Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

SOSIALISASI KONSERVASI LAHAN GAMBUT DAN PERTANIAN TANPA BAKAR DI DESA LIMBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Putri Yuli Utami; Muhammad Iwan; Apri Rahmadi; Eko Julianto
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1125

Abstract

Droughts caused by long droughts can cause fires on peatlands. Peatlands have a major function for the ecosystem, which is efficient in absorbing carbon and is a habitat for a variety of flora and fauna. However, this is not yet understood by the community, because in the dry season land clearing is often done by burning. Limbung Village is one of the villages in Sungai Raya Sub-District, Kubu Raya Regency. This PKM aims to provide socialization related to peatland conservation and agriculture without burning, to provide knowledge of peatland conservation, peatland functions, conservation benefits, and agricultural techniques without burning. The method of this socialization activity is lecture and question and answer. The socialization activities were conducted through lectures given by resource persons related to peatland conservation and no-burn agriculture. A pre-test was conducted before the activity started and a post-test was given to the participants at the end. Based on the results of the participants' questionnaires before participating in the socialization activities and after participating in the socialization activities, there was an increase in knowledge. The value of the participants' pre-test results before the socialization activity was 7.5% and the value of the participants' post-test results after participating in the socialization activity was 97.5%. These results show a 90% increase in participants' knowledge after participating in the socialization activity on peatland conservation and no-burn agriculture. The participants were very sympathetic and enthusiastic while listening to the materials and asking questions to the resource person. The socialization activity on peatland conservation and no-burn agriculture went well because it was supported by village officials, farmer groups, and the community.
Clustering Penduduk Kurang Mampu Di Desa Mekar Baru Menggunakan Algoritma K-Means Egy Andryan; Asrul Abdullah; Putri Yuli Utami
JURNAL TEKNIK KOMPUTER AMIK BSI Vol 10, No 2 (2024): Periode Juli 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jtk.v10i2.23157

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang telah lama ada dan belum terselesaikan oleh pemerintah. Meskipun berbagai upaya seperti program bantuan sosial tunai (BLT) telah dilakukan, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah daerah di Desa Mekar Baru adalah ketidakmerataan dan ketidaktepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan sosial. Algoritma K-Means, yang merupakan salah satu algoritma paling populer dan sederhana, digunakan untuk mengelompokkan data penduduk kurang mampu menjadi beberapa klaster. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh empat klaster: klaster 1 (sangat tidak mampu) dengan 114 data (36,8% dari total data), klaster 0 (sangat mampu) dengan 89 data (28,8%), klaster 3 (mampu) dengan 83 data (26,8%), dan klaster 2 (sangat mampu) dengan 23 data (7,4%). Klaster tersebut diurutkan dari yang memiliki jumlah terbesar hingga terkecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat mengidentifikasi klaster dari dataset yang dianalisis menggunakan metode K-Means.
Implementasi Framework Cobit 5 Dalam Tata Kelola Teknologi Informasi Pada Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Safhira, Shella; Utami, Putri Yuli; Istikoma, Istikoma
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 13, No 2: Agustus 2024
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v13i2.2065

Abstract

Information technology management is an important part of carrying out activities in various aspects to achieve the goals of an organization. Dinas lingkungan hidup dan kehutanan of west kalimantan province plays a role in rehabilitation and community empowerment in accordance with provisions. protection, conservation of natural resources and ecosystems, forest stewardship and management, environmental planning and supervision, pollution control, handling waste, hazardous and toxic waste. Issues regarding IT governance and human resource performance in the field of information technology are one of the focuses at dinas lingkungan hidup dan kehutanan of west kalimantan province. The purpose of this research is to implement the Cobit 5 Framework at the Secretariat of the Environment and Forestry Service of West Kalimantan Province. The evaluation results show that the data processing results of 20 respondents using Guttman scale calculations to obtain a Capability Level value is at level 3.00 or (established process). This value shows that this level shows that the information technology process is running according to procedureso.Keywords: Capability level; COBIT 5; Dinas lingkungan hidup dan kehutanan of west kalimantan province; MEA02; IT HR AbstrakPengelolaan teknologi informasi adalah bagian penting dalam aktifitas di berbagai aspek untuk mencapai tujuan suatu instansi. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat berperan pada urusan rehabilitasi serta pemberdayaan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, perlindungan, konservasi sumber daya alam serta ekosistem, penatagunaan serta pengelolaan hutan, penataan serta pengawasan lingkungan hidup, pengendalian pencemaran, penanganan sampah, limbah bahan berbahaya serta beracun. Permasalahan mengenai tata kelola IT, kinerja sumber daya manusia bidang teknologi informasi menjadi salah satu fokus di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini mengimplementasikan framework COBIT 5 untuk evaluasi tata kelola TI pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat dengan domain MEA02. Hasil evaluasi memperlihatkan hasil pengolahan data responden sejumlah 20 orang menggunakan perhitungan skala Guttmann dan mendapatkan nilai Capability Level ada di level 3,00 atau (established process). Nilai ini memperlihatkan bahwa Tingkat ini menunjukkan proses teknologi informasi berjalan sesuai dengan prosedur. 
Uji Akurasi Algoritme K-Nearest Neighbor Dan Naïve Bayes Dalam Klasifikasi Kelayakan Pemberian Kredit Perbankan Asyari, Bisma; Agustini Alkadri, Syarifah Putri; Utami, Putri Yuli
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 12, No 3: Desember 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v12i3.1350

