Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Pegadaian terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Karawang Retno Anjani; Angga Sanita Putra; Arif Rakhman; Nesti Hapsari; Kholida Atiyatul Maula
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11568

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan perekonomian lokal. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan akses terhadap sumber pembiayaan formal akibat persyaratan administrasi, agunan, dan proses pengajuan kredit yang relatif rumit. Kondisi tersebut mendorong sebagian pelaku usaha memanfaatkan sumber pembiayaan informal maupun ilegal yang berisiko tinggi terhadap keberlangsungan usaha. Dalam konteks tersebut, Pegadaian hadir sebagai salah satu lembaga keuangan yang menawarkan alternatif pembiayaan berbasis gadai dengan proses yang cepat, mudah, dan legal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pegadaian dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mengkaji dampak pembiayaan yang diberikan terhadap pertumbuhan usaha. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan pembiayaan Pegadaian. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pengalaman, manfaat, dan perubahan yang dirasakan oleh informan setelah memperoleh pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM menghadapi berbagai kendala operasional, seperti kekurangan modal kerja, fluktuasi penjualan, dan kesenjangan arus kas. Pembiayaan Pegadaian terbukti berperan sebagai solusi yang cepat, mudah diakses, dan memiliki kepastian hukum, sehingga mampu membantu menjaga kelangsungan usaha, mempertahankan ketersediaan persediaan, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta meningkatkan pendapatan harian dan kapasitas usaha. Dengan demikian, Pegadaian memiliki kontribusi penting dalam memperkuat keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM melalui penyediaan akses pembiayaan yang inklusif.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT ENERGI MEGA PERSADA TBK PASCAAKUISISI BLOK SENGKANG Rizki Wahyu Eko Yulianto; Angga Sanitra Putra; Arif Rakhman; KholidaAtiyatul Maula; Nesti Hapsari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.60643

Abstract

Akuisisi merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperluas kegiatan usaha dan meningkatkan kinerja keuangan. PT Energi Mega Persada Tbk melakukan akuisisi Blok Kontrak Kerja Sama (KKS) Sengkang sebagai upaya memperkuat portofolio bisnis di sektor energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan perusahaan sebelum, saat, dan sesudah akuisisi periode 2023–2025 berdasarkan rasio profitabilitas dan rasio likuiditas. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Energi Mega Persada Tbk periode 2023–2025 yang diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan rasio Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Current Ratio (CR), dan Quick Ratio (QR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio profitabilitas mengalami peningkatan pada tahun 2025, ditandai dengan kenaikan ROA menjadi 5,03%, NPM menjadi 18,39%, serta ROE yang relatif stabil sebesar 11,13%. Sebaliknya, rasio likuiditas mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh CR sebesar 0,44 kali dan QR sebesar 0,35 kali akibat menurunnya aset lancar serta meningkatnya liabilitas lancar. Dengan demikian, akuisisi memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan, namun pengelolaan likuiditas masih perlu ditingkatkan agar kinerja keuangan menjadi lebih optimal.