Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MAHASISWA DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS DAN DI MASYARAKAT (LOKASI PKM PARAPAT) Mahasiswa Universitas Simalungun; Rosita Nainggolan; Wahyunita Sitinjak; Jenriswandi Damanik; Novelina Hutapea; Lenny Mutiara Ambarita; Rony Andre CH Naldo; Humala Sitinjak; Mariah SM Purba; Jumpa Ukur; Christian Daniel Hermes; Sariaman Gultom; Imman Yusuf Sitinjak
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.8682

Abstract

Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan didalam bermasyarakat, mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi didalam masyarakat mengenai terutama dikalangan mahasiswa di Pematangsiantar serta mengupayakan memberikan solusi terhadap masalah yang berbenturan dengan pemahaman pendidikan karakter baik dalam implementasi di lingkungan perguruan tinggi maupun bermasyarakat. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang pendidikan karakter di lingkungan perguruan tinggi dan di masyarakat pemahamannya didalam Pendidikan perguruan tinggi. Pendalaman materi tidak hanya tentang pendidikan karakter, juga beberapa materi tambahan keilmuan yang ada dipelajari di perguruan tinggi yang dapat diterapkan dimasyarakat juga. Selain itu pelaksanaan pengabdian ini juga melatih mahasiswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan melakukan kegiatan kebersihan di lokasi wisata. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan di masyarakat.
ANALISIS USAHATANI KECOMBRANG Di Nagori Lokkung Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun Wahyunita Sitinjak; Romauli Simanjuntak; Rizky Ananda Saragih
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Agrilink Vol 5 No 1 Februari 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jak.v5i1.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani kecombrang dan untuk mengetahui luas lahan, biaya produksi, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi petani di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan untuk menentukan kelayakan adalah metode R/C, sedangkan untuk mengetahuhi pengaruh luas lahan, biaya produksi, dan jumlah tenaga kerja dengan menggunakan SPSS 21. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa usahatani kecombrang di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun menguntungkan dan layak dikembangkan dengan nilai R/C sebesar 2,31 artinya setiap pengeluaran sebesar Rp 1 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2,31. Pendapatan rata-rata usahatani kecombrang yaitu Rp 8.690.000. (1) Dari hasil analisis regresi linear berganda dengan olahan SPSS versi 21 secara bersama bahwa luas lahan, biaya produksi, dan jumlah tenaga kerja sangat berpengaruh nyata, terhadap produksi usahatani kecombrang di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. (2) Secara terpisah luas lahan dan biaya produksi sangat berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kecombrang sedangkan, jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kecombrang di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. This study aims to determine the feasibility of kecombrang farming and to determine the area of ​​land, production costs, and the number of workers that affect the production of farmers in Nagori Lokkung Raya, Raya District, Simalungun Regency. The method used to determine the feasibility is the R/C method, while to find out the effect of land area, production costs, and the number of workers using SPSS 21.The results showed that kecombrang farming in Nagori Raya LokkungRaya Subdistrict, Simalungun Regency, is profitable and feasible to develop with an R/C value of 2.31, meaning that each expenditure of Rp. 1 will generate an income of Rp. 2.31. The average income of kecombrang farming is Rp8,690,000. (1) From the results of multiple linear regression analysis using SPSS version 21 together, it shows that land area, production costs, and the number of workers have a significant effect on the production of kecombrang farming in Nagori Lokkung Raya, Raya District, Simalungun Regency.(2)Separately, land area and production costs have a significant effect on the production of kecombrang farming, while the number of workers does not significantly affect the production of kecombrang farming in Nagori Lokkung Raya, Raya District, Simalungun Regency.
CONTRIBUTION OF BEEF CATTLE BUSINESS TO THE INCOME OF FARMERS FAMILY IN SIMALUNGUN REGENCY (CASE STUDY: IN SIMALUNGUN DISTRICT) Linda Reni Suriani Purba; Wahyunita Sitinjak
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Ekonomi, Perode April - Juni 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the beef cattle business income and its contribution in running the beef cattle rearing business in farmer families in Simalungun Regency. The research method was carried out by survey and taking 30 samples by purposive sampling. The data analysis technique used is I = TR - TC where the cattle breeder business is included in the mix farming category and its contribution can reach 33% of the farmer's family income. In carrying out the research stages carried out such as identification of beef cattle maintenance, analyzing beef cattle business income and identification of business scale. The results of the research show that income from agriculture comes from income from working in agriculture, for example being an employee in a palm oil plantation, from paddy fields, yard and garden products, and those related to agriculture in a broad sense. In this study, most of the breeders were working on oil palm plantations and some came from plantations. The contribution to the total income of the farmer's family is 42%, and it is quite large because the farmer's income comes from beef cattle. This business is included in the category of Mixed Business Scale (Mix farming) income from livestock is 30% -70%, meaning that even though the income is not fully from raising beef cattle, the income of the livestock group is already dominant from beef cattle business activities. Beef Cattle Farming Business in Simalungun has prospects for development based on the contribution obtained by 33% of the total income of the whole farming family.
UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN PEMUDA MELALUI PEMBANGUNAN DESA(NAGORI BUNTU TURUNAN KECAMATAN HATONDUHAN KAB. SIMALUNGUN Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Mariah SM Purba; Jumpa Ukur; Rony Andre CH Naldo; Humala Sitinjak; Novelina Hutapea; Jenriswandi Damanik; Lenny Mutiara Ambarita; Wahyunita Sitinjak; Krissi Wahyuni Saragih; Masdin Saragih; Mahasiswa Universitas Simalungun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15723

