Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : Solidaritas

Kualitas Pelayanan Pengurusan Persyaratan Administrasi Perkawinan Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali: Kualitas Pelayanan Pengurusan Persyaratan Administrasi Perkawinan Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Ramadhani, Lusiana; Pramono, Joko; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Urusan Agama merupakan instansi pemerintah yang menyelenggarakanpelayanan Pengurusan Administrasi Perkawinan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisa tentang Kualitas Pelayanan diKantor Urusan Agama Kecamatan Simo.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif denganmenggunakan dimensi yang dikembangkan oleh Zeithaml, Parasuraman dan Berry (1990)dalam Hardiyansyah (2011:11) seperti tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan),responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan emphaty (empati). Metode padapengumpulan data dari penelitian ini dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara danDokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan yakni denganmenggunakan teori dari Mathew B, A. Michael Huberman dan Johny Saldana dalamMiles dan Huberman (2014:12) yakni teknis analisis data interaktif.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan PengurusanPersyaratan Administrasi Perkawinan di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali mampudinilai baik, hal ini dapat dilihat dari beberapa dimensi yang dikembangkan olehZeithaml, Parasuraman dan Berry (1990) dalam Hardiyansyah (2011:11). Namun padadimensi tangible dan assurance belum sepenuhnya mampu dikatakan baik, yakni padaarea parkir yang belum beratap perlu untuk diperbaiki. Serta pada jaminan informasiterbaru karena kurangnya sosialisasi terhadap pengguna layanan dan tidak tersedianyamedia sosial sebagai alat untuk masyarakat mengakses informasi yang dibutuhkansehingga kebutuhan pengguna layanan menjadi tidak terpenuhi, dengan adanya hal itumaka pada KUA Kecamatan Simo perlu mengadakan perbaikan serta sosialisi terhadappengguna layanan melalui media online maupun offline untuk memenuhi kebutuhan padapengguna layanan.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Persyaratan Administrasi Perkawinan
Manajemen Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat di Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri Utami, Annisa Wahyu; Pramono, Joko; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen dana desa untuk kesejahteraan masyarakat di Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Manajemen dana desa di Desa Sidorejo selalu digunakan untuk kegiatan pembangunan fisik seperti rabat jalan, talud jalan, pembuatan saluran air dan irigasi, perbaikan rumah tidak layak huni, pipanisasi air bersih, pembuatan jambanisasi, dan pembuatan jalan usaha tani. Manajemen yang baik menjadi tolak ukur organisasi untuk mencapai tujuan dalam melakukan program kegiatan kesejahteraan masyarakat di Desa Sidorejo. Manajemen yang baik menurut George R. Terry yang terdiri dari 4 indikator yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakan), dan controlling (pengawasan). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen dana desa di Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri sudah cukup baik. Dalam indikator perencanaan hal ini dibuktikan dengan pemerintah desa yang telah melaksanakan penetapan tujuan yang cukup jelas dengan melihat kemampuan dan kualitas sumber daya yang dimiliki. Dalam indikator pengorganisasian hal ini dapat dibuktikan dengan pemerintah desa yang melibatkan semua sumber daya manusia yang dimiliki, merumuskan dan menetapkan tugas dengan teliti serta membagi tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dalam indikator penggerakan hal ini dapat dibuktikan dengan upaya pemerintah desa untuk selalu memberikan arahan dan motivasi kepada berbagai pihak untuk melakukan kerja cerdas dan kerjasama. Dalam indikator pengawasan hal ini dapat dibuktikan dengan pemerintah desa yang melakukan evaluasi dengan melibatkan semua pihak dan membatu memberikan solusi pada masalah yang terjadi.   Kata kunci : manajemen, kesejahteraan, dana desa
Kolaborasi Pemerintahan Dalam Program Kota Tanpa Kumuh di Kampung Debegan Kelurahan Mojosongo: Kolaborasi Pemerintahan Dalam Program Kota Tanpa Kumuh di Kampung Debegan Kelurahan Mojosongo Dhamastuti, Eka Putri; Suwardi, Suwardi; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Collaborative Governance sangat penting dalam mengoptimalkankebijakan pemerintah baik dalam pengambilan kebijakan maupun dalamimplementasi kebijakan. Begitu pula dalam upaya menjalankan programKota Tanpa Kumuh di pemerintah kota Solo khususnya di KampungDebegan Kelurahan Mojosongo juga membutuhkan dan menerapkanlangkah bersama dalam wujud Collaborative Governance. Teori yang digunkandalam penelitian collaboraive governance ini berdasarkan teori Ansell andGash (2007:228) yang menggunkan 5 (lima) indikator terbentuknyacollaborative governance yang terjalin oleh pemerinrtah, swasta danmasyaraka yakni, Face to Face Dialogue, Trust Building, Commitmen to process,Shared Understanding dan IntermediatedOutcomes.Metode yang digunkanadalah kualitatif. infroman yang di pilih Secara purposive sampling yaitudinas terkait program KOTAKU di Kampung Debegan, mulai dari penggerakKampung, Kelurahan , Dinas Pemadaman Kebakaran, Dinas Perumahan danDinas Lingkungan Hidup serta kedinasa lainnya yang tidak di sebutkan.Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Tehnik analisi yang di gunakan menggunkan teori dari miles huberman(2014) yakni teknik analisis interaktif (pennyajian data)Hasil penelitianmenunjukan bahwa Proses Collaborative Governance pada pelaksanaanProgram KOTAKU di Kampung Debegan Kelurahan Mojosongo KotaSurakarta sudah berjalan dengan baik meskipun terdapat beberapa catatandan kekurangan., Hal ini dapat terilihat dari terlaksananya 5 indikator yakniFace to Face Dialogue, Trust Buliding, Commitment to the Process SharedUnderstanding and Intermediated Outcomes. Pelaksanaan CollaborativeGovernance Dalam Program Kota Tanpa Kumuh Di Kampung DebeganKelurahan Mojosongo Kota Surakarta berjalan dengan lancar,di mulai daritahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan keberlanjutan.Kata kunci : Collaborative Governance, Program KOTAKU
EFEKTIVITAS ORGANISASI PUBLIK DALAM PELAYANAN MASYARAKAT BERBASIS ONLINE (STUDI KASUS DI DINAS ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA): (CASE STUDY AT THE POPULATION ADMINISTRATION AND CIVIL REGISTR Putra, Riszi Sanjaya; Pramono, Joko; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The author took the title of research Effectiveness of Public Organizations in Online-Based Community Services by taking a case study at the Population Administration and Civil Registration Office of Surakarta City. This study specifically aims to analyze the effectiveness of the role of public organizations of the Surakarta City Population Administration and Civil Registration Office in carrying out services for making Identity Cards and changing Family Cards in Surakarta City. The method used in this study is qualitative by taking the research location at the Surakarta City Government Office in the Surakarta City Hall Population Administration and Civil Registration Service unit. The method of collecting data from this study is carried out by observation, interview and documentation. As for the data analysis technique used, namely by using qualitative analysis theory as proposed by Miles and Hubberman, namely qualitative data analysis techniques. Based on the results of the study, it can be concluded that research on the effectiveness of public organizations in online-based community services (case study at the Surakarta City Population Administration and Civil Registration Office) went well despite obstacles in several indicators that need to be improved in online file management services, namely the existence of 1 special container used to communicate and send files. Because at this time, the official application listed on the Appstore is still not functioning optimally. Because it can only be used for community registration.
Pelaksanaan Responsivitas Dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Desa Sraten Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo: (Studi Kasus Responsivitas Dalam Pelayanan Adminsitrasi Kependudukan Di Desa Sraten Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo) Arsyadita, Adella; Haryanto, Aris Tri; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Peningkatan responsivitas pelayanan administrasi adalah hal yang sangat penting, terutama dilingkup desa. Desa menjadi motor penggerak ketertiban administratasi kependudukan bagi warganegara indonesia. Tidak terlepas dengan Desa sraten yang meruapakan salah satu desa dikecamatan gatak kabupaten suoharjo yang menerapkan responsivitas dalam pelayanannnya.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Zeithaml, dkk (2015:46) bahwa dalampelaksanaannya, responsivitas terbagi menjadi enam (6) indikator, yakni Kemampuan Meresponmasyarakat, Kecepatan pelayanan, Ketepatan pelayanan, kecermatan pelayanan, ketepatan waktupelayanan dan kemampuan menanggapi keluhanMetode yang digunakan adalah kualitatif. infroman yang di pilih Secara survey sampling yaituKepala Desa Sraten, Kepala Dusun Desa Sraten, Kasie Pelayanan dan beberapa tokoh perwakilanbaik dari pemuda maupun warga setempat. Tehnik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisi yang di gunakan menggunkan teori dari mileshuberman (2014) yakni teknik analisis interaktif (pennyajian data)Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan responsivitas pelayanan adinistrasi kependudukan didesa sraten sudah berjalan dengan baik diukur menggunkan (6) indikator, yakni KemampuanMerespon masyarakat, Kecepatan pelayanan, Ketepatan pelayanan, kecermatan pelayanan,ketepatan waktu pelayanan dan kemampuan menanggapi keluhan. adapun indikator kemampuanmerespon masyarat dan kemampuan enanggapi keluhan menjadi indikator yang kurang dirasapelayanannya oleh warga setempat.Kata kunci : Responsivitas, Pelayanan dan Desa Sraten