Abstract

Banking credit is a process of giving money or debt following an agreement between the borrower and the bank, as well as determining the classification of creditworthiness on housing loans (KPR). This affects the customer's waiting time for the results of a bank's decision, the success of a bank's credit management will greatly affect the fate of many customer funds if the analysis is inaccurate, so technology is needed to find hidden information on prospective borrowers' data to predict a customer's loan repayment ability. This study uses an algorithm K-Nearest Neighbor and Naïve Bayes to determine the eligibility classification for bank lending and determine the accuracy of bank credit eligibility for mortgages, to determine the accuracy of the algorithm through three stages of testing, namely several preprocessing stages starting from checking duplicates, deal with missing value, deal with outliers, do label encoding, deal with data imbalance use method SMOTE, and standardize using scaler standard. The results of the Naïve Bayes and KNN algorithms as well as the model stages are evaluated to examine each stage in the data for the model's ability to predict, the evaluation matrix used is in the form of a results confusion matrix. There is the best result, namely the KNN algorithm in the third test with a value of K = 10 with a performance of 80.92% training data accuracy and 78.86% testing data and getting a score confusion matrix TP 76 and TN 21.Keywords: Banking Credit; Data Mining; Machine Learning; K-Nearest Neighbors; Naïve Bayes.AbstrakKredit perbankan suatu proses pemberian uang atau hutang sesuai dengan kesepakatan antara peminjam dengan bank, serta menentukan klasifikasi kelayakan kredit pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini mempengaruhi waktu tunggu nasabah atas hasil keputusan bank, keberhasilan pengelolaan kredit suatu bank akan sangat mempengaruhi nasib banyak dana nasabah jika analisisnya tidak akurat, sehingga dibutuhkan teknologi untuk menemukan informasi tersembunyi data calon peminjam untuk memprediksi kemampuan pembayaran pinjaman nasabah. Penelitian ini menggunakan algoritme K-Nearest Neighbor dan Naïve Bayes untuk menentukan klasifikasi kelayakan pemberian kredit perbankan dan mengetahui tingkat akurasi kelayakan pemberian kredit perbankan pada KPR, untuk mengetahui tingkat akurasi algoritme melalui tiga tahap pengujian, yaitu dilakukan beberapa tahapan preprocessing mulai dari pengecekan duplicate, menangani missing value, menangani outliers, melakukan label encoding, mengatasi data imbalance menggunakan metode SMOTE, dan melakukan standarisasi menggunakan standar scaler. Hasil dari algoritme Naïve Bayes dan KNN serta tahapan model di evaluasi untuk memeriksa setiap tahap pada data terhadap kemampuan model dalam memprediksi, matrik evaluasi yang digunakan berupa hasil confusion matrix. Terdapat hasil terbaik yaitu pada algoritme KNN di pengujian ketiga dengan nilai K=10 dengan performa akurasi data training 80.92% dan data testing 78.86% dan mendapatkan score confusion matrix TP 76 dan TN 21. 
Penentuan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kecamatan Kendawangan Kiri Menggunakan Simple Additive Weighting Arindika, Utin Syarifah; Utami, Putri Yuli; Istikoma, Istikoma
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 13, No 3: Desember 2024
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v13i3.2283

