Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SOSIALISASI KONSERVASI LAHAN GAMBUT DAN PERTANIAN TANPA BAKAR DI DESA LIMBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Putri Yuli Utami; Muhammad Iwan; Apri Rahmadi; Eko Julianto
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1125

Abstract

Droughts caused by long droughts can cause fires on peatlands. Peatlands have a major function for the ecosystem, which is efficient in absorbing carbon and is a habitat for a variety of flora and fauna. However, this is not yet understood by the community, because in the dry season land clearing is often done by burning. Limbung Village is one of the villages in Sungai Raya Sub-District, Kubu Raya Regency. This PKM aims to provide socialization related to peatland conservation and agriculture without burning, to provide knowledge of peatland conservation, peatland functions, conservation benefits, and agricultural techniques without burning. The method of this socialization activity is lecture and question and answer. The socialization activities were conducted through lectures given by resource persons related to peatland conservation and no-burn agriculture. A pre-test was conducted before the activity started and a post-test was given to the participants at the end. Based on the results of the participants' questionnaires before participating in the socialization activities and after participating in the socialization activities, there was an increase in knowledge. The value of the participants' pre-test results before the socialization activity was 7.5% and the value of the participants' post-test results after participating in the socialization activity was 97.5%. These results show a 90% increase in participants' knowledge after participating in the socialization activity on peatland conservation and no-burn agriculture. The participants were very sympathetic and enthusiastic while listening to the materials and asking questions to the resource person. The socialization activity on peatland conservation and no-burn agriculture went well because it was supported by village officials, farmer groups, and the community.
Clustering Penduduk Kurang Mampu Di Desa Mekar Baru Menggunakan Algoritma K-Means Egy Andryan; Asrul Abdullah; Putri Yuli Utami
JURNAL TEKNIK KOMPUTER AMIK BSI Vol 10, No 2 (2024): Periode Juli 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jtk.v10i2.23157

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang telah lama ada dan belum terselesaikan oleh pemerintah. Meskipun berbagai upaya seperti program bantuan sosial tunai (BLT) telah dilakukan, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah daerah di Desa Mekar Baru adalah ketidakmerataan dan ketidaktepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan sosial. Algoritma K-Means, yang merupakan salah satu algoritma paling populer dan sederhana, digunakan untuk mengelompokkan data penduduk kurang mampu menjadi beberapa klaster. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh empat klaster: klaster 1 (sangat tidak mampu) dengan 114 data (36,8% dari total data), klaster 0 (sangat mampu) dengan 89 data (28,8%), klaster 3 (mampu) dengan 83 data (26,8%), dan klaster 2 (sangat mampu) dengan 23 data (7,4%). Klaster tersebut diurutkan dari yang memiliki jumlah terbesar hingga terkecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat mengidentifikasi klaster dari dataset yang dianalisis menggunakan metode K-Means.
PELATIHAN RELAWAN TANGGAP BENCANA UNTUK PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN LEMBAGA DESA PEDULI GAMBUT DI DESA SUNGAI RASAU, KABUPATEN MEMPAWAH Raudhatul Fadhilah; Putri Yuli Utami; Fita Kurniasari; Masriani Masriani; Andi Ihwan; Muhammad Ishak Jumarang; Tiara Tiara; Herniawati Herniawati; Sultra Tari; Muhammad Gibran; Irfan Maftuh
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sungai Rasau menghadapi risiko tinggi kebakaran lahan gambut yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Saat ini, desa belum memiliki tim relawan yang terlatih untuk respons cepat dalam mengatasi kebakaran. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, program pelatihan relawan tanggap bencana dilaksanakan, bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis seperti penggunaan alat pemadam kebakaran, pemadaman kebakaran, dan koordinasi dalam situasi darurat. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta selama satu hari, mencakup sosialisasi risiko kebakaran, praktik penggunaan alat pemadam kebakaran, simulasi kebakaran lahan, serta latihan komunikasi darurat. Hasil survei pascapelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada peserta: 90% lebih memahami risiko kebakaran, 80% terampil menggunakan mesin pemadam kebakaran dan 85% merasa lebih siap berkoordinasi dalam keadaan darurat. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi kebakaran lahan gambut dan memperkuat kapasitas Lembaga Desa Peduli Gambut (LDPG) serta keterlibatan masyarakat. Diharapkan, program ini menjadi model bagi desa lain dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di tingkat desa.