Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Prosedur Untuk Meminimasi Risiko K3 Berdasarkan Hasil Hirarc Serta Memenuhi Requirement Ohsas 18001:2007 Klausul 4.3.1, 4.4.6 Dan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 Di Laboratorium Pengendalian Kualitas Lingkungan (lpkl) Pdam Kota Bandung Gerry Gumilar; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Laboraturium Pengendalian Kualitas Lingkungan (LPKL) PDAM Kota Bandung merupakan perusahaan yang meneliti kualitas lingkungan (air,tanah,udara). Kegiatan yang dilakukan berupa pengujian sampel uji. Belum adanya prosedur K3 dan masih terdapat kecelakaan kerja menjadi penyebab utama minimnya pelaksanaan K3 di LPKL PDAM Kota Bandung. Berdasarkan kondisi tersebut LPKL PDAM Kota Bandung mengenai K3 maka metode penelitian yang digunakan adalah HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Metode ini dilakukan dengan mengidentifikasi bahaya yang terjadi di seluruh aktivitas proses uji sampel dan menilai seluruh potensi bahaya untuk dilakukan pengendalian potensi bahaya tersebut yang disesuaikan dengan requirement integrasi antara OHSAS 18001:2007 dengan PP No. 50 Tahun 2012. Pada tahap pengumpulan data diperoleh bahwa terdapat banyak potensi bahaya yang akan terjadi di LPKL PDAM Kota Bandung. Hasil dari requirement integrasi yang telah disesuaikan dengan analisis aktivitas menggunakan HIRARC menunjukan bahwa, dibutuhkan prosedur tertulis serta alat pelindung diri (APD) untuk mengurangi setiap potensi bahaya yang akan terjadi di masing-masing aktivitas. Prosedur yang dihasilkan dari penelitian ini adalah prosedur pengendalian material berbahaya. Prosedur ini juga berfokus untuk membantu pekerja dalam memberikan pengetahuan terhadap pentingnya K3. Kata Kunci : OHSAS 18001:2007, PP No. 50 Tahun 2012, HIRARC, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, K3
Analisis Perbaikan Proses Bisnis Dan Perancangan Sop Pelaksanaan Pelatihan Untuk Memenuhi Requirement Iso 9001:2008 Klausul 6.2 Serly Dwi Ariyanti; Wiyono Sutari; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi XYZ merupakan gabungan dari dua organisasi yang semua struktur organisasi dan proses bisnisnya telah berganti menjadi yang baru, sehingga banyak proses bisnis yang tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan standar yang ada. Salah satunya adalah proses bisnis pengembangan pegawai melalui pelatihan. Permasalahan seperti ini harus diindentifikasi dari segi manajemen level berdasarkan SOTK sebelum dijadikan dokumentasi berupa Standard Operating Prosedure (SOP) seperti yang diatur dalam ISO 9001:2008. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data proses bisnis existing pengembangan pegawai melalui pelatihan, SOTK dan peraturan kepegawaian. Setelah didapat data tersebut, dilakukan evaluasi perbandingan antara proses bisnis existing dengan framework APQC dan ISO 9001:2008 klausul 6.2 yang menghasilkan GAP. Kemudian dari hasil GAP tersebut digunakan untuk mengidentifikasi setiap prosesnya berdasarkan manajemen level sehingga terdapat tiga level yang terdiri dari strategic, taktis, dan operasional Selanjutnya merancangan SOP pada level operasional. Tahap ini menunjukkan perbaikan perbaikan yang akan dilakukan berdasarkan kondisi actual direktorat di Telkom Foundation. Hasil pada penelitian ini adalah (1) proses bisnis pada level strategi, taktis, dan operasional. Pembuatan SOP usulan pada level operasional saja yang terdiri dari (2) prosedur pelatihan internal, (3) prosedur pelatihan eksternal, dan (4) KPI proses pelatihan internal eksternal dan KPI outputnya. Kata kunci: Standard Operating Procedure, APQC, ISO 9001:2008 klausul 6.2., Proses Bisnis, Manajemen level
Perancangan Proses Bisnis Tracer Study Di Sekolah Menengah Kejuruan (smk) Telkom Bandung Menggunakan Metode Process Design Business Process Management Carissa Serina Saraswati; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang terletak di Jl. Radio Palasari Dayeuhkolot, Bandung. SMK Telkom Bandung telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dengan suplemen ISO 9004:2000, ISO 14000 dan ISO 16000 secara konsisten. SMK Telkom Bandung berdiri sejak tahun 2013 dan sudah meluluskan sekitar 398 siswa. Dengan semakin banyaknya siswa yang lulus dari SMK Telkom Bandung, tracer study atau penelusuran alumni diperlukan untuk dapat mengetahui sebaran para alumninya sehingga dapat menjadi dasar evaluasi maupun kebijakan. Karena SMK Telkom Bandung belum memiliki proses tracer study yang terstandar dan terdokumentasi, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses usulan tracer study dengan memperhatikan tujuan dari institusi tersebut. Perancangan dimulai dengan melakukan analisis gap berdasarkan kondisi aktual serta requirement ISO 9001:2015 klausul 8.2.1 tentang komunikasi pelanggan dan PCF pada APQC poin 5.0 tentang Mengembangkan dan Mengelola Hubungan dan Layanan Stakeholder. Setelah analisis gap, dilakukan Perancangan proses dilakukan dengan membuat struktur proses terlebih dahulu agar mengetahui aktivitas apa saja yang terjadi sehingga menghasilkan usulan proses yang efisien. perancangan proses tracer study dengan metode process design business process management. Penelitian ini menghasilkan SOP yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak SMK Telkom Bandung. Untuk mempermudah pelaksanannya, maka dibuat aplikasi berbasis web yang terintegrasi mulai dari pendataan alumni, memperbarui data, serta mendokumentasikan hasil proses tracer study yang dilaksanakan. Kata kunci: SMK, ISO 9001:2015, Tracer study, Process Design, Business Process Management Abstract SMK Telkom Bandung is one of the vocational high schools located on Jl. Radio Palasari Dayeuhkolot, Bandung. SMK Telkom Bandung also implements ISO 9001: 2008 quality management system with ISO 9004: 2000, ISO 14000 and ISO 16000 supplement consistently. SMK Telkom Bandung established since 2013 and has graduated about 398 students. With the increasing number of students who graduated from SMK Telkom Bandung, tracer study or alumni tracking is needed to be able to know the distribution of its alumni can be implemented. Because SMK Telkom Bandung has not been able to perform a standardized and documented tracer study process, this study aims to know. The design begins with a gap analysis based on the actual conditions and requirements of ISO 9001: 2015 clause 8.2.1 which is customer communication and PCF on APQC 5.0 points on Developing and managing and serving Stakeholders. After the gap analysis is done, the process of making structures to find out what happens that produces an efficient process. Tracer study design process with process design process of business process management. This research produces SOP that can be used for the SMK Telkom Bandung. To facilitate the implementation, then created an integrated webbased applications ranging from data collection alumni, security data, and also improve the process of tracking traces are implemented. Keywords: SMK, ISO 9001:2015, Tracer study, Process Design, Business Process Management
Usulan Tindakan Perbaikan Untuk Mengurangi Jumlah Cacat Pada Bagian Pre Assy Produk Inner Liner Cabinet Single Door Di Pt. Abc Dengan Metode Six Sigma Riduan Simanjuntak; Muhammad Iqbal; Wiyono Wiyono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT. ABC merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan barang elektronik khusus kulkas atau pendingin, freezer, dan showcase yang dikelola oleh tenaga kerja yang terlatih dari luar negeri dan orang lokal. PT. ABC selalu berusaha untuk menjaga kualitas produk mereka, namun kenyataannya PT. ABC masih mendapat klaim produk cacat. Berdasarkan data perusahaan bagian Pre Assy selama tahun 2013 sampai bulan Juli 2014, jumlah produk Inner Liner Cabinet Single Door mengalami fluktuasi dan melebihi batas standar cacat bulanan perusahaan yaitu 0,5%. