Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SISTEM PENILAIAN ESAI OTOMATIS PADA E-LEARNING DENGAN ALGORITMA WINNOWING Astutik, Sariyanti; Cahyani, Andharini Dwi; Sophan, Mochammad Kautsar
Jurnal Informatika Vol 12, No 2 (2014): NOVEMBER 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.824 KB) | DOI: 10.9744/informatika.12.2.47-52

Abstract

Exam essay is an evaluation of learning in the form of essay questions that have answers more variable than multiple choice questions. Variations of these answers provide its own difficulties for teachers in assessing response. Essay grading system is built to be one solution that can speed up and simplify the process of grading. Essay grading system in this study was done by measuring the similarity of responses of the students and teacher answer key. This research use winnowing algorithm. Winnowing algorithm is an algorithm for text similarity measure. Winnowing algorithm produces fingerprint of text that will represent the answer to the calculation of similarity with jaccard coeficient equation. Testing was conducted to determine the ability of the algorithm winnowing to provide an essay grading using n-gram and window value changes of the winnowing algorithm. The test results showed the use of the value of n-grams and window on the method of winnowing effect on fingerprint similarities were found. The more similarities fingerprint found, the value of the resulting system also be higher. The accuracy of the grading system showed better results on text answers that have the answer sentence structure same with key answer.
APLIKASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR BANGUN DATAR MENGGUNAKAN PYTHON PADA PERANGKAT BERGERAK Qutsiah, Siti Alifatul; Sophan, Moch. Kautsar; Hendrawan, Yonathan Ferry
SCAN - Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/scan.v11i3.868

Abstract

Abstrak. E-learning merupakan sistem baru yang sudah berkembang dengan baik hingga saat ini. Sudah banyak pembelajaran yang telah didukung oleh e-learning. Dengan e-learning proses belajar tidak hanya di sekolah, namun sudah bisa dilakukan menggunakan Mobile dengan dukungan e-learning. Pembuatan mobile learning ini menggunakan bahasa pemrograman Python, dikarenakan singkat dan fleksibelnya dalam pembuatan aplikasi apapun. Python juga mempunyai tipe data dan operasi tingkat tinggi yaitu kecepatan pembuatan sistem aplikasi menggunakan tipe objek yang telah ada. Dalam membangun aplikasi pembelajaran matematika dasar bangun datar untuk sekolah dasar melalui 4 tahap utama yaitu: pengumpulan informasi, perencanaan, pembuatan, dan uji coba. kualitas pembelajaran bangun datar yang dibangun ditinjau dari aspek tampilan, isi, pembelajaran, dan teknologi adalah baik. Dengan menggunakan rentang skor 1 sampai 5, aspek tampilan menunjukkan rata-rata 2,4, aspek isi 3,8, aspek pembelajaran 3, dan pada aspek teknologi 2. penggunaan pembelajaran bangun datar berdampak baik terhadap ketuntasan belajar siswa: pada uji coba kelompok besar dari 50 siswa, terdapat 35 siswa (70%) yang tuntas belajar dalam pembelajaran bangun datar.   Kata Kunci: mobile-learning, Android, Python, e-learning
APLIKASI UML JAVA CODE GENERATOR MENERAPKAN DESIGN PATTERN A. K., Siti Isnaini; H, Yonathan Ferry; Sophan, Moch. Kautsar
SCAN - Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/scan.v11i3.869

Abstract

Abstrak. Sebuah aplikasi “UML Java Code Generator” dapat membantu developer dalam proses menerjemahkan UML ke dalam bentuk tulisan program. Untuk merancang aplikasi dengan baik dan terstruktur sehingga rancangan aplikasi berkualitas dan dapat mudah dimengerti, maka diterapkan design pattern. Design pattern dapat meningkatkan skalabilitas dan maintainabilitas dari aplikasi. Design pattern yang diterapkan adalah composite pattern sebagai desain pola struktural dan command pattern sebagai desain pola behavioral. Hasil penelitian adalah: (1) penerapan command pattern pada aplikasi dapat mendukung fungsionalitas undo dan redo yang dapat memudahkan user dalam menggunakan aplikasi (2) penerapan composite pattern bermanfaat karena kebutuhan terhadap dua atau lebih subclass dapat diwakili oleh satu superclass.   Kata Kunci: UML generator, Design Pattern, Command Pattern, Composite Pattern
ANP and ELECTRE Methods for Determine New Student Admissions Kustiyahningsih, Yeni; Sophan, Mochammad Kautsar; Ikhsan, Achmad Faris
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 5, No. 4, November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kinetik.v5i4.1124

