Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Indigenous Biologi

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH (Punica granatum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN (Vibrio cholera) Ferdinan Migu Yunus; alan ch sabuna; Sonya T.M Nge
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 1 No 3 (2018): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v1i3.5

Abstract

Kolera adalah penyakit infeksi saluran usus yang bersifat akut dan disebabkan oleh bakteri Vibriocholerae. Bila bakteri ini mencemari makanan dan terkonsumsi dalam jumlah yang banyak, maka dapatmenyebabkan penyakit diare. Upaya mencegah penyakit diare yaitu salah satu alternatif untuk mengatasiresistensi antibiotik yang berpotensi mengobati diare adalah kulit buah delima merah. Tujuan penelitian untukmengetahui pengaruh ekstrak kulit buah delima merah dan konsentrasi yang efektif ekstrak kulit buah delimamerah terhadap pertumbuhan Vibrio cholerae. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram kertas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen, yang terdiri dari 5 perlakuan A0= 0(kontrol), A1= 25 mg/ml, A2= 50 mg/ml, A3= 75 mg/ml dan A4= 100 mg/ml dan 3 kali ulangan. Hasilpengamatan dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi (ANOVA) satu jalur dengan tarafsignifikansi 5%. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitianmenunjukan bahwa adanya pengaruh ekstrak kulit buah delima merah terhadap pertumbuhan Vibrio choleradan efektif konsentrasi 100 mg/ml dan dapat di lihat pada nilai signifikan menunjukan 0,00 dalam hal ini lebihkecil dari pada 0,05 (0,00≤0,005) yang artinya ada perbedaan antara kontrol dengan perlakuan A1, A2, A3 danA4. Sehingga dibuktikan dengan terbentuknya diameter rata-rata zona bening pada setiap konsentrasi ekstrakkulit buah delima merah secara berturut-turut yaitu: 25 mg/ml = 6,7 mm, 50 mg/ml = 7,3 mm,75 mg/ml = 8,0 mmdan 100 mg/ml = 11,3 mm.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK MAJEMUK NPK DAN LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium asaclonicum. L) Markus Kola Raga; Novi I Bullu; sonya T.M Nge
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 1 No 3 (2018): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v1i3.6

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas tanaman horikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bumbu masakan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dipasaran. berdasarkan hasil observasi peneliti dikebun pertanian yang ada di Desa Mata Air, bawang merah mengalami masalah pertumbuhan. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian ini. Dengan demikian tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan limbah cair tahu serta kosentrasi yang paling efektif yang meningkatkan pertumbuhan bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan didesa Mata Air Tarus Kabupaten Kupang selama 3 bulan. Jenis pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain RAK dengan 12 unit percobaan yakni: satu kontrol dan sebelas perlakuan. Parameter tanaman yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman dan diameter umbi. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasilnya menunjukan Konsentrasi perlakuan yang dapat meningkatkan parameter pertumbuhan jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi dan diameter umbi bawang merah yaitu pada perlakuan P1-P3, dengan konsentrasi perlakuan yang paling optimal dalam meningkatkan parameter jumlah umbi bawang merah adalah konsentrasi 50% pupuk NPK+50% limbah cair tahu. Akan tetapi, pengaruh pemberian pupuk NPK dan limbah cair tahu dengan kosentrasi lebih rendah dan lebih tinggi dapat menunjukan hasil yang kurang optimal.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA GANGGANG COKELAT ( Sargassum polycystum ) DAN GANGANG HIJAU (Euchema cottoni) PADA PERAIRAN DAHI’ AE melkianus mola kore; merpiseldin nitsae; sonya T. M Nge
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 1 No 3 (2018): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v1i3.7

Abstract

Rumput laut merupakan tumbuhan yang hidup di laut dan merupakan jenis makroalga. Tanaman ganggang ini adalah ganggang multiseluler devisi Thallophyta. Rumput laut tidak termaksud tumbuhan sejati karena tidak memiliki akar, batang dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ganggang cokelat jenis Sargassum polycystum dan ganggang hijau jenis Eucheuma cottonii pada perairan Dahi’Ae. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan mengunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil (DPPH), dengan mengunakan 3 variasi konsentrasi (50 ppm, 75 pm, dan 100 ppm) dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis untuk mendaptkan nilai % IC50. Dari plot tersebut akan diperoleh persamaan regresi linear y = ax + b. Berdasarkan persamaan ini aktivitas antioksidan secara berturut-turut pada Sargassum polycystum adalah 242,02 ppm dan Euchema cottoni adalah 169,06 ppm. Kedua sampel tersebut tergolong dalam aktivitas antioksidan sedang, sehingga perlu dianalisis aktivitas antioksidan untuk S. polycystum pada konsentrasi tinggi sedangkan E.cottoni pada konsentrasi rendah.
PENGARUH KONSENTRASI GULA YANG BERBEDA DENGAN PENAMBAHAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA MANISAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN KONSUMEN Sonya Titin Nge
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i1.24

