Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Koneksi

Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Kuliner Para Followers Akun @Jktfoodbang Devita Lusiana; Widayatmoko Widayatmoko; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1991

Abstract

Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang telah menumbuhkan pengaruh bagi masyarakat dalam berkomunikasi. Dari perkembangan teknologi ini, masyarakat dapat berkomunikasi menggunakan media sosial Instagram. Di Indonesia, penggunaan Instagram menempati peringkat ketiga media sosial yang paling banyak diakses. Kegunaan Instagram saat ini tidak hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain, tetapi Instagram telah menjadi sarana media promosi dan bahkan menjadi sarana informasi khususnya untuk para pencinta kuliner. Hal ini ditandai dengan munculnya akun kuliner @jktfoodbang yang banyak diikuti oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial instagram (X) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi kuliner (Y) para followers akun @jktfoodbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori penggunaan media sosial Instagram, dengan dimensi context, communication, collaboration, dan connection. Ditambah dengan teori pemenuhan kebutuhan informasi dengan dimensi cognitive needs, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs dan escapist needs. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun @jktfoodbang dan sampel yang diambil sebanyak 100 responden, menggunakan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling insidental. Dari penelitian diperoleh hasil persamaan regresi linear Y = 8,426 + 0,747 X dan nilai signifikasi 0,000 yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial Instagram terhadap pemenuhan kebutuhan informasi kuliner para followers akun @jktfoodbang.
Fenomena Ciong Pada Budaya Penganut Konghucu Rizki Tanto Wijaya; Suzy S. Azeharie; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3934

Abstract

Bagian etnis Tionghoa yang masih kental dengan unsur budaya ialah etnis Tionghoa penganut agama Konghucu. Feng Shui merupakan salah satu warisan budaya yang masih tetap eksis hingga saat ini. Pemanfaatan Feng Shui kian diterapkan oleh penganut Konghucu dalam menjalankan sektor kehidupan dalam hal memperoleh keharmonisan dan kemakmuran hidup. Dibalik kepercayaan penganut Konghucu terhadap Feng Shui, penganut Konghucu mengenal budaya Ciong yang niscaya dapat membawa mara bahaya dalam hidup. Budaya Ciong kerap ditakuti oleh penganut Konghucu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya Ciong pada penganut Konghucu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Data yang akan dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan tujuh narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penganut Konghucu di Jakarta sejak dahulu telah meyakini bahwa Ciong merupakan unsur budaya yang diwariskan oleh nenek moyang.  Ciong kerap dikaitkan dengan berbagai hal yang berbau mitos dan mistis.
Ekologi Media pada Generasi Z (Studi Kasus Penggunaan Instagram Mahasiswa Universitas di Jakarta Barat) Steven Steven; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10674

Abstract

Instagram is a social media that offers digitization, convergence, interactivity, and development of network related to the creation and dissemination of its messages. Instagram is currently one of the most popular social media for generation Z. This study aims to determine the media ecology of students studying at universities in West Jakarta by focusing on the habit of using social media Instagram. This research uses the ecological theory of media and social media. The research approach used in this research is qualitative with the case study method. Researchers collected data by conducting in-depth interviews with eight resource persons who were university students and female students and literature study. The conclusion of this study is that the researchers found that McLuhan's assumption of media ecology is still valid today. The influence of Instagram on young people and female students at universities is still very large because in addition to using Instagram to interact with other people, entertainment, students also use Instagram as the dominant source of information from Instagram.Instagram merupakan media sosial yang menawarkan digitization, convergence, interactivity, dan development of network terkait pembuatan dan penyebaran pesannya. Instagram saat ini merupakan salah satu media sosial yang paling digemari oleh masyarakat generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ekologi media dari mahasiswa yang berkuliah di universitas di Jakarta Barat dengan berfokus pada kebiasaan menggunakan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan teori ekologi media dan media sosial. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara mendalam dengan delapan orang narasumber yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peneliti menemukan bahwa asumsi ekologi media dari McLuhan masih berlaku hingga saat ini. Pengaruh dari Instagram pada anak muda dan mahasiswa mahasiswi di universitas masih sangat besar karena selain memanfaatkan Instagram untuk berinteraksi dengan orang lain, hiburan, mahasiswa juga menggunakan Instagram sebagai sumber informasi dominan dari Instagram.
Analisis Komunikasi Organisasi pada Tempat Pelatihan Bulu Tangkis Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) Vincent Vincent; Eko Harry Susanto; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3945