Abstract

Higher Education is a level of education after High School which selects new students based on achievement, report cards, and tests. Admission selection was based on report cards. Number of indicators and who register make it difficult for determine which students are accepted in education. Multi criteria Group Decision Making (MCGDM) is decision-making method to determine best alternative from a number of alternatives based on certain criteria. In this study, MCGDM used is Analytic Network Process (ANP) and Elimination and Choice Expression Reality (ELECTRE). ANP model is a development of AHP and requires linkages between criteria using a network. ELECTRE is method based concept of ranking through pairwise comparisons between alternatives on the appropriate criteria. Contribution is integration ANP and ELECTRE methods based on group, by determining decisions based on consistency ratio. The results of testing level consistency ratio, group-based ANP-ELECTRE can be applied to assessment selection at Electrical Engineering with highest accuracy of 86.36%.
Matrix Mask Overlapping and Convolution Eight Directions for Blood Vessel Segmentation on Fundus Retinal Image Arif Muntasa; Indah Agustien Sirajudin; Moch Kautsar Sophan
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 12, No 3: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v12i3.97

Abstract

Diabetic Retinopathy is one of the diseases that have the effect of a high mortality rate after heart disease and cancer.  However, the disease can be early detected through blood vessels and the optic nerve head in Fundus images. Blood vessels separation of the optic nerve head required high effort when it is conducted manually, therefore it is necessary that the appropriate method to perform segmentation of the object. Level Set method is well-known as object segmentation method based on object deformable. However, the methods have the disadvantage; it requires initialization before the segmentation process. In this research, segmentation method without initialization process is proposed. The segmentation is conducted by using the maximum value selection results of convolution 8 directions. Experimental results show that, proposed method has obtained 89.48% accuracy. Segmentation errors are caused by small branches, where they are not connected, so that the objects are supposed as noises
DESIGN MODEL TPS DALAM SISTEM E-VOTING PEMILIHAN KEPALA DAERAH Mochammad Kautsar Sophan; Taufiqur Rohman
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah merupakan sebuah event rutin yang dilakukan di tiap daerah di Indonesia. Model pemilihan Kepala Daerah konvensional sering kali menimbulkan beberapa permasalahan, antara lain penggelembungan surat suara, perlu waktu lebih untuk melakukan perhitungan suara, dan memerlukan waktu lebih untuk mendapatkan rekap hasil perhitungan suara, dan ada kemungkinan terjadinya human error atau kesalahan prosedur dalam pendataan dan pemberian surat suara ke pemilih. Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, sangat memungkinkan untuk melakukan pemilihan kepala daerah dengan menggunakan sistem e-voting, dimana proses validasi, pemilihan, dan perhitungan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Penerapan e-voting yang tepat dan dengan menggunakan sistem enkripsi dan identifikasi pemilih, akan memberikan jaminan bahwa proses pemilihan berjalan dengan bebas dan rahasia. Salah satu model Penerapan e-voting untuk pemilihan kepala daerah di Indonesia terbagi dalam 2 tahap, yaitu tahap penyiapan Data Pemilih Tetap yang dilakukan oleh KPU Daerah yang dilanjutkan dengan distribusi pemilih ke setiap TPS, dan tahap pemilihan suara yang dilakukan oleh sistem di TPS, dan nanti selanjutnya dilakukan rekap hasil perhitungan suara dari TPS ke KPU Daerah. Dalam penelitian ini, design model di bangun menggunakan UML, model Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram. Desain alur Data dan Desain Database menggunakan CDM dan PDM, juga desain penyimpanan surat suara digital. Desain interface sistem dan arsitektur di gambarkan menggunakan prototype aplikasi untuk menguji proses pemilihan suara.
Pembuatan dan Digitalisasi Batik Tulis Madura Pada UKM Batik Bangkalan Indah Agustien Siradjuddin; Kautsar Sophan; Arik Kurniawati; Rima Triwahyuningrum
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 4, No 1: April 2018
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.586 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v4i1.4628