Abstract

Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan didalam bermasyarakat, serta mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi didalam masyarakat mengenai penyebab rendahnya kesadaran Pemuda dalam membangun desa melalui gotong royong di Nagori Buntu Turunan dan upaya menumbuhkan kesadaran Pemuda terhadap pentingnya Pembangunan melalui Gotong Royong di Nagori Buntu Turunan Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang membangun desa melalui gotong royong di Nagori Buntu Turunan. Selain itu pelaksanaan pengabdian ini juga melatih mahasiswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan melakukan kegiatan nyata untuk meningkatkan semangat pemuda. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan di masyarakat.
Test the Adaptability of Several Soybean (Glycine Max L) F5 Strains with TSP Fertilizer Arvita Netti Sihaloho; Irawaty Rosaline; Wahyunita Sitinjak
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3667

Abstract

Growth and production strains need to be capability tested in many different environmental conditions. The research aims to obtain efficient strains against the use of phosphate fertilizer and obtain the best dose of TSP fertilizer for the growth and production of soybean strains. The study used the two-factor Factorial Group Randomized Design (RAKF) method. The first factor is the dose of TSP fertilizer with 3 levels, namely P1=25 kg/ha, P2=50 kg/ha, P3=75 kg/ha.The second Factor with 5 levels, treatments were obtained and repeated 3 times. The plot area is 1mx2m with a planting distance of 20 cm x 25 cm. Plant maintenance is carried out by spraying insecticides Decis 25 EC and Dithane. The variables observed were plant height (cm), number of productive branches (branches), number of pods per plant (pods), seed weight per plant (g), seed weight per plot (g), weight of 100 seeds (g). Data  were analyzed with a 95% confidence level BNT test using SPSS 26. The results showed that the F5 strain is the most efficient strain in using TSP fertilizer is the G4 = F5-A-T-SSD-84 strain with a dose of 25 kg/ha or 75g/plot to produce planting seed weight 27.76g. TSP fertilizer dose of 75 kg/ha is the best dose to produce the highest planting seed weight
Factors That Influence Orange Farmers Using Mixed Cropping Pattern in Nagori Bandar Purba, Purba District, Simalungun Regency Wahyunita Sitinjak
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.5381

