Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGELOLAAN ARSIP STATIS DALAM MENDUKUNG PELAYANAN INFORMASI DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA TENGAH Ramadhani, Dian Arifah; Subekti, Slamet
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 4 (2018): Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.585 KB)

Abstract

Arsip dalam sebuah organisasi sangat penting, yang keberadaanya sebagai sumber informasi.Pelaksanaan pengarsipan disuatu organisasi masih banyak ditemukan berbagai masalah.Pengelolaan arsip seharusnya dilakukan dengan baik supaya dapat mengatasi masalah-masalahyang ada. Salah satunya adalah saat arsip diperlukan dan dicari dalam penyampaian informasi,arsip tersebut dapat dengan mudah ditemukan dan dipergunakan. Harapannya dengan pengelolaanarsip yang baik adalah tidak menghambat jalannya penyampaian informasi dalam pelaksanaansebuah kegiatan didalam organisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengelolaan Arsip Statisdalam mendukung pelayanan informasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi JawaTengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informanpenelitian berjumlah empat orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara,dan studi dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan model analisis dataMiles dan Huberman, diantaranya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Uji keabsahan data mengacu pada Denzin dalam Bungin (2007) dengan menggunakan triangulasisumber data dan triangulasi teori. Berdasarkan dari pengumpulan data, dapat disimpulkan bahwatata kerja Kearsipan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah adalah sudahmenggunakan pengelolaan tata kerja statis. Arsip tersebut dikelola dengan menggunakan tata kerjaprosedur kearsipan, yaitu sistem tata kerja harus disusun dengan memperhatikan segi-segi luas,macam, dan sifat dari tugas atau pekerjaan. Menata arsip sesuai dengan sistem pola baru kartukendali, sehingga arsip-arsip tersebut dapat dikelola dengan baik dan benar, apabila dibutuhkandapat dengan cepat ditemukan untuk penelitian ataupun pertanggungjawaban Nasional.
PENERAPAN MOBILE APPLICATION MLIBRARY DAN PENERIMAANNYA OLEH PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UGM YOGYAKARTA Joszy, Nigitha; Subekti, Slamet
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.592 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Mobile Application mLibrary dan Penerimaannya oleh pemustaka di Perpustakaan UGM Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam mengenai penerapan mobile application mLibrary dan penerimaannya oleh pemustaka ditinjau menggunakan teori TAM (Technology Acceptance Model). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan informan penelitian ini adalah dengan purposive sampling yang terdiri dari Sembilan mahasiswa pengguna mLibrary. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aplikasi mlibrary adalah aplikasi yang secara khusus ditujukan kepada anggota perpustakaan UGM Yogyakarta untuk kemudahan mendapatkan informasi dan layanan perpustakaan. Aplikasi mLibrary sebagai layanan perpustakaan dapat diterima dan digunakan oleh mahasiswa UGM berdasarkan dua aspek teori TAM yaitu kemudahan dan kegunaan. Aspek kemudahan penggunaan pada aplikasi mLibrary menunjukkan bahwa aplikasi mLibrary mudah dipelajari dan dipahami serta mudah dalam pengontrolan ketika aplikasi dioperasionalkan. Tampilan dan fitur pada aplikasi dapat secara jelas dipahami sehingga pengguna cepat mahir serta mudah disesuaikan dengan layanan perpustakaan karena memiliki dua sistem operasi yaitu android dan iOS. Aspek kegunaan pada aplikasi mLibrary menunjukkan bahwa fitur aplikasi mLibrary berguna bagi mahasiswa UGM untuk mengakses katalog integrasi perpustakaan dilingkungan UGM, melakukan reservasi buku, mengontrol peminjaman secara mandiri serta mendapatkan informasi terkini kegiatan di perpustakaan dan sivitas akademika. Pada aplikasi mLibrary mahasiswa dapat mengakses dan mengunduh berbagai e-jurnal maupun e-book yang dilanggan. Adanya aplikasi mLibrary membuat akses layanan perpustakaan menjadi lebih cepat, mudah dan efektif. Mahasiswa merasakan peningkatan akses dan produktivitas dalam memanfaatkan perpustakaan dengan aplikasi mLibrary.
PERAN PERPUSTAKAAN JALANAN SEMARANG TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Lestari, Dhini; Subekti, Slamet
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.961 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Perpustakaan Jalanan Semarang Terhadap Pemberdayaan Masyarakat(Studi Kualitatif Perpustakaan Jalanan Semarang di Taman Pandanaran, Semarang)”. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan yang dilakukan oleh Perpustakaan Jalanan Semarangterhadap pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar Taman Pandanaran. Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pendiri, pengelola, dan pengunjung dariPerpustakaan Jalanan Semarang yang terletak di Taman Pandanaran, Semarang. Informan dalampenelitian ini berjumlah enam orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknikpengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi sebagai data primer, dan dokumentasisebagai data pendukung. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan model analisis data Milesdan Huberman yang terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian, peranan yang dilakukan oleh Perpustakaan JalananSemarang terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar Taman Pandanaran adalah denganmenumbuhkan minat baca masyarakat dan menyediakan informasi bagi masyarakat. Kedua peranan inidiwujudkan dengan menyediakan koleksi bahan pustaka yang dipinjamkan secara gratis, mengadakandiskusi, bakti sosial (baksos), donasi ke panti asuhan, dan kegiatan “Perjal Berbagi” yang dilaksanakansetiap bulan Ramadhan.
STUDI KASUS MOTIVASI LIMA MAHASISWA ANGKATAN 2012 S-1 ILMU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS DIPONEGORO DALAM PENYALAHGUNAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN Muflihin, Ihsanul; Subekti, Slamet
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.525 KB)

