Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN MAKAN, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI DENGAN KADAR KOLESTEROL DARAH PRA LANSIA DAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOSARI Sofiatun Ahnia; Diah Ratnasari; Anggray Duvita Wahyani
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 01 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i01.788

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang telah menjadi perhatian nasional maupun global. Salah satu penyebab terjadinya PTM adalah tingginya kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol darah tinggi mudah melekat pada dinding pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan aterosklerosis. Kolesterol tinggi terjadi pada sebagian besar kelompok umur > 60 tahun. Meningkatnya kadar kolesterol dapat dipengaruhi oleh asupan makan, aktivitas fisik dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makan, aktivitas fisik, dan status gizi dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Losari. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 responden, dengan menggunakan analisis Chi square terdapat hubungan antara asupan lemak (p=0,040), asupan serat (p=0,042), dan status gizi (p=0,027) dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia, sedangkan asupan kolesterol (p=0,051) dan aktivitas fisik (p=0,506) tidak terdapat hubungan dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Losari. Terdapat hubungan antara asupan lemak, asupan serat dan status gizi dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia, dan tidak ada hubungan antara asupan kolesterol dan aktivitas fisik dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia. Menjaga asupan makan, serta meningkatkan aktivitas fisik dapat menghindari tingginya kadar kolesterol.
Uji Organoleptik Tepung Ampas Tahu Dan Granola Sebagai Snack Bar Diah Ratnasari; Iken Rahma Mahesty
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.503 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9650

Abstract

Penelitian pembuatan tepung ampas tahu bertujuan untuk mengurangi limbah pengolahan tahu sehingga menjadi bahan yang lebih berdaya guna. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan satu faktor yang dicoba yaitu proporsi tepung ampas tahu berbanding granola yang terdiri dari 5 taraf yaitu: P1 = 100 : 0; P2 = 80 : 20; P3 = 60 : 40; P4 = 40 : 60 dan P5 = 20 : 80. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengujian data penelitian meliputi uji organoleptik. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan analasis sidik ragam atau ANOVA dan uji lanjut Duncan,s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian uji organoleptik untuk parameter warna, tekstur, rasa berpengaruh nyata terhadap produk snack bar tepung ampas tahu dan granola dan untuk parameter aroma tidak berpengaruh nyata pada produk yang dihasilkan snack bar tepung ampas tahu dan granola.
A FORMULASI BISKUIT DENGAN TEPUNG IKAN TERI DAN ISOLATE PROTEIN KEDELAI (Glycine mix) (Stolephorus sp) SEBAGAI PMT-P UNTUK BALITA GIZI KURANG Diah Ratnasari; Anggray Duvita Wahyani
Jurnal GIZIDO Vol 13 No 2 November (2021): Jurnal GIZIDO edisi November 2021
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/gizi.v13i2 November.1494

Abstract

The use of anchovy flour and soy protein isolate to be processed into biscuits has the potential to be an appropriate PMT Supplementary Feeding for undernourished toddlers than biscuits on the market. This study aims to determine the effect of substitution of anchovy flour and soy protein isolate on the nutritional content and acceptability of PMT-P biscuits. This research is a complete experimental design, namely anchovy flour biscuits with soy protein isolate. This research is included in the field of food technology and society. The method used in this study used an experimental method with one factor being tried, namely the proportion of wheat flour compared to anchovy flour and soybean protein isolate consisting of 5 levels, namely: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 = 20% : 80%. The experimental design used in this study was a completely randomized design. Each treatment was repeated 3 times to obtain 15 experimental units. The results of the calcium content in biscuits are known by laboratory tests, and acceptability will be carried out by hedonic test (preferred level) while statistical analysis by Analysis of Variance (ANOVA) test with 95% confidence level. The results showed that the highest average Calcium (Ca) content is P4 (formula 4) which is 1.32 mg Calcium content. The results of the ANOVA test are known to be p < 0.05 so that it can be concluded that there are differences in the content of Calcium in each treatment and preference test in the research that has been carried out and the analysis of color, texture, taste, aroma can be well received by consumers.
Pemanfaatan Pangan Lokal Lele Untuk Pembuatan Nugget Yuniarti Dewi Rahmawati; Diah Ratnasari; Faris Muhammad Juldan Lababan
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 1 No. 02 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.09 KB) | DOI: 10.46772/jamu.v1i02.343

Abstract

Budidaya yang ada di Desa Cikakak, Kecamatan Banjarharjo adalah budidaya ikan lele dengan jenis Sangkuriang. Selama ini pemanfaatan ikan lele masih terbatas, hanya dijual secara langsung kepada pemesan atau di pasarkan tanpa adanya pengolahan dan sebagai konsumsi sehari-hari. Agar dapat meningkatkan kreativitas dan nilai ekonomis lele sebagai hasil budidaya maka dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan sasaran Ibu PKK, kader posyandu dan pelaku usaha budidaya ikan lele Desa Cikakak. Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang kandungan gizi ikan lele dan pelatihan pengolahan nugget lele bagi Ibu PKK, kader posyandu dan pelaku usaha budidaya ikan lele Desa Cikakak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas warga desa Cikakak dalam pemanfaatan ikan lele sehingga meningkatkan nilai ekonomisnya. Hasil dari pengabdian di desa Cikakak adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang kandungan gizi ikan lele dan meningkatnya kreatifitas olahan ikan lele di Desa Cikakak.
Potensi Kacang Hijau Sebagai Makanan Alternatif Penyakit Degenaratif Diah Ratnasari; Yuniarti Dewi Rahmawati; Hanari Fajarini; Dewi Nafisyah
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 1 No. 02 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.608 KB) | DOI: 10.46772/jamu.v1i02.365