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Di Desa Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: MANAGEMENT OF VILLAGE-OWNED ENTERPRISES (BUMDES) IN NAMBUHAN VILLAGE, PURWODADI SUB-DISTRICT, GROBOGAN DISTRICT TO IMPROVE COMMUNITY WELFARE Fika Safitri, Andina; Pramono, Joko; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pengelolaan BUMDES Sejahtera di Desa Nambuhan Kecamatan PurwodadiKabupaten Grobogan berdiri tidak hanya sebatas sebagai badan usaha desa saja, namunjuga memiliki visi yang mulai salah satunya berupa membantu meningkatkankesejahteraan ekonomi masyarakat desa nambuhan.Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mendeskripsikan menganalisis pengelolaan BUMDES SEJAHTERA di desaNambuhan terhadap konribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatPenelitian ini dianalisis menggunakan teori pengelolaan yang dikembangkan oleh TotokGoerge Terry (dalam sukarna 2011:10) yang merujuk pada indikator pengelolaanBUMDES yaitu meliputi Perencanaan (Planing), Pengorganisasian (Organizing),Pelaksanaan Pengarahan (Actuating) dan Pengawasan (Controling) Jenis penelitiandalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Pemilihan lokasi penelitian dipilihsecara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan teknikpenentuan informan dilakukan dengan purposive sampling. Validitas data padapenelitian ini menggunakan triangulasi data, sedangkan teknik analisis datamenggunakan analisis data interaktif.Hasil dari penelitian Hasil penelitian menunjukan Keberhasilan suatu pengelolaanBumdes Sejahtera Desa Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan bisadiukur dengan teori George R. Terry dengan 4 indikator , yakni berupa perencanaan(planing),pengorganisasian (organizing), penggerakan pengarahan (actuating),pengawasan (controling). Adapun kontribusi nyata bumdes sejahtera ke masyarakatmelalui lumbung padi sri sadono adalah terciptanya sistem lapangan pekerjaan dilumbung padi sari sadono, dan dapat menampung hasil panen petani nambuhan.Kata Kunci : Pengelolaan Bumdes dan Kesejahteraan Masyaraka
STANDAR PELAYANAN PUBLIK DALAM PENGURUSAN KARTU KELUARGA DAN KARTU TANDA PENDUDUK PADA KANTOR PEMERINTAHAN KECAMATAN COLOMADU Afandi, Moh Yusuf; Suwardi; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 8 No 1 (2024): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is "Public Service Standards in Arranging Family Cards andResident Identity Cards at Colomadu District Government Offices". InColomadu District there is a need to improve services because there are stillproblems with delays in making and publishing population administrationdocuments because the SOP has not been implemented optimally. Public Service Standards in Managing Family Cards and Resident IdentityCards at the Colomadu District government office were analyzed using thepublic administration service quality theory from Zeithaml, Berry andParasuraman in Fandy Tjiptono, (2005:70), there are 5 indicators, namelytangible dimensions, reliability dimensions, responsiveness , service qualityassurance, care. The results of this research can be concluded that public servicestandards in making KK and KTP at the Colomadu District government officeare good, such as having service support facilities, clear service procedures,employee ability to use tools during the service process, employee ability toprovide information to the public, respond every service user who wants to getservices, provides cost guarantees and guarantees of certainty in KK and KTPservices, Colomadu District public services have implemented care and put theinterests of service users first, employees serve with courtesy and non-discrimination, employees also accept suggestions and criticism from the publi
Implementasi Peraturan Bupati Karanganyar Nomer 82 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Di Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Saputra, Fadhilah Rizky; Suranto, Joko; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 8 No 2 (2024): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karanganyar Regent Regulation Number 82 of 2019 concerning Guidelines forImplementing Population Administration in Kebakkramat District, KaranganyarRegency is one of the guidelines to make it easier for the Population and CivilRegistration Service to carry out services related to Population Administration. Thisresearch aims to analyze and describe the implementation of Karanganyar RegentRegulation Number 82 of 2019 concerning Guidelines for Implementing PopulationAdministration in Kebakkramat District, Karanganyar Regency. There are still people inKebakkramat District who don't understand the importance of e-KTP, even the youngergeneration doesn't understand the importance of e-KTP, and many people are too lazy tocome directly to the Kebakkramat District office, usually just leaving the house. files