Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Koneksi

Pemanfaatan YouTube dalam Berkomunikasi dengan Khalayak (Studi Kasus Rapper Young Lex) Deviani, Bunga; Susanto, Eko Harry; Djunaidi, Ahmad
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1342

Abstract

Media sosial YouTube saat ini dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan khalayak, salah satunya rapper asal Indonesia, Young Lex, yang menggunakan YouTube dalam berkomunikasi fans dan haters melalui rekaman audiovisual. Sebagai seorang youtuber, Young Lex dituntut untuk memberikan dan menerima pesan yang diberikan oleh netizen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam terhadap narasumber yaitu Young Lex. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagai seorang youtuber dan rapper, Young Lex menyampaikan pesan-pesannya melalui lirik lagu dan vlog (video blog)-nya. Young Lex juga menggunakan lirik lagu yang mudah diserap dan dimengerti sehingga pesan dapat tersampaikan kepada khalayak.
Representasi Feminisme Pada Film Disney Live-Action Mulan Salsabila Astri Harinanda; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10299

Abstract

Film is a mass media that presents a story in audio-visual form. This research aims to see how are the representation of feminism in the Disney Live-Action Mulan film. The method used is descriptive qualitative research methods with semiotic as data analysis techniques. Data are collected using the methods of documentation, observation, and literature study. The signs of the film were analyzed using Roland Barthes' semiotic model two-stage of signification, which are the denotation, connotation, and myth stages. This film shows the discrimination that happened in women due to patriarchal ideology. The results of this study indicate that the Disney Live-Action Mulan film dominantly represents the flow of liberal feminism, existentialism feminism, and radical-libertarian feminism through its main character, Hua Mulan. Hua Mulan's feminist behavior can be seen from her that are opposing discrimination and standards as a woman, performing male roles, able to be a leader, takes risks and being responsible, independent, able to gets recognition, and proving that she is able to give honor to her family. This film has a meaning that a woman can give honor to her family by being herself, and can have the right to be treated equally and also the right to determine and be responsible for her way of life.Film merupakan salah satu jenis media massa yang menampilkan cerita dengan bentuk audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi feminisme pada film Disney Live-Action Mulan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data semiotika. Data yang dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Tanda-tanda dari film dianalisis dengan menggunakan model semiotika signifikasi dua tahap Roland Barthes yaitu tahap denotasi, konotasi, dan mitos. Film ini memperlihatkan diskriminasi yang terjadi pada perempuan yang disebabkan ideologi patriarki. Film Disney Live-Action Mulan secara dominan merepresentasikan aliran feminisme liberal, feminisme eksistensialisme, dan feminisme radikal-libertarian lewat tokoh utamanya yaitu Hua Mulan. Perilaku feminisme Hua Mulan terlihat dari perilakunya yang melawan diskriminasi serta standar sebagai perempuan, mampu melakukan peran laki-laki, menjadi pemimpin, berani mengambil resiko dan bertanggung jawab, independen, mendapat pengakuan dan membuktikkan bahwa ia mampu memberi kehormatan untuk keluarganya. Film ini dapat memiliki makna bahwa seorang perempuan dapat memberikan kehormatan pada keluarganya dengan menjadi dirinya sendiri, dan dapat memiliki hak untuk diperlalukan secara setara dan hak untuk menentukan dan bertanggung jawab atas jalan hidupnya sendiri.
Persepsi Penggemar Pasangan Boys Love (BL Ship) terhadap Homoseksualitas Sintya Frank Sianturi; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10312