Abstract

The problems studied in this study are (1) How much additional income does orange farmers get by using intercropping planting patterns in the research area? (2) What are the business risks that occur in orange intercropping farming in Pura Subdistrict, Simalungun Regency? This study aims to determine what factors make farmers use orange intercropping planting patterns in Bandar Pura Village, Pura Subdistrict, Simalungun Regency. The data used are primary data obtained from intercropping orange farmers with a sample of 30 respondents, secondary data obtained from relevant agencies. The results of the study show that orange production of 15,882 kg received an income of Rp. 190,059,200 with a production cost of Rp. 83,170,162 with an income of Rp. 106,349,683, the feasibility of orange farming with intercropping planting patterns can be calculated by R/C analysis. Based on the research results, the R/C value was 2.23, meaning that each R/C result was 2.0 > 1, indicating that orange farming in Bandar Purba Village, Purba District, Simalungun Regency was profitable and worth developing.
Response of Growth and Production of Sweet Potato (Ipomea Batatas L.) Due to The Application of TSP Fertilizer and Cow Manure Wahyunita Sitinjak
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11875

Abstract

The purpose of this study was to determine the response of growth and production of sweet potatoes (Ipomea batatas L.) due to the application of TSP fertilizer and cow manure, carried out in Huta I Silau Bayu, Gunung Maligas District, Simalungun Regency, North Sumatra, from May to August 2024. The study used a factorial Randomized Block Design (RAK), with 2 factors. The first factor is TSP fertilizer with 4 levels, namely P1 = 20.4g / plot, P2 = 40.8g / plot, P3 = 61.2g / plot, P4 = 81.6g / plot. The second factor is Cow Manure with 4 levels, namely: S0 = No Treatment, S1 = 5.1kg / plot, S2 = 10.2kg / plot, S3 = 15.3kg / plot. Observed parameters were Tendrils Length (cm) at 3 and 5 MST, Number of Bulbs Per Plant (fruit), Number of Bulbs Per Plot (bulbs), Bulb Weight Per Plant (g) and Bulb Weight Per Plot (kg). The results showed that TSP fertilizer application significantly affected Tendrils Length (cm) at 3 and 5 MST, Number of Bulbs Per Plant (bulbs), Number of Bulbs Per Plot (bulbs), Bulb Weight Per Plant (g) and Bulb Weight Per Plot (kg). The best dose of TSP fertilizer was found in the treatment of 30 tons/ha: 15.3 kg/plot. Cow Manure treatment significantly affected Tendrils Length (cm) at 3 and 5 MST, Number of Bulbs Per Plant (bulbs), Number of Bulbs Per Plot (bulbs), Bulb Weight Per Plant (g) and Bulb Weight Per Plot (kg). The best dose of cow manure was found in the treatment of 160 kg/ha: 81.6 g/plot. The interaction treatment of TSP fertilizer and Cow Manure fertilizer significantly affected the Length of Tendrils (cm) at the age of 3 and 5 MST, Number of Bulbs Per Plant (bulbs), Number of Bulbs Per Plot (bulbs), and Bulb Weight Per Plot (kg). It had no significant effect on Bulb Weight Per Plant (g). The best interaction treatment was in the TSP treatment (30 tons/ha: 15.3 kg/plot) with cow manure (160 kg/ha: 81.6 g/plot).  
Analysis of the Partnership Between Turnip Farmers and PT VAI Company in Purba District Roeskani Sinaga; Wahyunita Sitinjak; Jhon Kariando Purba
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12738