Abstract

Judul skripsi ini adalah “Studi Kasus Motivasi Lima Mahasiswa Angkatan 2012 S-1 IlmuPerpustakaan Universitas Diponegoro dalam Penyalahgunaan Koleksi Perpustakaan”. Jenispenelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalahmahasiswa angkatan 2012 S-1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro. Metode pengumpulandata dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa motivasi yang mendasari mereka melakukan tindakan penyalahgunaan koleksi adalahadanya kebutuhan akan literatur dalam kegiatan penyusunan skripsi dan kurangnya kesadaranpemustaka akan pentingnya sebuah informasi pada koleksi buku di perpustakaan. Hal tersebutdapat terjadi karena adanya faktor pendorong dari perpustakaan yaitu lemahnya pengawasanpetugas baik terhadap pemustakanya maupun terhadap koleksinya, petugas yang kurangprofesional dalam bekerja untuk melayani pemustaka. Juga adanya pelanggaran aturan/tata tertibperpustakaan yang berlaku seperti misalnya tidak boleh fotokopi, koleksi tertentu tidak bolehdipinjam serta ketentuan jumlah maksimal buku yang dipinjam menyebabkan pemustakamelakukan tindakan penyalahgunaan koleksi.
KOLABORASI PERPUSTAKAAN PESONA PUSTAKA DENGAN POKDARWIS ARGO BINANGKIT DALAM PENGEMBANGAN COMMUNITY BASED TOURISM: Studi Kasus di Desa Wisata Pagilaran Kecamatan Blado Kabupaten Batang Harjianti, Mayang Siwi; Subekti, Slamet
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.964 KB)

Abstract

Tujuan penelitian berjudul “Kolaborasi Perpustakan Pesona Pustaka dengan Pokdarwis(Kelompok Sadar Wisata) dalam Pengembangan Community Based Tourism: Studi Kasus diDesa Wisata Pagilaran Kecamatan Blado, Kabupaten Batang” ini untuk mengetahui tentangkolaborasi antar organisasi yaitu Perpustakaan Pesona Pustaka sebagai perpustakaan komunitasyang dinaungi oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Argo Binangkit yang berada di DesaWisata Pagilaran dalam rangka pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal(Community Based Tourism). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif denganpendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data diperoleh dengan observasi, wawancara dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Perpustakaan Pesona Pustakadengan Pokdarwis Argo Binangkit dalam pengembangan Community Based Tourism belumsepenuhnya berjalan lancar karena Perpustakaan Pesona Pustaka sebagai perpustakaan berbasiskomunitas belum berperan dalam pembentukan komunitas masyarakat lokal di Desa WisataPagilaran. Disimpulkan bahwa kolaborasi tersebut terkendala oleh partisipasi masyarakat,sementara respon dari pemangku kepentingan cukup akomodatif.
Pengalaman Akulturasi dan Resolusi Konflik Warga Keturunan Tionghoa di Semarang Slamet Subekti
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 2, No 2: Juni 2019
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.059 KB) | DOI: 10.14710/endogami.2.2.111-118

