangan emosi menyumbang 11,1% terhadap kepuasan pernikahan. Sebagian besar partisipan memiliki tingkat kematangan emosi dan kepuasan pernikahan sedang. Penelitian ini menekankan perlunya program konseling pernikahan berbasis budaya dan studi lanjutan tentang prediktor lain (misalnya komunikasi, stres finansial) untuk menjelaskan 88,9% varian kepuasan pernikahan yang belum terungkap.
The Relationship of Feminine Gender Roles to Fear of Success in Working Women Alicia Kusuma Wardani; Ratriana Y. E. Kusumiati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.7262

Abstract

This study aims to examine the relationship between feminine gender roles and fear of success in working women aged twenty to forty years. Various theories suggest that successful women tend to fear losing their femininity, making this empirical investigation essential. A quantitative correlational research method with probability sampling was employed. The participants were 150 working women recruited via online questionnaires. The instruments used were the Bem Sex Role Inventory (BSRI) to measure feminine gender role and the Fear of Success Scale (FOSS) by Zuckerman and Allison to measure fear of success. Hypothesis testing revealed a correlation coefficient of -0.210 with a significance value of 0.010, leading to the rejection of the alternative hypothesis and acceptance of the null hypothesis. In conclusion, there is no significant relationship between feminine gender roles and fear of success in working women. These findings indicate that the manifestation and factors of feminine gender role can occur and be influenced by factors other than fear of success, such as educational experiences, cultural context, family support, work-family conflict management, and individual psychological resources including self-compassion and resilience. Keywords: feminine gender role, fear of success, working women
An Overview of Open Relationship Behaviors among Homosexual (Gay) Individuals Using Online Dating Applications Henry Franco Eduard Tobe; Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 7 No. 3 (2026): July 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v7i3.2104

Abstract

This study aims to explore the behavioral dynamics of open relationships among homosexual (gay) individuals who use online dating applications, focusing on subjective experiences derived from a small-scale qualitative inquiry. The study is motivated by the increasing use of digital platforms within the gay community, which may facilitate more flexible and non-monogamous relational arrangements. A qualitative method with a phenomenological approach was employed to examine lived experiences in depth. Data were collected through in-depth interviews with two participants who are engaged in open relationships and actively use dating applications. The findings, based on inductive thematic analysis of participants’ narratives, indicate that open relationships are not merely understood as expressions of sexual freedom, but as ongoing processes of negotiating emotional needs, intimacy, and personal autonomy. Seven recurrent themes consent, self-awareness, communication, honesty, boundaries, trust, and negotiated forms of fidelity and commitment emerged as key features within participants’ accounts. These themes were developed inductively while being interpreted in relation to existing theoretical perspectives on consensual non-monogamy. Within this limited empirical context, open relationships reflect an alternative construction of fidelity grounded in transparency and emotional responsibility, particularly in tension with dominant cultural norms that privilege monogamy. Given the study’s reliance on two participants, the findings are not intended for generalization but instead provide context-bound insights into individual meaning-making processes. The study contributes to social psychological discourse by offering a phenomenologically grounded account of emotional ethics in non-monogamous relationships and highlights implications for culturally sensitive counseling practices for LGBTQ+ clients in Indonesia.