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode Six Sigma karena dapat membantu perusahaan mengembangkan tindakan perbaikan secara sistematis. Metode Six Sigma terdiri dari 5 tahap yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Dari tahap Define ditemukan empat belas jenis cacat dan cacat keriput 24,38%, cacat Sobek 14,25%, cacat Scratch/ gores 13,47, cacat Penyok 12,74% menjadi cacat yang sering ditemukan pada produk. Dari tahap Measure didapatkan kapabilitas proses dengan level Sigma proses adalah 4, 75656 dengan nilai DPMO 584,809 dan terdapat 6 bulan produksi yang ada di luar batas kendali. Pada tahap Analyze, ditemukan tujuh prioritas perbaikan yang dipilih berdasarkan nilai RPN tertinggi pada pada analisis FMEA. Selanjutnya pada tahap Improve diusulkan beberapa perbaikan yang terpilih yaitu memberikan alat pengatur panas (Photo-electric cell preheating safety dan T930004 heating card) pada mesin Forming, menambah alat penerang seperti Lampu Balk atau Atap Fiberglass Transparan, memberikan Cyclone Turbine Ventilator atau kewajiban pemakaian earplug, mengadakan Training kepada operator produksimdan Quality Control tentang standar kualitas dan keamanan produk, memberlakukan sistem Reward and Punishment dan membuat alat panduan seperti Display, dan membuat Work Instruction yang lebih besar dan jelas. Kata kunci: Pre Assy, Inner Liner Cabinet Single Door, Kualitas, Six Sigma
Design Measurement System For Customer Satisfaction Considering Iso 9001:2015 Clause 9.1.2 In Soes Merdeka Bandung Azka Sakinah Ramdhani; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem pengukuran di Soes Merdeka yang dapat diukur oleh perusahaan, karena pada saat yang sama perusahaan tidak memiliki sistem dan juga instrumen untuk menghitung tingkat kepuasan pelanggan. Dalam penelitian menggunakan atribut kepuasan pelanggan yang menyajikan seluruh pengalaman saat berbelanja seperti kualitas produk, harga, kualitas layanan, loyalitas konsumen, dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan memberikan kuesioner sebagai instrumen dan juga melakukan wawancara mendalam untuk mendapatkan persepsi pelanggan Soes Merdeka. Kuesioner disesuaikan dengan Skala Likert, di mana pertanyaan ditanyakan tentang kepuasan kinerja yang diberikan pilihan jawaban dari sangat puas sampai tidak puas. Instrumen dibuat dua variasi, untuk mencari instrumen yang paling efisien dan efektif, harus lulus uji validitas menggunakan SPSS dan validitas logis dan untuk uji reliabilitas menggunakan metode tes ulang. Keywords: Customer satisfaction attributes, ISO 9001:2015, logical validity, test retest reliability, In-Depth interview. Abstract: The purpose of this study was to design measurement system in Soes Merdeka that can be measured by the company, because at the same time company do not have a system and also an instrument to calculate customer satisfaction level. In research using customer satisfaction attributes that presenting the whole experience while shopping such as product quality, price, service quality, consumer loyalty, and customer satisfaction overall. Type of data used are primary data by giving the questionnaire as instrument and also conducting in-depth interview to obtain customers perception of Soes Merdeka. The questionnaire tailored to the Likert Scale, where questions are asked about the satisfaction of performance given a choice answers from very satisfied until not satisfied. The instruments were made two variety, in order to find the most efficient and effective, instruments should passed validity test using SPSS and logical validity and for reliability test using test retest method. Keywords: Customer satisfaction attributes, ISO 9001:2015, logical validity, test retest reliability, In-Depth interview.