Abstract

The waste management issue in Kendawangan Kiri District is currently facing difficulties in finding a suitable location for the Final Disposal Site (TPA). This research aims to determine the location of the waste Final Disposal Site in Kendawangan Kiri District using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The SAW method is used to determine alternatives, criteria, costs and benefits, assessment criteria, provide suitability ratings, normalize weights and decision matrices, normalize matrices, ranking, and analyze questionnaire results using SPSS. The web design implementation includes login displays, dashboards, alternatives, criteria weights, matrices, and preference values. System testing is conducted through black box testing to ensure system compliance with analysis and design. The SAW data processing results show that the alternative with the highest percentage is Kendawangan Kiri Village with a value of 0.87%, followed by Banjarsari Village 0.67%, and Mekar Utama Village 0.55%. 
Klasifikasi Land Surface Temperature Spasial-Temporal di Kalimantan Barat Menggunakan Metode Naïve Bayes dan C4.5 Hidayah, Miftah; Utami, Putri Yuli; Surya, Rizki Surtiyan
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 13, No 3: Desember 2024
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v13i3.2311

Abstract

This study aims to determine the performance level and classification results of land surface temperature with climate, as they mutually influence each other and undergo significant changes that impact the environment. The research uses data mining to classify the patterns of LST changes using spatial data and climate attribute data that affect LST in four regencies in West Kalimantan during the peak dry season of the last five years, comparing the Naïve Bayes and C4.5 algorithms. The data used comes from the USGS and the West Kalimantan Climate Station, covering 11 variables: latitude, longitude, maximum temperature, average temperature, average humidity, precipitation, solar radiation, and average wind speed, time, region and labels. Data preprocessing was conducted to facilitate data processing, and the algorithms were applied using RapidMiner tools. The results show that the Naïve Bayes algorithm has an accuracy of 94.57%, while C4.5 achieves 99.22%. This study can serve as a basis for enhancing understanding and planning climate change adaptationKeywords: C4.5 Algirithm; Classification; Land Surface Temperature; Naïve Bayes Algorithm; Prediction AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja dan hasil klasifikasi land surface temperature dengan iklim karena saling memengaruhi dan mengalami perubahan signifikan yang berdampak terhadap lingkungan. Penelitian menggunakan data mining untuk mengklasifikasi pola perubahan LST menggunakan data spasial dan data atribut iklim yang memengaruhi LST pada empat kabupaten di Kalimantan Barat pada puncak kemarau 5 tahun terakhir menggunakan perbandingan algoritma Naïve Bayes dan C4.5. Data yang digunakan berasal dari USGS dan Stasiun Iklim Kalimantan Barat yang mencakup 11 variabel yaitu latitude, longitude, temperatur maximall, rata-rata temperature, rata-rata kelembapan, intensitas hujan, penyinaran matahari, dan rata-rata kecepatan angin, waktu, wilayah dan label. Pre-proses data dilakukan memudahkan pengolahan data, penerapan algoritma menggunakan tools RapidMiner. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan algoritma Naïve Bayes memiliki accuracy sebesar 94,57%, sedangkan C4.5 sebesar 99.22%. Penelitian ini dapat menjadi dasar dalam meningkatkan pemahaman dan dalam perencanaan adaptasi perubahan iklim. 
PERANCANGAN UI/UX ADHA KOST MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING Fathan Fakhrana Auafar; Putri Yuli Utami; Rizki Surtiyan Surya
Jurnal Salome : Multidisipliner Keilmuan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the boarding house business in the city of Pontianak is increasing, but this does not necessarily mean that potential consumers can easily find boarding houses. Information obtained from various media created by boarding house owners, such as uploading photos and videos on social media platforms such as Facebook, Instagram and others, is considered to be less effective. The design thinking method is a collaborative method that collects many ideas to obtain a solution. Design Thinking has comprehensive thinking to get a solution with 5 method stages, namely empathize, define, ideate, prototype and test, with this method you can solve existing problems. To connect boarding house owners and potential consumers, one way is to create a website-based application related to the availability of boarding rooms to make it easier for boarding house seekers to find boarding houses and boarding house owners to market boarding houses. To make the website usable well requires a website design that can be easily accessed or used either as a boarding house seeker or boarding house owner. Designing using the Design Thinking method makes it easier to create UI / UX for Adha Kost. Apart from that, designing the design using the Design Thinking method makes the design look more attractive and the items used are more complete in accordance with the user's needs.
Implementasi Unit Testing Dan End-To-End Testing Pada Sistem Informasi Akademik Teknik Informatika Alkhairi, Muhammad Ghozy; Alkadri, Syarifah Putri Agustini; Utami, Putri Yuli
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i4.5626