Abstract

These past few years, Thailand’s entertainment industry has been increasing their production of Boys’ Love series and movies. The genre blew up in 2014, and until 2020, around 57 BL series had been produced and released. This has led to the phenomenon of the escalation of the number of Thai BL fans in Indonesia. The aim of this research was to find out how BL Ship’s fans or shippers perceive homosexuality. Perception is a meaning making activity of a sensory stimulus through gathering and interpreting process of information or message. To elaborate it, this research used the qualitative research method with case studies approach towards the members of BL ship Off Jumpol-Gun Atthaphan’s fans kingdom. Data was gathered by interview, observation, and documentation. To analyze it, researcher conducted Glaser and Strauss’s constant comparative method, and Mahpur’s coding steps. The results showed that shippers’ perception of homosexuality more or less got affected by what they consumed through media, such as BL series and ships. Along the way, their cultural background, religious views, personal experiences and values also influenced their views of the meaning of homosexuality. Researcher suggest that the professionals who are working in the industry of this genre to be mindful and take extra care since it’s going to affect the audience’s perception.Beberapa tahun terakhir, industri hiburan Thailand semakin gencar memproduksi drama serial dan film romantis bergenre Boys’ Love (BL). Sejak pertama kali meledak tahun 2014 hingga 2020, terdapat setidaknya 57 serial drama BL yang telah dibuat dan ditayangkan. Hal ini menyebabkan fenomena peningkatan penggemar pasangan Thai Boys’ Love (BL Ship) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi penggemar BL Ship terhadap homoseksualitas. Persepsi merupakan kegiatan pemberian makna pada stimulus sensorik yang diperoleh melalui proses menyimpulkan dan menafsirkan informasi dan atau pesan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota kelompok penggemar pasangan BL Off Jumpol-Gun Atthaphan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian direduksi, dikategorisasi, disintesisasi, dan kemudian ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor personal dan situasional yang mempengaruhi persepsi individu terhadap homoseksualitas. Latar belakang budaya, kepercayaan secara religius, dan nilai-nilai dari sekitar maupun pribadi individu turut mengambil peran dalam proses pembentukan persepsi individu atas homoseksualitas. Penting bagi pegiat genre ini untuk memerhatikan apa yang diproduksi karena apa yang ditampilkan akan mempengaruhi persepsi yang diterpanya.
Citra Perempuan Di Dalam Majalah Popular (Analisis Wacana Terhadap Artikel Di Majalah Popular Edisi Mei 2019) Rosalin Febriyanti; Ahmad Junaidi; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6368

Abstract

This study is entitled "Women's Image in Magazine Photos (Semiotic Analysis of Photos in Popular Magazine May 2019 Edition)". The object of this research is a photo in the May 2019 issue of Popular magazine. This study uses Rholand Barthes's semiotic analysis framework. The purpose of this research is to find out how the depiction of the objectification of women in the photo model of the May 2019 Popular Magazine and expose the myths contained in the photos. There is objectification in the sexual form which makes a woman's body an object to be observed, valued, and enjoyed by her sexual values. The myth that can be unearthed from the meaning of the sign in the photographs is the beauty myth that defines women's beauty in uniform criteria. Penelitian ini mengangkat tentang citra wanita dalam foto di majalah. Objek penelitian ini adalah foto di Majalah Popular Edisi Mei 2019. Kerangka analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Analisis Semiotika Roland Barthes yang memiliki tujuan pencitraan perempuan dalam foto, serta menggali kebenaran tentang adanya pemaknaan tanda dalam foto-foto keanggunan wanita sesuai dengan porsi yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggambaran objektifikasi perempuan dalam model foto di Majalah Popular dan memaparkan mitos-mitos yang terkandung dalam foto. Terdapat objektifikasi dalam bentuk seksual yang membuat tubuh wanita menjadi objek untuk diamati, dihargai, dan dinikmati oleh nilai-nilai seksualnya. Mitos yang dapat digali dari makna tanda dalam foto adalah mitos kecantikan yang mendefinisikan kecantikan wanita dalam kriteria seragam.
Pola Aliran Informasi antara Pekerja Lepas dengan Pimpinan di PT. Idea Creative Convex (Analisis Kasus Kirab Obor Asian Games 2018) Yulius Saputra; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6220