Perbaikan Proses Pelaporan Quality Objective Setiap Divisi Di Direktorat Produksi Berdasarkan As9100 Revisi D Klausul 9.1.1 Menggunakan Metode Business Process Improovement Di Pt. Dirgantara Indonesia Dwi Meiswara; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara sudah menerapkan sistem manajemen mutu AS9100 yang dikhususkan untuk penerbangan. Dalam pengimplementasian AS9100 masih ada kendala yang terjadi salah satunya pada proses pelaporan pencapaian quality objective. PT. Dirgantara Indonesia sudah melakukan kegiatan proses pelaporan pencapaian quality objective akan tetapi kegiatan tersebut belum efektif dan efisien, dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk proses pelaporan dimulai dari pengumpulan hingga laporan disetujui oleh atasan memakan waktu yang cukup lama dan penjelasan mengenai pelaporan pencapaian quality objective kurang dijelaskan secara rinci pada prosedur. Masalah-masalah tersebut membuat tujuan dari pelaporan pencapaian quality objective Direktorat Produksi belum terpenuhi. Fokus utama dari penelitian ini adalah dilakukannya perbaikan proses pelaporan pencapaian quality objective Direktorat Produksi, dikarenakan kondisi aktual dari proses tersebut tidak berjalan secara efektif dan efisien. Untuk membuat rancangan perbaikan dibutuhkan data kondisi aktual, requirement AS9100 Revisi D dengan menggunakan klausul 9.9.1 untuk analisis gap. Setelah mendapatkan gap dilakukan perbaikan proses bisnis dengan menggunakan Metode Business Process Improvement menggunakan tahapan Apply Improvement Techniques. Output dari perancangan perbaikan ini berupa SOP dan rancangan aplikasi pelaporan pencapaian quality objective berbasis web menggunakan aplikasi Joget Workflow untuk memudahkan pembuatan laporan, pemantauan dan evaluasi pencapaian quality objective Direktorat Produksi PT. Dirgantara Indonesia. Kata Kunci: AS 9100, Business Process Improvement, Apply Improvement Techniques, Pelaporan pencapaian quality objective, SOP.
Perancangan Instrumen Penilaian Kinerja Tenaga Kerja Alih Daya Pada Petugas Satuan Pengamanan Di Pt. Trengginas Jaya Natasya Shahnaz Novadeanti; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Trengginas Jaya adalah perusahaan subsidiary dari Yayasan Pendidikan Telkom atau Telkom Foundation yang berdiri sejak tahun 2012 yang bergerak salah satunya yakni dibidang outsourcing, khususnya jasa keamanan (security). Untuk meningkatkan layanan jasa keamanan yang dimilikinya maka perusahaan harus dapat mengelola karyawannya, salah satunya yakni melalui penilaian kinerja. PT. Trengginas Jaya sendiri pada penyedia jasa keamanan hanya mengandalkan absensi sebagai tolak ukur penilaian karyawannya. Perusahaan menganggap dengan tingkat absensi yang baik, karyawan tersebut dinyatakan berkinerja baik dan sebaliknya apabila dalam satu bulan karyawan tersebut tidak memenuhi target absensi maka karyawan tersebut dinyatakan berkinerja kurang baik. Hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip penilaian kinerja yang relevan, tidak bias, signifikan dan praktis. Untuk itu dirancanglah sebuah penilaian berupa instrument penilaian kinerja tenaga kerja alih daya yang ditujukan untuk karyawan outsourcing tersebut. Penilaian dibuat didasarkan pada teori kompetensi yang mendefinisikan kompetensi sebagai motivasi internal, sifat atau watak, konsep diri, pengetahuan dan skill atau keterampilan. Sejalan dengan requirement perusahaan dan teori yang ada, yang dikaitkan dengan ISO 9001:2015 klausul 7.1.5.1 mengenai pemantauan dan pengukuran sumber daya, maka penilaian kinerja petugas satuan pengamanan terdiri dari 4 komponen penilaian, yaitu : tes fisik, tes pengetahuan, perilaku kerja, dan customer satisfaction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode perancangan proses dari disiplin ilmu BPM. Dimana tahap yang dilakukan sesuai dengan tahap penyelesaian masalah dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan terhadap pemegang proses, hasilnya dapat disimpulkan bahwa rancangan instrument dapat digunakan dengan mudah dan sejalan dengan tujuan dilakukannya penilaian kinerja sendiri, namun masih terdapat beberapa perbaikan untuk dapat diterapkan didalam perusahaan. Kata kunci: Outsourcing, Penilaian Kinerja, Metode Perancangan Proses, ISO 9001:2015, Kompetensi Abstract PT. Trengginas Jaya is a subsidiary company of the Telkom Education Foundation or Telkom Foundation, which was established in 2012, one of which is engaged in outsourcing, especially security services. To improve its security services, the company must be able to manage its employees, one of which is through performance appraisal. PT. Trengginas Jaya itself to security service providers