Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MAHASISWA DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS DAN DI MASYARAKAT (LOKASI PKM PARAPAT) Mahasiswa Universitas Simalungun; Rosita Nainggolan; Wahyunita Sitinjak; Jenriswandi Damanik; Novelina Hutapea; Lenny Mutiara Ambarita; Rony Andre CH Naldo; Humala Sitinjak; Mariah SM Purba; Jumpa Ukur; Christian Daniel Hermes; Sariaman Gultom; Imman Yusuf Sitinjak
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.8682

Abstract

Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan didalam bermasyarakat, mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi didalam masyarakat mengenai terutama dikalangan mahasiswa di Pematangsiantar serta mengupayakan memberikan solusi terhadap masalah yang berbenturan dengan pemahaman pendidikan karakter baik dalam implementasi di lingkungan perguruan tinggi maupun bermasyarakat. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang pendidikan karakter di lingkungan perguruan tinggi dan di masyarakat pemahamannya didalam Pendidikan perguruan tinggi. Pendalaman materi tidak hanya tentang pendidikan karakter, juga beberapa materi tambahan keilmuan yang ada dipelajari di perguruan tinggi yang dapat diterapkan dimasyarakat juga. Selain itu pelaksanaan pengabdian ini juga melatih mahasiswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan melakukan kegiatan kebersihan di lokasi wisata. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan di masyarakat.
ANALISIS USAHATANI KECOMBRANG Di Nagori Lokkung Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun Wahyunita Sitinjak; Romauli Simanjuntak; Rizky Ananda Saragih
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Agrilink Vol 5 No 1 Februari 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jak.v5i1.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani kecombrang dan untuk mengetahui luas lahan, biaya produksi, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi petani di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan untuk menentukan kelayakan adalah metode R/C, sedangkan untuk mengetahuhi pengaruh luas lahan, biaya produksi, dan jumlah tenaga kerja dengan menggunakan SPSS 21. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa usahatani kecombrang di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun menguntungkan dan layak dikembangkan dengan nilai R/C sebesar 2,31 artinya setiap pengeluaran sebesar Rp 1 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2,31. Pendapatan rata-rata usahatani kecombrang yaitu Rp 8.690.000. (1) Dari hasil analisis regresi linear berganda dengan olahan SPSS versi 21 secara bersama bahwa luas lahan, biaya produksi, dan jumlah tenaga kerja sangat berpengaruh nyata, terhadap produksi usahatani kecombrang di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. (2) Secara terpisah luas lahan dan biaya produksi sangat berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kecombrang sedangkan, jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kecombrang di Nagori Lokkung Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. This study aims to determine the feasibility of kecombrang farming and to determine the area of ​​land, production costs, and the number of workers that affect the production of farmers in Nagori Lokkung Raya, Raya District, Simalungun Regency. The method used to determine the feasibility is the R/C method, while to find out the effect of land area, production costs, and the number of workers using SPSS 21.The results showed that kecombrang farming in Nagori Raya LokkungRaya Subdistrict, Simalungun Regency, is profitable and feasible to develop with an R/C value of 2.31, meaning that each expenditure of Rp. 1 will generate an income of Rp. 2.31. The average income of kecombrang farming is Rp8,690,000. (1) From the results of multiple linear regression analysis using SPSS version 21 together, it shows that land area, production costs, and the number of workers have a significant effect on the production of kecombrang farming in Nagori Lokkung Raya, Raya District, Simalungun Regency.(2)Separately, land area and production costs have a significant effect on the production of kecombrang farming, while the number of workers does not significantly affect the production of kecombrang farming in Nagori Lokkung Raya, Raya District, Simalungun Regency.
BUDIDAYA MAGGOT BSF UNTUK PAKAN TERNAK SKALA RUMAHTANGGA DI JALAN RINDUNG, KELURAHAN BANE, PEMATANG SIANTAR Romauli Simanjuntak; Roeskani Sinaga; Ramainim Saragih; Wahyunita Sitinjak; Rosmadelina Purba; Arvita Sihaloho; Cristin Imelda Girsang; Linda Reni Purba; Mirna Anriani Siregar; January Rizky; Simon Sidabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.541 KB) | DOI: 10.36985/jpmsm.v2i2.516