Abstract

This case study seeks to reveal the acculturation experience some residents Chinese descent in Semarang. The data collection is done by conducting in-depth interviews with three informants selected, complemented by interviews with a priest in order to gain insights into conflict resolution within the framework of multiculturalism. Key to conflict resolution is the synergic cooperation between the government, security, local religious and tribal leaders. Acculturation as a method of receiving and cultural assimilation became one of alternative conflict prevention. The informant chose multiculturalism as a strategy of acculturation. Communication patterns are tolerant and philosophical values of Pancasila should be developed and cultivated to realize multiculturalism.
Perjuangan Masyarakat Adat untuk Keadilan Ekologis di Teluk Benoa, Bali Slamet Subekti
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 3, No 1: Desember 2019
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.884 KB) | DOI: 10.14710/endogami.3.1.53-67

Abstract

Environmental tragedy overshadows efforts to seize coastal space (Coastal and Ocean Grabbing) in part from 1,373 ha. for the Benoa Bay reclamation project in South Bali. So far, Benoa Bay has become a livelihood for fishermen and marine tourism practitioners. This water area with intertidal tides allows flushing to maintain sea water quality, in addition to the 100 ha of “Ngurah Rai” mangrove forest. which regulates hydro-orology around Denpasar. Public reasoning was disturbed when the investors of PT TWBI facilitated by the State through the Presidential Regulation, the Ministerial Decree KP and the Bali Governor's Decree planned to build 12 islands by sinking over 700 ha of water. for established hotels, villas, offices, educational facilities, sports complexes, trade, botanical gardens, apartments and floating villas. The controversy took place when the results of an AMDAL study from LPPM Udayana University stated that the Benoa Bay area was not socio-culturally suitable for reclamation, but investors sought to continue the reclamation by cooperating with a number of universities from outside Bali to conduct a comparative AMDAL study. Responding to the plan, the indigenous people through Paruman Pakraman stated their attitude to reject the reclamation of Benoa Bay by considering environmental sustainability and the preservation of customary-cultural areas. The reclamation issue of Benoa Bay in its development has not only been an environmental issue, but has penetrated into the realm of local politics. When the Bali Pilgub, Denpasar Pilwakot and Badung Pilbup and even the election of Bandesa (traditional village officials) conditioned all candidates to make an integrity pact rejecting the reclamation of Benoa Bay, including candidates who had been known to be pro-reclamation. After twice (2014-2018) the location permit was declared not meeting the AMDAL study, now investors have obtained a new permit (2018-2020) from the KKP to continue the struggle over the Benoa Bay living space. The ForBALI movement, which is the mandate of Pasubayan Pakraman, is preparing a new round of struggle for environmental justice in Benoa Bay. ForBALI's agenda going forward, first: push the results of the AMDAL study to be socio-culturally inappropriate. Second, submit a review of Perpres No. 51/2014 which is the "culprit" of the Benoa Bay reclamation discourse. Third, encourage the cancellation of Perpres No. 51/2014 to end the Benoa Bay reclamation polemic.
Kawasan Konservasi Maritim dan SDG 14: Prospek Teluk Benoa Bali Slamet Subekti
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 4, No 1: Desember 2020
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.4.1.73-82