only relies on absenteeism as a benchmark for assessing their employees. The company considers that with a good absentee level, the employee is declared to perform well and vice versa if within one month the employee does not meet the attendance target then the employee is declared to perform poorly. This is not in line with the principles of relevant, unbiased, significant and practical performance appraisal. For this purpose an assessment was designed in the form of an outsourcing workforce performance assessment instrument intended for outsourcing employees. Assessment is based on competency theory that defines competency as internal motivation, character or character, selfconcept, knowledge and skills or skills. In line with company requirements and existing theories, which are associated with ISO 9001: 2015 clause 7.1.5.1 concerning monitoring and measurement of resources, the performance assessment of security guards officers consists of 4 assessment components, namely: physical tests, knowledge tests, work behavior, and customer satisfaction. The method used in this study is the process design method of the BPM discipline. Where the stage is carried out in accordance with the stage of problem solving in this study. Based on the results of the validation carried out on the process holder, the results can be concluded that the design of the instrument can be used easily and in line with the purpose of the performance appraisal itself, but there are still some improvements to be implemented within the company. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 6790Keyword: Outsourcing, Performance Assessment, Process Design Method, ISO 9001: 2015, Competence
Evaluasi Tingkat Kematangan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (ppdb) Menggunakan Business Process Maturity Model (bpmm) Di Smk Telkom Bandung Nurul Jihad Fathurrahma; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung melaksanakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ajaran baru yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Proses penerimaan peserta didik baru harus diolah sedemikian rupa sehingga pelaksanaanya benar-benar dapat menjaring siswa yang berpotensi agar siswa memiliki keberhasilan yang tinggi dalam mengikuti program-program pendidikan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kematangan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Telkom Bandung. Dalam penelitian ini digunakan Business Process Maturity Model (BPMM) pada tingkat kematangan level 3 dan menggunakan process area Organizational Process Management (OPM). Tahap pengukuran dimulai dari merancang instrumen pertanyaan evaluasi berdasarkann specific goals dan specific practice. Instrumen diterjemahkan menjadi 13 pertanyaan. Kemudian diajukan kepada narasumber. Wawancara menghasilkan nilai attained yang terdiri dari skor 0-5 yaitu nilai yang diperoleh oleh SMK berdasarkan seberapa jauh pelaksanaan proses. Dari attained tersebut maka diperoleh gap untuk setiap pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur tingkat pemenuhan kematangan Level 3 OPM dan mengetahui usulan perbaikan yang tepat. Berdasarkan perhitungan, hasil tingkat pemenuhan kematangan pada specific goals 1 adalah sebesar 84% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan yang diajukan, specific goals 2 adalah 48% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan, dan specific goals 3 yang mencapai 87% dari 3 pertanyaan dengan rata-rata adalah sebesar 73%. Secara keseluruhan proses PPDB belum memenuhi tingkat kematangan Level 3 OPM karena masih terdapat praktis yang belum terlaksana atau belum mencapai tahap perbaikan berkelanjutan, sehingga saran perbaikan yang dapat diajukan adalah perlunya penetapan dan pengimplementasian proses secara konsisten untuk menuju perbaikan berkelanjutan. Selain itu, diajukan penerapan knowledge management diantara para pegawai dan penyediaan sharing session untuk meningkatkan motivasi kerja. Kata kunci: Penerimaan Peserta Didik Baru, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management Abstract SMK Telkom Bandung have routine activities every year and that is Student Admission. Student Admission process should be managed properly so the implementation can really capture potential students and in the future, every students have a high probability of success in following educational programs at school. Based on the statement, it necessary to evaluate Student Admission process. This research is using Business Process Maturity Model (BPMM) at maturity level 3 and Organizational Process Management (OPM) as process area. The evaluation step starts with designing an evaluation instrument based