Abstract

The increase in the price of animal feed makes it difficult for households as farmers by utilizing household waste to feed their livestock. The increase in feed prices also encourages food farmers to switch to corn because corn is a raw material for animal feed. So that household farmers also have difficulty buying corn. Maggot BSF is an alternative feed that is very high in protein to encourage livestock growth. BSF maggots are larvae that can be used as alternative feed. Cultivation of BSF maggot is also relatively easy and can utilize household waste or food scraps as BSF maggot food. In this community service, training activities for maggot cultivation as an alternative to animal feed are carried out in Bane Village. The implementation method is carried out by means of lectures, discussions and practice. The result of this service is to grow the participants' desire to cultivate BSF maggot as animal feed. The result was that the participants were very responsive to this activity, as evidenced by the active participation of the community in the activity from beginning to end and the large number of active participants in the discussion and question and answer sessions. So it can be concluded that the maggot cultivation training in Bane Village was successful and the participants' understanding and attitudes increased about the importance of waste treatment for maggot cultivation as an alternative to animal feed
CONTRIBUTION OF BEEF CATTLE BUSINESS TO THE INCOME OF FARMERS FAMILY IN SIMALUNGUN REGENCY (CASE STUDY: IN SIMALUNGUN DISTRICT) Linda Reni Suriani Purba; Wahyunita Sitinjak
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Ekonomi, Perode April - Juni 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the beef cattle business income and its contribution in running the beef cattle rearing business in farmer families in Simalungun Regency. The research method was carried out by survey and taking 30 samples by purposive sampling. The data analysis technique used is I = TR - TC where the cattle breeder business is included in the mix farming category and its contribution can reach 33% of the farmer's family income. In carrying out the research stages carried out such as identification of beef cattle maintenance, analyzing beef cattle business income and identification of business scale. The results of the research show that income from agriculture comes from income from working in agriculture, for example being an employee in a palm oil plantation, from paddy fields, yard and garden products, and those related to agriculture in a broad sense. In this study, most of the breeders were working on oil palm plantations and some came from plantations. The contribution to the total income of the farmer's family is 42%, and it is quite large because the farmer's income comes from beef cattle. This business is included in the category of Mixed Business Scale (Mix farming) income from livestock is 30% -70%, meaning that even though the income is not fully from raising beef cattle, the income of the livestock group is already dominant from beef cattle business activities. Beef Cattle Farming Business in Simalungun has prospects for development based on the contribution obtained by 33% of the total income of the whole farming family.
UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN PEMUDA MELALUI PEMBANGUNAN DESA(NAGORI BUNTU TURUNAN KECAMATAN HATONDUHAN KAB. SIMALUNGUN Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Mariah SM Purba; Jumpa Ukur; Rony Andre CH Naldo; Humala Sitinjak; Novelina Hutapea; Jenriswandi Damanik; Lenny Mutiara Ambarita; Wahyunita Sitinjak; Krissi Wahyuni Saragih; Masdin Saragih; Mahasiswa Universitas Simalungun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15723

Abstract

Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan didalam bermasyarakat, serta mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi didalam masyarakat mengenai penyebab rendahnya kesadaran Pemuda dalam membangun desa melalui gotong royong di Nagori Buntu Turunan dan upaya menumbuhkan kesadaran Pemuda terhadap pentingnya Pembangunan melalui Gotong Royong di Nagori Buntu Turunan Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang membangun desa melalui gotong royong di Nagori Buntu Turunan. Selain itu pelaksanaan pengabdian ini juga melatih mahasiswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan melakukan kegiatan nyata untuk meningkatkan semangat pemuda. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan di masyarakat.
Test the Adaptability of Several Soybean (Glycine Max L) F5 Strains with TSP Fertilizer Arvita Netti Sihaloho; Irawaty Rosaline; Wahyunita Sitinjak
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3667

Abstract

Growth and production strains need to be capability tested in many different environmental conditions. The research aims to obtain efficient strains against the use of phosphate fertilizer and obtain the best dose of TSP fertilizer for the growth and production of soybean strains. The study used the two-factor Factorial Group Randomized Design (RAKF) method. The first factor is the dose of TSP fertilizer with 3 levels, namely P1=25 kg/ha, P2=50 kg/ha, P3=75 kg/ha.The second Factor with 5 levels, treatments were obtained and repeated 3 times. The plot area is 1mx2m with a planting distance of 20 cm x 25 cm. Plant maintenance is carried out by spraying insecticides Decis 25 EC and Dithane. The variables observed were plant height (cm), number of productive branches (branches), number of pods per plant (pods), seed weight per plant (g), seed weight per plot (g), weight of 100 seeds (g). Data  were analyzed with a 95% confidence level BNT test using SPSS 26. The results showed that the F5 strain is the most efficient strain in using TSP fertilizer is the G4 = F5-A-T-SSD-84 strain with a dose of 25 kg/ha or 75g/plot to produce planting seed weight 27.76g. TSP fertilizer dose of 75 kg/ha is the best dose to produce the highest planting seed weight
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Jemaat Gmi Banuh Raya Melalui Budidaya Lada Perdu Wahyunita Sitinjak; Arvita Netti Sihaloho; Imman Yusuf Sitinjak; Humala Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhmjnf16

