Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Comparison of carbopol 934 and 941 as thickeners on ketoconazole microemulsions based on physical stability Lestari, Pramulani Mulya; Yati, Kori; Savira, Nanda
Pharmaciana Vol 8, No 1 (2018): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.003 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v8i1.9138

Abstract

As a drug delivery system, ketoconazole microemulsion in virgin coconut oil (oil phase) is added with a thickening agent to create transdermal dosage form. This study aimed to compare the physical stabilities of ketoconazole microemulsions formed with different thickeners, namely Carbopol 934 and Carbopol 941. The formula used varying concentrations of Carbopol 934 and Carbopol 941, i.e., 0.15% and 0.25%. The stability was observed during eight-week storage in which the conditions were controlled by different degrees of temperature, i.e., 40C, 25-300C (room temperature), and 400C. The stability tests included organoleptic observation, pH, surface tension, viscosity, particle size, and zeta potential. Based on the Kruskal-Wallis test results, ketoconazole microemulsion with Carbopol 941 that had been stored in different temperature showed a significant difference in particle size (significance value< 0.05), but it did not apply to Carbopol 934. The evaluation revealed that compared to 0.25% of Carbopol 934, microemulsion with 0.15% of Carbopol 934 had a smaller difference between the time intervals. This research concluded that the use of 0.15% of Carbopol 934 as a thickener in ketoconazole microemulsion had better physical stability compared to Carbopol 941 due to the influence of temperature and length of storage.
Pelatihan Pengelolaan Obat yang Tepat dan Benar di UKS Sekolah-Sekolah Muhammadiyah Wilayah DKI Jakarta Yati, Kori; Hariyanti, Hariyanti; Dwitiyanti, Dwitiyanti; Lestari, Pramulani Mulya
Jurnal SOLMA Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Uhamka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v7i1.656

Abstract

Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan agar para guru mampu mengelola obat yang tepat dan benar di UKS sekolah-sekolah Muhammadiyah Wilayah DKI Jakarta. Adapun manfaat dari pengabdian ini agar dapat meningkatkan derajat kualitas kesehatan di lingkungan sekolah.  Target yang dicapai adalah peningkatan pemahamam para guru penanggung jawab UKS SD, SMP, SMA wilayah PWM DKI Jakarta dengan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang Obat (DAGUSIBU) sehingga dapat meningkatkan derajat kualitas kesehatan di lingkungan sekolah tersebut Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan cara yang sederhana yakni dengan metode ceramah (pemberian materi) dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Dengan mengucapkan bismillahirrahmaanirrahiim, kami tim pengabdian masyarakat mengharapkan doa restu agar niat kami dalam pengabdian masyarakat mendapat persetujuan, kelancaran dan kemudahan dalam upaya peningakatan pengetahuan dan pemahamam para guru penganggung jawab UKS SD, SMP, SMA wilayah PWM DKI Jakarta.
VARIASI KONSENTRASI ASAM SITRAT SEBAGAI SUMBER ASAM TERHADAP SIFAT FISIK TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK KERING KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) gusmayadi, inding; lestari, pramulani mulya; trisnande, erike
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.004 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v3i2.3321

Abstract

Asam sitrat digunakan sebagai sumber asam karena mudah bereaksi sehingga meningkatkan waktu melarut dalam sediaan tablet effervescent. Pada penelitian ini ekstrak dibuat menjadi sediaan tablet effervescent yang bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan konsentrasi asam sitrat sebagai sumber asam dapat memperbaiki sifat fisik tablet effervescent. Ekstrak kering kulit buah manggis yang diperoleh dimaserasi dengan air kemudian dibuat serbuk dengan spray drying. Ekstrak kering yang diperoleh dibuat menjadi 5 formula tablet effervescent dengan konsentrasi asam sitrat yang berbeda yaitu, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%. Tablet yang sudah jadi kemudian dievaluasi sifat fisiknya, meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut. Hasil evaluasi uji waktu melarut yang diperoleh dari formula 1 hingga formula 5 yaitu 10,50±0,57 menit, 4,52±1,04 menit, 3,32±0,13 menit, 3,13±0,14 menit dan 3,42±0,14 menit. Dari data analisa statistik waktu melarut ANAVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa adanya perbedaan dari kelima formula. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi asam sitrat sebagai sumber asam dapat meningkatkan sifat fisik tablet yaitu meningkatkan waktu melarut, sedangkan asam sitrat dengan konsentrasi 35% dapat menurunkan waktu melarut tablet effervescent ekstrak kering kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.).
Pembuatan Karbol sebagai Desinfektan Lantai Lestari, Pramulani Mulya; Supandi, Supandi; Pahriyani, Ani
Jurnal SOLMA Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Solma
Publisher : Uhamka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.449 KB) | DOI: 10.29405/solma.v8i2.3183