Abstract

Penelitian yang penulis teliti mengenai pola aliran informasi. Pola aliran informasi memiliki lima pola dasar. Pola aliran inforamasinya adalah pola rantai, roda, y, lingkaran, semua saluran. Subjek yang diteliti oleh penulis adalah tenaga kerja lepas dengan pimpinan pada PT. Idea Creative Convex yang menjalankan acara kirab obor Asian Games 2018. Penggunaan pekerja lepas yang banyak dan hasil kerja yang baik merupakan hal yang menjadi fokus pada penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumen. Narasumber yang dipilih mewakilan 2 pihak antara project manager dan project officer selaku pimpinan pada perusahaan tersebut dengan kepala divisi torch technical,logistik selaku pekerja lepas pada perusahaan ini. Kesimpulan yang didapatkan oleh peneliti adalah penggunaan pola aliran informasi pada perusahaan ini menggunakan 2 pola gabungan antara pola aliran informasi rantai dengan pola aliran informasi roda. Gambaran pola dari pola gabungan tersebut mirip dengan batang akar pohon. Perubahan pola aliran informasi tersebut dikondisikan dengan gangguan atau halangan pada saat pelaksanaan acara kirab obor berlangsung.
Analisis Strategi Pemberitaan Media Alternatif untuk Isu-Isu Berkaitan Dengan Kekerasan Pada Perempuan (Studi Kasus Magdalene Sebagai Media Online) Della Resita; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3895

Abstract

Media online dibagi menjadi media mainstream dan media alternatif. Media alternatif memiliki perbedaan dengan media mainstream. Media alternatif cenderung bersifat non-comercial dan bertujuan melawan hegemoni serta membela kaum minoritas. Salah satu media alternatif adalah Magdalene. Magdalene merupakan media online yang membahas mengenai isu perempuan, LGBT, kesetaraan, relationship, dating, dsb. Magdalene banyak melakukan kritik terhadap media yang menggunakan kalimat maupun bahasa yang seksis dalam melakukan pemberitaan. Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana strategi Magdalene sebagai media alternatif terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Magdalene sebagai media alternatif dan objek penelitian adalah strategi pemberitaan yang dilakukan oleh Magdalene. Peneliti melakukan wawancara kepada para informan dan studi kepustakaan. Penelitian menunjukkan bahwa Magdalene melakukan strategi pemberitaan dengan cara membuat konten yang beragam dengan selalu memperbaharui konten, menampilkan tampilan website yang lebih menarik, penggunaan bahasa populer agar pembaca jadi lebih tertarik untuk membaca. Magdalene juga melakukan branding kepada lembaga luar agar lebih dikenal dan melakukan promosi melalui media sosial untuk menarik pembaca.
Pengaruh Terpaan Media Berita Hoax di Instagram terhadap Opini Masyarakat Milenials Akan Sumber Berita Jason Roy; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8138

Abstract

News that is often popupler among the millennial community is hoax news or hoax news that is often shared by a handful of irresponsible elements. Every day a lot of hoax news is spread by individuals who are not responsible for taking advantage in terms of political excellence or the economy. This hoax news about Covid-19 has a big impact, because Media Exposure for Instagram users who often read or watch a hoax news conveyed by the news, thus changing public opinion to believe the truth of the hoax news. This study aims to determine the effect of Instagram Media Exposed hoax news on Public Opinion. The research method used is quantitative methods. The number of respondents in this study were 70 people who were Instagram users and had seen or watched Hoax news. Analysis of the data used in this study is the Validity Test, Reliability Test, Normality Test, Correlation Test, Determination Test, Simple Linear Regression Analysis Test. From the results of the study, it was found that there is an influence of Instagram hoax news as Media Exposure to Public Opinion in the amount of 58.7% on the variable Y (Public Opinion). The remaining 41.3% is influenced by other factors not included in this study.Berita yang sering kali popupler di kalangan masyarakat milenial ini adalah berita hoax atau berita bohong yang sering dibagikan oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab. Setiap harinya banyak berita hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dalam segi keungguluan politik maupn perekonomian. Berita hoax tentang Covid-19 ini memiliki dampak yang besar, karena Terpaan Media bagi pengguna Instagram yang sering membaca atau menonton sebuah berita hoax yang di sampaikan oleh berita tersebut, sehingga merubah Opini masyarakat menjadi percaya akan benarnya berita hoax tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berita hoax Instagram Terpaan Media terhadap Opini Publik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 70 orang yang merupakan Pengguna Instagram dan pernah melihat atau menonton berita Hoax. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Korelasi, Uji Determinasi, Uji Analisis Regresi Linier Sederhana. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat pengaruh dari berita hoax Instagram sebagai Terpaan Media terhadap Opini Publik yaitu sebesar sebesar 58,7% terhadap variabel Y (Opini Publik). Sisanya sebesar 41,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini.
Pola Komunikasi Antarbudaya Mertua dan Menantu Beda Etnis Stefanny Cristina Marsaulina Siahaan; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6401