Abstract

Penyakit kronik menahun, misalnya penyakit degeneratif dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktifitas seseorang. Contoh dari penyakit ini antara lain osteoporosis, hipertensi, kanker, jantung koroner, katarak, diabetes mellitus, penyakit sendi, asma, dan sebagainya. Komoditas pertanian utama Desa Cihaur adalah kacang hijau, seluruh hasil dari pertanian tersebut dijual langsung ke pasar atau ke pemesan tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Cihaur tentang manfaat kacang hijau dan penyakit degeneratif juga pemanfaatan kacang hijau sebagai makanan alternatif yang tinggi akan zat gizi. Kegiatan ini dilakukan di salah satu rumah warga di Dukuh Karanggede di Desa Cihaur Kecamatan Banjarharjo. Subjek dari kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu yang berjumlah 20 orang. Dari hasil kegiatan ini pengetahuan masyarakat Dukuh Karanggede Desa Cihaur meningkat tentang penyakit degeneratif dan manfaat kacang hijau dan pemanfaatan nya sebagai makanan alternatif.
Karakteristik Sifat Organoleptik dan Nilai Gizi pada Biskuit Tepung Ikan Teri (Stolephorus SPP.) dan Isolat Protein Kedelai Diah Ratnasari; Yuniarti Dewi Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4104

Abstract

Salah satu potensi perikanan laut di Indonesia adalah ikan teri nasi (Stolephorus Spp.). Salah satu jenis makanan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia dari anak kecil hingga orang dewasa yaitu biskuit. Biskuit merupakan produk makanan kering yang terbuat dari bahan dasar tepung terigu dengan substitusinya, minyak atau lemak dan dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proporsi tepung ikan teri nasi (Stolephorus spp.) dan isolat protein kedelai yang tepat dalam pembuatan biskuit terhadap karakteristik organoleptik biskuit yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan satu faktor yang dicoba yaitu proporsi tepung ikan teri dan isolat protein kedelai yang terdiri dari 5 taraf, yaitu: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 =20% : 80%.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh proporsi tepung ikan teri dengan isolat protein kedelai terhadap warna,rasa, aroma dan tektur. Uji organoleptik pada warna diperoleh nilai tertinggi 3,60 dengan warna coklat terang pada perlakuan P5, nilai rasa tertinggi 3,72 dengan rasa enak pada perlakuan P1, nilai tekstur diperoleh 3,40 dengan tekstur sangat renyah pada perlakuan P1 dan aroma diperoleh 3,56 dengan aroma wangi biskuit pada perlakuan P1 dan pada pembuatan biskuit berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar karbohidrat, lemak, dan abu abu
PEMANFAATAN TEPUNG AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PEMBUATAN SNACK BAR DITINJAU DARI KADAR PROTEIN DAN DAYA TERIMA: PEMANFAATAN TEPUNG AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PEMBUATAN SNACK BAR DITINJAU DARI KADAR PROTEIN DAN DAYA TERIMA Diah Ratnasari
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 01 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i01.1107

Abstract

Ampas tahu merupakan hasil samping dalam proses pembuatan industri tahu yang diperoleh dari hasil penyaringan susu kedelai. Ampas tahu mengandung berbagai zat gizi antara lain protein, serat, karbohidrat, protein, lemak, asam organik, dan mineral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas tahu terhadap protein kasar dan daya terima. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu penambahan tepung ampas tahu 100%, 80%, 60%, 40% dan 20%. Kadar protein kasar dihitung menggunakan metode Kjedahl dan dianalisis dengan ANOVA satu arah. Sifat daya terima dianalisis dengan uji Friedman. Berdasarkan hasil penelitian uji kesukaan menunjukkan bahwa tingkat kesukaan untuk aspek warna dan tekstur diperoleh pada pada formulasi P1 yaitu subtitusi tepung ampas tahu 100%, sedangkan untuk aspek rasa dan aroma diperoleh pada formulasi P5 yaitu substitusi tepung ampas tahu 20% Formula P1 memiliki kandungan Protein tertinggi dengan rerata 19,23% dan hasil uji ANOVA diketahui p< 0.05 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan serat pangan pada tiap perlakuan.Hasil uji friedman terhadap daya terima menunjukan ada pengaruh penambahan tepung ampas tahu terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur. Perlu dilakukan modifikasi proses pencampuran bahan agar ampas tahu terdistribusi atau tercampur secara merata dalam adonan.