Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pemerolehan Morfologi Bahasa Jepang pada Anak Hasil Pernikahan Lintas Negara Ernayati Gusruh; Didik Nurhadi; Roni Roni
Journal of Japanese Language Education and Linguistics Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jjlel.v6i1.12394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan morfologis bahasa Jepang baik dalam bentuk kata, proses morfologis serta situasi yang melatar belakangi pemerolehan morfologis pada anak bilingual yang berusia 4,3 tahun dan 6,2 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif. Subjek penelitian adalah keluarga bilingual Jepang-Indonesia dan yang menjadi objek penelitian adalah Haru yang berusia 4 tahun 3 bulan dan Ataya 6 tahun 2 bulan. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa; Pemerolehan dan proses morfologis bahasa Jepang pada  anak yang berusia 4,3 tahun  (Haru)  kata yang diproduksinya sudah bertambah banyak, walapun kebanyakan adalah morfem  bebas, bisa mengunakan tiga atau lebih, terdapat proses morfologi,  Sedangkan anak yang berusia 6 tahun 2 bulan (Ataya)  perbendaharaan kata sudah  semakin banyak, terdapat morfem bebas dan  morfem terikat. Sudah bisa mengucapkan kalimat dengan sempurna, terdapat afiksasi.
Content and Language Integrated Learning (CLIL) dalam Kurikulum ABEKA Sekolah Internasional Nardiansyah Kamumu; Kisyani Laksono; Maria Mintowati; Didik Nurhadi; Djodjok Soepardjo; Roni Roni
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v13i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan CLIL (Content and Language Integrated Learning) dalam kurikulum ABEKA Sekolah Internasional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode pengumpulan data library research (penelitian kepustakaan). Pengumpulan data penelitian kepustakaan diarahkan kepada pencarian data atau informasi melalui dokumen, foto, gambar, serta dokumen elektronik yang dapat diakses melalui website dan sumber studi literatur dari informan yang memiliki pengetahuan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan CLIL pada kurikulum ABEKA sekolah internasional, guru mata pelajaran Science misalnya, mengajar Science menggunakan bahasa Inggris. Proses belajar, penugasan/project, hingga Mid Term/UTS, dan Final Test/UAS menggunakan bahasa Inggris. Soal-soal pada mata pelajaran Science dikaitkan dengan cerita Alkitab, sebab kurikulum ABEKA berorientasi pada Alkitab sebagai kitab suci agama Kristen. Dalam pendekatan CLIL yang digunakan pada kurikulum ABEKA di Kalimantan Christian School, para siswa lebih terlatih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dibandingkan dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Pada sisi lain, penggunaan bahasa Indonesia oleh para siswa sangat minim. Bahasa Indonesia hanya digunakan pada beberapa mata pelajaran yang menggunakan kurikulum nasional di tingkat SD dan SMP, salah satunya mata pelajaran bahasa Indonesia.
Kesantunan Negatif pada Tuturan Keluhan Anime Naruto Shippuden Marina Indahningrum; Djodjok Soepardjo; Roni Roni
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.376

Abstract

This study aims to analyze politeness in utterances of complaints in Japanese. Complaint utterances are essentially rude speech acts to convey negative feelings that tend to offend the other party's feelings, even so the speaker can consider politeness to maintain harmony in communication between humans. Complaint utterances are examined through sociopragmatics by using the strategy concept of Anna Torsbog's complaint strategy and Brown and Levinso's negative politeness. the first season of Naruto Shippuden anime which is analyzed through the stories told by the characters. The results of the study found that negative politeness pays respect, negative politeness questions, negative politeness is not optimistic.
Verba Majemuk Leksikal Tematik dalam Bahasa Jepang dan Pemaknaannya Novia Lutfi Susanti; Djodjok Soepardjo; Roni Roni
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.591

Abstract

The process of forming compound verbs in Japanese has different patterns and rules from Indonesian. Japanese compound verbs are formed by combining two verbs to form a new verb that carries a certain meaning. The process of combining two verbs lexically can be grouped into aspectual lexical compound verbs and thematic lexical compound verbs. This research focuses on thematic lexical compound verbs, and provides a descriptive explanation of the meanings that emerge as a result of the process of combining two verbs thematic-lexically. This research uses a qualitative descriptive method with an interpretive approach, with proportional random sampling data collection techniques using documentation methods. The results of this research show that the process of combining two verbs thematic-lexically to form a lexical thematic compound verb will give rise to new meanings that can be seen from the relationship between V1 and V2, namely the meaning of means of action, manner of motion/movement, cause-result, and parallel meaning.
Teknik Humor Bahasa pada Pertunjukan Konto GRUP KOMEDIAN東京03 (TOKYO ZERO SAN) Sekar Ayu Ningrum; Roni Roni; Didik Nurhadi
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.641

Abstract

Understanding Japanese humor culture is closely related to understanding Japanese communication culture in order to facilitate the communication process in the era of globalization. In this research, the researcher examines further the humor techniques used in the konto performance of the comedian group 東京03 (Tokyo Zero San) based on Berger's theory of humor techniques in order to understand the humor techniques generally used by Japanese society. In this research, the most data falls into the classification of humor techniques, language indicators of exaggeration and repartee, with 5 data each being obtained, Classification of humor language techniques: allusion, insults, and misunderstanding, each with 3 data, classification of humor techniques: bombast, definition, facetiousness, infantilism, over literalness, puns, and satire with 2 data. And classification of humor techniques, irony, ridicule and sarcasm, each of which only obtained 1 data.
Komunikasi Fatik pada Film Good Doctor dalam Kaitannya dengan Tachiba Lenny Puspitasari; Djodjok Soepardjo; Roni Roni
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.744

Abstract

Phatic Communication or Phatic Communion has started to be widely practiced recently with several theories and forms, especially in relation to Indonesian and English, but in Japanese, it is very limited. Researchers here want to conduct research on phatic communication in relation to the Japanese language. In Japanese, a similar concept to phatic communication has existed for a long time, it is even said that the Japanese language is hyperphatic or a society that is very strong in applying the concept of phatic communication in its daily life, although with a different name, shakou jirei (社交辞令). This research discusses phatic sentences in Japanese conversation found in the film Good Doctor which will be examined regarding their function and relationship in relation to tachiba or the relationship between the speaker and the interlocutor in a conversational situation which according to Haugh and Obana (2016) is divided into 2 relevant classification (1) chi’i 地位(social status) and (2) yakuwari 役割 (role, responsibility). The function of phatic sentences in Japanese was classified according to Jumanto (2014) with 12 functions in English conversation, while in this study the researchers examined phatic sentences that appeared in Japanese conversation in relation to the concept of tachiba in Japanese society. The research regarding phatic communication in Japanese is still very limited, even though it is very often found in the daily conversation, thus considered very interesting to research, especially in relation to the social values that very commonly known in Japanese society. This research is a qualitative descriptive study using the free-involved listening method and note-taking method to analyze the fatic expression in relation to the concept of tachiba in Japanese society.
PELATIHAN PENGGUNAAN AIZUCHI DALAM KAIWA BAHASA JEPANG BAGI SISWA SMK ANTARTIKA 2 SIDOARJO Roni Roni; Ina Ika Pratita; Joko Prasetyo; Parastuti Parastuti; Miftachul Amri
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 2 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i2.44509

Abstract

This community service program aimed to enhance the Japanese conversation skills of students at SMK Antartika 2 Sidoarjo (Antartika 2 Vocational School in Sidoarjo) by providing training in the use of aizuchi in kaiwa (conversation). The training was conducted in a workshop format involving material presentation, conversation demonstrations, group practice, and student presentations. Evaluation results showed a significant improvement in students’ understanding of aizuchi, from 25% before the training to 100% after. Moreover, students expressed high enthusiasm to participate in similar activities in the future. The applied training model was found to be engaging and well-suited to the students’ learning styles. This activity is expected to serve as a starting point in fostering students’ interest in learning Japanese language and culture.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DEKLARATIF DALAM ANIME TENSURA OLEH FUSE Fajar Muttaqin; Roni Roni; Miftachul Amri
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2968

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif dalam anime Tensei Shitara Slime Datta Ken (Tensura) karya Fuse musim ke-1 dan ke-2. Tindak tutur deklaratif dipilih karena jarang diteliti secara spesifik meskipun memiliki kedudukan istimewa: tuturannya secara langsung mengubah realitas sosial begitu diucapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik, metode simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, serta metode padan referensial berdasarkan klasifikasi Searle (1979) dan Searle serta Vanderveken (1985). Hasil penelitian menemukan 92 tuturan deklaratif yang terbagi menjadi tiga bentuk: deklaratif institusi-sosial (64 tuturan), deklaratif non-institusi (21 tuturan) yang mencakup kategori supernatural dan kebahasaan, serta deklaratif asertif (7 tuturan). Bentuk menunjuk (appoint), menyatakan (declare), dan menyetujui (approve) paling dominan seiring alur cerita pembentukan Federasi Jura Tempest oleh tokoh Rimuru. Temuan pada kategori supernatural memperluas cakupan teori Searle yang semula berbasis institusi manusia, dan menunjukkan bahwa otoritas deklaratif dalam fiksi juga dapat bersumber dari entitas transendental.
Literasi Digital dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah Pada Mahasiswa Eni Nurhayati; Suyanto Suyanto; Syamsul Sodiq; Roni Roni
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2024): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v9i2.2856

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran penting literasi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan karya ilmiah di kalangan mahasiswa, khususnya di era Society 5.0. Meskipun AI menawarkan alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas penulisan, seperti DeepL, Humata, dan ChatGPT, penggunaannya juga menimbulkan risiko plagiarisme dan pelanggaran etika. Artikel ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang materi penelitian dan penggunaan AI secara etis, termasuk memanfaatkan AI hanya untuk draf awal, memparafrase dan mengedit output, serta mencantumkan sumber referensi yang kredibel. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya keterampilan seperti human focus skill dan sistem thinking untuk menghadapi tantangan kompleks di dunia modern. Pengembangan keterampilan ini di institusi pendidikan dianggap krusial untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja dan masyarakat.