Abstract

Researchers want to find out how the communication patterns that exist between parents in-laws and son or daughter in-laws who had different ethnic backgrounds. Communication in a family is an important aspect in terms of establishing good relations between families and building harmonious relationships, especially in couples in-laws. Communication that exists between the three couples parents in law and son or daughter in-laws who had different ethnic backgrounds. The researcher also wanted to find out what barriers to intercultural communication the three couple parents-in-law and son or daughter-in-law went through. The method used by the researchers in this research was a descriptive qualitative research method using in-depth interview by three couple parents in-laws and son or daughter in-law and also a literature study. After conducting research on three couple parents in law and son or daughter in-law, the three couples have gone through a long communication process, and the communication patterns established between the three couples are not different, all three had a transactional communication model, because the three parents-in-law and son or daughter-in-law are both recipients and the sender of the message in a continuous and responsible for the impact and effectiveness of the communication that occurs. barriers in intercultural communication experienced by these three couple parents-in-law and son or daughter-in-law, based on the Nine barriers of intercultural communication presented by Chaney & Martin (2004). The nine obstacles were not experienced by the three couple parents-in-law and the son or daughter in-law. Peneliti ingin mengetahui bagaimana pola komunikasi yang terjalin antara mertua dan menantu yang berbeda latar belakang etnis. Komunikasi dalam sebuah keluarga merupakan aspek penting dalam hal menjalin hubungan baik antar keluarga dan membangun hubungan yang harmonis terutama pada pasangan menantu dan mertua. Komunikasi yang terjalin antara ketiga pasangan menantu dan mertua ini memiliki latar belakang etnis yang berbeda. Peneliti juga ingin mengetahui apa saja hambatan komunikasi antarbudaya yang dilalui ketiga pasangan mertua dan menantu tersebut Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dengan tiga pasangan menantu dan mertua dan juga studi kepustakaan. Setelah melakukan penelitian kepada tiga pasangan menantu dan mertua, ketiga pasangan tersebut telah melalui proses komunikasi yang panjang, dan pola komunikasi yang terjalin antara ketiga pasangan tersebut tidak berbeda, ketiganya memiliki model komunikasi transaksional, karena ketiga pasangan mertua dan menantu tersebut sama-sama menjadi penerima dan pengirim pesan dalam waktu yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Hambatan komunikasi antarbudaya yang dialami ketiga pasangan mertua dan menantu ini, berdasarkan Sembilan hambatan komunikasi antarbudaya yang dipaparkan oleh Chaney & Martin (2004). Sembilan hambatan tersebut tidak dialami oleh ketiga pasangan mertua dan menantu tersebut.
Aktivitas RolePlay (RP) Thailand Idol dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Kehidupan Baru di Dunia Maya Florentia Christina Monica; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10326

Abstract

The development of times from time to time was so increasing. Communication technology is one of them who got increased rapidly. This development of communication technology was also certainly in line with the development of human intelligence who got more creative and innovative this day. Social media is a form of media development, that we know them as a “new media”. There is a feature from Line Chat App called Line Open Chat (OC). OC is a group chat feature that made for users to join and reliable with other users who had same interests with anonymously, and one of which is a fans club category. There’s a phenomenon this day that comes from this fan culture in OC, named “roleplay” (RP). RP is a role game in a social media using other’s people characters (usually using an idol’s character). The players usually adapt their activities and life from real life, but in the RP’s world, their entire activities is the life that humans imagine and create for themselves. This phenomenon will form into a virtual community or a network society in a cyberspace, then with times goes by time this phenomenon will referring to a concept of social simulation and create a formation of a new world. This research uses a qualitative case study method.Perkembangan jaman dari masa kemasa semakin meningkat pesat, seperti pada teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi ini tentunya beriringan dengan perkembangan kecerdasan manusia yang semakin kreatif dan inovatif memanfaatkan media dan teknologinya. Salah satu bentuk perkembangan media tersebut adalah media sosial, yang kini kita kenal dengan sebutan “new media”. Contohnya adalah sebuah fitur dalam aplikasi chating Line, yaitu Line Open Chat (OC). OC adalah salah satu fitur obrolan grup yang dibuat agar para pengguna dapat bergabung dan berinteraksi dengan pengguna lainnya yang memiliki ketertarikan yang sama secara anonim, salah satunya kategorinya adalah fans clubs. Terdapat sebuah fenomena baru yang datangnya dari budaya penggemar ini dalam OC, yaitu roleplay (RP). RP merupakan sebuah permainan peran di media sosial dengan menggunakan karakter orang lain yang biasanya adalah sosok yang diidolakan. Biasanya dalam RP para pemainnya akan mengadaptasi aktifitas dan kehidupannya dari dunia nyata, hanya saja kehidupan ini adalah kehidupan yang dikehendaki dan dibuat sendiri oleh manusia, khususnya dirinya sendiri sebagai pemainnya. Fenomena ini kemudian akan membentuk sebuah komunitas virtual atau network  society dalam cyberspace yang lama kelamaan akan membuat sebuah simulasi sosial yang mengacu pada terbentuknya dunia baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus.
Pengaruh Media Sosial Instagram #Covid-19 terhadap Tingkat Kepercayaan Masyarakat Milenial di Jakarta Boni Bryan Situmorang; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10390