Abstract

Rumput laut merupakan tumbuhan laut yang mempunyai nilai ekonomis dan banyak pemanfaatannya. Pemanfaatan rumput laut sebagai sumber kesehatan dan gizi karna memiliki kandungan karbohidrat (gula atau vegetable gum), protein, sedikit lemak dan abu yang sebagian besar merupakan senyawa garam natrium dan kalium. Analisis proksimat dilakukan untuk mengetahui komponen utama dari suatu bahan makanan penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan 18 September - 05 Oktober 2018 di lab biologi UKAW dan balai pengawas obat dan makan (BPOM) Kupang Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penelitian yang dilakuan maka hasil analisis organoleptik dari warna, aroma, tekstur dan rasa manisan rumput laut (Eucheuma cottonii) yang paling disukai panelis adalah pada perlakuan K3, kadar air pada perlakuan K3 yaitu 17,48%-18,34% dan kadar gula total yaitu pada perlakuan K3 = 25,09%. Hal ini disebabkan karna pemberian gula yang berbeda pada manisan rumput laut dengan penambahan kayu manis yang dapat mempengaruhi tingkat kesukaan, kadar air serta kadar gula total dari tingkat penerimaan konsumen pada manisan rumput laut tersebut.
“SUBSTITUSI TEPUNG Cucurbita moschata (Duch.) Poir TERHADAP KADAR β-KAROTEN DAN DAYA TERIMA CAKE LABU KUNING” Frederika Pellu Dimu; Andriani Rafael; Sonya T.M Nge
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 4 No 1 (2021): Indigenous Biologi April 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v4i1.107

Abstract

ABSTRACTPumpkin (Cucurbita moschata (Duch.) Poir ) is one of the vegetables that is rich in β-carotene as a precursor of vitamin A and has a fairly high carbohydrate content. Pumpkin processing can be done to produce various kinds of products, one of which is cake. Cake is a baked dough and liquid dough made from flour, sugar, salt, ingredients, shortening, milk, eggs, and aroma enhancer. This study aims to determine the levels of β-carotene contained in pumpkin cake and to determine the acceptability of β-carotene in pumpkin cake. This research is an experimental research. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 1 control 4 treatments and each treatment was repeated 3 times. The research phase consisted of making flour and making cake. Data collection methods include organoleptic tests and β-carotene tests. Data were analyzed using analysis of variance / ANOVA to determine differences in quality, and if there is an influence then proceed with the Tukey test. Organoleptic test results show that the best treatment of pumpkin cake in terms of color is A1 with a value of 3.88, in terms of aroma namely A0 with a value of 3.92, in terms of texture is A0 with a value of 4.28 and in terms of taste is A0 with value of 4.16. As for the β-carotene test, the treatment of pumpkin cake with the highest β-carotene content was found in A4 with an average of 0.262 and the lowest level was in A0 with an average of 0.018. Based on research data, pumpkin flour is worthy of being used as an alternative source of flour because the resulting cake meets SNI quality standards both in terms of color, taste, aroma, texture and β-carotene content.Keywords : Cake, Pumpkin, β-Carotene, Organoleptic
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK KASAR KULIT BATANG MANGROVE Avicennia marina (FORKS.) VIERH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Marta Ina Kii; Andriani Rafael; Sonya T.M Nge
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 3 No 2 (2020): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v3i2.114

Abstract

ABSTRACTMangrove plant is one of the coastal ecosystems that dominates the coastal area and has the potential to be developed in the prevention of various diseases both infections in aquaculture and as a natural treatment medium for humans, because the secondary metabolite compound contained can be efficacious as an anti-bacterial. The purpose of this study was to determine the effect of A. marina mangrove bark extract against the growth of E. coli and the optimum concentration of A. marina mangrove bark extract in inhibiting the growth of E. coli bacteria. The method used in this study is a laboratory experimental method with 4 treatments namely a concentration of 55 mg/mL, 60 mg/mL, 65 mg/mL, 70 mg/mL and 1 control without administration of extract with 3 replications. Observation result of inhibition zone diameters were statistically analyzed using a one-way analysis was performed using the SPSS program version 16.0. the results showed that the rough extract of A. marina mangrove bark affected the growth of E. coli bacteria. This can be seen from the concentrations used starting from 55 mg/mL, 60 mg/mL, 65 mg/mL and 70 mg/mL having average inhibition zones ranging from 26 mm, 27.33 mm, 27.66 mm and 28.66 mm. thus the higher the concentration of the extract used, the greatervthe inhibition formed. Keywords : Avicennia marina, Escherichia coli, Antibacterial