Abstract

This paper discusses what are the benefits of Marine Protected Area (MPA) in relation to SDG (Sustainable Development Goal) number 14 on marine ecosystems. Furthermore, it is discussed how the prospect of the Benoa Bay coast as an MPA. Sustainable development requires a balance between social inclusion, ecological conservation and economic benefits; but in practice MPA among stakeholders places more importance on one pillar than the other. Then it is reviewed how about the status of Benoa Bay as MPA based on the Minister of Marine Affairs and Fisheries decree number 46/KEPMEN-KP/2019 which has divided into core zones and limited use zones. In this case, the core zone is used for Hinduism ritual activities of local communities, while the one is used for small-scale fisheries and marine tourism activities. Thus, Benoa Bay serves to preserve local wisdom and customs, as well as the locus for religious activities of the Balinese people. Finally,  Benoa Bay as an MPA is part of the success of the indigenous peoples' movement and academic studies to encourage the state's commitment to achieve national and global targets to seek 10 percent of Indonesia's territorial waters as MPA. The prospect of Benoa Bay as an MPA in the future is expected to be in line with the goals of sustainable development with the impact of creating social inclusion, improving the welfare of local communities and ensuring the sustainability of marine ecosystems in the coastal areas of Bali.
Perspektif Sekala-Niskala Penghidupan Masyarakat Bali Terdampak Covid-19 Slamet Subekti
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 5, No 1: Desember 2021
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.5.1.8-18

Abstract

This paper is based on a descriptive study of the phenomenon of the COVID-19 pandemic and the socio-economic and cultural conditions of the Balinese people. The data used are sourced from published data from the media. Data were collected through non-participant observation, then processed descriptively. The discussion here is presented in four parts, the first is the condition of the Balinese people affected by the COVID-19 pandemic. Second, mapping the livelihoods of the Balinese people. Third, the response to the COVID-19 pandemic in Sekala and Niskala perspectives, and fourth is a conclusion. This discussion has concluded as follows: The livelihoods of the Balinese people in general have been seriously affected by the COVID-19 pandemic. This pandemic resulted in a drastic decrease in the number of tourist visits to Bali, so that the tourism sector and its supporting infrastructure has collapsed. In turn, the income of informal sector workers decreased, also faced by business owners. Based on the philosophy of Hinduism, Balinese people responded to the pandemic phenomenon, both physically (Sekala) which presupposes concrete rational actions by adhering to health protocols, and metaphysical (Niskala) which presupposes the performed of cosmic purification rituals. The future of the Balinese people's livelihood after the pandemic is expected to continue through the restoration of the cultural tourism sector by maintain environmental sustainability and developing the potential for featured agricultural cultivation, including the Bali coffee commodity
SOSIALISASI SKALA KERAWANAN PANGAN BERBASIS-PENGALAMAN BAGI NELAYAN TRADISIONAL DI TAMBAK LOROK SEMARANG Slamet Subekti; Siti Maziyah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.74-79

Abstract

 ABSTRAKKerawanan pangan mencerminkan kondisi absennya ketersediaan pangan yang cukup dalam satu keluarga untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. Kondisi kerawanan pangan rumah-tangga dapat diketahui dengan menggunakan metode berdasarkan skala pengukuran berbasis-pengalaman. Sehubungan dengan keberadaan nelayan tradisional di Tambak Lorok Semarang, maka dipandang perlu mengadakan sosialisasi tentang skala pengukuran kerawanan pangan rumah-tangga. Tim pengabdian masyarakat ini bermaksud mengedukasi nelayan tradisional untuk dapat melakukan penilaian-diri terkait kerawanan pangan rumah-tangga mereka. Hasil sosialisasi ini untuk mendapatkan profil nelayan tradisional Tambak Lorok berdasarkan pengukuran kerawanan pangan rumah-tangga berbasis-pengalaman.  Kata kunci: Nelayan tradisional, Kerawanan pangan, Tambak Lorok Semarang ABSTRACTFood insecurity reflects the condition of insufficient food availability in a family to be able to live healthy, active and productive in a sustainable manner. The condition of household food insecurity can be determined using a method based on an experience-based measurement scale. In connection with the existence of small-scale fishermen in Tambak Lorok Semarang, it is necessary to conduct socialization on the scale of household food insecurity. This community service team intends to educate traditional fishermen to be able to conduct self-assessments regarding the food insecurity of their households. The result of this socialization is a profile of the traditional fishermen of Tambak Lorok through an experience-based household food insecurity scale. Keywords: Small-scale fishermen, Food insecurity, Tambak Lorok Semarang