Abstract

Salah satu cara untuk berinteraksi dengan individu lain adalah komunikasi. Setiap situasi dalam kehidupan dipengaruhi oleh komunikasi. Komunikasi organisasi menjadi aspek penting dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi. Dengan komunikasi organisasi dapat mencegah terjadinya pertentangan di antara anggota organisasi. Penelitian ini membahas tentang analisis komunikasi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk aliran informasi dan budaya organisasi yang terdapat di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dengan metode penelitian fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan narasumber, observasi non partisipan, studi pustaka dan data online. Hasil dari penelitian ini adalah budaya organisasi yang sama diterapkan oleh anggota organisasi mencegah munculnya pertentangan.
Interaksi Simbolik dan Ekologi Media Dalam Proses Keterlibatan Sebagai Roleplayer Meydhita Stevanny; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6505

Abstract

Roleplayer is a game that played by acting as a certain character. Also in roleplaying there is a use of language, symbols and words to interact with each other and human dependence on the use of media when playing is one of the interests for researchers. This study aims to determine the role of symbolic interaction and media ecology in roleplaying games by focusing on out of character on twitter, the theory used in this study is symbolic interaction theory, media ecology theory. The research approach used is qualitative description with ethnographic methods. Researchers collected data by conducting participant observation, in-depth interviews with several roleplayer players out of character and library studies. The conclusion of this study is that individuals are involved in several stages in the process of involvement of someone roleplayer, namely: introduction, finding information, determining character, and starting to play. In roleplayer there is the use of language, certain words and symbols, expectations (Pygmalion effect), and rules in play. Roleplayer adalah permainan yang dimainkan dengan berperan sebagai karakter tertentu. Permainan roleplayer menggunakan bahasa, simbol serta kata-kata untuk saling berinteraksi serta ketergantungan manusia dalam penggunaan media ketika bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran interaksi simbolik dan ekologi media dalam permainan roleplayer dengan berfokus pada out of character di media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan ekologi media. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripsi dengan metode etnografi. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan beberapa pemain roleplayer out of character dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah individu terlibat dalam beberapa tahapan dalam proses keterlibatan seseorang permainan roleplayer yaitu: perkenalan, mencari informasi, menentukan karakter, dan mulai bermain. Di dalam roleplayer terdapat penggunaan bahasa, kata-kata serta simbol-simbol tertentu, harapan-harapan (pygmalion effect), dan peraturan-peraturan dalam bermain.
Proses Interaksi Simbolik Dalam Budaya Organisasi Pembentukan Grup (Studi Etnografi JKT48) Natalia Natalia; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6620

Abstract

In 2011 JKT48 was present in the entertainment world in Indonesia and debuted as a singing group with JPop (Japan Pop) music, and successfully loved the existence of boyband and girlband that did not last long. Having not a few group members with many differences from each other, JKT48 has been able to be a strong group to date. This research aims to deepen and understand how the symbolic interaction process in organizational culture forms a JKT48 group, so that the JKT48 group is strong and survives to the present. In this study using qualitative methodology. The results of the study said that JKT48 has three stages of forming JKT48 members, including audition and quarantine, trainees or academics, and team members. At this stage of course the things in it found the process of symbolic interaction in organizational culture. Pada tahun 2011 JKT48 hadir di dunia hiburan di Indonesia dan memulai debutnya sebagai grup penyanyi beraliran musik JPop (Japan Pop), dan sukses menyaingi eksistensi boyband dan girlband yang tidak bertahan lama. Kelompok ini memiliki anggota grup dalam jumlah besar yang memiliki perbedaan satu sama lain, JKT48 mampu menjadi grup yang kuat hingga saat ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperdalam dan memahami terkait bagaimana proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi terbentuknya sebuah grup JKT48 sehingga tetap  bertahan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Hasil dari penelitian mengatakan bahwa JKT48 memiliki tiga tahapan pembentukan anggota yaitu audisi dan karantina, trainee atau academy, serta anggota tim. Pada tahapan tersebut ditemukan proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi.