Muhammad Nurhalim Shahib
Division Of Biochemistry And Molecular Biology, Department Of Biomedical Sciences, Faculty Of Medicine, Universitas Padjadjaran

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Asuhan Kehamilan Terintegrasi untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa D-III Kebidanan Di Indonesia Fitria Prabandari; Ponpon S Idjradinata; Farid Husin; Dany Hilmanto; Ishak Abdulhak; Muhammad Nurhalim Shahib; Anita Deborah Anwar; Hadyana Sukandar
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 3 (2015): September
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.039 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i3.70

Abstract

Kompetensi Bidan masih belum sepenuhnya siap untuk terjun ke lahan praktik. Dampak dari kurangnya kompetensi Bidan akan berimbas pada rendahnya mutu pelayanan kebidanan. Model pembelajaran asuhan kehamilan terintegrasi merupakan model pengajaran atau instruksional untuk membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman asuhan kehamilan yang mendalam dan sistematis secara bersamaan dan melatih cara berpikir kritis, melibatkan beberapa nilai mata pelajaran antara lain nilai agama, nilai psikologi, nilai budaya, nilai etika hukum kesehatan, dan nilai komunikasi dan konseling yang diperlukan sehingga batas-batas antar mata pelajaran dapat ditiadakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisispengaruh penerapan model pembelajaran asuhan kehamilan terintegrasi terhadap pencapaian kompetensi mahasiswa D-III Kebidanan.Desainpenelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen terhadap 87 mahasiswa di STIKES Bhakti Pertiwi Indonesia Jakarta yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 44 mahasiswa diberi model pembelajaran asuhan kehamilan terintegrasi dan 43 mahasiswa diberi pembelajaran asuhan kehamilan konvensional. Setelah diberi intervensi kedua kelompok diuji kompetensinya yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan tentang asuhan kehamilan.Analisis data menggunakan uji chi-kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran asuhan kehamilan terintegrasi berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi mahasiswa D-III Kebidanan dengan nilai p<0,05, mahasiswa dengan model pembelajaran asuhan kehamilan konvensional memiliki risiko tidak kompeten sebesar 9,3 kali dibandingkan dengan model pembelajaran asuhan kehamilan terintegrasi.Simpulan penelitian ini yaitupencapaian kompetensi mahasiswa dengan model pembelajaran asuhan kehamilan terintegrasi lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa dengan model pembelajaran asuhan kehamilan konvensional, tetapi belum mampu menjadikan seluruh mahasiwa kompeten, dengan demikian masih diperlukan perbaikan sistem pembelajaran terintegrasi sehingga pencapaian kompetensi dapat tercapai sesuai harapan. 
Perbedaan Kualitas Soft Skill Mahasiswa Sebelum dan Sesudah Pelatihan Manajemen Diri Erni Hernawati; Ponpon S. Idjradinata; Ike Rostikawati Husen; Farid Husin; Firman F. Wirakusumah; Muhammad Nurhalim Shahib; Dewi M.D Herawati
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.087 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.46

Abstract

Institusi pendidikan bidan bertujuan mencetak lulusan bidan yang memiliki kemampuan baik secara akademik maupun non akademik dan siap kerja. Berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan soft skill mahasiswa hingga saat ini belum memuaskan. Salah satu cara meningkatkan kualitas soft skill mahasiswa yaitu dengan pelatihan manajemen diri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kualitas soft skill dari aspek komunikasi, kepemimpinan, dan etika mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan pelatihan manajemen diri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test design. Populasi penelitian mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan yang teridentifikasi nilai soft skill rendah berjumlah 47 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengukuran soft skill menggunakan kuesioner. Hasil analisis penelitian kualitas soft skill mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan pelatihan menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,001). Hasil analisis paired t-test untuk aspek komunikasi diperoleh nilai p<0,001 dan uji Wilcoxon untuk aspek kepemimpinan dan etika diperoleh nilai p<0,001. Simpulan penelitian ini adalah soft skill aspek kepemimpinan mengalami peningkatan skor yang lebih tinggi sebesar 36,4%, soft skill aspek etika mendapat peningkatan skor 27,2%, sedangkan soft skill aspek komunikasi hanya meningkat 21,0%