Zainul Arifin
Universitas Negeri Malang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL KARAWITAN SEBAGAI UPAYA MENGKONSTRUKSI PENGETAHUAN DAN PELESTARIAN BUDAYA JAWA DI JENJANG SMA Zainul Arifin; Saida Ulfa; Henry Praherdhiono
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.018 KB)

Abstract

Tujuan dari pengembangan ini mengembangkan kurikulum muatan lokal karawitan yang menjadi tolak ukur untuk mengajarkan cara bermain karawitan kepada siswa SMA sehingga dapat menjaga kelestarian lokal daerah serta mampu untuk meneruskan pada generasi berikutnya kebudayaan asli Indonesia agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan model pengembangan kurikulum Beauchamp’s System Model. Subjek penelitian pengembangan ini adalah SMAN 3 Nganjuk. Jenis data yang di gunakan adalah data kuantitatif (Instrumen ahli kurikulum, ahli materi) dan kualitatif (observasi dan wawancara).
Pemanfaatan Media Powerpoint Interaktif Dalam Meningkatkan Pemahaman Wudu Pada Anak Usia Dini Laela Lutfiana Rachmah; Annisa Mawaddah Mutiara Sari; Afifaturrahmi; Zainul Arifin; Dessy Farantika
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.9413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman tata cara berwudu pada anak usia dini melalui pemanfaatan media PowerPoint interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia dini di taman kanak-kanak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Media PowerPoint interaktif dirancang dengan memadukan unsur visual, audio, animasi, serta aktivitas sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi memiliki peran penting dalam pembelajaran fikih, khususnya materi wudu, karena membantu anak memahami konsep dan urutan berwudu secara lebih konkret. Media PowerPoint interaktif yang efektif ditandai dengan tampilan visual yang menarik, alur materi bertahap, serta adanya interaksi sederhana yang meningkatkan fokus dan partisipasi anak. Implementasi media ini dalam proses pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Selain itu, terdapat peningkatan pemahaman anak terhadap konsep dan urutan wudu, yang terlihat dari kemampuan anak menyebutkan dan mempraktikkan langkah-langkah wudu dengan lebih tertib dan tepat. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan subjek yang masih terbatas pada satu lembaga pendidikan anak usia dini serta pendekatan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melibatkan subjek yang lebih beragam serta menggunakan desain penelitian kuantitatif atau eksperimen agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini.
"Ini Imajinasiku": Interpretasi Anak Usia Dini terhadap Karya Seni yang Mereka Ciptakan” Alfarobi Ahmad Sulaiman; Imron Arifin; Evania Yafie; Dedi Kuswandi; Zainul Arifin
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.4795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana anak usia dini memaknai dan menginterpretasikan karya seni yang mereka ciptakan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-struktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap hasil karya seni anak usia 5–6 tahun di lingkungan taman kanak-kanak. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema yang bermakna dari pengalaman kreatif anak. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) anak menggunakan karya seni sebagai media ekspresi imajinatif dan emosional, (2) anak membangun narasi personal di balik karya mereka, (3) anak memiliki alasan dan logika tersendiri dalam memilih warna, bentuk, dan tema, serta (4) pemberian ruang interpretatif mendorong terbentuknya rasa percaya diri dan refleksi diri anak. Temuan ini menunjukkan bahwa karya seni anak bukan sekadar produk visual, melainkan representasi kompleks dari pikiran, emosi, dan pengalaman mereka. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya peran pendidik dalam mendukung proses interpretatif anak melalui dialog yang terbuka dan reflektif, serta menciptakan lingkungan yang aman untuk berekspresi kreatif. Penelitian ini memperkuat perspektif anak sebagai subjek aktif dalam membentuk makna melalui karya seni.
Dhuha Prayer Habituation and Self-Regulation in Early Childhood: A Qualitative Study of Indonesian Kindergarten Children Aged 5–6 Years Laela Lutfiana Rachmah; Alfarobi Ahmad Sulaiman; Mutiara Fahrunisa; Zainul Arifin; Azkiya Jihadi A'la
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v8i1.6408

Abstract

This study examines how the habituation of the dhuha prayer is experienced and interpreted in relation to observable self-regulatory behaviors in early childhood education. Adopting an interpretive phenomenological design, the research was conducted in one Islamic kindergarten where dhuha prayer forms part of the daily routine. Participants included children aged five to six years and educators directly involved in the ritual practice. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, and analyzed using interpretive thematic procedures with attention to variability and contextual constraints. Findings indicate that within the structured ritual context, patterns of behavioral order, situational emotional settling, attentional engagement, and emerging initiative were observable. Verbatim interview excerpts and field notes suggest that the predictable sequencing, collective participation, and guided structure of the activity coincided with the temporary alignment of regulatory behaviors. However, variability across children was evident, and behavioral patterns were context-bound rather than uniformly sustained across settings. The study does not claim causal effects or developmental trajectories. Instead, it documents how a culturally embedded religious routine functioned as a socially organized environment in which regulatory behaviors were more visibly structured. These findings contribute to interdisciplinary discussions by situating religious ritual within developmental psychology frameworks of environmental scaffolding and guided participation. Further multi-site, longitudinal, and multi-method research is needed to examine mechanisms, boundary conditions, and contextual influences more rigorously.
Development of an Augmented Reality Learning Application to Introduce Animal Concepts for Early Childhood Education Zainul Arifin; Alfarobi Ahmad Sulaiman; Azkiya Jihadi A'la; Mutiara Fahrunisa; Siti Hajar
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i1.22037

Abstract

This research aims to describe the process of developing Augmented Reality (AR) applications as an interactive and effective learning medium for animal world materials. The research method used is a research and development (R&D) model with a qualitative and quantitative approach. The development process includes analyzing user needs, designing and implementing the application, and evaluating the effectiveness of its use in the classroom. The results of the study show that AR applications are able to provide a more real and interesting learning experience for students. Key features such as 3D displays of animals, sounds, and interactive information successfully improve student engagement and understanding of the material. Analysis of students' responses showed that the majority felt more motivated and easily understood concepts about the animal world through this medium. The implications of this study show that AR technology has great potential in increasing learning effectiveness, especially in materials that require high visualization. Further development and integration with the curriculum can expand its benefits in the world of education.
Kepemimpinan Berbasis Karakter: Studi Kasus Proses Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah TK An Nur Malang Mutiara Fahrunisa; Muhammad Al Fatih; Laela Lutfiana Rachmah; Zainul Arifin; Alfarobi Ahmad Sulaiman
Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62515/eduhappiness.v5i1.1368

Abstract

The purpose of this study was to examine how character-based leadership influences the principal’s decisions at An Nur Kindergarten in Malang and how these decisions affect the quality of early childhood education. To collect data, this study used a qualitative case study design. In-depth interviews with the principal and teachers, direct observation of learning and managerial activities at the school, and documentation of school policies and programs were conducted. Data were analyzed through stages of reduction, presentation, and thematic analysis. The results indicate that the principal’s character-based leadership is reflected in a participatory, responsive decision-making process oriented toward moral principles such as honesty, empathy, and responsibility. This decision-making process improves learning quality, creates an inclusive educational environment, and strengthens a school culture that supports children’s social and emotional development. The results indicate that character-based leadership plays a strategic role in the principal's decisions at an early childhood education institution. Furthermore, this leadership is a crucial component in improving the quality of early childhood education.