toemployees and usually people give bribes in the form of money to employees so that theprocess of making e-KTPs is accelerated.. The research method used is descriptiveresearch with a qualitative approach. Data collection was carried out using interview,observation and documentation techniques . This research analysis uses four elements,namely data collection, data reduction, and drawing conclusions.The technique fordetermining informants for this research uses purposive sampling and snowball samplingtechniques. The informants in this research were 5 people consisting of the KebakkramatDistrict Secretary, the governance section, the e-KTP maker operator and theKebakkramat community. The results of the research conducted by the author show thatthe e-KTP making service in Kebakkramat District can be said to be good, although thereis some confusion and misunderstanding regarding social media and informationsources.Keywords: Communication, Resources, Disposition, and Bureaucratic Structure
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN SAPAMAS DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KARANGANYAR Pramesti, Nasya Gita; Suhita, Damayanti; Sugiyarti, Sri Riris
Solidaritas Vol 8 No 2 (2024): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through the Community Aspiration Networking Information System (SAPAMAS) service, the Karanganyar Regency Communication and Informatics Office manages complaints and aspirations of the Karanganyar Regency community. This study aims to assess the quality of sapamas services provided by the Karanganyar Regency Communication and Informatics Office. A qualitative approach is used in this study by referring to the theory of service quality dimensions according to Parasuraman, Zeithaml, and Berry (in Tjiptono F 2019: 305) including indicators of Tangibel (Physical Evidence), Assurance (Guarantee), Reliability, Responsiveness, and Empathy. The results showed that the quality of sapamas services at the Karanganyar Regency Communication and Information Service can be said to be good. As in the Tangible dimension (Physical Evidence), the appearance of neat and polite officers, a large enough parking area and the availability of a comfortable waiting room. In the Reliability Dimension, officers are careful and able to serve public complaints according to the Sapamas SOP. The Responsiveness dimension of the officer is good in responding to public complaints. The Assurance dimension is that service users are free of charge and are given a guarantee of 3-8 days of complaint resolution time and a maximum of 35 days for complaints that require field inspection. The Empathy dimension is that officers are kind, friendly, polite, patient and prioritise the interests of the community. However, from the 5 dimensions used, there are various things that need to be improved and improved so that service users are satisfied with the services shared by the Karanganyar Regency Informatics Communication Service, such as the dimensions of Tangible (Physical Evidence), Responsiveness (Responsiveness), For the sake of SAPAMAS service customer satisfaction, there needs to be wider socialisation of current regulations and time guarantees in accordance with the SOP (Standard Operating Procedure). Keywords: Quality, Service, Sapamas
ANALISIS PENGEMBANGAN OBYEK WISATA UMBUL PONGGOK DALAM USAHA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA WISATA PONGGOK KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN Kusumastutik, Anjelia; Sugiyarti, Sri Riris; Winduro, Wirid
Solidaritas Vol 8 No 2 (2024): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism object development is a process that emphasizes how to develop or advance a tourist village, this has an impact on improving the economy of the community in Ponggok Tourism Village. The purpose of this research is to describe the development of Umbul Ponggok Tourism Object in an effort to improve the economy of the Ponggok Village community. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The theory used is Cooper's theory with the dimensions of Attraction, Accecibility, amenity, and anciliary. Data collection was carried out using interview techniques and documentation. The data analysis technique used is an interactive analysis technique. The technique of determining this informant uses Purposive Sampling technique. The informants of this research consisted of BUMDes Marketing Manager, MSME players, and visitors to Umbul Ponggok Tourism.The results of this study indicate that the development of Umbul Ponggok with an attraction to Walker Ponggok is successful, road accessibility is actually good, but if it intersects with large trucks it is a little difficult to pass, supporting facilities are actually complete but need to be improved again, and supporting institutions that are given good training on services, have had a positive impact on improving the community's economy.Keyword : Tourism development, tourism village, economic improvement