Abstract

Batik Madura dikenal akan jenis batik tulis Madura yang memiliki motif batik dan warna batik yang unik. Keseluruhan produksi batik tulis Madura ini dilakukan secara manual, mulai dari desain batik, menggambar batik pada kain, mencanting, fiksasi, pewarnaan, dan lain-lain. Proses manual inilah yang tetap menjaga keaslian batik tulis Madura. Hanya saja, kain batik yang dihasilkan pada batik tulis Madura ini, tidak menghasilkan pola yang simetris ketika kain batik dibuat menjadi sebuah pakaian. Motif-motif yang terdapat pada pakaian yang berasal dari kain batik tulis Madura, tidak membentuk pola yang simetris. Oleh karena itu diperlukan upaya agar motif-motif yang dibuat oleh pengrajin batik, dapat membentuk pola simetris pada suatu pakaian. Kegiatan pengabdian yang diusulkan adalah pembuatan motif batik tulis Madura, agar pakaian yang dihasilkan menampilkan pola simetris, dengan bantuan perangkat lunak. Tahap pertama yang dilakukan adalah pembuatan mal atau template pakaian yang akan dibuat, penyusunan mal ini pada desain kain batik, penyusunan motif-motif batik pada kain sehingga sesuai dengan mal pakaian yang telah ada.
PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE BIDANG PETERNAKAN DI DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN BANGKALAN Yeni Kustiyahningsih; M. Kautsar Sophan; Idealetika Yunia Fitri
Jurnal Simantec Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v4i1.1042

Abstract

ABSTRAKPermasalahan utama dari departemen pertanian dan peternakan kabupaten Bangkalan adalah proses integrasi data. Departemen saat ini telah tersedia beberapa aplikasi untuk mendukung proses bisnis. Tetapi tidak memiliki akses dalam lingkungan jaringan yang mengakibatkan transfer data departemen masih secara manual. Selain itu, kurangnya aplikasi yang mendukung dinas pertanian dan peternakan. Hal ini diperlukan untuk merencanakan suatu arsitektur enterprise yang sesuai dengan fungsi bisnis, khususnya di bidang pertanian dan pertanian. Perencanaan arsitektur enterprise (EAP) adalah sebuah proses yang di hasilkan untuk membantu manajemen dalam memahami fungsi bisnis di setiap bagian organisasi. EAP juga merupakan produk pengembang aplikasi yang lebih mudah menangani kesalahan dalam sistem yang ada. Untuk membangun itu diperlukan kerangka kerja atau bekerja langkah. Penelitian ini menggunakan kerangka Faderal enterprise Architecture Framework (FEAF) sebagai panduan untuk perencanaan arsitektur enterprise. Hasil penelitian ini adalah desain arsitektur enterprise di bidang pertanian dari departemen Pertanian dan peternakan Bangkalan di mana terdapat kesesuaian antara hasil dari kerangka desain dengan kebutuhan di departemen adalah sebesar 85,71%.Kata Kunci : Departemen pertanian dan peternakan Kabupaten Bangkalan, Enterprise architecture planning (EAP), Faderal enterprise Architecture Framework (FEAF).ABSTRACTThe main problem department of agriculture and farm Bangkalan district is data integration process. Department currently has available some applications to support business processes. But the lack access in network environment which Department resulted transfer data is still doing it manually. Besides this, the lack supporting application agriculture and farm. It is necessary to plan an appropriate enterprise architecture with business functions, especially in the farm and agriculture. Enterprise architecture planning (EAP) is a process that produced to assist management in understanding the business functions in every part of organization. EAP is also a product for application developers making it easier to correct errors existing systems. To building it needed framework or work steps. This research used FEA framework (FEAF) as a guide to enterprise architecture planning. This result research is design of enterprise architecture of Department of Agriculture and farm Bangkalan where there is concordance between results of the design framework with needs in the Department is 85.71%.Keyword : Department of agriculture and farm Bangkalan district, Enterprise architecture planning(EAP), Faderal enterprise Architecture Framework (FEAF).
JALUR OPTIMUM PENGIRIMAN BARANG DI KANTOR POS GRESIK DENGAN METODE SIMULATED ANNEALING Santhi Yulia Retnani; Moch. Kautsar Sophan; Vivi Tri Widyaningrum
Jurnal Simantec Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v4i2.1388