Abstract

This study aims to analyze the form of partnership implementation between turnip farmers and PT VAI, examine the benefits of this form of partnership for turnip farmers, and analyze turnip farming income. This study was conducted in Purba District, Simalungun Regency. Farmers in Nagori Pamatang Purba were designated as sample villages from the population that became research respondents. The sampling technique and population in this study used Purposive Sampling and Snowball techniques. The data analysis method used descriptive analysis of PT VAI's contract with partner farmers, farm income analysis, and R/C Ratio. The results of the study indicate that the form of partnership between PT VAI and turnip farmers in Purba District is a subcontract form. Where farmers and PT VAI have a contract regarding seeds, production prices and product quality. The benefits that are definitely obtained by farmers as partners include being able to help in procuring seeds. Farmers get convenience for seeds because they do not have to do their own seeding, thereby reducing the risk of failure because the seeds are ready to plant. The benefits of marketing guarantees provide a guarantee that the resulting product will be immediately sellable. One hundred percent of turnip farmer respondents answered that they received benefits in marketing convenience. This aligns with the initial rationale and hope for joining, which is that farmers won't have to search for markets to sell their products. Marketing guarantees can also motivate farmers to produce according to PT VAI's criteria so their products are accepted. Radish farming in Pematang Purba Village generates substantial income and is considered viable, as the R/C ratio analysis shows a value of 3.01, meaning that for every Rp 1.00 spent, a return of Rp 3.01 is generated.
Dampak Pengembangan Kawasan Wisata Alam Salbe Terhadap Sosial Dan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus: Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun) Ramainim Saragih; Wahyunita Sitinjak; Inciana Napitu
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/mw0zdb07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengembangan kawasan wisata alam Salbe terhadap sosial dan ekonomi masyarakat di Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang merupakan pelaku usaha wisata dan masyarakat lokal yang terdampak langsung oleh pengembangan wisata, dipilih secara purpose sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata alam Salbe membawa perubahan signifikan pada pola interaksi sosial, gaya hidup, serta peningkatan keterbukaan masyarakat terhadap budaya luar. Secara ekonomi, sekitar 12,09% peningkatan pendapatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar dari terciptanya lapangan kerja baru, dan diversifikasi sumber ekonomi yang mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kawasan wisata alam Salbe memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat, namun juga menimbulkan tantangan.
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Jemaat Gmi Banuh Raya Melalui Budidaya Lada Perdu Wahyunita Sitinjak; Arvita Netti Sihaloho; Imman Yusuf Sitinjak; Humala Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhmjnf16

Abstract

Tujuan pengabdian memberikan pembelajaran untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat sekitar Desa Banuh Raya, Kecamatan Simalungun dengan mengajak prospek budidaya lada perdu. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan dari bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2024 di GMI Banuh Raya, Kabupaten Simalungun Cara pembudidayaan lada perdu ini memang cukup mudah. Cocok ditanam pada pekarangan yang sempit ataupun lahan terbatas. Budidaya lada perdu dapat juga ditanam pada pot ataupun polyback. Prospek dari budidaya lada perdu memang dapat dikatakan bagus dan cerah. Sehingga bisnis budidaya lada perdu ini bisa dijadikan pilihan bisnis yang menjanjikan. Hanya saja belum populer bagi masyarakat umum atau belum sepenuhnya di kenal masyarakat karena kurangnya informasi yang di dapatkan oleh masyarakat itu sendiri. Lada perdu bisa menjadi solusi mengatasi keterbatasan lahan di daerah perkotaan. Sebab lada perdu dapat ditanam di pot atau polybag diteras rumah atau pekarangan. Dengan jarak tanam 1 m x 2 m populasi lada perdu bisa mencapai 5.000 pokok per hektar lahan. Mengingat cara budidaya lada perdu tidak terlalu sulit dan dapat ditanam dipekarangan rumah, di pot dan polyback maka sangat layak dikembangkan di daerah perkotaan sebagai salah satu alternatif usaha penambahan sumber pendapatan keluarga bagi masyarakat. Metode yang dilakukan dengan: Survei, Perencanaan Program, Formulasi Rencana Aksi, Implementasi Program, Evaluasi. Hasil kegiatan ini disambut baik dan sangat direspon oleh kelompok sasaran yaitu masyarakat di sekitar. Sampai saat ini semua bibit lada yang dibagikan kepada kelompok sasaran tumbuh dengan baik dan dirawat oleh masyarakat yang bersangkutan. Demikian juga tidak ada kendala dan masalah yang ditemui sepanjang proses pelaksanaan kegiatan