Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Membangun kesadaran masyarakat dalam perlindungan lingkungan hidup Widjanarko, Mochamad; Khasan, Mohammad; Aryanto, Bayu; Wismar’ein, Dian
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23380

Abstract

Hutan Muria menghadapi berbagai permasalahan lingkungan. Problem kerusakan sumber daya lingkungan dan peningkatan intensitas dan kualitas bencana seperti banjir, longsor dan kekeringan dalam dua dekade ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Jepara, Pati dan Kudus. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perlindungan lingkungan hidup di sekitar hutan Muria. Pengabdian dilakukan dengan metode diskusi kelompok terarah. Diskusi kelompok terarah dilakukan dua kali, pertama dengan peserta dari wakil empat dukuh, perangkat desa, anggota Pokdawis (Kelompok Sadar Wisata) dan perangkat desa dan diskusi kelompok terarah yang kedua diikuti oleh anggota kelompok tani Sari Rejo. Berdasarkan kegiatan pendampingan ini dapat disimpulkan bahwa 40 peserta terdiri dari wakil dukuh, anggota Pokdawis (Kelompok Sadar Wisata) dan perangkat desa dan 25 anggota kelompok tani Sari Rejo telah mendapatkan kesadaran bersama dan pengetahuan lebih dalam terkait Peraturan Desa (Perdes) Rahtawu Nomor 13 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan menitikberatkan pada kajian hukum bahwa peraturan desa ini merupakan satu-satunya peraturan desa yang ada di desa pinggir hutan Muria dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup agar masyarakat memiliki perilaku ekologis dan memiliki kualitas hidup dalam mewujudkan kemakmuran masyarakat melalui program Rahtawu Hijau.
Efek Karakteristik Anchor dan Batas Waktu Promo terhadap Pembelian Impulsif Produk Moisturizer The Originote di Shopee Live Berbasis Nilai Primahutami, Andisti Puspanisa; Lusianti, Dina; Wismar’ein, Dian
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena belanja online saat ini menjadi salah satu hal yang umum dilakukan oleh masyarakat. Dibantu dengan kemajuan teknologi, belanja online saat ini menjadi lebih menyenangkan berkat hadirnya live streaming shopping yang menghadirkan anchor serta banyak promo menarik. Pada penelitian ini akan menjelaskan pengaruh dari karakteristik anchor dan batas waktu promo terhadap pembelian impulsif pada produk moisturizer The Originote dalam Shopee live streaming. Terdapat 150 sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan diolah menggunakan SEM AMOS 24.0. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa karakteristik anchor dan persepsi nilai berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif produk moisturizer The Originote, sedangkan batas waktu promo berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pembelian impulsif produk moisturizer The Originote.
Disaster Mitigation Based on Local Wisdom in the Muria Mountains Khasan, Mohammad; Widjanarko, Mochamad; Wismar’ein, Dian; Prasetyo, Eko Budi
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.85477

Abstract

This research aims to identify disaster mitigation behaviour in the community of Tempur Village, Jepara Regency, based on local wisdom. This research is qualitative research with a phenomenological approach with Mitebenkealhutanmuria instruments used through observation and interviews. Research informants in the study used the snowball technique. Five informants were obtained. The data analysis used was coding. Meanwhile, credibility is done by triangulating data and cross-checking informants. The results of the research findings are that Tempur Village is a disaster-prone area. Gaining knowledge and understanding of the consequences of disasters on the community enhances confidence and the ability to take measures to mitigate the impact of disasters by using local wisdom. The spiritual power that is generated collectively through customs and ethics such as the commemoration of the first night of Suro, Sedekah Bumi and Selametan Perempatan is believed by the community to be an effort to ward off “Balak” (disaster) and has the power to anticipate disasters, as well as provide safety for Tempur Village. Research implications theoretically need to be carried out to understand how local wisdom can be combined with modern mitigation strategies to be more effective and become a social psychology model of disaster mitigation that needs to consider the role of collective beliefs, social norms, and community identity in determining responses to disaster risk. Practically, local governments need to recognize and accommodate local wisdom practices in disaster mitigation policies. Traditional rituals and culture-based early warning systems can be part of broader mitigation strategies.
Pendampingan PKK Membuat Packaging, Label dan PIRT Produk Wismar’ein, Dian; Widjanarko, Mochamad; Aryanto, Bayu; Hidayah, Hima Naili; Zhafira, Faza Rusya
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i1.1988

Abstract

Desa Rahtawu memiliki potensi ekowisata dan hasil pertanian lokal yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan usaha rumah tangga, legalitas produk, dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi PKK Desa Rahtawu dalam penguatan kapasitas berbasis ekowisata berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman legalitas produk, pengemasan, dan strategi pemasaran. Pendampingan dilaksanakan pada 10 Desember 2025 dengan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang menghadirkan praktisi usaha kopi lokal. Kegiatan diikuti oleh sekitar 20 peserta pelaku usaha olahan jahe dan kopi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya keamanan produk dan legalitas PIRT, ditandai dengan diskusi aktif dan pertanyaan spesifik, meskipun legalitas belum sepenuhnya dipersepsikan sebagai kebutuhan mendesak. Kegiatan ini penting sebagai langkah awal penguatan usaha lokal dan pengembangan ekowisata berkelanjutan berbasis potensi Desa Rahtawu.