Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TINDAK TUTUR DIREKTIF WACANA POSTER IMBAUN PEMERINTAH TENTANG PENANGANAN COVID-19 PADA LAMAN COVID19.GO.ID Maryam Nurlaila; Nazriani Nazriani; Arsad Arsad; Sandita S Naim; Dian Sabrina
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.025 KB)

Abstract

Memaknai dan memahami wacana poster imbauan pemerintah tentang penanganan Covid-19 pada laman covid19.go.id menjadi sesuatu yang penting saat ini. Untuk memahami makna yang dikandung setiap wacana poster imbauan itu, peran pragmatik sangat dibutuhkan. Dengan telaah tindak tutur direktif (ilmu pragmatik), seorang pembaca akan mudah memahami makna yang dikandung setiap wacana dan bisa meminimalisir kesalahan atau kelalaian dari pengimplementasian poster imbauan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan makna imperatif wacana poster imbauan pemerintah tentang penanganan Covid-19 pada laman covid19.go.id. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan prosedur penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Tahap penganalisisan data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu seleksi data, pengkodean data, klasifikasi data, dan pendeskripsian data. Simpulan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur direktif yang ditemukan dalam wacana poster imbauan pemerintah tentang penanganan Covid-19 pada laman covid19.go.id. Keempat jenis itu adalah requesitif, requiremen, permisif dan advisoris. Penanda kata direktif ditemukan diberbagai tuturan dalam wacana poster tersebut antara lain: “Yuk”, “Ayo”, "Aku pakai masker supaya virusnya kalah”, "Bantulah penanganan Covid-19, jadilah donor plasma konvalesen", “Prioritaskan, anak/siswa bisa tetap belajar dan sehat”, “Awash hoaks: tautan subsidi pulsa Rp. 250.000 dan kuota 75GB dari Kemendikbud untuk periode Desember 2021”. Selanjutnya, untuk makna imperatif dari keempat jenis direktif yaitu: makna ajakan, dan makna memperingatkan/menyarankan/menasihati. Sebagian besar data yang ditemukan menunjukan makna imperatif memperingatkan.
Pelatihan Penulisan Wacana Persuasif Otomatis Sebagai Media Peningkatan Kemampuan Berbicara Mahasiswa Program D-III Keperawatan Buton Arsad Arsad; Rahmad Ramadhan; Zidan Lariyos
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.173

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbicara mahasiswa Program D-III Keperawatan Buton melalui pelatihan penulisan wacana persuasif otomatis. Kemampuan berbicara yang baik merupakan keterampilan penting dalam dunia profesi, terutama dalam bidang kesehatan seperti keperawatan. Namun, mahasiswa sering menghadapi kesulitan dalam mengorganisir ide dan merumuskan argumen yang persuasif dalam percakapan sehari-hari. Dalam pengabdian ini, kami menyajikan solusi berupa pelatihan menggunakan teknik penulisan wacana persuasif otomatis. Teknik ini sebagai media sumber referensi berbicara mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan merumuskan argumen, memilih kata-kata yang tepat, dan mengatur informasi dengan baik untuk memengaruhi pendengar. Dalam Pengabdian Masyarakat ini memiliki lima tahapan untuk metode yang telah diambil yang terdiri dari observasi, perencanaan, pelaksanaan, penerapan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa dari 50 orang peserta mendapatkan nilai kemampuan berbicara mahasiswa meningkat dengan skor nilai rata-rata sebelum pelatihan= 65 dan skor rata-rata setelah pelatihan=82, dengan kenaikan nilai 26.15%. Kemampuan ini membekali mereka untuk berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan profesional keperawatan. Selanjutnya, harapan besar dari pengabdian ini juga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa Program D-III Keperawatan Buton, membantu mereka menjadi komunikator yang lebih percaya diri dan efektif dalam praktik keperawatan mereka di masa depan.
Improving Student Learning Outcomes Through Problem Based Learning Models in Indonesian Language Subjects for Elementary School Students Arsad Arsad; Muhammad Yusnan
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 1 No. 2 (2023): JUNE, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to improve student learning outcomes through the Problem Based Learning (PBL) learning model in Indonesian language learning in Class V of Wameo 2 State Elementary School. This type of research is classroom action research, each cycle consisting of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The research subjects chosen were 16 students in class V of Wameo State Elementary School 2, even semester of the 2021/2022 academic year, consisting of 10 male students and 6 female students. The data collection techniques used were observation, test sheets, interviews and documentation. Based on the research results in cycle I and cycle II, results were obtained which showed an increase in learning outcomes, namely from the test results in cycle I there were 10 students who completed (62.50%) and 6 students (37.50%). Incomplete with an average score of 65. .62. Student learning outcomes in cycle II were 14 students (87.50%) completed and 2 students (12.50%) incomplete with an average score of 92.5. The results of this research indicate that the use of the Problem Based Learning learning model can improve student learning outcomes from cycle I to cycle II.
Students' Ability to Communicate in Speaking Learning through an Active Learning Approach for High School Students Muslim Muslim; Arsad Arsad; Risman Iye
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine students' ability to communicate in speaking lessons through an active learning approach in class XI students at SMA Muhammadiyah 1 Baubau. The method used in this research is a quantitative descriptive research method. The quantitative descriptive method is a research design that clearly and realistically describes research variables in the form of numbers and statistics. This type of research includes field research. It is said to be field research (respondents) and researchers are directly involved in collecting data. Based on the tabulation results, it can be seen that the average student score in the pressure aspect is 15 out of a weighted score of 190 in the sufficient category, then the average student score in the grammar aspect is 20 out of a weighted score of 265 in the good category, and the average score -The average student score in the vocabulary aspect is 20 out of a weighted score of 245 in the good category, while the average student score in the fluency aspect is 15 out of a weighted score of 225 in the sufficient category. Furthermore, the determination of all aspects is 925 with an average student score of 65 or 65%. Thus, the student category in all aspects is the sufficient category.
Pelatihan Pengelolaan Referensi Karya Ilmiah Berbasis Mendeley dalam Praktik Wacana Akademik Mahasiswa ITK Buton Arsad; Muammar; Masri; Muslim; Muhammad Yusnan
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan referensi yang sistematis merupakan keterampilan penting dalam penulisan karya ilmiah, namun masih menjadi kendala bagi mahasiswa Institut Teknologi dan Kelautan (ITK) Buton. Minimnya pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley menghambat efektivitas sitasi dan penyusunan daftar pustaka. Oleh karena itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengelola referensi akademik. Pelatihan dilaksanakan pada 8 Agustus 2024 dengan pendekatan partisipatif yang mencakup pemaparan teori, praktik langsung, dan sesi pendampingan. Kegiatan diikuti oleh 26 mahasiswa dari jurusan Akuakultur, Bioteknologi, dan Perikanan Tangkap. Materi pelatihan meliputi instalasi dan konfigurasi Mendeley, pengelolaan pustaka digital, serta penerapan sitasi otomatis dalam penulisan ilmiah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa dalam mengelola referensi. Mayoritas peserta dapat menerapkan Mendeley secara mandiri untuk menyusun daftar pustaka dan sitasi yang sesuai dengan standar akademik. Dampaknya, mahasiswa lebih siap dalam menyusun karya ilmiah secara sistematis dan efisien. Kesimpulannya, pelatihan ini berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan akademik mahasiswa ITK Buton. Keberlanjutan program serupa disarankan untuk memperkuat budaya akademik berbasis teknologi referensi.
Representation of Verbal Sexual Violence in Academic Discourse: A Critical Discourse Analysis in Higher Education Arsad
Jurnal Wawasan Sarjana Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Wawasan Sarjana
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/juwara.v4i2.7806

Abstract

This study aims to analyze the representation of verbal sexual violence in academic discourse within higher education institutions using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA) model. The research focuses on utterances containing elements of objectification, discursive strategies that normalize discrimination, and power relations within lecturer–student interactions. A qualitative approach with a case study design was employed. The research instrument consisted of a stimulus checklist containing 25 sentences representing potential forms of verbal sexual violence. This instrument was tested on 20 student respondents selected through purposive sampling. The validity of the instrument was established through a literature review and a readability test with initial respondents. Data were analyzed using Fairclough’s three-dimensional framework, namely text analysis, discourse practice, and social practice, and were triangulated with confirmatory interviews. The in-depth analysis reveals that although such utterances are often framed as humor, they reproduce patriarchal ideologies, reinforce asymmetrical power relations, and expose contradictions between the institution’s religious norms and everyday linguistic practices. This study makes a theoretical contribution by demonstrating that Fairclough’s CDA is effective in uncovering verbal sexual violence even in the form of subtle harassment or jokes, which have been largely overlooked in religious academic contexts. The novelty of this research lies in the identification of minor yet significant phenomena in religiously affiliated universities, showing that patriarchal power relations can still manifest through language even when the frequency of explicit cases is very low.