Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kestabilan Batuan Pada Rencana Pembangunan Terowongan Dengan Elemen Hingga Dan (Q – System) Di Kota Samarinda Achmad Faisal; Revia Oktaviani; Tommy Trides; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i9.406

Abstract

Terowongan adalah lubang bukaan di bawah permukaan tanah atau gunung dan dibuat mendatar. Kajian awal sebelum dibuatnya terowongan seperti kajian geologi dan geoteknik sangatlah diperlukan, karena dapat memberikan gambaran tentang awal kondisi batuan yang ada di sekitar rencana terowongan tersebut. Klasifikasi massa batuan merupakan tumpuan dasar dalam menganalisis kualitas massa batuan dalam menginformasikan kondisi geologi daerah setempat untuk tujuan pembangunan. Salah satu Klassifikasi massa batuan yang digunakan untuk terowongan adalah Q-system yang dapat memberi luaran berupa rekomendasi jenis penyangga. Dari hasil penelitian kualitas massa batuan dilokasi penelitian tergolong kualitas buruk dan sedang. Dengan rekomendasi penyangga terowongan berdasarkan Q-system adalah fibre reinforced sprayed concrete and bolting , yaitu Shotcrete dengan ketebalan 70 mm dengan spasi pemasangan Rockbolt ditambah Shotcrete 2,05 m, spasi pemasangan Rockbolt tanpa Shotcrete 1,5 m, dan panjang Rockbolt 4 m. Nilai faktor keamanan pada penampang terowongan 1,2,3,4 dan 5 termasuk kategori krisis atau tidak aman sedangkan pada penampang terowongan 6 masuk kedalam kategori stabil atau aman
The Effect of Heating Temperature on Uniaxial Compressive Strength Test of Sandstone Balikpapan Formation and Pulaubalang Formation in Samarinda City, East Kalimantan Province Irens Megayanti Rerang; Tommy Trides; Windhu Nugroho
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 1 No 2 (2022): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.137 KB) | DOI: 10.32487/nuce.v1i2.392

Abstract

Uji kuat tekan uniaksial (UCS) adalah pengujian yang sering di gunakan dalam mekanika batuan untuk mengetahui kekuatan atau Titik runtuh batuan yang menjadi tolak ukur seberapa kuat batuan menahan beban yang diberikan. Batupasir adalah batuan sedimen yang sebagian besar terbentuk oleh kuarsa atau feldspar . Temperature dibawah permukaan bumi bertambah seiring bertambahnya kedalaman. Pengaruh pemanasan akan mempengaruhi sifat fisik dan mekanik batuan sekitar massa batuan sehingga dapat menyebabkan kerusakan di dalam batuan sehingga mengganggu kekuatan massa batuan sekitar. Memahami pengaruh suhu pada mekanik batuan sangat penting untuk desain struktur batuan dan penilaian keamanan dalam rekayasa batuan bawah tanah. Oleh karena itu perlu dipelajari lebih lanjut tentang pengaruh suhu terhadap sifat. mekanik batuan . Pada pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu yang bervariasi terhadap nilai kuat tekan batupasir yang diuji. Contoh batuan dipanaskan dengan suhu 200°c, 250°c, 300°c, 350°c, dan 400°c, dalam waktu pemanasan 3 jam. Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh variasi suhu terhadap sifat mekanik batuan. Dari hasil pengujian pada batupasir formasi Balikpapan terjadi peningkatan maksimum nilai kuat tekan pada suhu pemanasan 250°c sebesar 15,89 Mpa, dan pada formasi Pulaubalang terjadi peningkatan maksimum nilai kuat tekan pada suhu pemanasan 350°c sebesar 39,48 Mpa.