on specific goals and specific practice. The instrument translates into 13 questions according to the number of specific practices and then questions will be interviewed to sources. Interview result obtain an attained value that consist of score from 0-5. Attained value obtained by SMK Telkom based on how far the process implementation. From the attained, gap for each question can be known. A gap is analyzed to find out the improvements that can be proposed. The results of the analysis are also intended to measure the level of maturity completion in Level 3 – OPM. Based on the calculation, the results of the level of maturity completion in specific goals 1 is 84% from 5 interview questions, specific goals 2 is 48% from 5 questions, and specific goals 3 which reached 87% of 3 questions with average is 73%. Overall, Student Admission process cannot complete maturity level 3 - OPM because there are still practice that has not been implemented or has not reached the score 5 which means practice reach the stage of continuous improvement. So, my suggestion that can be proposed is the need of consistently establishment and implement process to get continuous improvement. In addition, we can suggest the application of knowledge management among personnel so their workload is evenly distributed. Moreover, the team should provide sharing session to improve work motivation. Keywords: New Student Admission, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management
Perancangan Sistem Penggajian Berbasis Teknologi Informasi Pada Pt. Trengginas Jaya Sejalan Dengan Klausul 7.1.3 Iso 9001:2015 Farhan Naufal Prayoga; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sesuai dengan visi yang dimiliki oleh PT.Trengginas Jaya yaitu “Menjadi perusahaan penyedia jasa outsourcing, trading dan properti yang profesional dan unggul dalam kualitas produk dan layanan, guna meningkatkan kepuasan pelanggan.” maka perusahaan harus terus berkembang untuk dapat menjadi perusahaan yang profesional dan terus mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, salah satunya dengan menerapkan ISO 9001:2015. Saat ini PT. Trengginas Jaya masih melakukan proses penggajian secara manual. Dimulai dari proses menentukan gaji karyawannya dengan melakukan input secara manual dan menghitung gaji karyawan menggunakan excel. Proses ini membutuhkan ketelitian dan memakan waktu yang banyak. Untuk mengefisiensikan proses penggajian yang ada, maka penelitian ini berfokus pada perancangan sistem penggajian berbasis teknologi informasi yang sejalan dengan ISO 9001:2015 klausul 7.1.3. Perancangan sistem penggajian ini dibuat dengan perbaikan proses bisnis penggajian dengan menggunakan metode business process improvement. Dimana pada metode ini menggunakan streamlining atau penyederhanaan proses untuk menentukan aktivitas didalam proses bisnis penggajian yang harus disederhanakan. Setelah melakukan proses streamlining, dilakukan proses merancang sistem penggajian dengan menggunakan metode system development life cycle (SDLC). Pada penelitian ini menghasilkan sistem penggajian baru yang terdapat proses bisnis usulan dan aplikasi pengelolaan gaji. Kata kunci: ISO 9001:2015, Sistem Penggajian, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle Abstract In accordance with the vision of PT.Trengginas Jaya is "Being a professional outsourcing, trading and property service provider and superior in quality of products and services, in order to increase customer satisfaction", the company must continue to grow to become a professional and gain trust from customers, one of them by implementing ISO 9001: 2015. Currently PT. Trengginas Jaya still performs the payroll process manually. Starting from the process of determining the salaries of employees by inputting manually and calculate employee salaries using excel. This process requires considerable and time consuming. To streamline existing payroll processes, this study focuses on designing an information technology-based payroll system in line with ISO 9001: 2015 clause 7.1.3. The design of this payroll system is made by improving the payroll business process using the business process improvement method. Where in this method using streamlining or simplification process to determine the activities within the payroll business process that should be simplified. After doing the process of streamlining, the process of designing the payroll system using system life cycle (SDLC) method. In this study produced a new payroll system that contained a proposed business process and salary management application. Keywords: ISO 9001:2015, Payroll System, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle.
Usulan Perbaikan Proses Penuangan Pada Shoulder E-clip Untuk Meminimasi Defect Beku Dini Dengan Menggunakan Metode Dmaic Di Pt Pindad Janu Prasetyo; Wiyono Wiyono; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pindad merupakan perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersil diantaranya yaitu divisi tempa & cor. Teradapat 3 jenis produk sarana dan pra sarana kereta api yang di produksi, salah satunya adalah shoulder for e-clip. Berdasarkan data historis bulan Januari 2017 sampai dengan Desember 2018 produk ini mengalami rata-rata defect sebesar 5.22% per bulannya sedangkan toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 2%. Jenis cacat yang paling banyak menghasilkan defect adalah beku dini yang terjadi pada saat proses penuangan. Penelitian ini akan difokuskan untuk mengurangi cacat beku dini pada proses penuangan dengan menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define dilakukan pengidentifikasian CTQ menggunakan metode delphi dan pembuatan diagram SIPOC. Pada tahap measure dilakukan perhitungan stabilitas proses menggunakan peta kontrol p dan perhitungan kapabilitas proses sehingga diketahui rata-rata DPMO sebesar 3739 sedangkan untuk rata-rata level sigma sebesar 4.22. Pada tahap analyze digunakan tools fishbone diagram sehingga didapatkan faktor penyebab masalah adalah man, method, material, tools, dan environment. Setelah itu digunakan pendekatan FMEA untuk menentukan mode kegagalan yang akan diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan sehingga didapatkan faktor method dan man yang memiliki nilai RPN tertinggi. Maka dari itu pada tahap improve usulan perbaikan di prioritaskan terhadap faktor man dan method untuk mengurangi cacat beku dini yaitu dengan pemasangan pirometer dan pembuatan checksheet. Kata kunci: Shoulder for e-clip, defect, DMAIC, beku dini, penuangan, CTQ, DPMO, FMEA Abstract PT Pindad is an industrial and manufacturing company engaged in manufacturing military and commercial products including the forging & cast division. There are 3 types of railway facilities and preproduction products produced, one of which is the shoulder for e-clip. Based on historical data from January 2017 to December 2018 this product experienced an average defect of 5.22% per month while the defect tolerance set by the company was 2%. The type of defect that produces the most defects is cold shut that occurs during the pouring process. This research will be focused on reducing cold shut defects in the pouring process using the DMAIC approach (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). At the define stage CTQ is identified using the delphi method and SIPOC diagram making. In the measure phase, the calculation of process stability using p control chart and process capability calculations are calculated so that the average DPMO is 3739 while the average sigma level is 4.22. In the analyze stage, a fishbone diagram tool is used so that the causes of the problem are obtained which is by man, method, material, tools, and environment. After that, the FMEA approach is used to determine the failure mode that will be prioritized for improvement in which the method and man factors have the highest RPN values. Therefore, in the improve stage proposed improvements prioritize the man and method to reduce cold shut defects, namely by installing pyrometers and making checksheets. Keywords: cold shut, defect, DMAIC, premature freezing, pouring, CTQ, DPMO, FMEA