Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TOTOBUANG

PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI BELAJAR-MENGAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PANCA RIJANG SIDENRENG RAPPANG [The Deviations of Language Politeness Principle in Learning-Teaching Interaction in Bahasa Indonesia of Class XI Students at SMAN 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang] musyawir musyawir
TOTOBUANG Vol. 7 No. 1 (2019): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2019
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.171 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v7i1.104

Abstract

         The research aims to describe the types of deviation of language politeness principle and the cause of deviation. The research was qualitative. The data of the research were all of the students’ speeches or oral conversation discourse and speech information situation. The data source was obtained from the students of class XI at SMAN 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang.The data of the research were collected by recording, note-king, and unstructured interview technique. The data of the research were analyzed through four stages, namely data collections, data reduction, presentation, as well as data analysis and conclusions/verification. The results of the research reveal that the deviations of language politeness principle which were occurred in learning-teaching interaction in Bahasa Indonesia of class XI students at SMAN 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang are single and double deviation. The causes of the deviation of language politeness principle in learning-teaching interactions in Bahasa Indonesia of class XI students at SMAN 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang cover (1) deviation caused by the speakers intentionally accused the speaking partner, (2) intentionally speak not accordance with the context, (3) protective on opinion, (4) the speaker’s emotional impulse, (5) direct critic with harsh words, (6) mocking, and (7) no sympathy given to the speaking partner.              Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dan penyebab penyimpangan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan siswa atau wacana percakapan lisan dan informasi situasi tutur. Adapun sumber data diperoleh dari siswa kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik rekam, teknik catat, dan wawancara tidak terstruktur. Analisis data melalui empat tahapan,yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian sekaligus penganalisisan data dan penyimpulan /verifikasi. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  penyimpangan  prinsip kesantunan berbahasa yang terjadi dalam interaksi belajar-mengajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang, yakni penyimpangan tunggal dan penyimpangan ganda. Penyebab penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi belajar-mengajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang meliputi (1) penyimpangan disebabkan oleh penutur sengaja menuduh mitra tutur, (2) sengaja berbicara tidak sesuai dengan konteks, (3) protektif terhadap pendapat, (4) dorongan rasa emosi penutur, (5) kritik secara langsung dengan kata-kata kasar, dan (6) mengejek, serta (7) tidak memberikan rasa simpati kepada mitra tutur.
BENTUK TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PROGRAM SENTILAN-SENTILUN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN BAHASA INDONESIA PADA ASPEK KETERAMPILAN BERBICARA [The Form of Illocutionary Acts in The Sentilan-Sentilun Progrtam and Its Implications in Teaching Bahasa Through Speaking Skill] musyawir musyawir; Ramla Biloro
TOTOBUANG Vol. 7 No. 2 (2019): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v7i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk  tindak  tutur  ilokusi pada  program Sentilan-sentilun dan implikasinya terhadap pengajaran bahasa Indonesia pada aspek keterampilan berbicara. Subjek penelitian ini adalah tayangan atau video program Sentilan-sentilun di Metro TV. Penelitian ini termasuk  penelitian  deskriptif  kualitatif.  Instrumen  yang  digunakan  dalam penelitian  ini  adalah peneliti  sendiri  yang  berbekal  tentang  pemahaman  kajian teori  pragmatik  yaitu,  tindak  tutur.  Metode  pengumpulan  data  yakni, teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan  metode  kontekstual,  yakni  dengan  menerapkan  dimensi-dimensi konteks  dalam menafsirkan data  yang  telah  berhasil  dikumpulkan,  diidentifikasi, dan  diklasifikasikan.  Hasil penelitian ini adalah peneliti menemukan empat (4) bentuk tindak tutur ilokusi   yang   sering   digunakan   dalam   tuturan   pada   program   Sentilan-sentilun, yaitu  tindak  tutur  ilokusi direktif,  tindak  tutur  ilokusi  ekspresif,  tindak  tutur  ilokusi  deklaratif, dan tindak tutur  ilokusi representatif. Selanjutnya, sebagai wujud implikasi bentuk-bentuk tindak tutur pada program Sentilan-sentilun ini adalah dapat dijadikan sebagai media pembelajaran audiovisual yang sangat menarik sekaligus sebagai alat bantu untuk mencapai kompetensi belajar siswa. Siswa menjadi lebih komunikatif dan ekspresif untuk menjalani pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada aspek keterampilan berbicara sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.          This study aims to describe the form of illocutionary  acts in the Sentilan-Sentilun program and its implications in teaching Bahasa through speaking skills. The subject of this research was the Sentilan-Sentilun program or video at Metro TV. This research is a qualitative descriptive . The instrument uses researcher himself who  understand the pragmatic theory studies, namely, speech acts. Data collection methods are documentation techniques, listening techniques, and note taking techniques. The data are analysed by  contextual methods by applying context dimensions to interpretethe  data that has been successfully collected, identified, and classified. Finaly, the researcher find four form through the result. the forms of illocutionary  acts that are often used in the Sentilan-Sentilun program, they are directive illocutionary  acts, expressive illocutionary acts, declarative illocutionary  acts, and representative illocutionary  acts. Furthermore, thoseimplications, can be used as a very interesting audiovisual learning media as well as a tool to achieve student learning competencies. Students become more communicative and expressive to undergo  learning Bahasa, especially in  speaking skills so it can achieve maximum results.