Abstract

Sehat adalah impian semua manusia, tubuh manusia memiliki pertahanannya sendiri, dengan cara-cara tertentu bagian dari tubuh sudah mampu untuk bertahan dan melawan penyakit.Mencegah suatu penyakit dan penyebarannya dapat dilakukan mulai dari diri sendiri dan lingkungan sebagai sarana untukmengurangi penyebaran penyakit karena mikroorganisme. Untuk menunjang kesehatan maka perlu dilakukan pembekalan kepada ibu-ibu dalam pengenalan kerbersihan dan pelatihan pembuatan karbol. Produk karbol ini dibuat dengan metode sederhana sesuai dengan kemampuan Perumahan Villa Mutiara Gading 3. Pembuatan diawali dengan melarutkan arpus ke dalam cairan NaOH hingga larut, kemudian tambahkan campuran antara pine oil, teepol dan propilenglikol hingga semua tercampur homogen.Karbol siap digunakan. Produk yang dihasilkan merupakan karbol desinfektan lantai. Karbol yang baik adalah yang dapat membersihkan sekaligus dapat membunuh kuman, tidak licin dan aman digunakan.
PERBANDINGAN VCO, MINYAK ZAITUN DAN MINYAK JAGUNG TERHADAP SIFAT FISIK BALSEM STIK DENGAN PENGIKAT VASELIN ALBA ATAU ADEPS LANAE Lestari, Pramulani Mulya; Yati, Kori; Rosanti, Mimil
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v11i2.671

Abstract

The use of balm by applying it to the affected part of the body can cause heat and stickiness in the fingers. Making balm sticks is one solution to overcome this problem. Balm sticks are influenced by the components used are oils, waxs and fats. Oils and fats have different fat acid and molecul weight will affect the physical properties of balm stick. Selection of the proper components are excepted to good melting point and hardness and in accordance with requirments. This study aimed at compare of VCO, olive oil and corn oil with variation between Adeps lanae and Vaselin albaon the physical properties of stick balm. All balm sticks prepared by the same method and evaluated included organoleptic test, homogenity, hardness and melting point. The result showed that difference in melting point and hardness, but all formula meet the requirment of physical preparation balm stick. Formula with VCO and Adeps lanae shows higest melting point and hardness. Statistical result of Kruskal Wallis shows sig <0,05 which means that there were difference of each formula. It could be concluded that VCO with Adeps lanae in combination Carnauba wax and Cera alba g a ve a high melting poin , hardenss and yield value.
Review: Komposit Polimer Pektin dalam Sistem Penghantaran Obat Devi Puspita Sari; Pramulani Mulya Lestari; Nining Nining
Majalah Farmasetika Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i1.36568

Abstract

Pektin merupakan polisakarida yang berlimpah di alam dan memiliki kegunaan yang menjanjikan dalam bidang farmasi. Pektin tahan terhadap enzim pencernaan namun gel pektin dapat membengkak dalam media berair dan sejumlah kecil senyawa dapat dilepaskan ke saluran gastrointestinal. Masalah ini dapat diatasi dengan mengembangkan komposit pektin yang diperoleh dari penggabungan polimer pektin dengan polimer lain. Artikel ini membahas tentang interaksi pektin dengan polimer lain dalam berbagai sistem penghantaran obat. Metode yang digunakan dalam artikel review adalah dengan meninjau jurnal ilmiah yang diterbitkan secara nasional dan internasional yang diperoleh dari Google, Google Scholar, Pubmed dan Science Direct. Dari beberapa penelitian terkait, sistem penghantaran yang telah dikembangkan dan dilaporkan berupa film, hidrogel, sistem partikulat dan tablet. Polimer lain seperti alginat, protein, kitosan, gelatin dan pati diketahui dapat memperbaiki sifat pektin sehingga komposit pektin dapat digunakan sebagai penghantaran obat terkontrol. Dengan demikian, pengembangan sistem penghantaran obat lainnya dengan komposit pektin menjadi peluang dan tantangan di masa yang akan datang.
Review Komposit Pati–Kitosan: Perannya dalam Berbagai Sistem Penghantaran Obat Putri Nabila Zulvianti; Pramulani Mulya Lestari; Nining Nining
Majalah Farmasetika Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i1.36496