Abstract

Pengujian perangkat lunak bertujuan untuk mengidentifikasi bug, kesalahan logika, atau potensi masalah lainnya yang dapat memengaruhi kinerja dan keamanan perangkat lunak. Sistem Informasi Manajemen Akademik Teknik Informatika (SIMATIK) adalah salah satu sistem informasi yang digunakan di Universitas Muhammadiyah Pontianak yang digunakan untuk memfasilitasi penilaian kerja praktik dan tugas akhir. Penting untuk memastikan bahwa SIMATIK beroperasi dengan baik dan bebas dari bug yang dapat mengganggu proses penggunaan sistem oleh mahasiswa maupun dosen. Oleh karena itu, diimplementasikan end-to-end testing dan unit testing pada pengujian SIMATIK. Teknik yang digunakan pada unit testing yaitu basis path yang dimulai dari membuat flowgraph, menghitung cyclomatic complexity untuk menentukan jalur pengujian dan melakukan unit test. Tahapan yang dilakukan dalam end-to-end testing dimulai dari menyusun skenario pengujian yang mencakup daftar fitur yang dipilih dan melakukan end-to-end test. Setelah dilakukan pengujian aplikasi menggunakan metode unit testing dan end-to-end testing tidak ditemukan kesalahan, maka pengujian dipastikan berhasil.
PELATIHAN RELAWAN TANGGAP BENCANA UNTUK PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN LEMBAGA DESA PEDULI GAMBUT DI DESA SUNGAI RASAU, KABUPATEN MEMPAWAH Raudhatul Fadhilah; Putri Yuli Utami; Fita Kurniasari; Masriani Masriani; Andi Ihwan; Muhammad Ishak Jumarang; Tiara Tiara; Herniawati Herniawati; Sultra Tari; Muhammad Gibran; Irfan Maftuh
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sungai Rasau menghadapi risiko tinggi kebakaran lahan gambut yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Saat ini, desa belum memiliki tim relawan yang terlatih untuk respons cepat dalam mengatasi kebakaran. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, program pelatihan relawan tanggap bencana dilaksanakan, bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis seperti penggunaan alat pemadam kebakaran, pemadaman kebakaran, dan koordinasi dalam situasi darurat. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta selama satu hari, mencakup sosialisasi risiko kebakaran, praktik penggunaan alat pemadam kebakaran, simulasi kebakaran lahan, serta latihan komunikasi darurat. Hasil survei pascapelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada peserta: 90% lebih memahami risiko kebakaran, 80% terampil menggunakan mesin pemadam kebakaran dan 85% merasa lebih siap berkoordinasi dalam keadaan darurat. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi kebakaran lahan gambut dan memperkuat kapasitas Lembaga Desa Peduli Gambut (LDPG) serta keterlibatan masyarakat. Diharapkan, program ini menjadi model bagi desa lain dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di tingkat desa.
Klasifikasi Citra Penyakit Tanaman pada Daun Paprika dengan Metode Transfer Learning Menggunakan DenseNet-201 Salim, Vilvilia; Abdullah, Asrul; Utami, Putri Yuli
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science (IJCS)
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i2.3746

Abstract

Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. vesicatoria merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman paprika di Indonesia. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen paprika. Metode yang digunakan yaitu transfer learning dengan menggunakan model DenseNet-201. Penelitian ini menggunakan data gambar daun paprika yang terinfeksi dan tidak terinfeksi sebanyak 4.876 gambar. Data tersebut dibagi menjadi data latih, data validasi, dan data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model transfer learning mampu mendeteksi penyakit bercak daun pada paprika dengan akurasi keseluruhan sekitar 99.5%. Evaluasi model terhadap kelas “Bacterial Spot” dan “Healthy” menghasilkan precision, recall, dan F1-score rata-rata sekitar 99.5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode transfer learning dapat digunakan sebagai sistem deteksi penyakit tanaman yang efektif dan efisien.