Abstract

The COVID-19 pandemic has plagued all parts of the world, including Indonesia. Since its first appearance in China, the spread of the COVID-19 virus has been very fast and the number of infected people has grown very significantly and rapidly. Various information related to COVID-19 is spread on social media, especially Instagram. Some are true, some are misleading. Some believe in fact-based information and data, but others don't. There are those who believe in hoaxes, but there are also those who don't. Therefore, it is very important to measure the level of public trust based on what they see and what they perceive. Here the writer uses communication theory, communication media theory, factors that influence trust, and mass communication theory as the theoretical basis. This study uses millennial Instagram users in Jakarta as the object of research. So that when viewed in terms of variables, there are 2 variables, namely the Instagram # COVID-19 variable and the level of trust of the millennial community in Jakarta. The approach of this research is quantitative with a survey method which is carried out by distributing questionnaires in the form of google form to respondents who meet the requirements. Data processing uses the help of SPSS Version 20, from the respondent's data tested valid and reliable. The data analysis technique used regression analysis and the results proved that variable X had an effect on variable Y, because the significance value was 0. According to Sahid Raharjo (2018) if the significance value was <0.05, it was certain that there was an influence of variable x on variable Y. That means Instagram # COVID-19 has an influence on the level of trust of millennials in Jakarta.Pandemi COVID-19 telah mewabah di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Sejak kemunculan pertamanya di negara Tiongkok, penyebaran virus COVID-19 sangat cepat dan angka orang yang tertular pun bertumbuh dengan sangat signifikan dan pesat. Berbagai informasi terkait COVID-19 tersebar di media sosial khususnya Instagram. Ada beberapa yang benar, ada juga menyesatkan. Ada yang percaya pada informasi yang berbasis fakta dan data, namun ada juga yang tidak. Ada yang percaya pada hoax, tetapi ada juga yang tidak percaya. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengukur tingkat kepercayaan masyarakat berdasarkan apa yang mereka lihat dan yang mereka serap. Disini penulis menggunakan sejumlah teori dan konsep mulai darikomunikasi, media sosial, faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan, dan komunikasi massa. Penelitian ini menggunakan pengguna Instagram masyarakat millennial di Jakarta sebagai populasi sehingga jika dilihat dari segi variabel terdapat duavariabel yaitu variabel Instagram #COVID-19 dan variabel tingkat kepercayaan masyarakat millennial di Jakarta. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner dalam bentuk google form kepada responden yang memenuhi syarat. Pengolahan data menggunakan bantuan SPSS Versi 20, dari data responden teruji valid,dan reliabel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi dan hasilnya terbukti bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, karena nilai signifikansinya 0. Menurut Sahid Raharjo (2018) jika nilai signifikansi < 0,05 maka bisa dipastikan bahwa terdapat pengaruh dari variabel x terhadap variabel Y. Itu artinya Instagram #COVID-19 memiliki pengaruh terhadap tingkat kepercayaan milenial di Jakarta.