Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteksos

PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorgum bicolor L) Septinaria Anggraini S; Akhmad Zubaidi; Dwi Ratna Anugrahwati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i2.688

Abstract

Sorgum merupakan tanaman pangan serealia yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Banyaknya manfaat yang dimiliki oleh tanaman sorgum serta daya adaptasi yang tinggi dapat menjadikan tanaman sorgum sebagai pangan alternatif yang kedudukannya hampir sama dengan beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pemberian berbagai dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorgum bicolor L). Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Oktober 2020-Januari 2021 di Desa Gondang Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor, faktor pertama adalah Jarak Tanam dengan 2 taraf yang terdiri atas jarak tanam 40cm x 20cm, dan 70cm x 20cm, dan faktor kedua adalah perlakuan pemupukan dengan 4 taraf yang terdiri atas dosis pupuk kandang sapi 10 t/ha, 20t/ha, 30t/ha, dan 40 t/ha. Dari kedua faktor diperoleh 8 kombinasi, masing-masing kombinasi diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil percobaan menunjukkan jarak tanam yang lebih renggang (70cm x 20cm) memberikan pertumbuhan tanaman sorgum terbaik, sedangkan pemberian berbagai dosis pupuk kandang sapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman sorgum. Jarak tanam yang lebih rapat (40cm x 20cm) memberikan hasil/ha tertinggi, dosis pupuk kandang 30 t/ha memberikan hasil/ha tertinggi, dan interaksi jarak tanam 40cm x 20cm dengan dosis pupuk kandang 30 t/ha juga memberikan hasil/ha tertinggi (13,98 ton).
4. PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN GANDUMYANG DITANAM SETELAH TANAMAN KACANG TANAH DAN SETELAH BERO Ahmad Tahmid; Akhmad Zubaidi; Karwati Zawani
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.988 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gandum yang ditanam setelah tanaman kacang tanah dibandingkan dengan setelah bero, serta pengaruh penambahan sisa tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Santong Dusun Mekar Jati Kabupaten Lombok Utara NTB pada tahun 2016, menggunanakan rancangan petak terbagi (splitplot. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa Varietas (V) memberikan pengaruh nyata pada fase pertumbuhan umur 65 hari setelah tanam, tinggi tanaman umur 72 hari setelah tanam, jumlah biji/spikelet, berat biji/m2, berat berangkasan kering, berat 1000 biji, dan hasil (ton/ha). Sedangkan pada tanaman sebelumnya (TS) hanya memberikan pengaruh nyata pada berat 1000 biji, serta pada penggunaan bahan organik (PBO) tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Pada interaksi anatara varietas dengan tanaman sebelumnya (V*TS), interaksi varietas dengan penggunaan bahan organik (V*PBO), interaksi penggunaan bahan organik dengan tanaman sebelumnya (PBO*TS), serta interaksi antara varietas dengan tanaman sebelumnya dengan penggunaan bahan organik (V*TS*PBO) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan vegetatif maupun generatif yang diamati artinya ketiga faktor perlakauan berdiri sendiri tidak saling mendukung satu sama lainnya dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman gandum sehingga perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata. ABSTRACT This study aims to determine the growth and yield of wheat crops planted after peanut plants compared to after bero, and the effect of adding crop residues. This research was carried out in Santong Village, Mekar Jati Hamlet, North Lombok Regency, NTB in 2016. The design used was split plot design, previous land use as the main plot, then variety and use of organic material as subplots. Each treatment combination was repeated 3 times to obtain 24 experimental units. The results of this experiment showed that Varieties (V) had a significant effect on the growth phase aged 65 days after planting, plant height aged 72 days after planting, number of seeds / spikelet, seed weight / m2, dry weight, 1000 seeds weight, and yield ( ton / ha). Whereas in the previous plants (TS) only gave a significant effect on the weight of 1000 seeds, as well as on the use of organic matter (PBO) did not give a significant effect on all vegetative and generative growth parameters. In the interaction between varieties with previous plants (V * TS), the interaction of varieties with the use of organic matter (V * PBO), the interaction of the use of organic materials with previous plants (PBO * TS), as well as the interaction between varieties with previous plants with the use of organic materials ( V * TS * PBO) does not give a significant effect on all observed vegetative and generative parameters, meaning that the three stand-alone factors do not support each other in influencing the growth and yield of wheat plants so that the treatment gives an effect that is not significantly different.