Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TINDAK TUTUR DIREKTIF WACANA POSTER IMBAUN PEMERINTAH TENTANG PENANGANAN COVID-19 PADA LAMAN COVID19.GO.ID Maryam Nurlaila; Nazriani Nazriani; Arsad Arsad; Sandita S Naim; Dian Sabrina
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.025 KB)

Abstract

Memaknai dan memahami wacana poster imbauan pemerintah tentang penanganan Covid-19 pada laman covid19.go.id menjadi sesuatu yang penting saat ini. Untuk memahami makna yang dikandung setiap wacana poster imbauan itu, peran pragmatik sangat dibutuhkan. Dengan telaah tindak tutur direktif (ilmu pragmatik), seorang pembaca akan mudah memahami makna yang dikandung setiap wacana dan bisa meminimalisir kesalahan atau kelalaian dari pengimplementasian poster imbauan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan makna imperatif wacana poster imbauan pemerintah tentang penanganan Covid-19 pada laman covid19.go.id. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan prosedur penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Tahap penganalisisan data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu seleksi data, pengkodean data, klasifikasi data, dan pendeskripsian data. Simpulan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur direktif yang ditemukan dalam wacana poster imbauan pemerintah tentang penanganan Covid-19 pada laman covid19.go.id. Keempat jenis itu adalah requesitif, requiremen, permisif dan advisoris. Penanda kata direktif ditemukan diberbagai tuturan dalam wacana poster tersebut antara lain: “Yuk”, “Ayo”, "Aku pakai masker supaya virusnya kalah”, "Bantulah penanganan Covid-19, jadilah donor plasma konvalesen", “Prioritaskan, anak/siswa bisa tetap belajar dan sehat”, “Awash hoaks: tautan subsidi pulsa Rp. 250.000 dan kuota 75GB dari Kemendikbud untuk periode Desember 2021”. Selanjutnya, untuk makna imperatif dari keempat jenis direktif yaitu: makna ajakan, dan makna memperingatkan/menyarankan/menasihati. Sebagian besar data yang ditemukan menunjukan makna imperatif memperingatkan.
Pelatihan Penulisan Wacana Persuasif Otomatis Sebagai Media Peningkatan Kemampuan Berbicara Mahasiswa Program D-III Keperawatan Buton Arsad Arsad; Rahmad Ramadhan; Zidan Lariyos
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.173

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbicara mahasiswa Program D-III Keperawatan Buton melalui pelatihan penulisan wacana persuasif otomatis. Kemampuan berbicara yang baik merupakan keterampilan penting dalam dunia profesi, terutama dalam bidang kesehatan seperti keperawatan. Namun, mahasiswa sering menghadapi kesulitan dalam mengorganisir ide dan merumuskan argumen yang persuasif dalam percakapan sehari-hari. Dalam pengabdian ini, kami menyajikan solusi berupa pelatihan menggunakan teknik penulisan wacana persuasif otomatis. Teknik ini sebagai media sumber referensi berbicara mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan merumuskan argumen, memilih kata-kata yang tepat, dan mengatur informasi dengan baik untuk memengaruhi pendengar. Dalam Pengabdian Masyarakat ini memiliki lima tahapan untuk metode yang telah diambil yang terdiri dari observasi, perencanaan, pelaksanaan, penerapan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa dari 50 orang peserta mendapatkan nilai kemampuan berbicara mahasiswa meningkat dengan skor nilai rata-rata sebelum pelatihan= 65 dan skor rata-rata setelah pelatihan=82, dengan kenaikan nilai 26.15%. Kemampuan ini membekali mereka untuk berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan profesional keperawatan. Selanjutnya, harapan besar dari pengabdian ini juga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa Program D-III Keperawatan Buton, membantu mereka menjadi komunikator yang lebih percaya diri dan efektif dalam praktik keperawatan mereka di masa depan.