Abstract

Tujuan pengabdian memberikan pembelajaran untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat sekitar Desa Banuh Raya, Kecamatan Simalungun dengan mengajak prospek budidaya lada perdu. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan dari bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2024 di GMI Banuh Raya, Kabupaten Simalungun Cara pembudidayaan lada perdu ini memang cukup mudah. Cocok ditanam pada pekarangan yang sempit ataupun lahan terbatas. Budidaya lada perdu dapat juga ditanam pada pot ataupun polyback. Prospek dari budidaya lada perdu memang dapat dikatakan bagus dan cerah. Sehingga bisnis budidaya lada perdu ini bisa dijadikan pilihan bisnis yang menjanjikan. Hanya saja belum populer bagi masyarakat umum atau belum sepenuhnya di kenal masyarakat karena kurangnya informasi yang di dapatkan oleh masyarakat itu sendiri. Lada perdu bisa menjadi solusi mengatasi keterbatasan lahan di daerah perkotaan. Sebab lada perdu dapat ditanam di pot atau polybag diteras rumah atau pekarangan. Dengan jarak tanam 1 m x 2 m populasi lada perdu bisa mencapai 5.000 pokok per hektar lahan. Mengingat cara budidaya lada perdu tidak terlalu sulit dan dapat ditanam dipekarangan rumah, di pot dan polyback maka sangat layak dikembangkan di daerah perkotaan sebagai salah satu alternatif usaha penambahan sumber pendapatan keluarga bagi masyarakat. Metode yang dilakukan dengan: Survei, Perencanaan Program, Formulasi Rencana Aksi, Implementasi Program, Evaluasi. Hasil kegiatan ini disambut baik dan sangat direspon oleh kelompok sasaran yaitu masyarakat di sekitar. Sampai saat ini semua bibit lada yang dibagikan kepada kelompok sasaran tumbuh dengan baik dan dirawat oleh masyarakat yang bersangkutan. Demikian juga tidak ada kendala dan masalah yang ditemui sepanjang proses pelaksanaan kegiatan
Budidaya Maggot BSF Untuk Pakan Ternak Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Bane Pematang Siantar Romauli Simanjuntak; Roeskani Sinaga; Ramainim Saragih; Wahyunita Sitinjak; Rosmadelina Purba; Arvita Sihaloho; Cristin Imelda Girsang; Linda Reni Purba; Mirna Anriani Siregar; January Rizky; Simon Sidabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/hy6cye65

Abstract

The increase in the price of animal feed makes it difficult for households as farmers by utilizing household waste to feed their livestock. The increase in feed prices also encourages food farmers to switch to corn because corn is a raw material for animal feed. So that household farmers also have difficulty buying corn. Maggot BSF is an alternative feed that is very high in protein to encourage livestock growth. BSF maggots are larvae that can be used as alternative feed. Cultivation of BSF maggot is also relatively easy and can utilize household waste or food scraps as BSF maggot food. In this community service, training activities for maggot cultivation as an alternative to animal feed are carried out in Bane Village. The implementation method is carried out by means of lectures, discussions and practice. The result of this service is to grow the participants' desire to cultivate BSF maggot as animal feed. The result was that the participants were very responsive to this activity, as evidenced by the active participation of the community in the activity from beginning to end and the large number of active participants in the discussion and question and answer sessions. So it can be concluded that the maggot cultivation training in Bane Village was successful and the participants' understanding and attitudes increased about the importance of waste treatment for maggot cultivation as an alternative to animal feed
Pemanfaatan Pekarangan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Dan Gizi Sehat Keluarga Dengan Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur Di Masyarakat Sekitar GMI Banuh Raya Wahyunita Sitinjak; Roeskani Sinaga; Linda Reni; Romauli Simanjuntak; Jhonson Marbun; Martua Siadari; Hotman Tuah; Januari Rizky; Imman Yusuf Sitinjak; Humala Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/d30jwt66

Abstract

Perkarangan rumah merupakan sebidang tanah disekitar rumah, baik itu berada di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Pemanfaatan perkarangan rumah sangat penting, karena manfaat yang dapat diambil sangat banyak. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Perkarangan memiliki potensi dalam penyediaan bahan pangan bagi keluarga, sehingga pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan pangan dapat dikurangi dan meningkatkan pendapatan rumah tangga jika produksi bahan pangan berlimpah terutama sayur-sayuran yang higienis dan sehat bagi keluarga. Penanaman tanaman secara vertikultur dapat menjadi solusi dalam mengatasi lahan sempit. Sistem tanam vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini cocok diterapkan di lahan- lahan sempit atau pada pemukiman yang padat penduduk. Teknik vertikultur ini memungkinkan untuk berkebun dengan memanfaatkan tempat secara efisien. Salah satu solusi untuk masyarakat dapat mengembangkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan menanan tanaman secara vertikultur. Secara estetika, tanaman vertikultur berguna sebagai latar belakang yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan berbagai warna. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah agar masyarakat dapat memanfaatan lahan pekarangan yang sempit sebagai penghasil sayur-sayuran yang sehat untuk keluarga dengan budidaya tanaman teknik vertikultur. Kegiatan dilaksanakan di GMI Banuh Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Metode kegiatan ini dengan cara sosialisasi dengan pelatihan dan pamplet serta workshop budidaya tanaman sayuran secara vertikultur dengan peserta ibu- ibu rumah tangga. Tujuan akhir masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayur- sayuran untuk kebutuhan rumah tangganya, sehingga mengurangi biaya belanja sayur mayur untuk keluarga. Mengingat harga sayur mayur di kota Simalungun tergolong mahal. Hasil kegiatan ini bagi masyarakat yaitu ibu-ibu rumah tangga dan anggota keluarganya dapat menguasai teknik budidaya tanaman sayur secara vertikultur, yang meliputi, persiapan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan hama dan penyakit serta panen serta pasca panen