Abstract

AbstrakPati adalah polisakarida yang berasal dari alam yang banyak terdapat secara luas dalam biji, buah, akar, dan batang. Pati sering digunakan sebagai salah satu zat tambahan dalam sediaan farmasi karena pati memiliki sifat polimer hidrofilik yang dapat dengan mudah diubah menjadi berbagai bentuk karena tidak beracun, bersifat biodegradable, inert, biokompatibilitas, mudah ditemukan dan harganya yang relatif murah. Dalam dunia farmasi untuk mengoptimalkan fungsi dari pati biasanya pati sering digabungkan dengan kitosan sebagai komposit, karena penggabungan tersebut dapat meningkatkan kelarutan, mengurangi toksisitas dalam tubuh, meningkatkan aktivitas farmakologi, meningkatkan stabilitas, meningkatkan biodegradabilitas dan memberikan sifat unggul pada sediaan tersebut. Penulisan review artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang penggunaan komposit pati-kitosan sebagai eksipien dalam berbagai sistem penghantaran obat. Penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan review pustaka. Penelusuran pustaka dilakukan menggunakan database Google, Google Schoolar, Science Direct, Pubmed dan MDPI. Sumber pustaka yang digunakan yaitu 10 tahun terakhir dengan rentang tahun 2011-2021 dengan kriteria inkulsi yaitu komposit pati kitosan yang memiliki peran dalam sistem penghantaran obat; kriteria eksklusi yaitu pati dan kitosan yang tidak relevan. Berdasarkan review artikel yang dilakukan didapatkan hasil dari pati dan kitosan yang dapat digunakan untuk sistem penghantaran obat dalam berbagai sediaan seperti film, nanopartikel, tablet dan juga gel. adanya peningkatan manfaat pada komposit pati kitosan dalam sediaan film, nanopartikel, tablet dan juga gel. Komposit ini dapat memberikan material baru yang lebih optimal dibandingkan dengan penggunaan tunggal.
Comparison of carbopol 934 and 941 as thickeners on ketoconazole microemulsions based on physical stability Pramulani Mulya Lestari; Kori Yati; Nanda Savira
Pharmaciana Vol 8, No 1 (2018): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.003 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v8i1.9138

Abstract

As a drug delivery system, ketoconazole microemulsion in virgin coconut oil (oil phase) is added with a thickening agent to create transdermal dosage form. This study aimed to compare the physical stabilities of ketoconazole microemulsions formed with different thickeners, namely Carbopol 934 and Carbopol 941. The formula used varying concentrations of Carbopol 934 and Carbopol 941, i.e., 0.15% and 0.25%. The stability was observed during eight-week storage in which the conditions were controlled by different degrees of temperature, i.e., 40C, 25-300C (room temperature), and 400C. The stability tests included organoleptic observation, pH, surface tension, viscosity, particle size, and zeta potential. Based on the Kruskal-Wallis test results, ketoconazole microemulsion with Carbopol 941 that had been stored in different temperature showed a significant difference in particle size (significance value< 0.05), but it did not apply to Carbopol 934. The evaluation revealed that compared to 0.25% of Carbopol 934, microemulsion with 0.15% of Carbopol 934 had a smaller difference between the time intervals. This research concluded that the use of 0.15% of Carbopol 934 as a thickener in ketoconazole microemulsion had better physical stability compared to Carbopol 941 due to the influence of temperature and length of storage.
WORKSHOP PEMBUATAN HANDSANITIZER SPRAY GEL Pramulani Mulya Lestari; Ani Pahriyani; Supandi Supandi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.733 KB) | DOI: 10.31949/jb.v1i4.412

Abstract

Permasalahan kesehatan yang sistemik dan saling berkaitan masih menjadi tantangan mitra, anak – anak yang sering sakit seperti diare, batuk flu, demam seringkali menjadi masalah dalam lingkungan RPTA dan RW 03 kemanggisan Jakarta Barat, karena penularan yang begitu cepat dan terjadi secara terus menerus sehingga dianggap menghambat aktivitas motorik anak – anak yang sedang berkembang. dalam upaya mencapai kualitas kesehatan yang baik dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh penduduk serta minimnya pengetahuan dan ide masyarakat terhadap pembuatan produk yang dapat digunakan untuk memelihara kebersihan. Pemecahan masalah yang ada pada masyarakat tersebut dalam mendukung pemeliharaan kesehatan yaitu perlu dilalukan workshop mengenai pembuatan hand satizer gel spray. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami pembuatan hand sanitizer yaitu Belimbing Wuluh (Averhoa belimbii). Belimbing Wuluh (Averhoa belimbii) mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang bemanfaat, salah satunya flavonoid diduga merupakan senyawa aktif anti bakteri. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan individu, maupun masyarakat untuk peduli akan masalah kesehatan serta berperan aktif dalam segala bentuk upaya kesehatan
The Chewable Tablet of Guava Leaves Extract (Psidium guajava L.) with Breadfruit Starch as Binder Pramulani Mulya Lestari; Septiana Tri Pamungkas
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.096 KB) | DOI: 10.29244/jji.v4i1.87

Abstract

Breadfruit starch can be used as a binder on the chewable tablet because it consists of amylose and amylopectin which can increase the cohesiveness and make a good bond with the powder. Guava leaves extract can kill the bacterial growth of Streptococcus mutans so it can be served to prevent dental caries. This research aimed to know whether increased concentrations of breadfruit starch can affect the physical characteristics of the chewable tablet of guava leaves extract. The chewable tablets were formulated into 4 formulas with different concentration of mucilago breadfruit starch, such as 10%, 13%, 16% and 19%. Breadfruit starch as a binder obtained from an almost ripe the breadfruit and then was crushed and soaked to occur separation between water immersion and amylum, and then amylum was dried and made as mucilago and the mucilago was added into the formula. The result of the characteristic of starch, the powder was true breadfruit starch. The flowability and particle size distribution of granule was evaluated. Then, the granule was made into the chewable tablet. The research result showed that the increase of mucilago breadfruit starch concentration increased the hardness and decreased friability of chewable tablet.