Abstract

ABSTRAKKantor pos memberikan suatu jasa pelayanan yaitu jasa pelayanan pengiriman barang. Dalam hal ini petugas pos harus mengirimkan banyak barang ke alamat-alamat pelanggan. Namun banyaknya jalan raya pada jaman sekarang terkadang menyulitkan petugas pos untuk memilih jalan mana yang dalam segi waktu tempuhnya lebih optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem informasi yang dapat menemukan jalur optimum untuk menghemat waktu dengan memperhitungkan antara panjang jalan dan kecepatan berkendara pada tiap ruas jalan. Sistem ini nantinya dibuat dengan menggunakan metode Simulated Annealing dan berbasis Web. Dengan memanfaatkan web untuk pengaksesannya, sistem ini mampu memberikan informasi yang cukup berguna bagi petugas pos mengenai jalur optimum dengan nilai total waktu tempuh paling optimal sehingga dalam mengantarkan barang dari kantor pos menuju alamat tujuan pelanggannya dapat menghemat waktu. Jalur optimum divisualisasikan dalam bentuk graf. Dari hasil uji coba yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa metode Simulated Annealing dapat digunakan untuk proses pencarian jalur optimal dengan alamat tujuan lebih dari satu.Kata Kunci : Simulated Annealing, Pengiriman Barang, Jalur Optimum, Kantor Pos, Graf. ABSTRACTPost offices provide a service that is service delivery. In this case the postman has to send stuff to the customer addresses. But many roads today sometimes make it difficult for the postman to choose which path in terms of travel time is more optimal. Therefore we need an information system that can find the optimal path to save time by measuring the length of the road and driving speed on each road segment. This system will be made by using the method of Simulated Annealing and Web-based. By making use of the web for accessing it, the system is able to provide information that is useful for the postman about optimum path with a total value of travel time so that the most optimal from the post office to deliver the goods from the post office to the customers address can save time. The optimum path is visualized in the form of a graph. From the results of experiments performed can be concluded that the method of Simulated Annealing can be used to search the optimal path to the destination address more than one.Keyword: Simulated Annealing, Shipping, Optimum Path, Post Office, Graph
PERBANDINGAN SAW DAN TOPSIS UNTUK OPEN RECRUITMENT WARGA LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Merlien N. Febriyati; Moch. Kautsar Sophan; Rika Yunitarini
Jurnal Simantec Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v5i3.2348

Abstract

ABSTRAKLaboratorium berfungsi untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Dalam hal ini, admin bertanggungjawab atas semua kegiatan akademik yang dilaksanakan di laboratorium. Namun banyaknya kegiatan akademik tersebut tidak sebanding dengan sumber daya manusia, sehingga admin kesulitan menangani semua kegiatan akademik tersebut. Open recruitment dibutuhkan untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa berprestasi guna menjadi warga laboratorium. Kriteria kriteria yang ditentukan pada open recruitment warga laboratorium, meliputi: online test, live coding, interview, presentasi, IPK, dan semester. Penilaian open recruitment selama ini dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel, sehingga proses pengolahan data lama dalam pengambilan keputusan, maka sistem ini dibuat dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai solusi alternatif serta berbasis web. Berdasarkan hasil uji coba menggunakan metode SAW menunjukkan nilai kecocokan urutan alternatif dengan hasil real sebesar 33,33%dan nilai kecocokan jumlah alternatif dengan hasil real sebesar 93,33%. Sedangkan, hasil uji coba menggunakan metode TOPSIS menunjukkan nilai kecocokan urutan alternatif dengan hasil real sebesar 46,67%dan nilai kecocokan jumlah alternatif dengan hasil real sebesar 100%.Kata Kunci : Open recruitment, Laboratorium, Simple Additive Weighting, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution.ABSTRACTLaboratorium has function to support college activity. In this case, administrator has responsible for all academic activity that held in the laboratorium. Nonetheless, the amounts of academic activities are not balance with human resources, in order that, administrator difficult handles all this academic activity. Open Recruitment needed to trawl the outstanding college students to be a society of laboratorium. Requirements for Open Recruitment include of : online test, live coding, interview, presentation, IPK, and semester. The valuation of Open Recruitment for this whole time is manual by using Microsoft Excel, so that the process management of data take a long time to decide, then this system create with the method Simple Additive Weighting (SAW) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) as an alternative solution based of WEB. Based of trial by using method SAW shows suitable value of alternative arrangement with the result real as 33,33% and suitable value of alternative total with the result real as 93,33%. While, the result of trial use method TOPSIS shows suitable value of alternative arrangement with the result real as 46,67% and suitable value of alternative total with the result real as 100%.Keywords :Open recruitment, Laboratory, Simple Additive Weighting, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution.